Di era sekarang ini, tak memiliki website rasanya aneh, terutama jika target pasar kita adalah mereka yang berselancar di dunia maya setiap hari dan sedikitnya menghabiskan waktu dua jam per hari tersambung ke Internet. Tidak berlebihan jika jumlah situs web di Indonesia pun bertambah amat kencang. Kebanyakan perusahaan besar sudah memiliki situs korporat. Bahkan perusahaan menengah dan kecil pun kini sudah membangun eksistensi di dunia maya. Sayang, kebanyakan baru SETENGAH eksis.
Memang, beberapa marketer sudah melihat situs web korporat secara strategis, sehingga memperhitungkan semua faktor yang diperlukan untuk mengotimalkan situs web demi mencapai tujuan jangka pendek dan panjang perusahaan. Namun, tak sedikit marketer yang masih menekankan pada eksistensi. Yang penting punya web, informasi perusahaan dapat diakses di web. Perusahaan dapat dikontak melalui web.
Masih banyak yang beranggapan bahwa jika kita memiliki situs web, pengguna Internet akan menemukan kita dengan sendirinya jika kita melakukan berbagai upaya pemasaran, baik itu melalui iklan banner, email marketing, maupun social media. Ini terlihat dari budget online hampir 100% dianggarkan untuk pengembangan web, pemasangan iklan dan social media.
Langkah itu tentu saja tidak salah, terutama untuk jangka pendek. Namun untuk jangka panjang, jenis pemasaran tersebut tidak tepat.
Mengapa? Sederhana: karena pengguna Internet memiliki perilaku “purba” yang masih bertahan hingga kini, yaitu selalu MENCARI melalui search engine, baik Google, Yahoo!, Bing maupun lainnya. Hasil riset Nielsen/NetRating 2008 menunjukkan, 73% konsumen menggunakan search engine secara berkala untuk mencari produk dan jasa yang mereka butuhkan di sekitar mereka.
Bagaimana kecenderungan klik para pengguna search engine tersebut? Kebanyakan terfokus pada halaman 1-3 hasil pencarian. Hasil riset yang dipublikasikan JupiterResearch April 2008 menunjukkan: 68% dari mereka yang mencari sesuatu lewat search engine mengklik halaman pertama hasil search. Riset yang sama mengungkapkan, 92% pengguna search engine mengklik halaman pertama sampai ketiga hasil search. Hasil riset ini menunjukkan betapa pentingnya tampil di halaman pertama hingga ketiga hasil pencarian di search engine.
Di Internet, eksistensi perusahaan atau merek berupa situs web atau jejaring sosial saja tidak cukup. Eksis tapi sulit ditemukan di search engine jelas mengurangi eksistensi perusahaan atau merek di dunia maya.
It’s not about JUST BEING Online, Its about being FOUND Online.
Maka, untuk jangka panjang, lengkapilah strategi eksistensi web kita dengan satu hal lagi: kemudahan untuk dicari. Caranya? Masukkan budget Search Engine Marketing (SEM) dalam rencana tahun depan perusahaan.
Om, informasi inilah yang selama ini saya tunggu. Tidak hanya SEO tapi juga SEM. Maklumlah, sebagai newbie saya meman harus belajar banyak. Terimakasih telah menghadirkan tulisan ini.
Saya dah siap pak mewadahi… baik company maupun yang person;)
Apa bedanya SEO dan SEM? Bukan kah sama?
Ya setuju apabila dengan pendekatan model komunikasi AISAS (by Dentsu Online) yang harus dilakukan para marketer terhadap Webnya daripada tetap memakai AIDA,
A : Awareness
I : Interest
S : Search
A : Action
S : Share
Tidak hanya fokus pada fase Search, tapi juga Share dimana komen seorang pelanggan mengenai baik dan buruknya pengalaman memakai produk akan diceritakan/dibagi pengalamanya di Blog/Milis yang terindeks oleh search engine. Sehingga pentingnya seorang Marketer menggunakan Google Alerts untuk mengetahui perkembangan issue yang muncul di dunia Internet mengenai perkembangan tersebut setiap hari.
