Rabu siang, 23 November 2005, kemarin sekitar 30-an peserta seminar dan workshop APEC yang bertema “Enhancing Virtual Exhibition for Trade Promotion” melakukan kunjungan ke kantor Virtual Consulting di Cyber Building, Kuningan Barat, Jakarta. Mereka melihat langsung bagaimana perusahaan yang dibangun sejak tiga tahun lalu ini menjalankan bisnisnya. Mereka saya persilahkan melihat semua ruangan, termasuk ruang kantor saya serta ruang server. Mereka juga bebas menanyakan segala hal ke tim inti Virtual Consulting seperti online marketing consultant, web consultant, web architect, web designer, web programmer serta penanggung jawab beberapa portal besar yang dibangun dan dikelola Virtual seperti SWA.co.id dan Telkom.net.
Kunjungan ke perusahaan yang berbasis Internet memang merupakan salah satu agenda seminar dan workshop yang disponsori Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) tersebut. Kegiatan yang juga diikuti oleh KADIN (Kamar Dagang Indonesia), media, pelaku bisnis, serta perwakilan MATRED Malaysia dan US Commercial Center serta Kedutaan Peru tersebut berlangsung selama lima hari di Pusat Pelatihan Ekspor Indonesia, Jakarta, mulai 22 hingga 27 November 2005. Saya kebetulan mengisi beberapa sesi seminar dan worshop tersebut, antara lain mengenai bisnis model e-business, infrastruktur Internet, serta bagaimana membangun web yang berhasil. Pada salah satu sesi juga saya contohkan bagaimana sebuah situs perusahaan bermanfaat mendukung upaya penetrasi dan pelayanan pasar ekspor. Studi kasusnya adalah salah satu klien Virtual Consulting, yakni TEKA.
Dalam kunjungan singkat di kantor yang dipandu oleh Managing Partner Arrbey Indonesia, Handito Hadi Joewono, CPM (Asia Pacific), beberapa peserta menanyakan bagaimana dapat mengelola beberapa proyek sekaligus dengan kantor yang relatif kecil dan hanya 30-an karyawan? Akhirnya saya ceritakan bagaimana perusahaan menerapkan manajemen virtual dalam keseharian. Jumlah karyawan di Jakarta memang kami tekan. Namun kami mengembangkan jaringan produksi di Jogja dan di Bandung. Jika produksi dilaksanakan di luar Jakarta, maka kami menerapkan manajemen virtual, hampir seluruh proses kerja dilakukan via Internet, mulai dari kick of meeting, diskusi, kolaborasi, hingga serah terima pekerjaan.
Beberapa peserta sempat melongok ke divisi yang baru digodok perusahaan dan akan diumumkan awal tahun depan. Mereka agak terkejut ketika tahu bahwa divisi baru itu diotaki dan dikomandoi oleh anak-anak muda yang baru berumur 26-27 tahun.
Sebagai oleh-oleh, mereka diajari bagaimana membuat blog oleh web architect specialist Virtual Consulting, Boy Avianto, yang baru saja pulang dari Jerman setelah mendapatkan Master of Science di bidang Digital Media dari International School of New Media, Lubeck, Jerman. Lulusan Arsitektur ITB ini termasuk salah satu evangelist blog, yang menulis blog sejak 1999 dalam bahasa Inggris.
Yahud, Salut!!!
TOP BANGET!! NYUSUL AH…..
tahniah Bapak Nukman, atas warm welcome yang diberi semasa kunjungan kami ke kantor Bapak
Ahmad Shanizam
MATRADE Malaysia
Terimakasih Mas Nukman, saya wong jogja, harapan saya bisa terus mendapatkan asistensi dari bapak mengenai virtual world ini
walau agak telat, trims atas sambutan yg begitu baik dari Pa Nukman n team. Saya dapat insight baru tentang dunia virtual ini.
Terima Kasih atas Semuanya
Terima Kasih kepada Virtual Consulting yang telah memberikan tambahan ilmu dan pengalaman baru kepada kami semua, dan juga terutama kepada Pak Nukman yang telah menjamu kami dengan sebaik mungkin. Btw, kapan manggung ama Farhan Pak?