Online Strategist, Creative Designers, Web Technologist MarComm Practitioners, E-Commerce and Education __________________________ under one roof.

Bagaimana Keterhubungan di Media Sosial Mendorong Orang untuk Berbuat Kebaikan?

August 12, 2010
Oleh Ismujiarso

Link berita yang di-twit oleh Pemimpin Redaksi Detikcom @budionodarsono Rabu (11/8/2010) sekitar pukul 23.00 WIB itu menggelisahkan banyak orang. Alissa Wahid yang baru saja selesai mengeloni anaknya langsung bangun dan sibuk dengan BB-nya untuk menghimpun informasi lebih jauh. Dengan setengah histeris dia nge-twit:
@alissawahid : @budionodarsono ya ampuun.. Wartawan detiknya sopo pak, mungkin aku bs kontak lgs

Berita itu berjudul “Terlilit Utang Rp 20 Ribu, Ibu Ajak Dua Anaknya Bakar Diri“: Diduga stres karena tekanan ekonomi, Khoir Umi Latifah (25) warga Buyengan, Klaten, nekat mengajak dua anaknya yang masih balita bakar diri. Umi yang bekerja sebagai penjaga rumah kos di Sleman tewas, sedangkan kedua anaknya, Lindu Aji (4) dan Dwi (2,5) dirawat di Rumah Sakit Sardjito, Yogyakarta karena luka bakar serius.

Tapi, @budionodarsono menyarankan agar psikolog yang juga dikenal sebagai putri tertua mantan Presiden Abdurahman Wahid itu untuk mengontak langsung pihak rumah sakit.

Dalam hitungan menit, dia nge-twit lagi:
@alissawahid: @budionodarsono @danrem aku sdh kontak teman2 dokter di sardjito. Semoga bisa lbh cepat ditangani. @Danrem, yang juga di-mention dalam twit itu adalah seorang petinggi di koran The Jakarta Post.

Memang, @alissawahid tidak sendirian. Banyak orang yang saat itu sedang online di Twitter tercekat oleh link berita yang di-twit @budionodarsono tersebut. Selain @danrem , Pemimpin Redaksi Anteve Uni Z Lubis (twitter: @unilubis) dan seorang praktisi periklanan bernama Pungkas Riandika (twitter: @pungkas) juga langsung bergerak cepat. Dari twit-nya terbaca, @unilubis telah menelepon pihak rumah sakit dan meminta agar memberikan pelayanan yang terbaik. Sementara @pungkas yang berdomilisi di Yogyakarta langsung meluncur menuju ke rumah sakit.

Tanpa bertemu, orang-orang itu telah digerakkan oleh satu peristiwa yang sama yang mengundang simpati, keprihatinan dan kepedulian bersama. Dengan kesigapan masing-masing, mereka bergerak dengan inisiatif dan caranya sendiri-sendiri. Dan, dengan cara saling mention, mereka terus meng-update dan bertukar informasi mengenai perkembangan di lokasi sambil membuat kesepakatan-kesepakatan.

@unilubis: @danrem: 2 anak yg kritis luka bakar itu mnrut dr Heru TIDAK punya Jamkesmas. Status pasien umum dan BUTUH bantuan biaya utk perawatan

@unilubis : @danrem: sy bilang dr Heru, tlg kasi treatment terbaik, smtr kita lakukan sesuatu utk bantu. Cc: @pungkas @budionodarsono

@danrem : Tweeps. Mbak @unilubis @nataliatanyadji @pungkas dan saya akan menggalang dana bagi perawatan Lindu dan keluarganya. Kami undang anda utk ikut

@danrem : Tweeps yg tergerak membantu mohon transfer ke Pungkas Riandika, Mandiri, rek 1420004026869 dan cc.kan @nataliatanyadji utk pelaporan

Seiring dengan itu, dari lokasi kejadian @pungkas terus meng-update perkembangan yang terjadi: dari Lindu yang kritis hingga akhirnya meninggal dunia pada pukul 00.57.05 WIB menyusul sang ibu yang tewas seketika sebelumnya, dan adiknya, Dwi yang menghembuskan nafas terakhirnya pada 21.10 WIB

@alissawahid : Stafku meluncur ke Sardjito skr. Aku sdh kontak Pungkas RT @danrem: RT @pungkas: Tolong, ada yg bantu, fokuskan dana ke biaya RS dan pemakaman #lindu

@pungkas: “Bojoku ra ono, anakku loro yo wes ra ono”, Slamet Yahya menelpon keluarga. #lindu

