Online Strategist, Creative Designers, Web Technologist MarComm Practitioners, E-Commerce and Education __________________________ under one roof.

Website, Banyakin Visual atau Copy?

August 24, 2008
Oleh Iim Fahima Jachja

Ketika sudah masuk ke area development dari sebuah online strategy, selalu ada diskusi-diskusi hal yang oleh sebagian orang dianggap ‘cuma eksekusi’ tapi sesungguhnya masuk area strategis yang menentukan apakah apakah sebuah komunikasi online berhasil atau tidak. Salah satunya adalah ‘websitenya dibanyakin visual atau copy?’

Kebanyakan brand owner berasumsi bahwa banyakin visual lebih menarik daripada banyakin copy karena orang Indonesia lebih visual driven.

Benarkah seperti itu behavior online? Benarkah jika konsumen malas membaca brosur atau iklan dengan long copy berarti mereka juga malas membaca informasi/long copy di internet?

Sebelum saya menjawab, saya ingin dengar dulu apa opini Anda. Silahkan join diskusi di sini.

24 Responses to “Website, Banyakin Visual atau Copy?”

  1. Agus Nugraha says:

    Untuk copy panjang tapi menarik, biasanya saya baca sampai habis. Tapi kemungkinan ini sangat jarang, terkadang engga pernah selesai baca blog disela-sela kerjaan kantor yang padat, apalagi terima email dengan long copy (walaupun itu berisi nasehat-nasehat agama) biasanya langsung saya delete.

    Sedangkan visual yang ganggu ( bertebaran sana-sini dan saling tendang ) capek juga ngeliatnya, seperti mengendarai kendaraan di jalan penuh billboard, saya dipaksa melihatnya.

    Melihat web yang terlalu text base? mengingatkan saya akan laporan administrasi. :)

  2. Hmmm kalo menurut gw justru kebalikan, karena justru di online orang cari informasi, mereka cari referensi sebanyak-banyaknya sebelum melakukan pembelian
    satu lagi terlalu banyak gambar di online bikin beuratttt, mana tahannnn hehehehe. Yang dibutuhkan orang ketika di online, gimana caranya mereka segera dapat informasi yang dimau, dan informasi itu harus relevan

  3. sebenarnya visual driven or copy driven, long copy or short copy, animated graphic or static graphic….semua bergantung pada tujuan komunikasinya.

    but, bagi saya pribadi, saya lebih menyukai yang copy driven (entah long atau short)…karena bisa membuat saya menjadi lebih imajinatif :)

  4. Hany says:

    Agus, kamu baca detik.com ngga? kaya laporan administrasi ngga tuh?

  5. Surya S says:

    Mungkin sebaiknya komen ttg lebih banyak visual atau copy di buat setelah kita mendalami websitenya, sudah sesuai belum dengan objektifnya (ini website buat apa sih), baru bikin komen,”Wah..kok agak ribet ya, abis kebanyakan gambar, kurang info, jadi gak sesuai dengan kebutuhan yang kita inginkan”, atau “Wah..kok jadi gak nyampe ya, gambarnya kurang..kan yang kita butuhkan bla bla bla…”. Bgitu, di analisa dulu. Kalo baru liat website penuh copy selama setengah detik langsung komen kalo itu website jelek mah aneh.

  6. Faried says:

    IMHO, Biasanya orang yang masuk ke suatu website, pasti punya pemikiran/ keinginan untuk mencari sesuatu apapun itu. Dan perlu diingat, bahwa masuk ke suatu web, apalagi jika itu web yang berhubungan dengan merek (baik itu aktivasi, info produk, promo, etc) biasanya (CMIIW) dilakukan sukarela. Jadi secara frame of mind, rasa2nya mereka memang sudah siap untuk ‘membaca’. Tidak seperti baca flyer/ brosur/ lihat iklan, karena somehow kita agak dipaksa utk membaca/ melihat/ menyerap infonya, jadi tentunya secara psikologis kita akan cari sesuatu yang gampang untuk didigest. Jadi kayaknya untuk online, tidak ada salahnya menggunakan tampilan yang sedikit lebih copy base, tapi dengan catatan: copynya juga harus oke dan menarik, kalo enggak mah… wassalam juga kali ya.

