<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Sudah Saatnya Perusahaan Paham Online Crisis Management</title>
	<atom:link href="http://www.virtual.co.id/blog/search-engine-marketing/sudah-saatnya-perusahaan-paham-online-crisis-management/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.virtual.co.id/blog/search-engine-marketing/sudah-saatnya-perusahaan-paham-online-crisis-management/</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Feb 2012 10:28:46 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.5</generator>
	<item>
		<title>By: Fast,Accurate,Consistant: Online Crisis Management Strategy &#124; Catur PW.Com</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/search-engine-marketing/sudah-saatnya-perusahaan-paham-online-crisis-management/comment-page-1/#comment-86874</link>
		<dc:creator>Fast,Accurate,Consistant: Online Crisis Management Strategy &#124; Catur PW.Com</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Aug 2009 18:33:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virtual.co.id/blog/?p=1236#comment-86874</guid>
		<description>[...] Virtual Consulting Blog: Sudah Saatnya Perusahaan Paham Online Crisis Management [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Virtual Consulting Blog: Sudah Saatnya Perusahaan Paham Online Crisis Management [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: fonda</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/search-engine-marketing/sudah-saatnya-perusahaan-paham-online-crisis-management/comment-page-1/#comment-86868</link>
		<dc:creator>fonda</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 31 Jul 2009 19:43:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virtual.co.id/blog/?p=1236#comment-86868</guid>
		<description>menurut saya, mereka sangat mengerti dengan online side effect, tetapi yang terjadi adalah PR omni tidak berfikir jauh untuk mengambil sikap dengan press conference yang berisikan bahwa omni sedang melakukan perubahan dengan memperbaiki pelayanan pada publik, dan menyadari sepenuhnya bahwa dalam proses ini akan terjadi hal hal yang kurang menguntungkan omni dan publik.Dengan demikian dikala omni menghadapi suara2 sumbang seharusnya bukan dilawan dengan sebuah punishmen terhadap pihak yg memberikan kritik tetapi melakukan pendekatan dengan pelayanan yang seharusnya, sehingga bukan harus dengan uang yang banyak untuk mempengaruhi seseorang untuk memberikan statment yang baik secara paksa tetapi dengan memberikan pelayanan dengan hati, secara tidak langsung dan berangsur angsur publik akan mengeathui dan menilai bahwa omni mencoba untuk berubah dan kembali menjadi pelayan publik yang baik dan profesional. 

pada intinya kehadiran komunikasi yang jelas dan datang dari hati akan mempengaruhi semua opini yang negatif.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>menurut saya, mereka sangat mengerti dengan online side effect, tetapi yang terjadi adalah PR omni tidak berfikir jauh untuk mengambil sikap dengan press conference yang berisikan bahwa omni sedang melakukan perubahan dengan memperbaiki pelayanan pada publik, dan menyadari sepenuhnya bahwa dalam proses ini akan terjadi hal hal yang kurang menguntungkan omni dan publik.Dengan demikian dikala omni menghadapi suara2 sumbang seharusnya bukan dilawan dengan sebuah punishmen terhadap pihak yg memberikan kritik tetapi melakukan pendekatan dengan pelayanan yang seharusnya, sehingga bukan harus dengan uang yang banyak untuk mempengaruhi seseorang untuk memberikan statment yang baik secara paksa tetapi dengan memberikan pelayanan dengan hati, secara tidak langsung dan berangsur angsur publik akan mengeathui dan menilai bahwa omni mencoba untuk berubah dan kembali menjadi pelayan publik yang baik dan profesional. </p>
<p>pada intinya kehadiran komunikasi yang jelas dan datang dari hati akan mempengaruhi semua opini yang negatif.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: jackl</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/search-engine-marketing/sudah-saatnya-perusahaan-paham-online-crisis-management/comment-page-1/#comment-86836</link>
		<dc:creator>jackl</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Jul 2009 08:13:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virtual.co.id/blog/?p=1236#comment-86836</guid>
		<description>Fenomena ini memang menyentak perhatian publik dari berbagai kalangan dan berbagai tingkatan. Ternyata pada jaman sekarang ini hal2 kecil bisa menyeret seseorang masuk ke dlm penjara, yang dulu tidak pernah terbayangkan. Dan jaman sekarang juga ternyata rakyat kecil juga bisa memenangkan perkara dipengadilan, yang jrg terjadi bahkan tdk mmungkin terjadi pd jmn dulu.
Kasus Prita ini memang sdh membuka semua mata kita semua, membuktikan bahwa pelanggan adalah Raja. Kalau Raja itu tidak boleh diperlakukan sewenang-wenang, nanti rakyat marah !!
Salam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Fenomena ini memang menyentak perhatian publik dari berbagai kalangan dan berbagai tingkatan. Ternyata pada jaman sekarang ini hal2 kecil bisa menyeret seseorang masuk ke dlm penjara, yang dulu tidak pernah terbayangkan. Dan jaman sekarang juga ternyata rakyat kecil juga bisa memenangkan perkara dipengadilan, yang jrg terjadi bahkan tdk mmungkin terjadi pd jmn dulu.<br />
Kasus Prita ini memang sdh membuka semua mata kita semua, membuktikan bahwa pelanggan adalah Raja. Kalau Raja itu tidak boleh diperlakukan sewenang-wenang, nanti rakyat marah !!<br />
Salam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Lala</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/search-engine-marketing/sudah-saatnya-perusahaan-paham-online-crisis-management/comment-page-1/#comment-86822</link>
		<dc:creator>Lala</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Jul 2009 08:54:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virtual.co.id/blog/?p=1236#comment-86822</guid>
		<description>Tambahan mas. Topik tadi membuat petinggi OMNI dipanggil DPR berulang kali. Bukti salah satu cepet tanggapnya DPR lho. he he...

