Pekan lalu saya mendapat dua tamu istimewa. Yang pertama, Ir. Tonton Taufik, MBA, eksportir Indonesia yang mampu menembus pasar ekspor hanya lewat Internet. Yang kedua, Roni Yuzirman, pendiri dan inspirator komunitas Tangan Di Atas (TDA).
Keduanya saya kagumi.
Mas Tonton bisa ekspor belasan container per bulan, yang 100% ordernya berasal dari Internet. Ia bercita-cita meningkatkan ekspor Indonesia melalui media online. Maka ia pun membeli beberapa domain yang bisa mendukung ekspor Indonesia, dengan memanfaatkan keyword yang relevan dengan ekspor-impor. Ia misalnya berani membeli domain tradeworld.com dengan harga yang lumayan mahal. Maka, di ruangan kecil di kantor saya di Gedung Cyber, kami berdiskusi bagaimana bisa meningkatkan ekspor via Internet. Semoga bisa ketemu formula yang bagus dari kolaborasi kami berdua untuk menembus pasar ekspor, terutama untuk kategori industri berbasis UKM.
Sementara mas Roni saya kagumi karena mampu bangkit melalui Internet dengan membangun Manet Vision, toko grosir yang bisa diakses via web, meski tokonya di Tanah Abang terbakar habis. Kecuali itu, mas Roni juga melahirkan komunitas TDA, yang menjadi inspirasi lahirnya pebisnis-pebisnis baru di negeri ini. Kini, sekitar 1.700-an entrepreneur. Melalui TDA, mas Roni menularkan semangat “tangan di atas” bukan “tangan di bawah (TDB)”. Bahkan secara terorganisir, TDA menfasilitasi mereka yang masih berstatus TDB agar bisa hijrah ke TDA.
Maka ketika mas Roni berniat membangun portal yang dikola secara profesional, saya dengan antusias mengajak mas Roni berdiskusi mengenai apa yang bisa kami lalukan untuk itu. Pekan lalu, mas Roni dan tim TDA — pasangan suami istri Rosihan-Ines (pemilik distro Saqina), Iim Rusyamsi, Agus Ali dan Mada Azhari, mampir ke kantor. Perbincangan awal lebih fokus ke strategi. Moga-moga bisa dilanjut ke tahap berikutnya, sehingga makin banyak TDB yang terinspirasi menjadi TDA setelah melihat portal TDA versi baru.
Kedua tamu saya itu memiliki semangat yang sama: menyemangati dan menfasilitasi agar ada nilai tambah bagi Indonesia. Mas Tonton dengan semangat “tingkatkan ekspor Indonesia”. Sedangkan mas Roni dan TDA yang punya semangat “dengan tangan di atas menebar rahmat”. Kebetulan, ketika membangun portal ekonomi bisnis syariah – Niriah.com – kami juga punya semangat yang mirip. Namanya semangat paha kambing. Semangat ini terisnpirasi oleh sebuah kisah nabi Muhammad SAW.
Pada satu hari Nabi Muhammad SAW memotong seekor kambing. Beliau pergi keluar rumah sebentar untuk suatu urusan. Istrinya, Aisyah RA, kemudian menyedekahkan sebagian besar dari kambing itu. Sekembalinya ke rumah beliau bertanya “Berapa banyak kambing yang tersisa?” Aisyah menjawab, “Semua telah habis kecuali yang sepotong ini” sambil menunjukkan sepotong paha kambing. Melihat itu Nabi Muhammad SAW tersenyum dan berkata, “Sesungguhnya apa yang telah pergi akan tinggal, dan apa yang tinggal akan hilang.”
Dari sisi bisnis, saya menafsirkan kisah itu sebagai ajakan agar kita memberikan benefit sebanyak-banyaknya ke stakeholder dan masyarakat. Cari profit itu wajib sifatnya. Tapi menebar benefit, itu juga tak kalah wajibnya.
[...] di Atas, Ekspor Indonesia, Paha Kambing by Nukman Luthfie Pekan lalu saya mendapat dua tamu istimewa. Yang pertama, Ir. Tonton Taufik, MBA, eksportir [...]
amin mas…
semoga dengan semangat seperti mas nukman, pak tonton dan pak roni, negara kita tak perlu lagi berhutang
btw, saya suka sekali klo mas nukman mencontohkan nabi dengan dunia bisnis. Harusnya dengan pengetahuan mengenai masa rasul dan semangat yang modern, mas udah bisa bikin buku lho
Memang sebaiknya kedua buah urusan yaitu urusan dunia dan akherat harus seiring sejalan, di kala usia makin beranjak akan lebih baik jika urusan dunia mengalah.
Makin sukses seseorang makin terbuka lebar peluang beliau untuk mengurus semua urusan akherat. semoga semua orang di negeri kita ini sadar akan hal itu, jadi bisa saling membantu terhadap saudara yg kurang mampu. aminn.