  7. chepy says:

    Halo mbak Iim…
    kalau ditanya mengenai banyakin mana copy atau visual untuk medium website. Jawaban saya satu, Jangan banyakin visual (saya belum tentu ngejawab banyakin copy juga loh ya,hehehe).
    karena apa ? dari pengalaman saya secara teknis belajar dan menangani sebuah website ialah :
    Terlalu banyak visual pengaruhnya pada kedua belah pihak (pengakses dan pengelola)
    1. Makan/nyedot bandwitdh dan space terlalu besar.
    Kalau yang bikin web, corporate besar yang punya server sendiri sih why not alias gak masalah. Tapi kalau untuk yang ngotrak hostingan diorang lain, wah jadi kendala nih. Nah kalau disisi pengakses…seandainya akses internet si pengunjung lemot, wah bikin jengkel nih website yang banyak visualnya. Syukur2 kalau pengunjungnya netter banget pasti dia gak akan cepat2 men-judge, webnya gak bisa dibuka ! Tapi kalau untuk orang yang belum/baru melek internet, pasti dia bilang sebaliknya.

    2. Kurang support cross browser
    Dengan banyaknya tampilan walau dicustomized gmn aja, kadang kurang dapat menanggani kendala ketika cross browser. Pan kita tau sendiri ada netter yang demen banget pake IE, ada yang fanatik sempit pake Firefox atau mungkin ada yang keranjingan pake Opera dsb. Jadi intinya kalau mau banyakin visual, harus meres2 otaknya si webmasternya.

    3. Apa lagi ya…mungkin udah gak jaman kali ya, mbak. Soalnya saya liat trend perkembangan website sekarang sudah menjauhi tampilan2 visual yang terlalu banyak, apalagi macam animasi. Kalaupun mereka ingin main-main di visual, pasti mereka berusaha memaksimalkan yang namanya CSS. Kalau pakai CSS menurut saya bukan banyakin visual. Karena salah satu prinsipnya CSS kan mengakali penggunaan image yang terlalu banyak.

    Begitu deh mbak Iim…ini semua IMHO loh mbak.
    Karena pengalaman saya jika dibandingkan mbak kan, jauh ketinggalan saya.

    Mohon pencerahan dan balesannya ya mbak, kalau bisa sih di cc ke aku, hehehehe…

    terima kasih mbak Iim

  8. ari dina says:

    Hai Iim,
    Kalo menurut gue bikin teks nya jadi visual.
    Dengan permainan besar kecil font size atau apa lah.
    Karena huruf itu sebenarnya adalah bagian dari penanda visual

  9. Amalia says:

    Kalo copy-nya sekedar copy, apalagi dengan bahasa rumit, paling orang ga baca ya? tapi kalo dengan bahasa ringan, headline yang ‘mentereng’ pasti dibaca deh… walo beberapa paragraf doank.

    kalo website isinya gambar doank…, capek kali terjemain makna gambar itu. walo menarik, belum tentu semua orang ngerti. apalagi kalo butuh informasi penting. mumet coy.

    jadi…, ya menurut g sih yang seimbang. ato juga kayak kata Ari dina, copy nya dibuat jadi visual. menarik itu.. cheers… ^^

  10. Salam jumpa Mbak Iim,

    Mohon sedikit bandwith dan waktunya yaaa?…
    Moga-moga dapat melengkapi comment-comment yang udah OK banget dari temen-temen semua…

    Kalau saya pribadi, lebih terkesan dan sangat menikmati website yang ELEGAN, dengan kriteria:

    1. Tidak terlalu dijejali oleh iklan (apalagi iklan animasi GIF maupun FLASH yang berat untuk ukuran Dial-Up atau Warnet yang sangat ramai pengunjungnya).

    2. Ada komposisi warna dan font yang cantik dan gak capek di mata bila terlalu lama melihatnya.

    3. Animasi atau visual is OK, asal masih inline dengan tampilan keseluruhan, dan memang diperlukan keberadaanya untuk mendukung copy.

