Online Strategist, Creative Designers, Web Technologist MarComm Practitioners, E-Commerce and Education __________________________ under one roof.

Membuat Model Bisnis Online (1): Dari Mana Datangnya Uang?

June 11, 2009
Oleh Meisia Chandra

Membuat model bisnis online adalah menjawab pertanyaan “dari mana datangnya uang.” Saat ini, seiring dengan berkembang pesatnya media Internet, model bisnis online pun semakin beragam dan inovatif. Secara sederhana, ada tiga model utama bisnis online:

1. E-Commerce Model : menjual sesuatu di website.

2. Content-Rich Model: memberikan content yang kaya kepada user secara gratis dan mendapatkan income dari iklan.

3. Membership/Subscription Model: user harus membayar untuk dapat membaca/melihat content.

Ketiga model ini adalah pembagian yang paling mendasar. Variasi yang beragam dapat dikembangkan dari ketiga model ini.

Pembagian yang lebih kompleks dapat dilihat seperti di bawah ini:

1. Online Learning marketplaces: sebuah ruang maya yang menghubungkan guru dengan murid di luar setting tradisional (di sekolah atau universitas). Pengajar independent dapat memberikan kelas secara online dalam berbagai format, atau menjual materi pelajarannya. Murid membayar untuk mendapatkan pelajaran secara online. Contoh: WiziQ dan Moontoast.

2. Subscription: User membayar biaya berlangganan untuk mengakses data atau content. Cara berlangganan dan besarnya biaya bervariasi sesuai dengan layanan yang didapatkan. Contoh: Pandora dan Last.fm

3. Freemium: Model ini memberikan sejumlah layanan mendasar secara gratis, kemudian untuk layanan premium dan khusus user harus membayar. Contoh: Flickr dan Skype.

4. Fund-raising: situs-situs web tertentu yang memang dibikin untuk mengumpulkan uang dengan meminta sumbangan dari individual, bisnis, yayasan amal, atau pemerintah. Contoh: FundRaising dan Giftsprings.

5. Donation: Donasi diberikan oleh user yang menjadi pengunjung setia situs web sesuai dengan kemampuan dan keiklasannya. Contoh: OpenOffice dan Mozilla Foundation.

6. Re-sale/Re-use: user dapat menampilkan karyanya serta menjual karyanya pada web ini. Contoh: Deviantart dan ClipSyndicate

7. Re-sale of Physical goods: Model bisnis ini memungkinkan resaler tidak perlu menyimpan stock barang, tetapi hanya meneruskan pesanan konsumen kepada manufaktur atau wholesaler, yang akan mengirimkan pesanan kepada konsumen. Pemilik situs ini dapat menaikkan harga dan mendapatkan keuntungan dari perbedaan harga itu tanpa perlu khawatir tentang stok barang, masalah pembayaran dan pengiriman. Contoh: Amazon Associates dan Doba.

8. Merchandising: Menjual benda-benda atau image dari sebuah produk/layanan yang digunakan untuk mempromosikan produk yang lain, yang tidak selalu berhubungan. Contoh: CafePress dan Zazzle.

9. Benda Virtual: Layanan yang tidak dapat dijual di dunia nyata tetapi hanya ada di dunia maya. Keuntungan diperoleh dari transaksi yang dilakukan dalam mata uang virtual (seperti “linden dollars” dalam Second Life) yang dapat dikonversikan ke dalam mata uang yang sebenarnya. Contoh: Second Life dan Kinset.

10. Produk Informasi: Produk-produk berisi informasi seperti e-book, audio book, materi kursus, dan data-data lain yang dapat dijual secara online dan di-download langsung setelah melakukan pembayaran. Contoh: Lulu dan CreateSpace.

11. Software Layanan: Layanan online berbasis web yang dapat digunakan dengan bayaran tertentu. Contoh: GoToMeeting dan WebEx.

12. Link Selling: Situs-situs web yang memiliki ranking tinggi di Google dapat menjual link berbasis teks kepada situs lain yang hendak meningkatkan rangking pencariannya di Google. (Hal ini tidak direkomendasikan dan dapat mendapatkan hukuman dari Google). Contoh: LinkAdage dan Text Link Ads.

