Online Strategist, Creative Designers, Web Technologist MarComm Practitioners, E-Commerce and Education __________________________ under one roof.

Social Media Bukan Hanya Facebook dan Twitter

September 6, 2010
Oleh Tuhu Nugraha Dewanto

Beberapa hari yang lalu ada yang bertanya di Twitter kia-kira seperti ini, “Kalo saya mau menyasar konsumen komunitas pecinta sepeda lebih bagus di Twitter atau FB ya?” Sepertinya banyak yang salah persepsi bahwa kalau mau melakukan kampanye social media harus di Facebook atau Twitter, ini tentu saja tidak sepenuhnya benar.

Kalau disebut kedua social media ini adalah yang terpopuler di Indonesia itu sangat benar. Tapi, pertanyaan fundamental yang perlu dijawab adalah apakah target market kita ada di Facebook atau Twitter? Karena sebenarnya strategi social media adalah menjalin kedekatan dan interaksi dengan konsumen, dan calon konsumen. Banyak brand memilih Facebook atau Twitter karena kebanyakan konsumennya berkumpul di sana. Maka mereka harus masuk ke social media ini.

Tapi, sebaran konsumen di online sangat luas. Lebih dari itu, media online memungkinkan konsumen membentuk komunitas dengan minat yang sangat khusus. Dan, social media tempat konsumen kita berkumpul mungkin saja bukan Facebook atau Twitter.  Dunia social media itu sangat luas, dan dengan ketertarikan konsumen yang berbeda, mereka mungkin saja berkumpul di tempat-tempat khusus, yang bukan mainstream.

Misalnya, teman saya yang seorang Head Hunter tidak memanfaatkan Facebook atau Twitter untuk berburu kandidat yang tepat, tapi dia menggunakan LinkedIn. Begitu juga bila Anda bergerak di industri yang konsumennya korporasi, bukan perorangan, LinkedIn tempat yang lebih tepat. Mengapa? Karena di sanalah para profesional berkumpul dan berdiskusi berdasarkan industrinya.

Atau, kalau produk Anda ingin menyasar para desainer, DevianArt adalah social media tempat berkumpul mereka untuk memamerkan karya. Beberapa produk seperti Canon sudah mengambil langkah yang sangat cerdas, mensponsori komunitas Fotografer.net yang memang menjadi berkumpulnya para penggemar fotografi yang merupakan target utama produk tersebut.

Kita harus kembali ke tujuan, apa sebenarnya kepentingan masuk ke social media, jangan hanya sekedar mengikuti tren. Sebelum memutuskan social media mana yang akan digunakan, mungkin pertanyaan-pertanyaan ini bisa memberikan arahan yang jelas buat mengambil keputusan.

1.    Apa tujuan masuk ke social media?

2.    Apa hasil yang ingin dicapai dengan pendekatan ini?

3.    Di mana saja konsumen kita berada di media online?

Lalu, apa yang bisa mengarahkan Anda mengambil keputusan bahwa Facebook dan Twitter mungkin bukan media yang tepat untuk melakukan kampanye social media?

1.    Produk Anda melayani konsumen Business to Business, bukan Business to Consumer. Social media seperti Facebook dan Twitter lebih banyak dipersepsikan untuk  kepentingan pribadi bagi pemilik akun, bukan untuk membahas hal-hal yang berhubungan dengan dunia bisnis.

2.    Produk Anda adalah produk yang pasarnya sangat niche, karena memenuhi kebutuhan konsumen dengan minat-minat khusus. Komunitas dengan minat khusus biasanya membentuk komunitasnya sendiri, dan mempunyai pengaruh yang sangat kuat bagi anggota komunitasnya.

19 Responses to “Social Media Bukan Hanya Facebook dan Twitter”

  1. iqranegara says:

    Dari interview saya dengan klien, terbukti bahwa mereka tidak tahu di belahan dunia maya mana konsumen mereka berada. Mungkin akan beda ceritanya kalo ditanya persebaran geografis konsumennya.