Saya baru dengar SEM, mohon dijelaskan seperti apakah SEM itu
Maka semestinya pekerjaan web developer itu tak sebatas membangun website dan koneksinya dengan situs sosial. It’s about BEING n FOUND online ya pak. Menurut sedikit pengalaman yang ada, anggaran FOUND ini lebih besar dari BEING. Emang korporat mau keluar duit lagi?!
It’s not about just being online,it’s about being found online!!! Pernyataan yang bagus! Karena banyak orang yang tdk menyadari bahwa existensi saja blm cukup…
Boleh tanya Apa beda SEO dgn SEM!
website-website korporat kebanyakan tidak mengindahkan masalah SEO dan semantik web. mereka lebih suka dengan tampilan penuh dengan flash dan gambar tanpa mempedulikan SEO.
tentu, selain SEO, komunikasi yg terbangun harus lebih oke, bisa via chat/komentar, dsb.
SEO itu bagian dari SEM, namun SEO memiliki kuantitatif yg lebih beesar karna lebih memakan proses dan lebih lama bertahan dibanding lainnya dalam bagian.
Biasanya sih, alamat onlinenya disertakan dlm publikasi offline. Online bukan untuk pemasaran atau apa, sekedar ngasih tahu kalo perusahaan juga punya site. Sekedar impresi bagi offliners, tidak lebih.
hmm search engine juga seharusnya berkembang menemukan sistem filter yg terbaik untuk menampilkan hasil pencarian.
tp nyatanya dr sejak adaya SE terutama google sampai sekarang… hanya top 10 saja dihalaman awal dari jutaan halman website berdasar keywords. Semoga terjadi pengklasifikasian, penyaringan, dan sistem pencarian yg lebih baik dimasa depan.
Itulah mengapa; untuk high quality keyword seperti :
1.”Manajemen”
2.”Strategi Bisnis”
3.”Buku Manajemen”
4.”Standard Gaji”
blog saya menduduki urutan pertama di Google.
Kita tidak menemukan web Gramedia, atau Prasetya MUlya di Google untuk kata-kata kunci diatas. Dan ini sungguh tragedi.
@Yodhia tentu saja gramed dan PM, kalah sama BS+M, pada kata kunci yang anda refer diatas, secara script meraka tidak mengarah ke kata kunci tersebut,
lebih parah lagi. gramediaonline, meta titlenya statis, mana bisa ditemukan dengan KK yang sangat varaitip.
Setuju banget dengan tulisan pak nukman, sama dengan kuliah yang saya terima 1 semester yang lalu tentang e-marketing. SEM sangat diperlukan untuk website brand/corporate & campaign online. SEM merupakan modifikasi SEO dengan tujuan marketing.SEM tidak hanya untuk menaikan peringkat kita di search enggine, tapi juga mencapai Goal dari website yang kita buat, apakah itu data, community bahkan sales. CMIIW.
Mas Nukman,
Sepertinya SEO lebih teknis ya? Artinya SEO dulu baru SEM, itu bayangan saya. SEM bersifat strategis ya. Lalu komponen apa saja yang diperhitungkan dalam membuat budget untuk alokasi Search Engine Marketing (SEM) ya? Bagaimana dengan UKM dalam menerapkah hal ini. Share ya Mas.
Sepertinya perlu ada bahasan khusus mengenai perbedaan CEO dan SEM beserta tujuannya..Please sharenya ya Mas Nukman..
setuju om… SEO dan SEM adalah kunci untuk sukses promosi web secara online
Pak, seberapa penting perpaduan online dengan pemasaran off line?
Khusus halaman web kita, apa pendapat pak Nukman dengan memberikan one page saja untuk 80% informasi perusahaan kepada viewer setelah mereka menemukan kita?
