Online Strategist, Creative Designers, Web Technologist MarComm Practitioners, E-Commerce and Education __________________________ under one roof.

Apa Kunci Keberhasilan Social Media Marketing?

July 6, 2010
Oleh Nukman Luthfie

Beberapa kali saya bertemu dengan eksekutif perusahaan besar, yang memiliki brand-brand besar, mengeluhkan ketidaksuksesan mereka memasuki pemasaran via media sosial (social media marketing). Padahal, berbagai usaha sudah mereka lakukan, termasuk menggelontorkan budget yang lumayan banyak. Namun keluhan lebih sering saya dapatkan dari level manager, yang tak bisa secara optimal memanfaatkan media sosial, meski mereka sudah membuat akun khusus di Facebook dan Twitter, serta berusaha sekuat mungkin melakukan percakapan melalui kedua media tersebut.

Apa yang salah?

Dari pengalaman perusahaan besar (ya, khusus untuk perusahaan besar saja, karena perusahaan kecil biasanya lebih luwes dan tidak ribet manajemennya) yang berhasil dan yang gagal, ternyata salah satu faktor yang sangat menentukan adalah keterlibatan tim.

Banyak perusahaan gagal memanfaatkan media sosial untuk pemasaran karena dijalankan secara terpusat oleh bagian pemasaran, tanpa melibatkan pihak lain. Sebaliknya, perusahaan yang berhasil di media ini karena sebelum masuk ke media sosial menjual gagasannya terlebih dulu ke perusahaan, dan melibatkan berbagai pihak. Yakni:

1. Senior Management

Tanpa dukungan senior management (VP atau GM), strategi marketing apapun akan berhenti di tengah jalan. Sayangnya, karena masih dianggap sebelah mata, senior management perusahaan besar enggan bersentuhan dengan strategi media sosial. Semuanya diserahkan ke level manager. Akibatnya, bukan hanya budget yang dialokasikan lebih kecil, perhatian senior manager dan direksi terhadap dampak pemasarannya juga nyaris tidak ada.

2. Marketing

Jelas, divisi pemasaran harus terlibat di strategi social media. Yang ini tidak perlu saya jelaskan lagi.

3. Public Relations

Ini yang seringkali diabaikan oleh divisi marketing. PR justru punya peran penting di media social karena kemampuan komunikasinya yang tidak serta merta menjual. Social media adalah percakapan. Divisi marketing tidak biasa bercakap-cakap langsung dengan konsumen. Demikian juga PR. Meski demikian, pendekatan PR yang halus, tidak menjual, lebih mudah masuk ke media sosial. Maka, setiap strategi media sosial perlu melibatkan bagian PR.

4. Human Resource

Karena sifatnya yang personal, media sosial akhirnya digunakan oleh karyawan. Bagian SDM perlu dilibatkan dalam strategi social media marketing untuk menjaga agar seluruh karyawan perusahaan bisa menjadi duta perusahaan di media sosial. Saya beberapa kali menemukan suara karyawan perusahaan besar yang berbeda dengan suara perusahaan di media sosial. Jika dibiarkan, fenomena seperti ini akan merusak kampanye di media sosial.

5. Information Technology

Social media marketing tidak hanya berjalan di media yang stabil dan terpercaya seperti Facebook dan Twitter. Seringkali, perusahaan/merek membuat sendiri situs web sebagai landing page kampanye online. Biasanya, jika situs web-nya berupa kompetisi, para peserta akan berusaha keras “mengakali” sistem agar bisa menjadi pemenang. Ini tantangan besar buat tim IT.

6. Social Media Enthusiast

Meski sudah melibatkan 1-5, strategi perusahaan di media sosial kurang berhasil jika tidak melibatkan karyawan yang memang sudah benar-benar hidup di media sosial. Komponen 1-5 itu mungkin tahu dan paham media sosial. Namun hanya social media enthusias yang paham betul lika-liku media sosial.

Dengan menggabungkan enam komponen tersebut, beberapa perusahaan terbukti mampu membangun strategi jitu di media sosial, sekaligus mampu mengeksekusinya dengan baik.