    Tahu sejak awal keberadaan konsumen kita sangat penting untuk menentukan strategi komunikasi

  2. Seperti didiskusikan diatas, sebenarnya mayoritas klien memang masih sangat buta tentang media online apalagi social media. Mereka hanya tahu bahwa Twitter dan FB kayaknya rame, kompetitor dan brand lain sudah masuk. Si Bos juga udah mendesak ayo segera terjun, jadi brief yang turun ke konsultan ya sekedar buatkan saya Fans Page dan akun Twitter. Disinilah konsultan seharusnya berperan menggali lebih dalam sebenarnya tujuan mereka apa, dan membantu mencari dimanakah komunitas konsumennya berkumpul.

  3. Selvia says:

    Wah benar sekali bung Tuhu Nugraha. Nice post. Mungkin ada lebih baiknya kalau kita mengetahui target kita dengan menganalis terlebih dahulu apakah brand yang ingin melakukan promosi tersebut sering dibicarakan di socmed yang mana. Dengan begitu kitapun tidak asal tembak dan asal ikut-ikutan dengan brand yang lain (yang bisa jadi bukan kompetitor langsung).

  4. @Selvi, terima kasih. Riset social media penting untuk menentukan seberapa besar investasi effort dan sumberdaya ke medium tersebut. Karena saya percaya bahwa brand kan sumber dayanya terbatas, tapi menginginkan hasil yang maksimal dari setiap kampanye yang dilakukan.

  5. Posting yg sangat informatif! :)

    Mungkin di posting berikut, Virtual Consulting bisa dengan detil menyebutkan semua social media sesuai 3 pertanyaan di atas?

  6. arief says:

    Terimakasih atas postingan tentang social media. Menarik dibahas tentang activitas beberapa client yang aktif disana. Bagi saya, ada kepentingan pribadi untuk user yg masuk dalam social media. Namun belum tentu cocok dengan segmentasi produk kita yang segmented, bisa-bisa kalo produk kita nimbrung di media social… Hanya koment yang tidak penting. Paling2 cuma kasih gambar jempol. Lalu paramaternya produk kita efektif atau tidaknya seperti apa? Hehe. Thx diskusinya. Tetap mengirimkan info by email sy. Salam

  7. hartoto says:

    postingannya sangat menarik… ditunggu mas postingan selanjutnya.

    Mudah-mudahan Virtual Consulting bisa jadi sumber inspirasi bagi pelaku-pelaku bisnis Online.

  8. Fajar says:

    Denger2 fans di facebook bisa “dibeli” ya? Hmm, sayang kalau keberhasilan suatu brand cuma dilihat dari jumlah follower atau jumlah fans saja.

  9. @Wahyuseptiarki, untuk membuat postingan seperti itu tidak memungkinkan, mengapa? Karena setiap produk itu sangat unik, target marketnya berbeda, dan media online punya komunitas yang luar biasa beragam dan menyebar dimana-mana. Untuk satu produk saja maka perlu dilakukan riset untuk melihat dimana konsumennya biasa berkumpul.
    @Arief, sama-sama Mas. Betul sekali, tidak semua produk harus menggunakan FB atau Twitter. Seperti halnya tidak semua penyakit, dikasih obat sapujagat yang bisa menyembuhkan segala macam penyakit.

  10. @Fajar, kalo dibeli sejauh ini saya nggak tahu. Ada yang bisa bantu? Tapi kalau memasang iklan biar bisa bertambah dengan cepat memang bisa dilakukan, pake FB Ad. Seharusnya memang yang diukur itu bukan hanya jumlah fans, tapi berapa yang aktif, dan terlibat perbincangan dengan brand di social media. Di FB, analisis semacam ini sudah disediakan oleh FB, tapi kebanyakan pemilik brand hanya terobsesi dengan jumlah fans.

  11. Tiga pertanyaan diatas mungkin bisa dibahas melalui contoh kasus. Coba satu kasus secara khusus dibahas secara detil.

    Memang menulis postingan seperti ini suka butuh waktu yang lebih panjang untuk riset, membuat studi kasus yang deep, dst. Kadang malas juga ya….malas cari bahannya hahahaha….saya juga suka begtu.

  12. ArdianZzZ says:

    Facebook & Twitter dipilih karena besar dan masif. Dengan asumsi bahwa hampir semua netizen menggunakannya.

    Mungkin justru inilah kelemahannya, terlalu besar sehingga menjadi kurang spesifik.

  13. Nice article, benar sekali banyak yang salah paham mengenai sosial media, ndak cuma di somed, diportalpun tak jauh beda, banyak yang mengira hanya yahoo market place, alibaba, ebay saja, Meski yang Niche market banyak seperti FSC. freigthcost, bahkan yang sangat niche ship wire sebagai fullfilment service provider.