    More visual or more copy?… PROPORSIONAL aja deh… Ini kan website, bukan panggung acara ngebor-nya Mbak Inul?… he… he… he…

  11. MangoAddict says:

    Tergantung “barang” yg dijual apaan. Kalo kayak Virus blog, ya lebih banyak copy, kalo jual baju lebih banyak gambar dan sedikti deskripsi, kalo jual jasa foto ya lebih banyak fotonya.

    People don’t read, people scan.

    Yang suka visual, mungkin ini bisa membantu http://www.mangoaddict.com/2008/08/12/blogging-tips-faktor-desain/

  12. andika dj says:

    tergantung konsep komunikasinya, dan tujuannya… semuanya bisa diakalin… menurut sy nggak perlu debat copy or visual karena semuanya penting pada porsinya masing2

  13. Haris says:

    Setuju mangoAddict, bukan karena ndak kreatip atau gimana..

    tp ya memang, penyesuaian itu penting bgt deh; what is this web talking about, who will open this site, when or where it opens? etc.

    untuk poin terakhir jarang dipertimbangkan loh, padahal cukup penting juga.. coba bayangpun koneksi internet yg semakin mobile sekarang ini, maksud saya benar2 mobile..

    koneksi on the hotspot (offices or malls mah udah biasa) sekarang bukan yg terbaik, internet sekarang tentu bisa diakses didalam mobil atau kereta yg sedang berjalan.

    dalam keadaan ini,users memiliki kecenderungan untuk mendapatkan info yang lebih singkat dibandingkan copy yang panjang lan lebar.. sekali lagi ini cuma kecenderungan, karena membaca didalam kendaraan yang berjalan akan menyebabkan rasa pusing.

    secara jalanan di jakarta juga rata2 20km/jam jg,yah boleh lah posting blog sambil melupakan kemacetan pas diluar pintu mobil kita..

    cheers!
    http://harismosa.blogspot.com/

  14. Menurut saya tergantung dari target market dari website kita. Siapa yang akan visit ke website kita.

    Kalau anak-anak yang pasti suka visual. Kalau scientist, suka copy.

    wass

    Setyo Budianto
    http://www.setyobudianto.com

  15. Tergantung konteks-nya saya kira.

  16. mlandhing says:

    lepas dari siapa sasaran website itu, aku kok mikirnya tetap: Welcome Page musti menarik.

    kalo untuk menarik user berarti harus banyak visual, apa boleh buat… hanya musti dipertimbangkan beratan file yang ada di dalam sebuah halaman web… aku yakin Virus Comm udah paham yg beginian.

    sementara kalo memang target usernya tak mementingkan visual, ya pakai aja copy… cuma tetap harus dipikirkan pilihan-pilihan kalimat yang mengena dan membuat orang ingin terus membacanya.

  17. welly says:

    klo saya bilang tergan tung ada oarg yang lebih suka me3nerima informasi secara visual, namun ada org yang lebih suka informasai dari copy karena lebih detail.

    jujur aja g org yg lebih tertarik secara visual.

    tapi yang terpentingkan kan tujuannya jagan sampai lari dr tujuannya. tapi klo g bilang bagus nya ada copy dan img.

    nb klo penggunaan copy sebaiknya singkat namun mencangkup semua info yg diperlukan konsumen mudah dimengerti

  18. Ivan Jenggot says:

    tergantung juga seh. apa yang akan diangkat. mau copy atau visual ga berbeda jauh. asal jangan sama2 bikin ribet liatnya

  19. gia_josie says:

    kalau menurut saya, untuk membangun sebuah website harus mengetahui target-nya, approach (how to say, what to say), penamaan website itu sendiri (jangan terlalu panjang, simple, easy to remember, spell and write), domain name juga penting, apalagi hosting website, dan lainnya.

    Jikalau masalah konsep hingga implementasinya sudah terbentuk, visual dan copy akan mengikutinya. Banyak kelemahan dan kelebihan dari membangun sebuah website, contoh: kelebihan –> good visual, sangat interactive dan lainnya, sedangkan kelemahannya –> good visual or good interative, the risk is loading problem, kalau visual(.jpg), semakin bagus gambarnya semakin berat buka-nya,begitu juga dengan interactive(.swf), banyak pemakaian animasi tetapi loadingnya lama sekali, dikarenakan file-nya terlalu besar dan belum lagi jikalau filesize databasenya kecil dan masih banyak lainnya.

    oh iya, ada juga untuk peletahan hosting, kalau targetnya untuk orang indonesia, hosting lebih baik diletakkan di indonesia, tetapi jikalau targetnya diluar indonesia, letakkan hosting tersebut diluar indonesia.

    untuk sekadar memberi tips, jika menginginkan kualitas gambar yang bagus denga filesize yang kecil, gunakan plug-ins dari photoshop, cari di google –> BoxTop Software.