13. Referral Leads: Sistem rekomendasi online di mana pemasang iklan membayar untuk mendapatkan lead yang berkualitas. Contoh: Sprint dan USA 2 Referreal.

14. Event: Pendaftaran online untuk event seminar, workshop, conference. Contoh: Eventbrite dan TicketLeap.

15. Broker Informasi: Situs web bertindak sebagai broker informasi antara yang membutuhkan informasi dengan yang menyediakannya. Biasanya, situs web mendapatkan bayaran dari penyedia informasi, sedangkan pencari informasi dapat mengakses informasi secara gratis.  Contoh: JobCoin dan Craigslist.

16. Product Placement: Yang dimaksud adalah salah satu jenis iklan, di mana barang atau jasa ditempatkan dalam sebuah konteks yang bukan iklan, seperti dalam sebuah film, acara televise, dan program berita. Kini product placement seperti ini juga dapat ditemukan dalam web. Contoh: Brandfame dan PlaceMyProduct.

17. Konten Berbayar: Penulis/Editor dibayar untuk menulis review dan artikel tentang produk tertentu. Contoh: PayPerPost dan SponsoredReviews.

18. Lisensi konten dan Redistribusi: Layanan lisensi konten yang memberikan bayaran kepada para publisher web bila content mereka dipublikasikan atau diredistribusikan oleh orang lain. Contoh: Mochila dan BlogBurst.

19. Bangun & Jual: membangun sebuah situs web, sebuah layanan atau aplikasi tanpa memiliki model bisnis yang jelas. Begitu situs web tersebut mendapat cukup banyak pengunjung, nama, atau komunitas yang besar, dia dijual kepada perusahaan besar yang dapat mengubah potensinya menjadi uang. Contoh: YouTube dan MySpace.

Selain model-model di atas, masih banyak lagi variasi yang inovatif yang mungkin belum terdata. Dari daftar di atas saja dapat memberikan ide, banyak yang dapat dilakukan dengan media internet. Anda mungkin dapat menjadi penemu bisnis model baru yang belum pernah terpikirkan. Justru model bisnis yang unik yang biasanya akan berhasil. Tidak perlu yang ribet, biasanya model bisnis yang paling sederhana juga adalah yang paling baik.

Dan bila Anda belum tahu model bisnis yang terbaik buat situs web Anda (baca: tidak dapat menjawab pertanyaan dari mana datangnya uang), jangan kuatir, karena model bisnis adalah sesuatu yang dapat berevolusi juga sesuai dengan perkembangan pasar.

Pilihan Anda juga tidak terbatas pada daftar di atas saja. Anda juga dapat mempunyai tujuan lain selain uang, misalnya ketenaran, perhatian, menolong sesama, penyaluran hobby, dan reward non-financial lainnya.

Setelah menjawab pertanyaan “dari mana datangnya uang,” pertanyaan selanjutnya adalah, “bagaimana cara mendapatkan uang.” Saya akan mengulas ini pada tulisan berikutnya. (Bersambung).

41 Responses to “Membuat Model Bisnis Online (1): Dari Mana Datangnya Uang?”

  1. Tulisan yang menarik, memang banyak sekali product (barang atau jasa) yang bisa dijadikan bisnis secara online. Tapi prinsip dasar untuk sukses di bisnis online ada 3 yaitu :
    Product, Website dan Traffic.

    Dari ketiga tersebut yang terpenting adalah traffic. Kita punya product yang baik, kita punya website yang menarik, tapi kalau tidak ada pengunjungnya juga percuma. Tidak asal pengunjung tapi pengunjung yang berhasil kita convert sebagai pembeli.

  2. Terima kasih atas tulisan yang baik dan menarik. Saya akan mengikut sambungan tulisannya. Berharap akan dapat uang yang banyak nanti. Produknya sedang disiapkan untuk dipublish.