31 Responses to “Apa Kunci Keberhasilan Social Media Marketing?”

  1. Lukas EW says:

    Great ! sebuah artikel kunci yang akan membuka mata setiap eksekutif perusahaan2 yang akan menyala dalam cahaya social media.
    Satu hal yang harus dilakukan oleh social media consultant adalah tidak capek2nya berkorban memberikan wawasan social media kepada seluruh divisi di perusahaan melalui pertemuan2 internal.

    Banyak menabur, banyak menuai dan banyak berdampak !

  2. Cesar says:

    nais inpoh Pak.. keep posting..!! :D

  3. Pitra says:

    Kalau baca postingan di atas, berarti sebaiknya percakapan di social media sepenuhnya dalam kontrol internal perusahaan. Kenyataannya, sebagian besar komunikasi di social media dilempar ke digital agency.

    Memang kalau untuk hal2 yg terkait dengan campaign program, digital agency bisa membantu dalam mengkomunikasikannya di social media. Namun kalau sudah menyangkut product knowledge, product how to, customer service, bahkan hingga yang tanya2 lowongan pekerjaan, seharusnya pihak internal perusahaan yang menjawab langsung, karena hal ini tidak bisa dijawab oleh digital agency.

    Jadi menurut Pak Nukman, skup2 mana saja yang sebaiknya dipegang internal (yang berarti semua pihak internal di atas harus diajarkan teknisnya lebih dahulu), atau di-outsource ke digital agency (yg teknisnya sudah pasti tahu, tapi tidak berani menjawab hal2 yg bukan otoritasnya, spt hal di atas)?

  4. kiki4hire says:

    Inspiring…
    Paling tidak mudah mengangkat brand apalagi via internet, walaupun isinya sudah sarat value, tapi marketing via socio networking tetap jadi tantangan.

    Thanks Pak buat artikelnya.

  5. Riva Sinjal says:

    Nice sharing Pak Nukman,
    Kerjasama tim memang mutlak diperlukan untuk mencapai target secara maksimal ya pak..

  6. kanti says:

    Tulisan yg bagus pak. Tapi kalau saya lihat, hal2 yg dijelaskan di atas lebih utk ke perusahaan yg memasarkan produk2 barang. Bagaimana dengan perusahaan jasa? Apakah ada tips khusus utk penggunaan social Media Marketingnya? Karena tools tsb dianggap customer hanya sebagai tempat lain utk melakukan complaint. Mohon infonya.

  7. Agus says:

    Problem paling banyak dialami, ya yg nomer 1. Senior management yg (biasanya) berumur, males ngurusin yg namanya socmed. Dan ga mau belajar juga :)

  8. Dan sekarang HRD mrengut mrengut karena terpaksa merekrut karyawan yg pekerjaannya update status, tapi itu bagus, terbukti dahsyat banget…bahkan konfrensi pers bs lewat banyak sosial media sekarang..

  9. Saya coba tambahkan beberapa hal:

    Social media adalah sebuah New Media. Tidak akan berjalan apabila orang-orang yang terlibat di dalamnya masih menggunakan mindset lama, mindset traditional media.Pemilik brand harus punya New Mindset apabila ingin sukses di social media. Jadi salah apabila gaya komunikasi one to many communication (traditional media) masih diadaptasi oleh brand yang berkecimpung di ranah social media karena tidak akan mendapatkan impact penting khas social media yaitu Engagement.

    Keunikan di social media dibanding dengan komunikasi online lainya seperti website adalah Content can’t always be a king. Saya tidak bilang bahwa konten tidak penting tapi bahwa di social media konten bukan lah satu-satunya hal yang menjadi indikator kesuksesan. Ada indikator lain yang sering dilupakan oleh para brand ketika eksis di dunia social media yaitu pengelolaan Network Dynamic. Ini lah keunikan social media yang memakai model komunikasi many to many communication dimana tolak ukur yang dinilai tidak semata-mata hanya keberhasilan konten tetapi juga nilai keseluruhan jaringan yang menghubungkan konsumen dan brand juga konsumen dengan konsumen lainya.

    Saya simpulkan bahwa setelah sebuah brand mau mengadopsi mindset baru, ia harus memiliki sebuah strategic communication plan sebagai sebuah guidline. Perencanaan tersebut haruslah terdiri dari content experience management dan network dynamic management.

  10. Dondong says:

    Social Media is too much hype!