Amiin semoga saling bekerjasama memperkuat jaringan ukhuwah silaturrahmi membawa manfaat semakin banyak kepada orang-orang Indonesia khususnya. Terimaksih pak Nukman, terimakasih pak Roni, terimakasih pak Tonton atas semua ilmunya… saya salah satu anggota tda “mendapat” banyak sekali… dari pak Tonton dan pak Nukman mendapat ilmu…
Semoga saya juga menjadi bagian dari orang yang bisnis semangat paha kambing..
“Cari profit itu wajib sifatnya. Tapi menebar benefit, itu juga tak kalah wajibnya.”
kalimat yang membangkitkan di saat suntuk seharian bekerja
luar biasaaa…..
Salam semangat dahsyat!
Kalau Indonesia ingin maju, maka harus lahir entrepreneur-entrepreneur yang profesional dan punya moral yang tinggi (bertanggung-jawab) untuk sama-sama komitmen untuk membangun negara RI ini, maka dari itu kita harus membentuk Serikat EPM di indonesia negara tercinta ini. wassalam. jayawei@yahoo.com
Inspiratif pak, terutama di kalimat ini:
“Cari profit itu wajib sifatnya. Tapi menebar benefit, itu juga tak kalah wajibnya.”
Btw rumah bapak di sekitar Plaza PP? Tidak sengaja saya melihat bpk dalam X-Trail Hitam dgn keluarga hehehehe…
Pas, saat ini saya baru saja mencoba bisnis kerajinan secara online. Bisa kasih saran ga untuk meningkatkan penjualan, sukur2 bisa ekspor.
Salam kenal
Catur Prasetyo
http://www.banyubening.com
PortalTDA rasanya punya potensi untuk menjadi besar. Mudah-mudahan pak Nukman bisa membantu mereka mewujudkan impiannya – punya portal hebat tentang entrepreneurship.
[...] Ini ada tulisan tentang TDA di blognya Pak Nukman. Silakan baca di sini. Pak Nukman, terima kasih atas perhatian dan apresiasinya terhadap TDA. Mudah-mudahan kerja sama [...]
Wah,… Bener jugak yah…
Sayah mesti lebih banyak belajar lagee, negh juragan…
Profit itu penting,menebar profit lebih penting. Visi yg klop dgn Komunitas TDA Bersama Menebar Rahmat Foundernya Pak Roni,orang lain win dulu baru kita win begitu kata Pak Tung Desem Waringin. Dgn hadirnya Pak Nukman,mudah2an visi2 itu tercapai. Amiin, oh ya salam kenal ya Pak dari saya Roess salah satu member TDA.
“Tentunya kerjasama antara pak Nukman dengan pak Roni- TDA.. ditunggu tuk segera mewujudkan portal TDA.. agar terlahir pula entrepreneur-entrepreneur marketing on line di negeri ini”
Wah…istilah pak nukman bisa aja……
hari ini saya baru dapat pelanggan untuk http://www.woodfurniture.net dari inggris. Ini menunjukkan bahwa org indonesia memang belum percaya dgn online marketing. masih dgn cara pameran saja….ya gimana lagi. Saya mau ikutan TDA, kemana ya…?
Tonton
Tonton, untuk ikut TDA anda bisa datang ke http://www.roniyuzirman.blogspot.com
Itu situs founder TDA.
atau langsung ke situs TDA di http://www.tangandiatas.com
Atau bisa subscribe ke milis tangandiatas@yahoogroups.com
Semangatnnya luar biasa:
Cari profit itu wajib sifatnya. Tapi menebar benefit, itu juga tak kalah wajibnya.
Salam Petani& Peternak!
Agus Ramada Setiadi
dombagarut.blogspot.com
Subhanallah… saling menyemangati dalam menebar kebaikan, manfaat, dan rahmat.
Semoga semakin banyak TDA di Indonesia. amin.
Syukur alhamdulillah dg adanya TDA,semoga kedepan akan lebih sedikit umat Islam yg miskin, dan lebih banyak memberi/membantu bagi yg membutuhkannya.Allahu Akbar 7x
Semangat pak,
semoga akan lahir jutaan entrepreneur muda di indonesia
Allahu Akbar,
Subhannallah,,,,,
semoga TDA semakin memberikan manfaat bagi umat ,,,, AMin
Berbisnis untuk Berbagi…
Wah.. berbagi..dengan berbagi kita bisa menjadi lebih. bravo tda. p nu’man.makasih share nya:)
Kami bergerak di bidang jasa eksport import ke seluruh dunia baik FCL/LCL/Consolidation , saat ini kami sedang berjuang keras membangun usaha ini dan bekerja sangat profesional dalam melayani customer, sekiranya P’Nu’Man mau berbagi informasi ttg (shippr) eksportir kami sangat berterima kasih.
Semoga semua usaha kita mendapat barokah dari Alloh SWT, Aminn.