  3. Mbak Mei,
    kalo survey onlen yg melibatkan konsumen utk mereview suatu produk, misalnya Global Test market (GTM) http://www.globaltestmarket.com ini termasuk yg mana?

    jadi, GTM itu bekerjasama dg banyak produsen di seluruh dunia utk mencari tau keinginan dan juga tingkat kepuasan pelanggan akan suatu produk/jasa yg telah maupun akan dipasarkan.

    user sebagai konsumennya akan mendapatkan kredit poin tertentu yg bisa diuangkan dalam mata uang lokal. sedangkan GMT mendapatkan fee dari produsen2 tsb. Produsen pun mendapatkan insight yang diinginkannya.

  4. @Setya

    traffic juga memang penting, tapi coba lihat kasus facebook dan YouTube: website dengan traffic dan popularitas yang amat fantastis saja hingga detik ini masih defisit: Belum ada model bisnis yang jelas untuk menutup biaya operasional.

    Bagaimana menurut anda?
    ;)

  5. BudiTyas says:

    Wah, .. informatif. Ternyata banyak macamnya. Saya lagi mikir yg diluar list di atas,.. apa ya..

  6. Hendry says:

    Artikel yang menarik.

    Ketika tren aplikasi beralih ke web, di masa yang akan datang juga akan ditemukan model pembelian hak pakai (sekali bayar atau per waktu) atas perangkat lunak berbasis web.

    Juga ditemukan banyak model kombinasi dan yang tidak sepenuhnya dalam kategori di atas. Contohnya model afiliasi (broker dan subscription, informasi, atau apa saja). Memang perlu kreatifitas untuk situs jenis tertentu.

    Ywitter misalnya juga belum menemukan model yang sustainable. Tentu saja akan ada cara untuk menarik uang dari layanan yang sedemikian bermanfaat. Lebih menarik lagi kalau tidak hanya “bangun & jual.” Akan banyak yang dapat dipelajari akhirnya jika Twitter menemukan model bisnisnya.

  7. Andhee says:

    Ditunggu Sequel dari tulisan ini… ;)

  8. Meisia says:

    All, terima kasih atas komentarnya. Sorry baru balas.

    @Setyo, traffic memang penting, tetapi bukan segala-galanya. Pada tulisan kedua saya akan mengangkat studi kasus PortalHR.com sendiri dan bercerita tentang yang paling penting bukan berapa jumlah traffic, tetapi siapa yang disebut dengan traffic itu.

    @Fikri, betul, website raksasa seperti Facebook dan Twitter pun masih sering merubah bisnis modelnya. Jadi, don’t give up buat yang belum nemu bisnis model yang tepat!

    @Donna, Nah itu Donna udah menjawab sendiri dari mana datangnya income GTM. Mungkin belum termasuk dalam salah satu kategori di atas, tidak apa-apa, kategori di atas lebih ke primary-nya, pada kenyataannya banyak portal yang mengadopsi perpaduan dan variasi dari beberapa sumber income di atas. Daftar di atas mudah-mudahan dapat merangsang kreativitas kita untuk mencari model-model bisnis baru.

    @Andhee dan Anthon, hari ini udah diupload tuh lanjutannya. Terima kasih untuk terus mengikuti.

  9. lina says:

    Mba Mei,
    aku copy paste aja komenku dari blog yang lain itu ya:

    Seiring dengan waktu, bisa jadi model bisnis yang pertama kali kita kembangkan untuk menjadi sumber income dari web kita menjadi stuck atau tidak berkembang lagi namun di satu sisi malahan mentrigger bisnis model yang sangat berbeda dari yang pertama. Agar survive, kita harus beradaptasi dengan model bisnis yang baru ini alias berevolusi.

  10. Agus says:

    kalo web saya masuknya e commerce kan ya? :)

  11. Erwin says:

    Tulisannya memiliki persepsi positif dan edukatif, dan memiliki inspirasi untuk mendorong bagi yang ragu-ragu untuk memulai bisnis secara online yang penting dalam bisnis online adalah memulai, kita punya ide dan konsep yang baik dan perencanaan finansial yang baik pula. Yang penting adalah implemetasi untuk mau memulai…Good writing . thx

  12. seratjati says:

    bagemana dengan brand trusted building di B2B ato B2C marketplace? seperti alibaba dan ebay?

