Di tulisan saya sebelumnya, saya sudah memaparkan beberapa konsep dasar tentang bagaimana menciptakan konten yang “talk-able” di social media. Pada kesempatan kali ini, saya akan menjelaskan bagaimana membuat perencanaan konten di social media yang strategis. Konsep ini sebenarnya saya pinjam dari dasar strategi komunikasi pemasaran yang meliputi Message Strategy, Creative Strategy, dan Media Strategy. Penjelasannya sebagai berikut:
1. Message Strategy (What to say)
Sebelum merencanakan konten, kita harus paham terlebih dahulu tentang pesan inti apa yang ingin kita sampaikan kepada audiens kita. Apa yang ingin audiens kemudian ketahui ketika mereka membaca / mencerna konten yang kita berikan.
2. Creative Strategy (How to say)
Langkah berikutnya adalah memberikan konteks kepada konten “mentah” kita yang berupa pesan inti tersebut. Saya sering mencontohkanya adalah ketika seseorang mengungkapkan perasaan suka kepada seseorang, tidak melulu harus bilang “I Love You”. Karena aksi tersebut bisa diungkapkan melalui perhatian, memberikan bunga, dan sebagainya. Jadi, agar inti pesan kita sampai kepada audiens, kita harus cerdas mencari ide kreatif bagaimana menyampaikanya supaya pesan kita dapat diterima baik oleh audiens.
3. Media Strategy (Which medium to say)
Setelah tahu “what to say” dan “how to say”-nya, kemudian kita baru memilih medium apa yang tepat untuk menyampaikan konten yang sudah kita persiapkan tersebut. Pemilihan medium dengan benar sangatlah penting, seperti perkataan dari Marshall McLuhan bahwa “Medium is the message”. Jadi sebenernya masing-masing medium memiliki karakter, dan karakter tersebut juga memiliki pesan. Contoh, Fenomena Instagram dan Pinterest. Kedua medium tersebut tidak hanya sekedar “another social network”, karena sebenarnya medium tersebut ditujukan oleh mereka yang suka dengan hobi fotografi. Hal lain yang perlu diperhatikan dalam pemilihan media adalah fitur-fiturnya. Facebook dinilai lebih kaya akan fitur tetapi Twitter handal dalam sisi kecepatan. Semua medium baik tinggal bagaimana kita pintar dalam memilih atau mengintergrasikan beberapa medium menjadi sebuah experience yang menyenangkan. Lebih lanjut soal ini akan saya jelaskan konsep Transmedia Storytelling di tulisan selanjutnya.
3 tahap konsep yang saya paparkan tadi berada pada level strategis. Untuk itu, kita membutuhkan sebuah konsep yang lebih taktis, yang bisa langsung kita aplikasikan di dalam pekerjaan perencanaan konten di social media. Konsep taktis yang selanjutnya ingin saya jelaskan juga kebetulan punya 3 tahapan, berikut penjelasanya:
1. Content Creation
Di tahap pertama ini, pekerjaan Community Manager dalam membuat perencanaan konten adalah membuat Editorial Plan. Saya masih ingat dulu ketika saya pertama kali manjadi Community Manager untuk Toyota Yaris, saya belum mengenal Editorial Plan sehingga konten yang saya kerjakan bersifat spontan. Tentu hal tersebut kurang baik, mengingat terlalu banyak agenda dari brand yang ingin disampaikan kepada audiensnya. Untuk itu Editorial plan mutlak dibutuhkan dalam perencanaan konten di social media.
2. Content Distribution
Setelah membuat Editorial Plan, pekerjaan selanjutnya adalah memilih melalui medium apa konten ingin disebar. Setelah menentukan medium, selanjutnya adalah bentuk konten (teks, gambar, video, atau animasi) dan seberapa banyak frekuensinya.
3. Content Consumption
Langkah akhir setelah konten diciptakan dan distribusikan adalah memonitor bagaimana konten tersebut dikonsumsi oleh audiens. Seperti yang biasa saya katakana, bahwa di media digital kita dibantu oleh alat-alat web analitik seperti Google Analytic, Facebook Insight, dan alat lainya yang bisa memonitor dan mengukur kesuksesan dari sebuah konten. Kemudia bila anda ingat tulisan saya yang berjudul “3 Layers of Social Media Analysis”, disitu ada petunjuk bagaimana mengevaluasi performance konten kita di social media dengan menggunakan 3 tahapan juga.
Apabila melakukan dengan benar 3 tahapan ini maka seorang Community Manager seharusnya akan bisa menggali lebih dalam konten seperti apa yang disukai dan dibutuhkan oleh audiens. Insight tersebut akan sangat bermanfaat untuk proses perencanaan kampanye ketika brandi ingin meluncurkan sebuah produk atau sekedar mempertahankan brand awareness. Semoga bermanfaat.
thanks infonya mas Andi
Big thanks Mas Andi infonya
Artikel yang sangat bagus Mas Andi, terima kasih sekali…
informasi yang bermanfaat,,terima kasih
Konten dan Konteks membutuhkan kreatifitas agar pesan sampai kepada audien. Thx info dan ulasannya.
Jadi begitu ya mas bro, jadi makin nambah ni ilmu blogging aku setelah baca2 beberapa postingan di blog mas bro
Thanks for your sharing, your article very informative.. keep posting
informasinya sangat bermanfaat,terima kasih
ternyata sosial-media harus dikelola secara profesional (Community Manager), saya kira hanya update postingan-postingan yang sederhana kemudian di tinggal, tetapi juga harus di MONITOR, tidak melulu jual, jual dan jual
http://www…. mantab thanx infony keren, di sesuaikan dengan kebutuhan gan
Hmm.. saya pikir ada benarnya juga. Nice share ya
Makasih Mas Andi, informasinya memberi pencerahan banget bagi saya. Saya tunggu postingan berikutnya.