Boleh dikatakan hampir setiap hari saya mereview situs social media baru melalui web atau aplikasi di mobile. Beberapa dari situs social media baru tersebut sebagian besar walau tidak semua adalah kloningan dari situs social media yang kini sedang naik daun. Sebut saja Pinterest, yang kini sudah ditiru oleh banyak situs karena keunikan dari sisi interface-nya terlihat seperti mading versi online. Kemudian Instagram yang ditiru karena fitur instant photoshop yang memungkinkan penggunanya untuk memfilter foto yang baru kita ambil secara instan.
Inovasi teknologi memang memicu perubahan trend dan semangat dari pengguna internet kita. Walau begitu, perlu disadari bahwa yang membuat komunikasi melalui medium digital kian menarik adalah seberapa besar kualitas dan jumlah individu yang aktif berpartisipasi di dunia digital. Karena sekali lagi saya katakan bahwa social media adalah bukan soal teknologi tetapi lebih kepada manusia itu sendiri. Seberapa jauh ia paham menggunakan teknologi tersebut dan seberapa jauh teknologi tersebut memberikan manfaat lebih ke dalam hidupnya. Saya menyaksikan betul perkembangan teknologi social media dari era Friendster hingga sekarang yang sedang terkenal adalah Airtime. Sebagai seseorang yang berlatar belakang non-teknik, saya jujur kerap menemui kesulitan untuk beradaptasi dengan jenis-jenis social media yang begitu banyak dan tidak ada habisnya. Dengan alasan itu juga, saya lebih menekankan kepada mahasiswa dan mahasiswi saya di kelas untuk bagaimana mereka paham betul sejauh apa teknologi social media dan bagaimana menggunakanya secara maksimal.
Seperti itu lah perkembangan teknologi di internet dimana kita harus dengan tangkas mengikutinya agar kita tidak tertinggal. Untuk itu saya ingin mengajak para pembaca untuk mencermati beberapa trend teknologi social media yang kini sudah ramai dibicarakan oleh banyak orang di seluruh dunia, berikut ulasannya:
1. SoLoMo (Social, Location, and Mobile)
Ide awal sebuah situs jejaring sosial seperti Facebook adalah menghubungkan orang-orang yang kita kenal di kehidupan nyata melalui dunia maya (social graph). Kemudian ide tersebut tidak lah cukup karena, social media tidak hanya berkutat seputar berteman dengan orang yang kita kenal tetapi juga berteman dengan orang-orang yang memiliki kesamaan hobi dengan kita contohnya Twitter (interest graph). Tidak berhenti disitu, kemudian muncul lah geosocial networking seperti Foursquare yang memberikan data lokasi kita (location graph). Kemudian ketiga hal tersebut didukung penuh oleh kecanggihan teknologi mobile saat ini yang hampir semua perangkat mobile saat ini sudah terintegrasi dengan GPS. Contoh situs social media yang memanfaatkan teknologi adalah Google Latitude, Foursquare, Banjo, Badoo, Sonar dan yang lainnya. Platform SoLoMo memberikan motivasi kita untuk lebih mengenal kehidupan sosial yang terjadi di sekitar rumah kita atau di lokasi yang sedang kita tempati.
2. Gamification
Saya sudah pernah mengulas Gamification di blog Virtual beberapa bulan lalu. Berdasarkan pengamatan saya, teknik gamification kini telah diadopsi lebih banyak dari yang saya bayangkan. Mungkin karena sekarang eranya Big Data dimana segalanya bisa terukur oleh angka dan data tersedia begitu banyak dimana-mana. Sebagai penggemar video game sejak kecil, saya selalu yakin bahwa seharusnya game bukanlah sebuah aktifitas tanpa makna atau dengan kata lain hanya untuk buang-buang waktu atau “killing time” semata. Saya sendiri menggunakan teknik gamification ke dalam hidup pribadi saya untuk pengembangan pribadi dan kehidupan karir saya.
3. Augmented Reality
Apabila anda selalu update dengan berita teknologi media saat ini, pasti anda akan menemukan bahwa gadget yang kini sedang hot dibicarakan oleh para pencinta gadget di dunia adalah Google Glass. Sebuah kacamata yang memampukan penggunanya menggunakan fitur augmented reality untuk mendapatkan informasi terhadap apa saja yang ia lihat. Kacamata tersebut juga bisa berfungsi sebagai kamera, perekam video, music player dan banyak fungsi lainnya. Google Glass merupakan project yang diprediksikan baru bisa digunakan oleh pasar di tahun 2014. Nah, sambil menunggu teknologi AR ramai digunakan di pasar, anda bisa coba teknologi yang hampir mirip dengan Google Glass melalui aplikasi Wikitude. Aplikasi tersebut bisa diunduh melalui hampir semua operating system yang ada perangkat mobile saat ini.
4. Alternate Reality
Alternate Reality sebenarnya bisa dibilang lebih kepada teknik storytelling dibanding teknologi walau begitu teknologi juga menjadi bagian penting dari teknik ini. Video game dengan console terkini seperti Xbox 360 dan PS3 menjadikan fitur Interactive Narrative sebagai penekanan terhadap cerita dari sebuah game. Pemain bisa menentukan nasib atau jalan cerita dari sebuah game berdasarkan dari keputusan yang dilakukan di setiap scene yang dilaluinya. Teknik alternate reality juga sudah diterapkan melalui platform YouTube oleh beberapa brand di luar negeri.