  13. Danitea says:

    wah lengkap informasinya, ada beberapa yang baru buat saya, segera mendaftar di layanan yang baru itu, terimakasih.

  14. @Agus, yup, kartunama.net adalah e-commerce tentunya, karena menjual kartu nama lewat online kan?

    @seratjati, alibaba adalah e-marketplace yang mendapatkan income dari minoritas (member) yang membayar untuk mensubsidi mayoritas yang free. Kalau ebay adalah situs lelang online, ebay mendapat income dari fee. Ada fee untuk listing produk dan fee ketika produk terjual.

  15. Em Muslih says:

    pengalaman saya memang paling penting adalah traffic, ibarat darah buat bisnis online. Traffic bisa datang dari pengunjung tetap maupun pengunjung baru…

    Dari pengalaman saya, untuk sejak 10 th terakhir s/d sampai saat ini, traffic dari Search Engine dengan keywords tertarget / relevan dengan bisnis adalah traffic yg berkualitas, karena motivnya jelas ( datang dr pencari informasi dengan keyword yg mereka ketik )

    Dan traffic Search Engine paling bagus adalah dari Organic Search Engine Result Page (SERP), bukan dari Paid Ad SERP seperti Adwords.

    kenapa Organic SERP paling bagus..? karena :
    - Website anda ada di bagian halaman utama SERP, dimana secara alami mata anda akan langsung membaca hasil top 5 – top 10 (Adwords SERP lokasi iklan anda disidebar kanan, walaupun sebagian kecil ada di halaman utama)

    - Title dan deskripsi website anda -yg memancing orang “klik”- jauh lebih jelas dan memikat dibanding title dan deskripsi adwords.

    - Gratis!!! untuk menampilkan website anda di top 5 – top 10 SERP, tidak diperlukan biaya…. dengan ketrampilan Search Engine Optimization yg bisa dipelajari sendiri, anda akan menempati posisi top 10 untuk keyword yg kompetitif…
    Anda mempunyai kesempatan diklik ribuan searcher setiap hari tanpa membayar sepeserpun (paid SERP seperti adwords kena biaya PERKLIK, sebesar hasil bidding. Semakin kompetitif keywords, semakin besar budget yg anda keluarkan.

    - Sampai beberapa tahun kedepan, Search Engine saya kira masih sebagai pintu gerbang utama web surfer…. sampai saat ini belum ada yg efektif menggantikan Search Engine sebagai alat bantu mencari informasi….

    Jadi setelah mempunyai website business, berikutnya silahkan belajar dan praktek SEO… ingat tidak ada yg instant untuk keluar sebagai juara top 10, semua diperlukan effort dan waktu. Jika tidak mau repot, bayar saja jasa konsultan SEO yg sudah bertebaran di Indonesia :)

    Salam online

  16. darmintan says:

    Gimana cara meningkatkan trafic ke blog kita, tq atas info nya

  17. Okto Silaban says:

    Hai Mbak… :D
    Akhirnya nulis juga disini..

    Kalo kaya Twitter itu kira – kira bisnis modelnya seperti apa ya? Misterius.., sampai sekarang saya tidak menemukan sumber yang valid.

  18. seratjati says:

    traffic adalah satu hal sedang masalah lain seharusnya menjadi perhatian adalah ROI traffic itu.
    karena “setiap individu busines harus menghasilkan profit”

  19. Mei Chandra says:

    @Em Muslih, terima kasih atas masukan dan ilmu SEO-nya.

    @Darmintan, salah satu cara paling efektif (ampuh dan relatif murah juga) untuk menaikkan traffic ya dengan SEO seperti kata Em Muslih di atas. Itulah salah satu cara yang kami praktikkan di PortalHR.

