Minggu lalu saya membahas tentang potensi Quora sebagai tren pembuka social media di tahun 2011. Di luar dugaan, ternyata antusiasme dari teman-teman pembaca sangat luar biasa untuk bergabung dengan Quora. Banyak permintaan untuk di-invite melalui akun Quora saya datang bermunculan melalui email. Beberapa ada yang berhasil saya invite dan yang lainnya masih harus sabar menunggu karena saya menduga ada filterisasi dari Quora untuk menerima permohonan akun baru.
Setelah kita mengenal Quora, mungkin muncul beberapa pertanyaan lain di benak teman-teman praktisi social media atau pemasaran. Apakah kehadiran Quora memiliki dampak terhadap komunikasi brand kita layaknya kemunculan Facebook dan Twitter? Atau sejauh apakah brand kita bisa memanfaatkan situs jejaring pertanyaan dan jawaban (Q&A) ini untuk bisa lebih “engage” dengan konsumen kita?
Bermodalkan rasa keingintahuan ini, saya pun langsung memanfaatkannya dengan mencari topik dari pertanyaan tersebut langsung melalui Quora hingga menemukan pertanyaan “How will innovative brands use Quora for customer support?”. Ada jawaban yang menarik dikemukakan oleh Justin Levy, Executive Director New Marketing Labs and Partner, berikut kutipannya:
“Right now I don’t think it should be the brand name as the user name that is interacting. Instead, someone from the company’s team should be the one engaging. But, to enable brand awareness, that team member should have their title, role or some other identifying info including the company name in their bio so that it will appear next to their name when they are engaging”
Jadi tidak seperti yang sering kita jumpai di Facebook dan Twitter dimana akun brand langsung mengatas namakan brand itu sendiri, tetapi Justin Levy merekomendasikan agar sebuah brand memiliki perwakilan (Staff/Manager) untuk hadir di Quora. Orang tersebut bisa saja seorang PR manager, customer service atau mungkin social media manager. Sebenarnya ini bukanlah pendekatan yang benar-benar baru, karena Scott Monty, seorang Social Media Head dari Ford Motor Company melakukan hal yang serupa di Twitter. Walau begitu saya melihat relevansi yang lebih kuat ketika pendekatan diatas dilakukan di Quora. Dimana satu orang bertanggung jawab terhadap segala pertanyaan yang berhubungan dengan produk/merek yang ia kelola. Tentunya orang tersebut tidak berjuang sendirian, tentu ada tim dibelakangnya yang siap membantu memberikan jawaban dari banyak pertanyaan. Quora bisa meredefinisi pekerjaan customer service menjadi lebih “social” dan menarik bagi konsumen.
Saya melihat kehadiran sebuah brand di Quora memiliki potensi untuk meningkatkan kepuasan konsumennya. Karena sesungguhnya kepuasan konsumen tidak hanya diukur pada saat konsumen mengkonsumsi produk dari sebuah brand , lebih dari itu tentunya. Kepuasan konsumen sudah diuji ketika iklan di televisi menyapa, promo diskon besar-besaran, keramahan SPG pada sebuah toko baju, hingga nantinya kehadiran brand di Quora yang siap menjawab segala keingintahuan tentang brand kita. Kepuasan menjadi sebuah proses panjang yang tiada akhir. Proses tersebut harus dikelola dengan smart oleh para pemasar yang ingin brandnya tetap tinggal di hati para pelanggannya. Proses yang saya maksud disini adalah pengalaman konsumen. Quora bisa menjadi touchpoint baru untuk mendukung kepuasan dan pengalaman konsumen terhadap brand kita. Bagaimana menurut anda?
Sudah buat akun, tapi kok tanpa invitasi bisa ya.
hanya masalahnya kan wajib pakai english *nggak yakin*
orang Indo masih enjoy yang Indodnesian ajah
Kira kira bisa tuk apa aja yah Quora? selain menyaol meningkatkan atau membangun brand awareness mirip dengan Facebook quiz sewaktu mas jaya jaya nya dulu
susah sign upx,
Bisa invite aq ga mas
Saya mau tanya bagaimana cara registered Quara?? karena saya masih termasuk awam akan hal jejaring ini. mohon di jelaskan cara register, thanks alot
@Triunt: Karena kebetulan yang baru gabung masih didominasi oleh orang-orang barat jadi terkesan harus pakai bahasa Inggris. Tapi tidak harus, karena sudah ada beberapa pertanyaan yang menggunakan bahasa Indonesia kok mas, coba cek deh (^^,)
@Arham: Untuk saat ini Quora belum menerima akun bisnis, karena Mashable pun di-suspend sama Quora, jadi kedepanya lebih untuk para Brand/Corporate Ambassador yang menyelinap masuk ke conversation orang-orang di Quora ^^
Untuk teman-teman yang ingin bergabung di Quora bisa email saya di andi@virtual.co.id , tapi perlu saya beritahukan juga ada beberapa yang sudah saya invite tapi belum bisa daftar karena saya duga ada semacam “filterisasi” dari Quora sendiri dalam menerima akun baru.
Benar,,tim Quora sendiri masih banyak PR yang perlu diselesaikan, salah satunya adalah membuat web-nya bersahabat bagi non-english netizen,,bisa meniru Y!Answer versi Indonesia,,serta membuat anggotanya berpartisipasi dengan menjawab tidak asal (junker),,
Dengan banyaknya endorser dan rainmaker dgn real identity di Quora, secara tidak langsung membuat web ini punya integritas lebih baik daripada Q&A startup lain, di luar fiturnya yg juga memudahkan seperti bisa follow pertanyaan/topik dan connected dgn FB/Twitter.
Ya,,kita lihat saja,,
Terima kasih, Bung Andi. Mungkin sebentar lagi Adam D’Angelo akan menjadi darling baru di jagat media sosial. Saya tunggu tulisan2 Anda berikutnya tentang Quora ini.
Kalau saya ingin ikut mencicipi Quora, apakah data email di komentar ini sudah cukup, atau saya harus email khusus kepada Anda ? Terima kasih.