Tanya: Saya sering ditantang oleh direksi ketika mengajukan konsep agar membuat situs web sebagai langkah memanfaatkan internet sebagai sarana branding. Saya selalu gagal meyakinkan direksi betapa pentingnya situs web bagi perusahaan. Lama-lama saya ragu apakah web memang bermanfaat untuk perusahaan. Bagaimana menurut bapak?
Lia
Jawab:
Memang masih banyak yang beranggapan bahwa web bukanlah medium untuk branding. Anggapan yang jelas salah saat ini. Setiap kali ada pengguna Internet — entah (calon) pelanggan, (calon) mitra maupun jurnalis — mengunjungi situs perusahaan, terjadilah interaksi merek (brand interaction).
Setiap pelanggan maupun prospek pelanggan memiliki interaksi merek yang berbeda yang akan berdampak pada persepsi brand (brand perception) jangka panjang. Iklan cetak maupun teve yang buruk akan memperburuk persepsi merek. Demikian pula, tayangan iklan yang minim akan memberikan dampak yang minimum juga terhadap persepsi merek.
Sama halnya dengan online: jika pengunjung melihat situs web perusahaan yang jelek, otomatis persepi terhadap merek perusahaan juga akan negatif.
Perhatikan baik-baik proses berikut ini yang bisa saja terjadi pada situs web perusahaan mana saja.
Pertama, seorang calon pelanggan mencari informasi produk/perusahaan melalui search engine. Ia tak tahu perusahaan kita. Meski demikian, karena perusahaan berada di peringkat atas hasil pencarian, maka ia mengklik situs tersebut. Ia memiliki persepsi “Inilah produk/perusahaan yang memang saya cari”.
Kedua, begitu melihat situs tersebut, ia langsung kecewa berat karena desainnya buruk dan isinya tidak relevan. Kemungkinan besar ia tak akan mengklik situs tersebut lagi. Citra perusahaan/merek langsung negatif di mata pengunjung tersebut.
Hanya dengan sekali klik fenomena di atas bisa terjadi: seserorang yang memiliki persepsi netral tiba-tiba memiliki persepsi negatif terhadap perusahaan/merek. Inilah yang disebut erosi merek (brand erotion).
Bagaimana jika pengunjung tersebut mengklik situs web perusahaan yang reputasinya memang dikenal bagus namun situs web tersebut bernilai buruk di mata pengunjung? Bisa saja merek perusahaan tetap terjaga di mata mereka, namun mereka memberi penilaian bahwa perusahaan tidak becus membuat situs web.
Hal yang sebaliknya bisa terjadi: pengunjung terpana melihat situs perusahaan. Mereka merasa mendapatkan informasi yang amat dibutuhkan untuk mengambil keputusan pembelian produk. Karena navigasi webnya sangat bagus, mereka mengklik banyak link di situs tersebut dan membaca banyak isinya. Ujung-ujungnya, mereka mengontak perusahaan untuk lengkah yang lebih strategis.
Situs web seperti ini berhasil membangun citra positif perusahaan/merek. Bahkan mereka tak segan-segan merekomendasikan situs ini ke rekan-rekannya. Mereka juga mendaftar online newsletter dan dengan senang hati datang lagi ke situs tersebut. Loyalitas terhadap merek (brand loyalty) terbentuk sudah.
Oleh karena itu menganggap online branding hanyalah sebuah mitos adalah kekeliruan besar .
Tanya jawab ini diikutip dari Rubrik Konsultasi SWA Online
Prinsipnya pasti ..
