Meskipun saya tidak mengerti programming dan hal-hal yang berbau teknis, saya mencoba bermain-main dengan Google Webmaster. Sekitar dua bulan lalu, saya memantau beberapa situs dengan tools tersebut. Salah satu fasilitas menarik di Google Webmaster adalah kemampuannya menyajikan top search queries berdasarkan waktu (tujuh hari terakhir, 2 pekan terakhir, sebulan, dua bulan hingga setahun terakhir).
Ada dua jenis top search queries yang ditampilkan. Pertama, top search queries: kata kunci yang paling banyak diketik di Google, yang menampilkan situs web kita di dalam halaman pencarian (SERP – search engine result page). Kedua, top clicked queries: klik terbanyak berdasarkan kata kunci.
Pertama kali saya melihat hasilnya dua bulan lalu, saya terhenyak. Mengapa? Ternyata dari 20 top search queries, hampir separonya berbau parno, termasuk kata-kata yang mengandung pengertian “tanpa selembar pun pakaian”. Saya tidak akan menuliskan kata itu, karena akan semakin banyak orang yang mencari dengan kata itu bakal tersesat ke tempat saya. Padahal, isi blog ini sama sekali tak ada kaitannya dengan kata kunci yang mereka cari.
Namun, dalam dua bulan berjalan, ternyata tidak ada perubahan signifikan. Kata-kata itu masih saja masuk dalam 20 besar. Untunglah, jika dilihat dari yang diklik, dari 20 terbanyak, hanya tiga yang mengandung pengertian “tanpa selembar pun pakaian”. Blog ini memang pernah menulis hal-hal berkaitan dengan kata tersebut, dalam kajian pemasaran. Pertama, ketika memperingatkan agar para publisher hati-hati dengan adsense karena ada situs web yang adsense-nya menampilkan iklan gadis tanpa busana. Kedua, ketika seorang penggemar Burger King membuat video lucu mengenai “kepolosan”.
Data dua tulisan itulah yang terekam oleh mbah Google sehingga kata tersebut masuk ke top search queries. Coba perhatikan data di bawah ini, top search queries dalam tujuh hari terakhir:
Meski demikian, saya bersyukur, sebagian besar mengklik dan masuk ke situs ini adalah kata kunci yang memang relevan (lihat data di bawah). Mereka memang orang yang membutuhkan ilmu-ilmu internet marketing, public relations, serta lain-lain yang berkaitan dengan berbisnis lewat Internet.
Nah, bagaimana dengan situs Anda?
Menarik sekali Pak.
Saya juga mengamati, bahwa perilaku pengguna internet di Indonesia masih banyak yang berbau parno.
Apalagi baru-baru kenal internet. Yang ada dalam otak dan asosiasi mereka saya ingin mencari gambar b***l di internet.
Kadang ada yang sengaja menggunakan keyword atau keyfrase yang berkaitan dengan kata-kata p*rno itu. Dan efeknya, pengujung nyasar ke website mereka.
Saya juga pernah tes cara itu di blog yg lain, dan ternyata “ampuh” menarik pengujung nyasar.
wah.. parah juga ya.. “tanpa selembar pun pakaian†jadi top query…
Kami pernah juga bereksperiman sederhana pada jaringan yang agak besar seperti pada warnet atau kantor dengan menggunakan web filter untuk kata kuci mirip-mirip “tanpa selembar pun pakaianâ€ÂÂÂ, ternyata ketika filter diaktifkan pemakain koneksi internet turun drastis mencapai 20-40%
btw, itu query nya bukan berasal dari kantor bapak kan pak ??
Nah loh…
Ada pelajaran tersembunyi lho dari posting Pak Nukman kali ini. Hayo…ada yang sudah ‘ngeh’?
fyi. ilmu tersirat beliau ini dijual $197 di kalangan ‘internet marketer’ he he he…
Thanks Pak Nukman.
hehehe memang benar kenyataannya begitu Pak Nuk.. saya juga pernah mengalaminya sendiri, bsia bisanya mendapatkan visitor dengan kata kunci seperti itu, gak tahunya ada link (dari situs free exchange) yg isinya seperti itu.
Yah seperti komentar abawr-abawr di post http://www.virtual.co.id/blog/?p=317 memang benar masih banyak yg Buka Internet untuk “meluruskan otak” mereka hehehehe
Ini fenomena hanya di Indonesia saja apa juga terjadi secara global ?
Kata-kata berkonotasi parno memang ampuh untuk menarik trafik. Maka, para “internet marketer aliran tertentu” sering menganjurkan menulis postingan yang isinya mengandung banyak kata-kata tersebut. Bahkan, yang “aliran sesat” memaksakan metatag yang berisi kata kunci tersebut meski situsnya sama sekali bukan situs parno.
Namun, ini trafik tidak berkualitas. Mereka yang datang dengan kata kunci semacam itu sebagian besar (saya tidak mengatakan semuanya) memang bertujuan memuaskan lapar mata. Maka, jika mereka masuk ke situs kita, dan situs kita tidak memberi suguhan yang mereka butuhkan, mereka akan lari. Jadi, dalam trafik, mereka adalah pejalan kaki yang tersesat ke situs kita dan kemungkinan besar langsung pergi tanpa mau kembali lagi.
#3.
Maka, mengomentari komentar mas Indra, kalau ilmu semacam itu dijual, dengan harga berapapun, sungguh kasihan pembelinya. Karena jika dipraktikkan, mereka tidak akan mendapatkan pengunjung berkualitas. Pengunjung berkualitas adalah pengunjung yang mau berinteraksi dengan situs mereka, yang kemudian menjadi pengunjung loyal atau bahkan pembeli online. Para “internet marketer” yang menjual ilmu ini adalah hanya ingin mengeruk uang dari pemilik situs yang masih awam.