@pungkas: Staff @AlissaWahid menuju RS Sardjito utk bantuan awal. Saya stay disini dulu. #lindu

@unilubis: Met malam Pak Menko @hattarajasa, Malam ini seorang ibu dan 2 anak balita meninggal luka bakar, bunuh diri, diduga krn utang Rp 20.000

@unilubis: Selamat malam Pak Wapres @boediono. Malam ini seorang ibu dan 2 anak balita meninggal luka bakar, bunuh diri, diduga krn utang Rp 20.000

Meskipun Lindu akhirnya tak tertolong, namun tak ada yang sia-sia dari apa yang telah digerakkan oleh @danrem, @alissawahid , @unilubis, @pungkas dan kawan-kawan lainnya melalui keterhubungan mereka di Twitter.

Alissa Wahid menyebutnya sebagai “great lessons of taking care of each other“.
Dengan sedih @pungkas melaporkan:

@pungkas : Albumin, life support medicine pra-bedah, harganya Rp1.270.000, ada di Apotik RS akhirnya terbeli.Tiba ICU, #Lindu melemah

@pungkas : Tiba di unit luka bakar, #Lindu kritis, tim dokter melakukan pacu jantung. Malam itu, obat terbaik tidak pernah dibuka dari bungkusnya.

@pungkas: If I just run faster.

Tapi, semua tahu, @pungkas telah melakukan sesuatu yang luar biasa. Dia masih harus bernegosiasi dengan pihak rumah sakit untuk meminta keringanan biaya perawatan dan waktu pelunasannya. Kamis (12/8/2010) sekitar pukul 12.00 WIB dia melaporkan bahwa negosiasi berhasil dan pelunasan bisa dilakukan siang ini, setelah dana yang terkumpul direkap.

@pungkas : Donasi terkumpul baik, @nataliatanyadji sedang merapikan rekap. Konfirmasi kawan2 melalui japri jg sudah diberi feedback.

@pungkas : Kamar, penanganan dini, ambulance, pemakaman, dan bbrp expenses sedang kita rekap. Siang ini settlement.

Sebelumnya, @pungkas juga menghadiri pemakaman yang dilaksanakan dini hari itu juga, dan sahur dengan warga desa setempat.

Dan, inilah laporan terbaru darinya siang tadi:
@pungkas : Mengantar dana bantuan #Umi #Lindu #Dwi utk pelunasan perawatan.

@pungkas : Biaya perawatan #Lindu #Dwi sukses ter-cover oleh kita semua.

Mewakili yang lain, @danrem mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah ikut menyebarluaskan informasi dan tentu saja kepada yang telah menyumbang, serata menegaskan akan melaporkan penggunaan dana yang telah terkumpul.

Rekonstruksi di atas seolah merupakan perwujudan konkret dari apa yang pernah ditegaskan oleh Nicholas A. Christakis & James H. Flower dalam bukunya yang berjudul “Connected”: Walau manusia amat hebat secara individu, kita harus bertindak bersama untuk mencapai apa yang tak bisa kita lakukan sendiri. Dan, Anda tidak harus menjadi orang terkenal untuk menjadi bagian dari itu. Yang perlu Anda lakukan adalah berhubungan.

26 Responses to “Bagaimana Keterhubungan di Media Sosial Mendorong Orang untuk Berbuat Kebaikan?”

  1. arif hidayat says:

    Satu hal positif yang dapat kita petik adalah, kecepatan informasi memberikan peluang pada siapa saja untuk dapat berbuat baik, dengan keterbukaan yang ada di dalam dunia sosial media tentunya. Tak ada lagi yang dapat ditutup tutupi, seperti yang berusaha dilakukan para Penegak Hukum belakangan ini.

    Dalam kasus lindu, mungkin kita tidak dapat menyelamatkan nyawanya. namun hal yang sama yang dilakukan teman-teman melalui sosial media kita harapkan akan membawa berkah dan manfaat untuk kita semua.. amien….

  2. Sebuah risalah yang mencerahkan tentang apa yang terjadi larut malam tadi (WITA di tempat saya), mengenai kondisi #Lindu, Dwi dan ibunya.

    Jujur, saya juga orang yang sudah pernah mengalami sekaligus ikut nimbrung dalam “manisnya kebaikan” dari orang-orang yang sebenarnya anonim, yang terhubung lewat jejaring sosial. Rasanya sungguh luar biasa. Dan hemat saya, sebaiknya hal-hal seperti ini bisa dirasakan oleh semua orang juga.

    Terima kasih untuk artikelnya.
    Semoga sehat selalu.

