Saking sukses dan terkenalnya toko buku online Amazon, banyak yang mematoknya sebagai referensi ketika membangun sebuah toko online. Sudah terlalu sering saya mendengar orang/perusahaan yang menyatakan ingin membuat toko online seperti Amazon. Namun, seorang pakar usability, Jakob Nielsen, mulai memberi lampu kuning agar tidak ngotot berkiblat ke Amazon.com. “Amazon.com jangan lagi dipakai sebagai model ecommerce yang harus kita tiru secara membabi buta,” katanya seperti ditulis di Useit.com.
Menurut guru usability tersebut, ada hal-hal yang semestinya tidak boleh ditiru bagi yang ingin atau sedang mengembangkan ecommerce saat ini. Hal-hal tersebut antara lain:
1. Halaman produk yang terlalu diramaikan oleh fitur tambahan.
Banyaknya fitur tambahan seperti promo produk yang tidak relevan, membuat informasi utama mengenai produk yang sedang ditawarkan malah menjadi terabaikan. Hanya pelanggan lama saja yang bisa mendapatkan informasi ini dengan cepat.
Pelanggan-pelanggan baru akan tidak mudah mendapatkan informasi penting ini. Tidak mengherankan bila saat ini, porsi pendapatan dari pelanggan baru sedikit sekali dibanding total pendapatan Amazon.com.
2. Adanya fitur pencarian web.
Seseorang cenderung untuk melakukan pencarian di mesin cari favoritnya ketimbang mencari di fitur pencarian yang ada di web kita. Menempatkan fitur pencarian web di website kita sebenarnya buang-buang waktu saja karena hanya akan menambah kesan kacau pada web kita.
3. Adanya iklan pada halaman produk.
Tampilnya iklan pada halaman produk yang kita tawarkan akan mengalihkan perhatian pengunjung dari produk yang sedang di minatinya. Bagi Amazon.com yang sudah demikian terkenal, menempatkan iklan pada halaman produk mungkin tidak terlalu berpengaruh, karena pembeli biasanya toh akan kembali lagi. Namun, bagi yang baru akan memulai bisnis ini, jangan pertaruhkan prospek pembeli dengan revenue dari iklan.
4. User Interface untuk Kategori Produknya Usang.
Hanya dengan menggunakan satu engine e-commerce untuk 31 kategori produk memang sudah dapat membuat Amazon.com menjadi raksasa e-commerce. Namun, pelangganlah yang menerima konsekwensinya, antara lain: sangat sulit untuk mendapatkan detail perbandingan produk di Amazon.com
5. Kurang Terintegrasi dengan Situs Internasionalnya.
Sebagai contoh, bila kita mengorder buku disitus Amazon.com, tidak ada petunjuk bila sebenarnya kita bisa memesan buku yang sama dari situs internasional lainnya. Atau misalnya ada informasi buku A bisa kita dapatkan di situs USA, Jepang atau yang lainnya.
6. Co-branding
Kerjasama yang dilakukan dengan perusahaan lain seperti outsourcing dengan Toys-R-Us, dapat menimbulkan kebingungan pada pelanggan. Kadang kala ketika order dari Amazon.com, yang membalas order kita malah sebuah emai lperusahaan lain. Hal ini tentu membingungkan. Reaksi kita pada umumnya bukannya membalas email tersebut, tetapi menghapusnya.
Namun demikian, tetap ada hal-hal baik yang bisa ditiru dari Amazon.com. Yakni:
1.Email konfirmasi. Kecuali email co-branding, pengiriman email konfirmasi dari Amazon membuat proses order terjaga kepercayaannya.
2. Order Fulfillment yang baik.
3. Login Screen yang ringkas.
4. Adanya tawaran untuk membeli produk lainnya yang relevan
5. Adanya sample. Hal ini membuat ketakutan akan membeli produk yang salah bisa dihindari.
6. Pemilihan produk yang komprehensif.
pak Nuk tanya nih, apakah setiap orang melakukan bisnis dengan meniru bisnis orang lain, apakah bisa berhasil? dibanding pionernya?