Saya sendiri tidak tertarik dengan trafik yang datang dengan keyword sejenis itu. Itu sebabnya, ketika menulis postingan di atas, saya menghindari penulisan kata-kata itu. Cukup saya ganti dengan “kata kunci yang memiliki konotasi tanpa selembar pun pakaian”.
#5.
Mas Deriz, saya tidak punya datanya. Namun, saya rasa kecenderungan ini bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia.
wah dunia perlendiran sepertinya masih banyak peminatnya yah pak……
oh ya mo minta saran dong pak, untuk search Engines. karna blog saya berbahasa inggris, dan saya lebih banyak blogwalking di blog Indonesia maka(mungkin) hasilnya search term engines saya sering kosong. minta saran dong pak Nukman ? thanks a lot pak..
oh ya mw tanya org yg waktu Pb07 krmn ngomong sama bapak waktu session yg pernah kul di jerman itu blognya apa yah?
1 lagi deh..
Blog saya http://road-entrepreneur.com menurut bapak bisa ngak dipasangin jasa peng-iklan-an (bukan adsense lho pak)seperti di cosaaranda ato problogger.net misalnya. ?
#6
Setuju Pak Nukman. Hanya saja pak Nukman lupa menghapus kata kunci yang “memiliki konotasi tanpa selembar pun pakaian” pada screen shot yang pak Nukman sajikan…
Meskipun saya tidak sependapat, bagi sebagian webmaster (ataupun mungkin marketer) “traffic is traffic” betapapun tak bermutunya trafik tersebut. Setidaknya mendongkrak ‘ranking’ Alexa dan ‘berpotensi’ mengeruk uang tambahan selain dari menjual ‘ilmu’nya.
Nah, saya (mungkin yang lain) perlu berterima kasih karena nggak perlu merogoh kocek untuk ‘ilmu’ yang mungkin saja ‘tidak bermutu’ itu.
CMIIW
Orang Indonesia memang suka dengan hal-hal yang berbau seks yah. he-he. Thanks infonya Pak
#8.
Screen shot berupa image, tidak akan terbaca oleh mesin Google, sehingga pasti tidak akan mempengaruhi hasil pencarian.
Silahkan saja kalau mau memakai taktik itu untuk mendongkrak ranking di Alexa atau untuk mendapatkan “potensi” uang tambahan. Tak sedikit adsenser dan “tukang parkir domain” yang melakukan trik ini. Ini artinya ada kaitan antara kata kunci dan isi.
Hanya saja, kalau Anda serius untuk menjual produk Anda sendiri, saya rasa taktik tersebut tidak ampuh, bahkan cenderung negatif hasilnya.
Query hari ini, postingan ini posisi nomor 2 dengan query “tanpa selembar pun pakaianâ€ÂÂÂ.
Makin jadi deh
.
Hikmahnya mungkin yang tadinya terkena virus mesum berubah jadi virus bisnis
kasian deh pada kesasar
website saya Jogjapromo.comjuga sama, banyak yang kesasar dengan kata-kata itu. Mungkin karena di iklan gratisnya banyak orang pasang kata-kata itu.
Untung apa rugi ya?
Ini menandakan orang Indonesia masih belum bisa memanfaatkan internet dr sisi positif. Mereka hanya mengasumsikan internet sebagai media untuk mendapatkan hiburan secara gratis, termasuk yang “parno2″ ini. Padahal internet sebaiknya digunakan untuk hal2 yang lebih berguna dan membangun intelektual penggunanya.
Dari postingan bapak ini, saya berpendapat, pasar untuk per “parno2″ an ini sangat besar…bagus juga, bagi yang memang ingin mencari peluang di sana.
Kalau majalah khusus pria dengan simbol kelinci aja sukses, apalagi yang di internet, tentunya misalnya untuk meminimalkan efek negatif utk non target audience (baca: abg), pake sistem membership gitu…
Tentang kemampuan “mbah” google, mang sekarang lgi diuber2 bak mbah marijan.
. Pengen yg banyak gandeng, biar tampah gmana gitu…Menurut saya, klo memang website kita bisa list di 5 besar. Lebih baik, daftar di https://adwords.google.com/select/main?cmd=Login&sourceid=AWO&subid=US-ET-ADS&hl=en_US. Isikan keyword yg tepat, dan klo sudah aktif account kita. Coba cek aja di googlenya…
#11
Posisi ke 2 dari:
Results 1 – 10 of about 46,600 for “tanpa selembar pun pakaian”
Waaahh.. Luar Biasa Pak.
SERP google untuk blog virtual consulting memang luar biasa, padahal baru dipost tgl 8 des 2007, dan lebih luar biasa lagi, karena sang pengasuh blog mampu menyajikan konten-konten yg luar biasa, menggelitik dan menarik.
betul bangeet… survey yang kreatif… salam kenal
Hallo pak Nukman, saya baru liat portalhr bisa menampilkan google adsense padahal kan bahasa indonesia belum di support sama halnya dengan swa.co.id . Gimana caranya yah pak?
seperti situs kami pak, awalnya kami mengisinya dengan artikel islami. lewat google web mater tool ke xxx, sex, telanjang dan yang berbau mesum malah lebih banyak masuk ke pututik.com dan sekarang sudah tidak lagi. btw, pr situs ini 9 hebat pak. salam kenal
@MArdi, google adsense dah support bhs indonesia koq…