Halo Mas, lama tak ketemu. ini adik kelas UGM. Bravo ya untuk virtual-nya yg makin nyata !!!

salam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tambahan mas. Topik tadi membuat petinggi OMNI dipanggil DPR berulang kali. Bukti salah satu cepet tanggapnya DPR lho. he he&#8230;</p>
<p>Halo Mas, lama tak ketemu. ini adik kelas UGM. Bravo ya untuk virtual-nya yg makin nyata !!!</p>
<p>salam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: hangga</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/search-engine-marketing/sudah-saatnya-perusahaan-paham-online-crisis-management/comment-page-1/#comment-86774</link>
		<dc:creator>hangga</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Jul 2009 19:17:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virtual.co.id/blog/?p=1236#comment-86774</guid>
		<description>jadi susah menyuarakan nurani yaa...harus lebih hati2,baru2 ini aja ada berita dihukum 6 bulan gara2 suara pembaca...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>jadi susah menyuarakan nurani yaa&#8230;harus lebih hati2,baru2 ini aja ada berita dihukum 6 bulan gara2 suara pembaca&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: muntoha</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/search-engine-marketing/sudah-saatnya-perusahaan-paham-online-crisis-management/comment-page-1/#comment-86769</link>
		<dc:creator>muntoha</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Jul 2009 13:00:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virtual.co.id/blog/?p=1236#comment-86769</guid>
		<description>sedari awal RS OMNI memang salah mengambil langkah. memasukkan kasus layanan pelanggan dalam domain hukum, menurut saya kesalahan besar. 

Mungkin saja ketukan palu hakim memenangkan OMNI, tapi dalam bahasa pelayanan konsumen nuranilah yang berbicara. dan nurani itu mendapat momentum yang tepat bersama dengan ledakan media jejaring sosial.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sedari awal RS OMNI memang salah mengambil langkah. memasukkan kasus layanan pelanggan dalam domain hukum, menurut saya kesalahan besar. </p>
<p>Mungkin saja ketukan palu hakim memenangkan OMNI, tapi dalam bahasa pelayanan konsumen nuranilah yang berbicara. dan nurani itu mendapat momentum yang tepat bersama dengan ledakan media jejaring sosial.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ndoro kakung</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/search-engine-marketing/sudah-saatnya-perusahaan-paham-online-crisis-management/comment-page-1/#comment-86760</link>
		<dc:creator>ndoro kakung</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Jul 2009 14:02:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virtual.co.id/blog/?p=1236#comment-86760</guid>
		<description>aku sih penasaran aja, seandainya kasus prita tak diangkat melalui new media, dan hanya digelindingkan oleh media mainstream saja, apakah dampak dan hasilnya akan sama?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>aku sih penasaran aja, seandainya kasus prita tak diangkat melalui new media, dan hanya digelindingkan oleh media mainstream saja, apakah dampak dan hasilnya akan sama?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Hendro-Namatop</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/search-engine-marketing/sudah-saatnya-perusahaan-paham-online-crisis-management/comment-page-1/#comment-86757</link>
		<dc:creator>Hendro-Namatop</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Jul 2009 05:24:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virtual.co.id/blog/?p=1236#comment-86757</guid>
		<description>Kata &quot;krisis&quot; dalam kanji Cina konon bisa juga dibaca sebagai &quot;peluang&quot;. Sebenarnya krisis PR Omni kalau ditangani dengan benar dapat menjadi peluang memperkuat citra perusahaan. Sebelum krisis, tidak banyak yang tahu RS Omni Internasional, bukan? Kasus tylenol (lihat http://www.aerobiologicalengineering.com/wxk116/TylenolMurders/crisis.html) adalah contoh klasik bagaimana mengatasi krisis menjadi kemenangan PR.

