Dari banyak diskusi yang saya ikuti, serta dari pengamatan di beberapa kantor di Jakarta, chatting dianggap barang haram oleh kebanyakan perusahaan. Alasan utamanya biasanya adalah (penurunan) produktivitas kerja, security kantor (dari virus, spam dan sejenisnya), serta pemborosan uang (bandwidht sia-sia untuk ngobrol urusan non kantor).
Alasan-alasan tersebut sangat masuk akal. Namun, tetap saja ada perusahaan yang memperbolehkan hal tersebut karena melihatnya dari sisi lain. Virtual Consulting termasuk jenis perusahaan yang mempersilahkan karyawannya menggunakan fasilitas chat selama bekerja. Bisa jadi, sebagian perusahaan online melakukan hal yang sama. Seperti yang saya sampaikan kepada majalah wanita bulanan PRODO no.3/Th VIII Nopember 2007, seluruh karyawan saya wajibkan memiliki account untuk chat. Boleh pakai Yahoo! Messenger, Gtalk atau MSN.
Banyak komunikasi pekerjaan yang bisa diselesaikan via chat. Daripada meeting secara fisik misalnya, beberapa diskusi pekerjaan tak jarang ternyata lebih efektif jika dilakukan via chat.
Bahkan, kadangkala kami chat berkelompok dengan klien yang berada di luar kota untuk project management. Notulen meeting cukup copy-paste dari pembicaraan via chat. Efektif. Terdokumentasi.
Meski ada konsekwensi negatif seperti yang dilihat banyak perusahaan lain, saya juga melihat efek positinya penerapan kebijakan ini. Chat, buat saya, hanyalah tools. Baik buruknya efek terhadap perusahaan tergantung pada kedewasaan manajemen dan karyawan memanfaatkan tools ini.
Saya bisa mengibaratkan chat sebagai pisau. Benda tajam ini bisa mencelakan, bisa pula bermanfaat. Amat sayang kalau kemudian pisau tidak dipakai hanya karena ada efek negatifnya. Sama saja, amat sayang kalau chat tidak bisa digunakan di perusahaan karena melihat sisi efek negatifnya saja, karena efek positifnya juga banyak.
Bagaimana di tempat Anda?
Tautan:
Blogombal: Kantor Sebagai Warnet Gratis
Fasilitas chat mungkin merupakan salah satu medium yang bisa membantu mewujudkan apa yang disebut sebagai “virtual workspace”…..ketika kita bisa bekerja dimana saja, ketika lokasi geografis menjadi kian tidak relevan.
Beberapa waktu, di blog Irfan Cisco, juag terjadi diskusi menarik tentang tema serupa – linknya di:
http://irfansetiaputra.com/2007/10/05/bekerja-dalam-jarak-dekat/
setuju! seperti chatting, saya melihat ngeblog juga memiliki manfaat yang penting. membuat karyawan bahagia, belajar menuliskan pikiran dan yang jelas tidak ingin mandek.
Betul sekali, dengan mengijinkan chatting, kadang karyawan akan mendapatkan solusi dalam waktu yang singkat. Karena dia bisa bertanya ke teman.
Kalo toh pegawai di suatu perusahaan gemar hahahihi karena chatting, kenapa tidak. Toh tetap nongkrongin meja kerja, hitung-hitung pengerem stress di sela-sela beban kerja yang bejibun.
Saya dulu benci yang namanya chatting, kayaknya cuma buang-buang waktu.Tapi kalau pas nemu teman diskusi yang cukup bermutu sepertinya bagus juga untuk saling berbagi..
Betullll Pak
Saya juga memanfaatkan YM untuk berkomunikasi dengan Crew di outlet. Karena sebagian kerja saya kan harus memonitor kegiatan di Outlet Net Ezy yang tersebar di Jakarta, Bali, dan Bandung. Mana mungkin bisa kalo gak pake chat. YM juga berguna untuk trasfer data laporan
percaya nggak.. dalam salah satu proyek kami, saat berhubungan dengan tim produksi freelance, saya cuma ngandelin YM dan email saja. Kita ketemuan secara fisik cuma 1-2 kali saja. Sisanya online terus. Revisi ya via YM ato email. Hingga sampe pekerjaan selesai, baru kita ketemuan lagi. Paling2 utk menyerahkan source code nya n tanda tangan slip gaji..
Di kantor saya dulu, chatting gak dilarang. Malah direktur saya, pada masa awal ICQ dan MSN messenger, kadang chat dari rumah pada malam hari. “Lu belon pulang?” tanyanya. Jawab saya, “Sampeyan tahu sendiri, deadline nggak ada habisnya, makanya belon bisa pulang.” Lantas dia nanya, “Lu pulang naek apa sih?” Saya bilang pake angkutan umum, kalo ada duit lebih ya naik taksi. Dan seterusnya…
saben dino kerjaane aku chatting je pak
#9 weh chatting bisa jadi pekerjaan juga to heheheh
…guantenge rek… nampang di koran. lho kok asli Jogja bukannya Semarang..?
Cheting sangat membantu saya berkoordinasi dengan branch perusahaan, jika ada update kerjaan bisa dengan cepat dikerjakan.