    @Okto, haiii juga…:D kapan mampir lagi ke kantor?
    Nah mengenai Twitter, sepertinya itu pertanyaan kita semua deh hehehe. Twitter sudah mempunyai massa yang solid, sebagai sebuah produk teknologi dia telah melampaui fase early adopter dan early majority, menurutku dia sudah mulai memasuki mainstream, tinggal bagaimana me-monetize-nya aja. Ada banyak kemungkinan cara mendapatkan income. Pertama, melalui iklan. Twitter bisa mengikuti Google atau Facebook yang menjual iklan berdasarkan relevansi. Mungkin juga membuat produk-produk premium untuk para pemilik brand, misalnya. Atau masih banyak kemungkinan lain yang belum kita pikirkan dan sedang digodog oleh orang-orang pintar di balik Twitter itu. Atau mungkin juga dijual kepada perusahaan lebih besar yang mampu me-monetize sebuah bisnis yang siap dijual itu. Seperti contoh yang terjadi pada Blogger.com (creator-nya sama bukan?)

    @seratjati, betul sekali. Bagaimana kita menerjemahkan traffic menjadi pemasukan, itulah tantangannya.

  20. Okto Silaban says:

    Kalo melalui iklan bukannya kurang pas Mbak? Kan banyak banget pengguna Twitter yang *nge-Twit* nggak lewat web.., tapi lewat service lain (SMS, YM, Mobile apps, Desktop apps, dll). Jadi iklannya bisa jadi tidak muncul..

    Kecuali kalo iklan muncul ke dalam “twit stream” kita.. Tapi ini pun bisa jadi mengganggu (kalau banyak), dan bisa jadi terabaikan (kalau sedikit).

    Kalaupun dijual sama perusahaan lebih besar, terus perusahaan besarnya gimana monetize nya dong?

    Mungkin tidak, kalau Twitter bisnis modelnya sebagai ‘portofolio’? Maksud saya, para pendana di belakangnya, bisa *meneguhkan* posisi mereka dengan menyatakan diri sebagai pihak yang ikut membackingi Twitter.

    Misal, Amazon AWS jualan dengan lebih *meyakinkan* dengan mengatakan : “Static files di Twitter itu di host di Amazon Web Service.., bayangkan berapa loadnya setiap detik…”

    Soalnya belakangan banyak model bisnis online yang lebih kompleks..
    (WordPress.com juga monetizingnya enggak lewat WordPress.com kan?)

  21. Mei Chandra says:

    @Okto, betul, banyak yang ngeTwit dengan aplikasi lain, tidak di web, karena itu bentuk iklannya pun harus disesuaikan dengan interface-interface itu. Dan juga tidak boleh mengganggu twit stream seperti kata Okto… nah itulah tantangannya…

    Kalau portfolio yang Okto maksud di atas sebenarnya itu juga salah satu bentuk iklan (sponsorship).

    Kalau WordPress.com seingat saya waktu ketemu Matt dia pernah bilang ada juga lho produk premium yang berbayar, yang mensubsidi pemakaian wordpress yang mayoritas gratis. Itu salah satu sumber income WordPress, meski diakui Matt, itu tidak seberapa, dan dia mendapatkan penghasilan kebanyakan dari bisnis-bisnisnya yang lain. Nah itu yang saya maksud dengan produk premium yang mungkin saja bisa dibuat oleh Twitter, well, who knows… :D

  22. Michael G says:

    Judul tulisan yg lsg merangsang jari tangan unt meng-klik link dan membacanya….:))
    Bnyk org memang yg berpendapat bahwa keberhasilan sebuah bisnis online (baca: menghasilkan duit dr internet), ditentukan dr seberapa bnyk trafic yg masuk ke website tsb. Namun, ada hal lain lagi yg perlu unt dipertimbangkan secara matang yaitu konten. Konten website adalah “nyawa” dr sebuah website, yg memiliki kemampuan unt memainkan peranan dlm hasil pencarian sebuah search engine unt menghasilkan potensial visitor/customer dan menjadi kunci utama dlm SEO. Just 2 my cent…:)

  23. Okto Silaban says:

    Iya mbak.. Bener banget. Memang wordpress.com menyediakan layanan premium. *sama kaya Blogspot*. Yang paling simpel sih, untuk premium usernya bisa pake domain sendiri + theme sendiri.