Untuk itu, RS Omni harus melakukan banyak tindakan &quot;ekstrem&quot; secara tulus untuk merangkul publik dan menghilangkan kesan negatif. Tindakan defensif yang dilakukannya selama ini justru memperburuk krisis yang dihadapi. 

Meminta maaf, memberikan ekstra kompensasi bagi Sdr Prita, melakukan kampanye PR offline dan online (misalnya dengan memborong search traffic melalui adwords untuk semua kata kunci &quot;Omni&quot; selama periode krisis dan mengarahkan ke landing page yang bagus untuk menetralisir negativitas, menggarap social media, dll.), adalah beberapa tindakan yang sebenarnya dapat dilakukan. 

Menghadapi krisis seperti itu mestinya bukan lawyer (baca: suara hukum) yang dikedepankan, tapi suara nurani dan kemanusiaan. Bahasa keluhan yang sifatnya dari hati tidak dapat dibalas dengan pembelaan lawyer yang sifatnya logika. Nggak nyambung. Citra mengenai manajemen yang kelihatan sosoknya, bertanggung jawab, berhati nurani, rendah hati, bertanggung jawab, dsb seharusnya lebih dikedepankan.

Kasus RS Omni layak menjadi bahan &quot;case study&quot; yang dibahas di sekolah-sekolah bisnis kita, agar para eksekutif perusahaan masa depan tidak mengulangi kesalahannya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kata &#8220;krisis&#8221; dalam kanji Cina konon bisa juga dibaca sebagai &#8220;peluang&#8221;. Sebenarnya krisis PR Omni kalau ditangani dengan benar dapat menjadi peluang memperkuat citra perusahaan. Sebelum krisis, tidak banyak yang tahu RS Omni Internasional, bukan? Kasus tylenol (lihat <a href="http://www.aerobiologicalengineering.com/wxk116/TylenolMurders/crisis.html)">http://www.aerobiologicalengineering.com/wxk116/TylenolMurders/crisis.html)</a> adalah contoh klasik bagaimana mengatasi krisis menjadi kemenangan PR.</p>
<p>Untuk itu, RS Omni harus melakukan banyak tindakan &#8220;ekstrem&#8221; secara tulus untuk merangkul publik dan menghilangkan kesan negatif. Tindakan defensif yang dilakukannya selama ini justru memperburuk krisis yang dihadapi. </p>
<p>Meminta maaf, memberikan ekstra kompensasi bagi Sdr Prita, melakukan kampanye PR offline dan online (misalnya dengan memborong search traffic melalui adwords untuk semua kata kunci &#8220;Omni&#8221; selama periode krisis dan mengarahkan ke landing page yang bagus untuk menetralisir negativitas, menggarap social media, dll.), adalah beberapa tindakan yang sebenarnya dapat dilakukan. </p>
<p>Menghadapi krisis seperti itu mestinya bukan lawyer (baca: suara hukum) yang dikedepankan, tapi suara nurani dan kemanusiaan. Bahasa keluhan yang sifatnya dari hati tidak dapat dibalas dengan pembelaan lawyer yang sifatnya logika. Nggak nyambung. Citra mengenai manajemen yang kelihatan sosoknya, bertanggung jawab, berhati nurani, rendah hati, bertanggung jawab, dsb seharusnya lebih dikedepankan.</p>
<p>Kasus RS Omni layak menjadi bahan &#8220;case study&#8221; yang dibahas di sekolah-sekolah bisnis kita, agar para eksekutif perusahaan masa depan tidak mengulangi kesalahannya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Laksita Utama (Praktisi Marketing)</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/search-engine-marketing/sudah-saatnya-perusahaan-paham-online-crisis-management/comment-page-1/#comment-86745</link>
		<dc:creator>Laksita Utama (Praktisi Marketing)</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Jul 2009 00:50:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virtual.co.id/blog/?p=1236#comment-86745</guid>
		<description>Betul Mas Nukman... Mungkin memang telah terjadi pergeseran paradigma tentang bagaimana seharusnya menjalankan sebuah business. Mengingat teknologi dan budaya telah membentuk dimensi baru sebagai social control terhadap aktivitas sebuah usaha. Dan ini tentu saja sangat massive pengaruhnya..