Namun ketika kerjaan load banget, kadang saya ga onlen dulu atau paling gak saya pake stealth setting sementara biar fokus dulu pada kerjaan dikantor pusat, hehe…
Di tempat kerja saya kini messenger untuk berhubungan keluar kantor spt YM / MSN sudah di blok. Policy kantor kini hanya mengijinkan chat sesama rekan kerja via Windows Messenger

Toh karyawan tidak kalah cerdik, selalu ada cara untuk menembusnya
Menurut saya pribadi, chat -dalam hal ini dengan buddy dari luar kantor seharusnya tidak dilarang selama tidak mengganggu performa kerja. Selain berguna agar tetap update, jg untuk mengusir rasa jenuh
chatting bisa menjadi alat komunikasi yang efektif dan efisien kalo orang-orangnya nggak pada punya pulsa buat balas sms dan nelepo.Apalagi kalo orangnya malas angkat hape.
Sorry OOT.
ini nukman lutfie yang dulu di MBE Prospek bukan ?
Thx
Betul mas Bambang. Dilanjut japri ya.
100 % setuju pak hehehe… untuk kantor yg bergerak di bidang internet service, chat termasuk tools yg penting, gratis dan cepet.. jd kangen chatting di kantor virtual
sayang kantor di jerman gak open minded kayak virtual, semuanya serba di blokk….
chatting sangat membantu, meski cuma dagang mebel, cahtting saya pakai untuk membantu klien memilih barang pada saat stuffing = tentu saja pakai webcam =, murah meriah effective buat bulding trust, saat ini saya masih menantikan HP yang camnya bisa untuk chatting sambil online; ada info?
salam
di markasku chating harus;))
di pabrik saya, segalanya bebas…chatting ataupun download 3gp, yg penting kerjaan beres
Di kantor saya, tanpa diperintah… semua memiliki ym id yang tiap kerja pasti online. Pertama untuk menghemat biaya brainstorming dikala jauh dengan teman kerja atau dengan klien bahas kerjaan-kerjaan. Sangat efisien… apalagi kalau penggunaannya tepat. Bisa untuk refreshing juga biar nggak penat. Ngobrol kosong pun boleh asal tidak ganggu DL.
awalnya buat saya y!id itu semacem absensi, penunjuk bahwa ybs dateng ke kantor. tapi dengan semakin murahnya koneksi internet, orang bisa ol di mana saja. jadi gak mesti di kantor lah… manfaatnya sih lebih banyak karena saya bisa keep on contact dengan tim di kantor mau pun luar kota. apalagi fitur y!m yang baru memungkinkan pertukana file dengan lebih cepat. viva chatting
emua memiliki ym id yang tiap kerja pasti online. Pertama untuk menghemat biaya brainstorming dikala jauh dengan teman kerja atau dengan klien bahas kerjaan-kerjaan. Sangat efisien…
Chatting sangat penting, bisa dapat nasihat bisnis dari Pak Nukman, dapat proyek dari teman, meeting dengan clients, meeting internal dengan staff, and many more ^^
Chatting itu bagus saat di kantor kita sedang jenuh atau overloaded.
Bisa ngobrol dengan sikecil yang berada nun jauh disana, adalah obat yang harganya tidak dapat dibilang lagi.
Perusahaan yang melakukan blocking terhadap chatting, atau bahkan melarang nge-browse. Menurut saya, adalah perusahaan yang lambat laun pasti akan berjalan sangat2 lamban dalam proses kemajuannya.
TANYA KENAPA ?
Karyawan stress, bt, pusing.. mana bisa ngarepin kinerja kerja yang maksimal
Kalo di tempat saya, karyawan dibebaskan untuk menggunakan fasilitas chatting. Bahkan kalo bisa, bila sedang di perjalanan pun harus online untuk bisa chatting. Apalagi handphone teknologi akhir saat ini dapat menggunakan aplikasi tambahan untuk bisa chatting dengan sesama rekan kerja saat tidak berada di kantor (mobile).
kantor tempat saya bekerja justru mewajibkan chatting pakai skype, jadi komunikasi antar cabang di jakarta, batam, singapore, dan thailand lebih efektif dibanding lewat telp
Di kantor, kami selalu memanfaatkan instant messaging sebagai pendukung komunikasi dengan atasan, teman kerja, bahkan klien. Fasilitas ini terbukti sangat membantu kelancaran kerja kami. Lebih murah cost-nya daripada telepon, mempermudah pertukaran data (sending and receive files), dan jelas terdokumentasi.
Instant messaging favorit kami yaitu Yahoo!Messenger. Untuk chatting khusus internal kantor (Local Area Network, kmai memakai e-pop.
Selama IM (instant messenger) dimanfaatkan untuk komunikasi pekerjaan, it’s ok.. justru bila ada IM kita banyak terbantu, save budget, fast response beda dengan email, dll masih banyak lagi,
Pada intinya, apapun jenis fasilitas bila digunakan sebagaimana semestinya & untuk mendukung pekerjaan tentunya akan lebih helpfull to be success, bener nggak guys?