  11. Arham says:

    kasih tips dong Om, bagaimana ‘menyadarkan’ element element diatas untuk bisa bekerjasama. Masing masing terutama yang no.1 merasa diatas gengsian

  12. chandra iman says:

    Luar biasa!! terima kasih sudah sharing pak Nukman :)

  13. Nizar Halim says:

    Pak Nukman Apa kabar? Saya sangat kagum atas penjelasan bapak diatas karena akan sangat bermanfaat bagi semua orang bukan cuma pebisnis aja, dan setiap orang saya yakin dapat mengambil nasihat yang terkandung di dalamnya. Thanks bagt pak n jangan bosen” memberi wejangannya.

  14. Satu hal yang masih kurang, yaitu seharusnya perusahaan “merangkul” blogger sebagai third-party dimana perusahaan bisa melakukan kerjasama yang solid dengan para blogger. Untuk apa?

    Untuk mengulas, mengupas, mereview, memotret, meliput dan semuanya mirip kegiatan jurnalisme yang kemudian event2 atau produk yg dimaksud publikasikan melalui media blog. Hari gini bakal sulit mau jalan sendirian. Gunakan pihak ketiga dan manfaatkan blogger sebagai media promosi.

    Hal ini terbukti, branding perusahaan makin oke, produk cepat dikenal cepat & meluas, lakukan link to link URL melalui Facebook, dll. Jgn lupa lengkapi dgn foto2 yang banyak karena media gambar lebih mudah diserap pembaca.

  15. @Pitra: pertanyaan bagus, nanti saya jawab dalam postingan baru ya
    @Arham: pertanyaan bagus juga yang lebih baik dijawab via posting baru
    @Kanti: wah ini juga mesti dijawab dgn posting terpisah, terkait dengan CRM via socmed

  16. omar says:

    pak nukman tlong kasih tips-tips dahsyatnya dong

  17. bukik says:

    Perusahaan dituntut menjadi manusia (organisme) bukan semata-mata sebagai mesin keuntungan ketika berada dalam social media
    Menjadi manusia dengan seluruh kemanusiaannya

  18. pamoengkash says:

    Tidak akan berhasil. Karena social media adalah social tools bukan marketing tools. Perhatikan menu, fitur, dan sistem yang berjalan pada social tools tersebut, diciptakan untuk interaksi sosial, bukan pemaksaan kegiatan marketing. Solusinya? Tunggu kemunculan situs yang mengakomodir kepentingan marketing di situs sosial, atau jangan menggarami air laut di situs2 sosial, cari media lain.

  19. Amir Hamzah says:

    Terima kasih pa Nukman atas pencerahannya (di Gd. Bulog I, 14/07/10 di lt. 16 pkl. 09:30 – sd 12:00), sangat-sangat bermanfaat sekali terutama bagi saya pribadi dan Bulog.
    Akan saya upayakan website http://www.agroprima.com dan blog http://blog.agroprima.com saya mengikuti saran pa Nukman Luthfie, ini bekal saya pensiun yang 2 tahun lagi.
    Salam sukses
    Amir Hamzah
    http://abfamily.wordpress.com

  20. Daus Gonia says:

    Terima kasih pa tulisannya, saya sedikit mendapat pencerahan dan banyak mendapat pengetahuan. hehe.

  21. arif says:

    alhamdulillah, pagi ini saya mengkonsumsi tulisan pak luthfi, sekalipun saya tidak terlalu jauh bisa mencermati tulisan tersebut, gimanapun ini sebuah tawaran yang brilian. saya mencobamelihat dari sisi yang saya alami, sebaik apapun produk kita, ternyata pemasaran menjadi penentu, pemasaran akan sukses kalau networking terbangun dengan baik. sayangnya saya sedikit sekali mengetahui seluk beluk spektrum ini. tapi tulisan ini memberikan inspirasi kalau nanti jadi GM, amiiin.

  22. Joko Susilo says:

    Memang harus saling kerjasama. Adanya dukungan dari top management juga sangat penting, karena dari otak mereka aktivitas perusahaan digerakkan. Salam ACTION!