Rs. Omni International disini jelas telah melakukan blunder. Mestinya mereka segera tanggap terhadap keluhan Prita(bahkan kalau perlu memberikan kompensasi yang membuat Prita bahkan memuji mereka di depan umum). Bukannya malahan membuat Prita menjadi pihak yang selain di posisikan sebagai pihak yang dirugikan.. Tetapi juga di Dzalimi dengan sebuah Drama yang sungguh tak seimbang.. Ibarat David Vs Golliath.. 

Dimana-mana .. Pihak yang lemah akan selalu mendapat simpati publik.. Sementara yang kuat hanya akan menjadi bahan cemohooan publik. Yang celakanya dalam hal ini adalah pasar potensial dari Rs. Omni Internasional sendiri..

Secara pribadi Saya sendiri melihat sebuah Drama pembelajaran yang sangat menarik dari kasus ini. Bagaimana upaya building trust yang dilakukan oleh Omni Internasional (sampai harus pake label international segala macem) dengan investasinya yang luar biasa dan overhead yang luar biasa juga tentunya.. Rontok dalam seketika hanya karena kurangnya kesadaran dari manajemen Omni akan kuatnya posisi referral dari publik terhadap business mereka.

Bagi sebuah business... Kasus ini jelas bukan persoalan menang atau kalah semata dalam jalur hukum.. Tetapi bagaimana meraih simpati publik yang seharusnya bisa dimainkan dengan cerdasnya oleh Omni.. Tetapi sayangnya mereka malah menggunakannya untuk meruntuhkan kredibilitas mereka sendiri tanpa mereka sadari..

Terus terang.. Saya sendiri sangat tidak yakin OMNI bisa bertahan dengan kondisi ini karena Publik akan menghukum mereka atas kecerobohan langkah mereka ini dalam waktu yang cukup lama.. Dan ini artinya.. pendapatan OMNI dalam waktu yang relative lama juga sudah bisa dipastikan tidak akan cukup kuat untuk membackup pengeluaran mereka.. 

Mudah-mudahan kasus ini bisa menjadi bahan pelajaran yang berharga bagi semua business... Bahwa pelanggan.. Adalah asset terbesar mereka.. Tanpa pelanggan.. Sudah terbukti tidak akan ada business yang tumbuh besar tanpa kehadiran mereka..