    Melihat pertimbangan diatas yang telah sebagian diterangkan, ada banyak hal untuk membangun sebuah website tidak hanya melihat dari segi visual atau copy tetapi ada bagian lain yang mungkin sangat penting sekali.

  20. Kalau menurut saya visual juga penting, tapi yg terpenting harus elegan. Coba bandingkan tampilan grup band setelah terkenal dengan dulu waktu masih imut-imut..(atau amit-amit yaa..). Sekarang band Dewa pake t-shirt item-item aja kelihatan bagus, coba liat dulunya …norak juga..

    Kalau soal copy, makin pendek makin baik. Tapi lagi-lagi nggak mudah bikin kalimat pendek yang padat berisi. Finally ..harus seimbang lah ..

  21. Lucas says:

    topik ini masih menarik dan maha penting buat mereka yang mau bermain di media internet untuk tujuan nya masing2. Visual atau Copy selalu saling mendukung dan mempunyai peran masing2. pasti sudah pernah dengar : image will speaks a thousand of words, dan buat saya motion picture (image, animasi, motion graphics) speaks a million of words. karena ini ga mudah meng create nya.. kita bisa liat contoh di tvc, dlm 30 detik harus bisa menjual. maka timbulah industri Ad Agency dan rumah produksi. bisa kita tanya mereka prosesnya panjang dan mahal. Jadi copy ataupun visual adalah elemen multimedia yg harus kita pakai secara cerdas, proposional dan taktis dalam memanfaatkannya, sesuai tujuan komunikasi ke siapa dan apa yg mau di komunikasikan.

  22. vina says:

    Tergantung kebutuhan dan tujuan kita apa. Kalo mau cari info or referensi ya pasti cari yang copy, tapi kalo sekedar untuk iseng2 pasti ga akan jadi masalah visual or copy. Tapi saya setuju visualisasi itu lebih bisa menarik perhatian ketimbang copy. Setuju ga kita tertarik membaca sesuatu karna visualisasinya ??? yang ga sependapat mohon maaf hehehehe …

  23. Edwin says:

    Saya rasa copy untuk website itu ibarat rok wanita: cukup panjang untuk meng-cover hal2 penting (vital), dan cukup pendek (mini) untuk ‘menarik’ perhatian. Saya rasa artikel Jacob Nielsen reading on the web bisa banyak memberi pencerahan.
    Salam.

  24. tomplee says:

    yang bagus menurut saya yang seimbang sesuai kebutuhan, copy tanpa visual terlihat kering, visual tanpa copy juga kurang sip

Leave a Reply



nukman @nukman
Online Strategist
tweet it
iimfahima @iimfahima
Online Marketing Communication Strategist
tweet it
adhitiasofyan @adhitiasofyan
Creative Director
tweet it
foto andi @primaretha
Social Media Head
tweet it
foto jayadi @jayadi72
Web Content Specialist
tweet it

Komentar Terakhir.

  • motorselow: - gimana ya nasib para pekerja pengolah koran kalo trend informasi sudh di borong...

  • Andi Primaretha: - Terima kasih atas apresiasinya, semoga kampanyenya sukses!

  • Andi Primaretha: - Betul Mas Wahyu, saya juga selalu menganggap internet sebagai Universitas...

  • hdtv mount: - sangat menarik. saya sangat terinspirasi oleh tulisan anda. Tampaknya kampanye...

  • wahyu awaludin: - menarik, mas.. memang kita harus memilah-milah data supaya gak pusing sendiri....

  • Tonton: - setuju bangeeet, memang harus segala macam teknik marketing, harus juara. terimakasih,...

Kategori


Email Subscription

Enter your email address:

Fan Box Virtual Consulting