    Dragon :)

  3. alep says:

    Interdependent co arising…

  4. Imagine if many people willing to do this.
    Thanks for keep inspiring this country

  5. pandu says:

    “great lessons of taking care of each other“

    apakah ada jawaban dari @hattaradjasa dan @boediono ?

  6. Aji P. says:

    sungguh pengalaman yang menyentuh, dan seperti Mbak Alissa Wahid bilang, dibalik semua hal ini, Tuhan mengingatkan kita hamba Nya.

    twitter : @ajieboy

  7. Cara Anda menyajikan cerita ini….hhmmm….i am speechless.

    Sebaiknya blog ini di-update seminggu sekali. Setiap Jumat atau setiap Kamis. Kadang nunggu terlalu lama.

  8. AyuVanda says:

    keren mas artikelnya..

    “Everything we do or say tends to ripple through our network, having an impact on our friends (one degree), our friend’s firend (two degrees), and even our friends’ friends’ friends (three degrees)” -Connected

  9. Cesar says:

    membayangkan jika ada kejadian serupa dan aktor yang maen twit adalah anggota kabinet.. :D

  10. Uni, Alissa, Pamungkas, and others.. You all on a great job. I’m in deeply speechless on that circumstance. I think it’s a great lesson for us, for taking care each other. Do not any wish for the fat and lazy government… Bravo guys. We proud of you.

  11. bangsari says:

    suatu saat nanti, bayangan saya, negara tak diperlukan. orang orang saling memperkuat ikatan.

  12. Tulisanya Naratif bergaya Jurnalisme Sastrawi namun versi online, apakah ini genre baru jurnalisme? :)

  13. mastono says:

    bagus sekali tulisannya.

  14. Lukas EW says:

    Social Media seharusnya memang sebuah media untuk ber-sosial !

  15. merinding mas mumu bacanya..

  16. Joko Susilo says:

    Contoh konkret bagaimana social media mampu melakukan gerakan nyata untuk mengupayakan terjadinya perubahan menjadi lebih baik

  17. dsy says:

    memang untuk inilah semestinya socmed berperan, jgn malah untuk menyebarkan hal2 tak berguna yg menjadi trending topic tanpa makna..

  18. al says:

    sedih memang itu tandanya kita ternyata belum merdeka…dan yang lebih tragis lagi kita hanya mengungkapkan simpati tanpa berbuat apa2…ingat teman rasa simpati hanya dimiliki oleh orang yang tak mampu membantu…

  19. Irwan AK says:

    Do wrong is do nothing…, so inspired report…., one an example usefull technology called social media ….

  20. mangyus says:

    Peristiwa yang sangat menyentuh hati…..

  21. mardi says:

    menyimak.. bagus materinya..

  22. mo says:

    @ai …ingat teman rasa simpati hanya dimiliki oleh orang yang tak mampu membantu… >> masih mending punya simpati dari pada tidak peduli

  23. fadhila says:

    hm…ketika keterhubungan memberikan peluang untuk berbuat kebaikan dan peduli…

  24. [...] tindakan mengenai solidaritas terhadap sesama, yang baru-baru ini terjadi silakan dibaca di Bagaimana Keterhubungan di Media Sosial Mendorong Orang untuk Berbuat Kebaikan? Merinding bulu kuduk saya membacanya, diantara sekian banyak berita-berita buruk ternyata masih ada [...]

Leave a Reply



nukman @nukman
Online Strategist
tweet it
iimfahima @iimfahima
Online Marketing Communication Strategist
tweet it
adhitiasofyan @adhitiasofyan
Creative Director
tweet it
meisia @mei168
Information Architecture Specialist
tweet it
foto andi @primaretha
Social Media Head
tweet it
foto jayadi @jayadi72
Web Content Specialist
tweet it

Komentar Terakhir.

  • Kurnia Septa: - wah, selamat ya

  • mirza: - Saya dulu pernah magang di Virtual. Selamat ulang tahun ke-9! Mudah2an...

  • Zulfikar Akbar: - Tulisan yang cukup menarik. Memang soal mendirikan komunitas itu lebih karena...

  • samehadaku: - klo untuk “Direct Connect from Google Search” bagaimana caranya mas?

  • hendra andiarto: - Met Millad untuk Virtual Consulting. semoga tetap mewarnai dunia marketing...

  • sony set: - sugeng tanggap warsa…tetap semangat mbak Iim, Mas Nukman…tetap mewarnai...

Kategori


Email Subscription

Enter your email address:

Fan Box Virtual Consulting