  23. Maghfur Amin says:

    Kerjasama antara top managemen dengan kalangan dibawahnya harus bisa saling sinergis. Ide dari pihak manajer nggak akan terwujud baik tanpa ada dukungan dari level bawah.
    Salam Hangat..Keep ACTION

  24. yup memang sepertinya media social harus pas kegunaan tujuan dibuatnya oleh si owner, jika dalam perjalanan nya kok jadi berkembang dan melebar sangat luas dari tujuan nya, seharusnya pihak owner bisa membatasi dan mengarahkan dengan bijak web itu mau dibawa kemana. Konsistensi dan visi yang jelas akan membuat web tersebut eksis dan berkembang.
    Bocoran dikit, untuk pamoengkash , sebentar lagi ada social media yang bisa mewadahi bisnis dan mungkin berkembang menjadi marketing tools yang baik. tunggu aj kehadirannya. mohon dukungan nya :)

  25. Andi Purnomo says:

    Semua harus berjalan sesuai fungsi masing2, dan tidak ada yang keluar jalur sehingga pesan yg akan disampaikan tepat sasaran ke audience. Konsistensi sangat diperlukan dalam socialmedia marketing. Good Luck Mr. Nukman!

  26. Dear Marketer…

    Saya sangat setuju dengan pemahaman pak Luthfie,
    Social media adalah cara jitu sebagai salah satu strategi corporate media communication.
    Tetapi ada beberapa hal yang mengganjal dalam struktur sebuah korporasi, dimana semua information yang harus tertulis dalam social media itu harus melewati sebuah procedure yang panjang dan melelahkan sebelum siap di publish di social media.
    saya yakin para pimpinan dan level head departemen sangat memahami social media ini (karena saya lihat di Laptop mereka ada Fb & Twiter :) ) hanya saja untuk meluncurkan sebuah komunikasi dalam social media masih membutuhkan jalur birokrasi layaknya sebuah iklan yang akan ditampilkan dikoran dimana harus membutuhkan jalur aproval yang panjang.
    social media saat ini memang telah menembus koridor privacy sehingga hal ini menjadi acuan bagi korporasi untuk melakukan jalur prosedural yang cukup panjang sebelum meluncurkan komunikasi korporasi kedalam ranah publik..
    –sekedar berbagi–

  27. Mutia Rahma says:

    Thanks very much to Pak Luthfie who wants to share his ideas and knowledge about social media marketing. For me, who are very new to this industry, I am so happy to get more information and it is very valuable. Thanks a lot! Cheers..!

  28. erick says:

    bravo..!!
    makasih pak share’y.. boleh saya share di blog komunitas kami..? ijin yaaa…. *kapan2 ngobrol di komunitas dong..*

  29. saiful says:

    social media memang sangat di gemari, tapi banyak juga yang salah dalam penggunaan fungsinya…jadi memang harusnya moderator bisa memilah mana yg sesaui dan tidak

  30. saya setuju dan menekankan pada point nomor 4. Semua stakeholder dalam lingkungan perusahaan harus dimanfaatkan untuk social media marketing. Sehingga terlebih dahulu semua stakeholder itu harus mengerti betul sejarah brand, brand value dan positioning brand perusahaan. Sayangnya masih banyak manager HRD yg melepaskan karyawannya begitu saja tanpa pemahaman brand perusahaan yg jelas. terima kasih pak Nukman.

Leave a Reply



nukman @nukman
Online Strategist
tweet it
iimfahima @iimfahima
Online Marketing Communication Strategist
tweet it
adhitiasofyan @adhitiasofyan
Creative Director
tweet it
meisia @mei168
Information Architecture Specialist
tweet it
foto andi @primaretha
Social Media Head
tweet it
foto jayadi @jayadi72
Web Content Specialist
tweet it

Komentar Terakhir.

  • Kurnia Septa: - wah, selamat ya

  • mirza: - Saya dulu pernah magang di Virtual. Selamat ulang tahun ke-9! Mudah2an...

  • Zulfikar Akbar: - Tulisan yang cukup menarik. Memang soal mendirikan komunitas itu lebih karena...

  • samehadaku: - klo untuk “Direct Connect from Google Search” bagaimana caranya mas?

  • hendra andiarto: - Met Millad untuk Virtual Consulting. semoga tetap mewarnai dunia marketing...

  • sony set: - sugeng tanggap warsa…tetap semangat mbak Iim, Mas Nukman…tetap mewarnai...

Kategori


Email Subscription

Enter your email address:

Fan Box Virtual Consulting