Salam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Betul Mas Nukman&#8230; Mungkin memang telah terjadi pergeseran paradigma tentang bagaimana seharusnya menjalankan sebuah business. Mengingat teknologi dan budaya telah membentuk dimensi baru sebagai social control terhadap aktivitas sebuah usaha. Dan ini tentu saja sangat massive pengaruhnya..</p>
<p>Rs. Omni International disini jelas telah melakukan blunder. Mestinya mereka segera tanggap terhadap keluhan Prita(bahkan kalau perlu memberikan kompensasi yang membuat Prita bahkan memuji mereka di depan umum). Bukannya malahan membuat Prita menjadi pihak yang selain di posisikan sebagai pihak yang dirugikan.. Tetapi juga di Dzalimi dengan sebuah Drama yang sungguh tak seimbang.. Ibarat David Vs Golliath.. </p>
<p>Dimana-mana .. Pihak yang lemah akan selalu mendapat simpati publik.. Sementara yang kuat hanya akan menjadi bahan cemohooan publik. Yang celakanya dalam hal ini adalah pasar potensial dari Rs. Omni Internasional sendiri..</p>
<p>Secara pribadi Saya sendiri melihat sebuah Drama pembelajaran yang sangat menarik dari kasus ini. Bagaimana upaya building trust yang dilakukan oleh Omni Internasional (sampai harus pake label international segala macem) dengan investasinya yang luar biasa dan overhead yang luar biasa juga tentunya.. Rontok dalam seketika hanya karena kurangnya kesadaran dari manajemen Omni akan kuatnya posisi referral dari publik terhadap business mereka.</p>
<p>Bagi sebuah business&#8230; Kasus ini jelas bukan persoalan menang atau kalah semata dalam jalur hukum.. Tetapi bagaimana meraih simpati publik yang seharusnya bisa dimainkan dengan cerdasnya oleh Omni.. Tetapi sayangnya mereka malah menggunakannya untuk meruntuhkan kredibilitas mereka sendiri tanpa mereka sadari..</p>
<p>Terus terang.. Saya sendiri sangat tidak yakin OMNI bisa bertahan dengan kondisi ini karena Publik akan menghukum mereka atas kecerobohan langkah mereka ini dalam waktu yang cukup lama.. Dan ini artinya.. pendapatan OMNI dalam waktu yang relative lama juga sudah bisa dipastikan tidak akan cukup kuat untuk membackup pengeluaran mereka.. </p>
<p>Mudah-mudahan kasus ini bisa menjadi bahan pelajaran yang berharga bagi semua business&#8230; Bahwa pelanggan.. Adalah asset terbesar mereka.. Tanpa pelanggan.. Sudah terbukti tidak akan ada business yang tumbuh besar tanpa kehadiran mereka..</p>
<p>Salam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: arham</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/search-engine-marketing/sudah-saatnya-perusahaan-paham-online-crisis-management/comment-page-1/#comment-86739</link>
		<dc:creator>arham</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Jul 2009 15:15:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virtual.co.id/blog/?p=1236#comment-86739</guid>
		<description>yup ini &lt;b&gt;Tanpa pemahaman mengenai perilaku pengguna Internet di social media, para pemilik merek akan menghadapi risiko crisis management&lt;/b&gt; kata kuncinya :)

ada beberapa hal yang bisa ditunjukan hal diatas.
1. secara perlahan kekuatan social media semakin menunjukan kekuatannya, walaupun belum secara signifikan terlihat.

2. Moment yang tepat untuk bersuara dan berkeluh kesan sebagai konsumen, adalah masa masa pemilu.

3.kebutuhan online strategy semakin dibutuhkan dalam memahami &lt;a href=&quot;http://road-entrepreneur.com/online-strategy-segmentasi-pemasaran/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;segmentasi pasar&lt;/a&gt;.

4. pentingnya memahami &lt;a href=&quot;http://road-entrepreneur.com/the-leap-and-fast-in-fast-out/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;pentingnya SEO serta brand marketing di ranah online&lt;/a&gt;. yang bisa berguna untuk meng-counter berita yang tidak berimbang.

ps: pak Nukman, kok beritanya seperti recap aja sih ? biasanya ada berita berita fresh</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>yup ini <b>Tanpa pemahaman mengenai perilaku pengguna Internet di social media, para pemilik merek akan menghadapi risiko crisis management</b> kata kuncinya <img src='http://www.virtual.co.id/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>ada beberapa hal yang bisa ditunjukan hal diatas.<br />
1. secara perlahan kekuatan social media semakin menunjukan kekuatannya, walaupun belum secara signifikan terlihat.</p>
<p>2. Moment yang tepat untuk bersuara dan berkeluh kesan sebagai konsumen, adalah masa masa pemilu.</p>
<p>3.kebutuhan online strategy semakin dibutuhkan dalam memahami <a href="http://road-entrepreneur.com/online-strategy-segmentasi-pemasaran/">segmentasi pasar</a>.</p>
<p>4. pentingnya memahami <a href="http://road-entrepreneur.com/the-leap-and-fast-in-fast-out/">pentingnya SEO serta brand marketing di ranah online</a>. yang bisa berguna untuk meng-counter berita yang tidak berimbang.</p>
<p>ps: pak Nukman, kok beritanya seperti recap aja sih ? biasanya ada berita berita fresh</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