Apa ekor bisa jadi kepala?
Tulisan di atas bukan membahas soal meniru bisnis, tetapi lebih ke menjadikan sebuah situs yang berhasil sebagai referensi mutlak. Meski pertanyaan Wawan agak melenceng, saya bisa jawab: meniru bisnis orang lain bisa saja berhasil. Mie Sedaap bisa menghajar Indomie misalnya. Bisnis mee-to bisa saja mengalahkan perintisnya. Google juga sudah mengalahkan Yahoo! dalam hal search engine. Ya kan?
hehe..
padahal saya baru meretas mimpi amazon-nya Indonesia
btw, saya pikir sebagai pengusaha online kita tetap perlu satu contoh keberhasilan sebagai anchor dan juga sebagai benchmark. bagaimanapun amazon masih menjadi acuan yang baik. ya toh?
Sebagai bisnis online yang berhasil, Amazon.com memang merupakan contoh yang baik dan bisa menjadi tauladan. Namun, Amazon.com sekarang sudah begitu raksasa dan rumit situsnya. Kerumitan situsnya ini yang tidak perlu ditiru. Kalau kesuksesannya sih saya rasa sangat pantas ditiru.
Ibarat kita mau menyalip mobil di depan kita, kita harus mem-buntut’i atau mengikuti mobil di depan kita, baru bisa menyalip. Kalau kondisinya lagi OK, dalam hitungan detik kita bisa salip, tapi kalo lagi apes berjam-jam kita engga bisa mendahului, malah kemudian tertinggal jauh.
Untuk menyalip mobil didepan kita :
1. Pastikan kecepatan mobil kita sama dan bisa melebihi mobil di depan.
2. Pastikan kita mengetahui medan jalan di depan, sehingga kita tahu kapan timing yang tepat untuk mendahului.
3. Pastikan bahan bakar kita cukup.
4. Antisipasi juga jika yang kita ikuti mendadak berhenti atau malah semakin cepat ketika kita akan menyalip.
5. Antisipasi jika mobil didepan tersesat atau melewati jalan yang rusak, jangan sampai ikut terperosok.
5. Kalaupun susah menyalip pakai mobil, kenapa engga pakai motor ??
Pakde ?
Saya mau nanya bila mau buat web yg sederhana gimana, tapi ada formulir tamunya.
Saya mahasiswa buat web untuk komunitas. non profit
Pak Nukman,
Kebetulan saya lagi mengembangkan sebuah direktori khusus untuk situs-situs Indonesia yang bergaya Google di http://www.seribusatu.com. Obsesinya kelak jika orang ingin informasi tentang situs Indonesia, mereka akan buka seribusatu.com, jika disini tidak ditemukan baru buka Google.
Mungkin nggak ya ?
Pak,
Saya baru membuka website http://www.juraganbuku.com yang menjual buku2 dari Amazon.com.
Saya memang bukan ahli desain jadi agak sulit bikin layoutnya, terutama karena “data” yang diterima dari Amazon sangat sulit diatur hehe..
Karena hit saya mencapai ratusan ribu per bulan, saya sempet terpikir utk memasang iklan namun mulai berpikir 2x setelah baca postingan bapak.
Menurut bapak, bagaimana cara memperbaiki situs saya ini?
terima kasih.
Pak. kira kira untuk membuat shopping online tanpa modal bisa ngga yaa.. hehe.. saya ada pemikiran buat shopping online … saya ngga bilang disini soalnya ntar di jiplak orang lagi..hehhee… kapan bisa chating ?..hehhehe. makasih pak
Menurut bapak, bisnis internet apa yang aman, murah, dan bisa mengundang pasar lebih banyak?
adakah rekomendasi situsnya?
terima kasih