  14. Artikel yang menarik. Beberapa narasumber yang saya jumpai, banyak dari mereka yang sudah membuka akun di Facebook maupun Twitter. Tapi, tampaknya, kedua akun media sosial ini hanya sekadar pelengkap agar terkesan mengikuti tren. Mereka tidak mengelolanya dengan semestinya. Mungkin karena mereka juga tidak punya konsep di ranah digital ini. Termasuk mereka masih gagap berkomunikasi dengan pelanggannya via media anyar ini. Tapi, ini tantangan. Mau tidak mau, merek kudu mampu mengelola pelanggan yang notabene punya dua KTP, yakni sebagai citizen dan netizen.

  15. @Yodhia, kalo riset beneran waktunya ndak sempet Mas, kalo mau yang langsung aja sini konsul langsung *cara jitu buat ngeles* LOL
    @Sigit, betul sekali banyak yang rame-rame masuk social media tanpa punya pemahaman dan dasar yang kuat

  16. maskur says:

    hmm….jadi sadar nih….terus dimana saya harus promosi supaya jualan lcd laptop laris

  17. Ryan Pratama says:

    Mau share aja,
    saat ini saya bekerja di salah satu perusahaan Executive Search ( Head Hunter ). Permasalahan yang sekarang terjadi di dunia headhunter sangat terkait erat dengan publikasi di internet. Hanya bedanya rekan” sekalian menjual produk/ jasa, saya menawarkan posisi, hehehe jadi intinya masih sama” berjualan. Saya pun juga memikirkan bagaimana untuk mencari pembeli posisi yang tepat. Betul yang dikatakan Pa Tuhu,Linkedin.com adalah salahsatu yang paling berkaitan dengan pekerjaan saat ini. Tapi tidak menutup kemungkinan kalau saya telah mendapat nama, itu juga bisa di approach melalui twitter dan facebook dan dikemas sebagai message yang formal. Selain itu saya juga menggunakan recruitingblogs.com, dan juga plaxo.com, deviantart.com, karena tidak menutup kemungkinan kalau orang” yang saya kejar juga memiliki hobby diluar mereka, dan mengirim langsung mengemas message formal.

    Sebagai contoh ada kawan saya yang saat ini menjadi Relationship Manager di foreign bank yang menghandle Business to business, dan dia menggunakan sarana linkedin untuk business developmentnya untuk mencari Finance Manager di target perusahaan yang dia ingin tawarkan.

    So,social media adalah sarana yang paling baik untuk menjalankan bisnis rekan” sekalian,dan twitter dan facebook itu hanya dijadikan salah satu bahan referensi untuk menemukan target marketnya.

    Thanks.

  18. @Maskur, coba digali lagi targetnya yang berpotensu jualan lcd laptop itu siapa? Para IT Geeks? Kalau memang iya mungkin bisa bergerilya juga ke berbagai forum anak-anak IT, banyak tuh berkumpul di Kaskus dan forum lainnya.

  19. @Ryan Pratama, terima kasih untuk sharing informasinya.

Leave a Reply



nukman @nukman
Online Strategist
tweet it
iimfahima @iimfahima
Online Marketing Communication Strategist
tweet it
adhitiasofyan @adhitiasofyan
Creative Director
tweet it
meisia @mei168
Information Architecture Specialist
tweet it
foto andi @primaretha
Social Media Head
tweet it
foto jayadi @jayadi72
Web Content Specialist
tweet it

Komentar Terakhir.

  • Kurnia Septa: - wah, selamat ya

  • mirza: - Saya dulu pernah magang di Virtual. Selamat ulang tahun ke-9! Mudah2an...

  • Zulfikar Akbar: - Tulisan yang cukup menarik. Memang soal mendirikan komunitas itu lebih karena...

  • samehadaku: - klo untuk “Direct Connect from Google Search” bagaimana caranya mas?

  • hendra andiarto: - Met Millad untuk Virtual Consulting. semoga tetap mewarnai dunia marketing...

  • sony set: - sugeng tanggap warsa…tetap semangat mbak Iim, Mas Nukman…tetap mewarnai...

Kategori


Email Subscription

Enter your email address:

Fan Box Virtual Consulting