5. Social TV
TV selalu menjadi kekuatan utama dari media tradisional. Akan tetapi kemudian datanglah internet dan social media yang setelah itu diprediksikan oleh banyak orang akan menggeser dominasi dari TV. Dilihat dari konteks Indonesia dimana konsumsi media terbesar oleh rakyat kita masih pada TV, maka kita belum bisa mengatakan social media telah mengalahkan TV atau mungkin tidak harus mengatakan siapa yang dominan. Hal tersebut pula yang melahirkan ide tentang social TV dimana kekuatan dari TV yang mass reach digabungkan dengan high engagement level yang dimampukan oleh social media. Sudah banyak situs yang mendukung social TV seperti GetGlue dan banyak lagi aplikasi-aplikasi pendukung di tablet dan smartphone. Social TV juga didukung oleh perilaku orang ketika menonton TV yang tidak hanya melihat kepada layar televise saja tetapi juga bisa sambil melihat layar laptop, tablet atau smartphone. Kemudian lahir lah istilah Second-Screen Experience dimana konten di layar televisi akan disinkronkan dengan layar laptop, tablet, atau smartphone
Menarik ulasannya, teknologi social media akan membuat semakin interaktif, kaya data interaksi, multi platform multi perangkat, dan Mem-Virtualkan yang Realitas atau malah Me-Realitaskan yang Virtual.
Sosial media kini memang sudah menjadi sebuah makanan sehari-hari bagi manusia.., bahkan sosial media tidak mengenal waktu dan jarak…
Siapa saja dan dimana saja asal ada gadget dan jaringan internet, semua bisa online, bahkan sampai urusan berdo’apun bisa terjadi di dunia ini bahkan menjadi “trend”… (semua orang harus tau siapa aku??), mungkin kata itu yang sekiranya cocok dalam menggambarkan situasi saat ini…
Butuh pemahaman yang sangat dalam sekarang untuk proses pembelajaran sejak dini agar sosial media tidak disalah gunakan dan disalah artikan…
(IMHO)
Terimakasih, artikel2 virtual.co.id sangat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan bagi Saya. (yanuar)
Social TV itu apa nantinya juga bisa komunikasi 2 arah ? atau hanya sekedar memindahkan chanel TV sebagai add-on di social media
Harus memanfaatkan sosial media dengan sebaik mungkin nie untuk memperluas jaringan…
Beberapa webiste berita selalu update beritanya, dan ketika berita itu update biasanya langsung status facebook/twitternya juga berubah yang isinya berita akhir dari situs itu. Ada rekomendasi aplikasi yang bisa Anda berikan kepada saya khususnya untuk CMS WordPress? Ya apliaksi autopost yang aman dan free
Terima kasih
Sosial media itu bukan sesuatu yang iseng.
Btw thanks atas infonya iya Pak. ;D
Menarik ulasannya pak.
Tambah socmed baru, tambah fitur, tambah mumet juga mau pakai yang mana.
Tapi sepertinya facebook, twitter, google plus, sama linkedin tetep bakal jadi rajanya di Indonesia (setidaknya sampai 2015).
Saya juga menerapkan social media sebagi networking media, memperluas jangkuan dari website saya, dan sayangnya di Indonesia belum ada social media yang minimal eksis untuk orang Indonesia. Beberapa ada tapi tidak ada peminatnya. Kasiaan…
Facebook ,twitter dan youtube sebagai yang utama saat ini di Indonesia, namun bila dapat menampilkan konsep baru yang dipromote benar2x saya yakin bakal muncul pemain baru di sosmed, sejarah membuktikan kok
thank
nice info….
Setuju, memang banyak sekali social media saat ini, kita harus pilih-pilih dan bisa memanfaatkannya bukan dimanfaatin hehehehe
Perilaku yang pas untuk Teknologi Social Mediauntuk hari Esok apa mas?
Teknologi social media akan selalu berubah dengan prinsip mengikuti perilaku pasar dan semakin memudahkan para penggunanya.
Digital marketing memang penting, baik lewat SEO maupun lewat socmed. Kira-kira kuat mana ya antara keduanya?
yang paling besar peranannya adalah TV..
wow memang saat ini banyk media social yg bermunculan, tapi kita gunakan sesuai kebutuhan sehingga tujuan dapat maksimal..
sosial media menjadi senjata ampuh untuk promosi…itu pasti
::Social TV::
di era sosial-media sekarang, hampir semua orang bisa memiliki “program acara” (video)sendiri layaknya para bintang-bintang terkenal, gunakan saja fasilitas yang di sediakan oleh yuktube. ‘web-series’
Disamping sebagai media promo yang ampuh juga dapat berbagi informasi yang bermanfaat kepada orang banyak. Semoga saja perbaikan kecepatan akses internet di Indonesia semakin baik maka akan semakin banyak pula orang yang berbagi informasi yang bermanfaat.