Terima kasih
Disitulah web strategy mulai dijalankan setelah website selesai di-develop. Kalau kita hanya menjalankan SEO/SEM saja, tetap akan kurang maksimal. Perkembangan teknologi web yang demikian besar telah memicu munculnya tool-tool baru yang dapat mendukung strategy ini. SEO/SEM hanya merupakan salah satu bagian di dalamnya.
Informasi yang sangat menarik Pak,
Berhubung saya juga baru dalam Internet Marketing dan sedang membuat sebuah online tools untuk personal finance sepertinya blog pak Nukman sangat menarik untuk diikuti
.
Pertanyaan yang dapat saya lontarkan adalah, untuk budget SEM itu sendiri menurut pak nukman komponen cost nya apa saja ya pak? apa saja yang dapat mempengaruhi budget tersebut?
Quote: Mengapa? Sederhana: karena pengguna Internet memiliki perilaku “purba†yang masih bertahan hingga kini, yaitu selalu MENCARI melalui search engine, baik Google, Yahoo!, Bing maupun lainnya
Memang ada cara lainnya yang tidak lebih purba??
wah siap nampung ilmu dari pak nukman
Memang harus telaten pak. Kalau ada uang lebih lebih baik pakai jasa internet marketer pak ya. Thanks…
Siap berguru ke Virtual.co.id ni ———-
bahagiaaaa rasanya jika “toko virtual” kita selalu nongol di halaman 1 – 3 hasil pencarian. Pekerjaan yg menguras ‘keringat’ adalah.. membidik keyword apa saja yg ada di pikiran calon customer ketika mencari informasi ttg produk kita. Hehehehe..
Trima kasih bnyk sharing ilmunya Pak Nukman. Sukses selalu Pak
saya baru saja main2 kesini, nemu urlnya dari google, ternyata gak salah saya klik url nya, karena isi dan materi di membantu sungguh membantu
thanks
sukses selalu
Artikel ini sangat menarik, tapi dimana saya bisa lebih mendalami SEM yang dimaksudkan oleh pak Nukman?
Nice Share Pak Nukman.
Komentar disini juga merupakan langkah kecil “being FOUND ONLINE” hehe
Menggeluti SEO itu bukan ilmu Exact yang pasti, Setiap search engine punya TOS yang berubah-ubah. SEM lebih penting menurut saya dibanding sekedar SEO, CMIIW SEM lebih “Apple to Apple” dibanding SEO yang ibaratnya “Untung-Untungan” web kita di Klik oleh calon Customer
Jangan lupa juga Social Media, sebagai sasaran empuk SEO dan SEM kita
wooww tulisan yang kereen…!!! walau terlambat tapi nggak apa-apa kan saya kasih komen… ini bisa lebih dari sekedar pembelajaran bagi newbie yang lain agar tidak kecemplung. siip buanget!
betul betul betul…
alhamdulillah udah bikin website… mudah2an bisa nampang di pejwan google ya… hheehe..
saran dan kritik nnya pak Nukman
Wah….Setuju Banget…
Organic / Mesin Pencari..Marketing Paling depan untuk mendapatkan Target Pasar..Terima Kasih Pak Nukman..
Selamat Pagi!
Saya setuju dengan artikel Pak Nukman, karena kami merasakan sendiri kita online tiap hari, tapi untuk menghasilkan/menemukan produk kita di halaman 1,2, atau 3 di google membutuhkan startegi yang ekstra tentunya harus di dukung dengan budget SEM (search Engine Marketing). Kendala saya adalah bagaimana menentukan ukuran kesuksesan atau efisiensi sebuah SEM terhadap Budget SEM itu sendiri. Apakah hanya mudah ditemukan di halaman 1,2,3 di search engine saja ?
Tentunya kita tidak mengharapkan hanya mudah ditemui di search engine tapi terjdai action yaitu PENJUALAN.
Mohon pencerahannya Pak Nukman. Terima kasih