Wait til too late
Biasa itu, typical Indonesian
Bagi saya, Online Branding ini menjadi sangat penting, karena saat ini saya tengah merintis sebuah usaha berbasis network marketing melalui berbagai pendekatan media, antara lain media cetak dan internet. Setelah saya amati di lapangan, ternyata sebagian besar calon klien saya cenderung menunggu adanya informasi tentang program kami melalui website, dibandingkan dengan media cetak seperti brosur atau iklan. Menurut mereka, adanya website tersebut dapat mengakselerasi perkembangan program saya dalam waktu sangat singkat, efektif dan efisien ke seluruh penjuru tanah air, bahkan sampai ke mancanegara. Dan kata mereka, ini adalah sebuah keharusan dalam dunia networking. Tanpa website, maka life-cycle usaha saya akan sangat pendek oleh karena tidak sesuai dengan karakter network marketing yang identik dengan momentum dan kecepatan. Saya berharap semoga Bapak dapat membantu saya menemukan langkah-langkah yang tepat berkaitan dengan Online Branding dalam kegiatan usaha saya. Terima kasih, waswrwb.
menurut saya, internet branding hanya mendukung salah satu kampanye marketing. Mengenai desain yang buruk, sebenarnya, orang tidak mencari desain yang menarik, tetapi informasi yang di dapat dari website tersebut meskipun tidak di tata dengan rapi. Usability sangat mempengaruhi brand emotion.. bukan desain.. karena pengunjung harus dapat menggunakan website tersebut dan mendapatkan informasi yang mereka butuhkan dari website tersebut.
Hi Lan. Desain dan Isi tak dapat disahkan begitu saja. Keduanya diperlukan untuk online branding. Oleh karena itu saya menulisnya sbb:
“.., begitu melihat situs tersebut, ia langsung kecewa berat karena desainnya buruk dan isinya tidak relevan.” Inilah yang disebut brand erotion.
Saya suka dengan istilah ‘brand erotion’. Bersusah payah menampilkan citra di media lain, tapi tererosi oleh tampilan web.
Saya pengen tahu juga apa istilahnya untuk kasus berikut ini. Sebuah brand terkenal, tapi ketika di search tidak ada atau tidak punya website. Pasti si calon pelanggan akan bertanya-tanya, “Masak brand sehebat ini gak punya website?”, atau pertanyaan yang kira-kira hampir sama. Kasus lain, saat adalah websitenya sudah tidak aktif. Biasanya muncul error dan sebagainya. Ini juga termasuk ‘brand erotion’?
Untuk saat ini, saya menilai online branding adalah suplemen bagi branding yang sudah ada. Jadi memang harus dimanfaatkan sebelum terlambat.
Saya memanfaatkan blog untuk campaign product saya sendiri…karena costnya tidak mahal…tapi responnya sungguh luar biasa. Telp & email terus berdatangan dan hasilnya pengembangan penetrasi market harus lebih cepat karena permintaan sudah menunggu di seluruh Indonesia. Asal targetnya pas…it works..!!
apa aja sih dampak internet ? tolong jelaskan secara terperinci.
Salam hormat,
Menurut saya mengubah mindset itu sangat utama.Biaya untuk akses internet harus serendah mungkin,karena internet merupakan wahana pembelajaran luar biasa dan kita perlukan untuk mencerdaskan bangsa sehingga bisa sejajar dengan komunitas bangsa seluruh dunia.
Terima kasih untuk kesempatan membuka wawasan melalui internet.
l.s.handikin
http://www.laser-med.blogspot.com
entah muncul pikiran atau idea dari mana…, barangkali personal brandingpun bisa menjadi bagian sangat penting dalam mengembangkan profesional bagi individu “personal branding” dapat di mulai dengan membangun typeface personality (semacam logo atau logotype pribadi.., sebagai pengganti atau melengkapi citra diri, kebanyakan logo sampai saat ini banyak dipergunakan untuk perusahaan atau lembaga…, hemat saya personal brandingpun perlu pencitraan dengan memulai typeface personal tersebut…, apa lagi jika seseorang memang sudah punya baik sebagai profesional dalam bidangnya. Anggaplah sebagai “sell your self”…(?)
Ya penting tergantung dari kreativitas admin dan pihak perusahaan sendiri, tapi memang lebih mudah membangun blog untuk membangun brand suatu perusahaan, karena lebih mudah pengelolaannya
Dalam era informasi seperti ini, penetrasi pasar yang dilakukan tanpa memanfaatkan Jaringan Internet niscaya akan jauh tertinggal dibandingkan mereka yang mempotensikannya dengan baik dan maksimal