    *maksud saya ya itu tadi, nilainya tidak seberapa dibanding monetizing wordpress dari *wujud* lain. Dan wujud2 lainnya ini masih bisa kita lihat. (mulai layanan blog development & maintenance untuk kelas atas, sampe anti spam service..)

    Di Twitter, wujud2nya ini yang bener2 ndak keliatan.. Iya sih Mbak, sepertinya bakal tetap misteri untuk beberapa waktu ke depan..

  24. @Okto, yup.. kita tunggu sama-sama deh.

  25. aa kesuma says:

    Wah infonya cukup lengkap, o iya kalo boleh saya mau tanya list yang menjual barang2 fisik dan memungkinkan kita untuk jadi affiliatenya apa saja ya selain amazon.com

    Thanks

  26. Fauzi Wong says:

    info yang sangat menarik….

  27. hendry piran says:

    thx artikelnya sangat bagus

  28. denbagus says:

    lalu pembagian model2 yang kompleks itu apakah sesusai jika diterapkan di kultur budaya masyrakat indonesia?

  29. alfon says:

    tapi bagi saya yang paling menarik adalah bisnis online tidak membutuhkan kantor dan bos bagi diri sendiri

  30. Rosihan says:

    Minta izin bisa di-copy yaa artikelnya. Salam

  31. Hardi says:

    wah terima kasih artikelnya smoga bisa membantu yg newbie2…he..he..

  32. Hardi says:

    “dari mana datangnya uang = dari mata turun ke hati” wakakaka….thank infonya bos..smoga bermanfaat bagi kita smua. Amin.

  33. mustofa says:

    gmn caranya bikin blog untuk bisnis jualan yg simple tidak berat, mudah diakses serta mengena ke pasar. Thanks

  34. ed suhardy says:

    Hai Mei, pakabar? Jago nih sekarang nulisnya :D

  35. Mei says:

    Mas Eddy… masih ingat sama saya? *terharu. Makasih lho sudah membaca tulisanku… :D

  36. Farhan says:

    tulisannya bagus yah….

  37. Fadli says:

    pembagian yang cukup detail, terlihat jelas bahwa banyak sekali jalan untuk me-monetize website/blog,

    terima kasih atas tulisannya,

  38. selamat martua says:

    sangat inspiratif, buat mengembangkan usaha. tks sukses selalu

  39. ahmad says:

    dibisnis online promosinya harus dilakukan dengan sangat baik dan terus menerus, sehingga akan mendapatkan traffik yang tinggi.

  40. Setelah baca artikel ini saya baru tahu ternyata banyak banget ya jenis-jenis bisnis lewat internet,saya kira cuman toko online dan sejenisnya saja. Terima kasih buat postingannya yang sangat bermanfaat.Salam Kenal, Rahman.

Leave a Reply




nukman @nukman
Online Strategist
tweet it
iimfahima @iimfahima
Online Marketing Communication Strategist
tweet it
adhitiasofyan @adhitiasofyan
Creative Director
tweet it
Gita Pramestyani @pramestyani
Sr Commerce Strategist
tweet it
adhitiasofyan @purnayuda
Sr Campaign Strategist
tweet it
Jayadi @jayadi72
Web Content Specialist
tweet it
Anggie Harygustia @mister_anggie
Web Content Specialist
tweet it

Komentar Terakhir.

  • Sita: - Hallo mas Andi, mas Andi punya referensi jurnal tentang gamification? Kalo ada tolong di...

  • surdat: - mas andi, info lebih mendalam lagi dong ttg ketiga tahapan ini. kalau dikaitkan dengan...

  • wayan: - Makasih Mas Andi, informasinya memberi pencerahan banget bagi saya. Saya tunggu...

  • Joko Susilo: - Hmm.. saya pikir ada benarnya juga. Nice share ya :)

  • Santi: - ::Social TV:: di era sosial-media sekarang, hampir semua orang bisa memiliki...

  • MdarulM: - Owh jadi begitu…akhirny a baru bisa mantuk-mantuk memahaminya *Nice Artikel*

Kategori


Email Subscription

Enter your email address:

Fan Box Virtual Consulting