Puasa itu artinya kita berhak melakukan sesuatu tapi tak melakukannya. Berhak mendapatkan, mengenyam, menikmati, tapi sengaja dan sadar menolaknya, pada batas waktu dan konteks tertentu. Berhak atas makanan, minuman, peluang, jabatan, akses, popularitas, modal, atau apapun saja, namun dengan pertimbangan dan perhitungan tertentu, semua itu tidak diambil.
Satu alenea dari kolom Emha Ainun Najib berjudul “Setan Diborgol, Mestinya Kita Juga”, yang dimuat di majalah TEMPO, 30 September 2007 itu saya kutip karena tiga hal di bawah ini:
Pertama: Tak Menghargai Hak Cipta Tulisan
Saya melihat ada saja peblog yang masih melakukan upaya copy paste tulisan orang lain secara semena-mena. Beberapa tulisan blog saya diambil begitu saja oleh orang-orang yang mengaku sebagai emarketer, online businessman dan sejenisnya, tanpa menyebutkan sumbernya, bahkan tanpa tautan balik ke blog saya. Akibatnya, tulisan saya, yang 100 persen diambil tanpa diedit dan dimuat di blog mereka tersebut, seolah-olah menjadi tulisan peblog tersebut.
Ternyata, saya bukan satu-satunya korban. Saya juga menemukan beberapa peblog lain yang marah-marah karena hampir 100% isi blognya dimuat di blog lain secara semena-mena.
Bahkan, beberapa content salah satu portal kami, PortalHR.com, dikutip di media online lain, tanpa tautan balik. Padahal, sebagai portal online, salah satu ukuran kinerja PortalHR.com adalah trafik. Mereka tidak sadar, dengan “mencuri” content sebuah portal, mereka juga mencuri trafik dan mengurangi daya hidup sebuah portal. Apapun alasannya.
Maka, di bulan yang penuh rahmat ini, saya himbau kepada para peblog, hargailah hak cipta, termasuk tulisan di blog maupun di portal. Anda berhak untuk menyebarluaskan semua postingan di blog saya ini, karena memang saya perkenankan, dengan syarat: sebutkan sumbernya dan beri tautan balik. Kalau pun tidak memberikan tautan balik dan sumbernya, saya anggap saja Anda lupa. Namun, meski berhak, akan lebih hebat jika Anda membuat content sendiri yang original.
Kedua: Lonceng Kematian Ad Sense
Kini Adsense ada di mana-mana. Setiap kali ketemu blog baru, yang paling sering saya lihat adalah adsense. Banyak yang ingin kaya mendadak berkat Adsense atau sejenisnya (textlink dan affiliate lainnya).
Tidak ada salahnya keinginan kaya tersebut. Juga tidak ada salahnya membuat blog atau situs apapun, kemudian dipasangi adsense serta sumber-sumber keuangan lain. Namun, hindarilah cara bodoh mengklik adsense sendiri, atau menyuruh teman-teman untuk mengklik adsense Anda agar Anda mendapatkan uang.
Tindakan bodoh tersebut bukan hanya merugikan pemasang iklan di adsense (mereka butuh diklik oleh target pasar yang memang membutuhkan jasa mereka, bukan diklik oleh orang-orang iseng). Tetapi juga merugikan komunitas adsense secara keseluruhan. Sudah cukup banyak adsenser Indonesia yang ditolak oleh Google. Jangan sampai memicu Google untuk melakukan tindakan yang lebih fatal: memblok semua adsenser Indonesia.
Maka, di bulan yang penuh rahmat ini, saya sarankan, tahanlah diri dari perbuatan yang merugikan tersebut. Belajarlah membangun situs atau blog yang bagus, yang memang disukai oleh pengunjung. Serta belajarlah ilmu adsense dengan benar, terutama dari sisi marketing communications-nya, sehingga adsense Anda diklik secara otomatis oleh orang yang membutuhkan.
Ketiga: Kerasnya Dunia Usaha (Online)
Mereka yang baru pindah kuadran menjadi pengusaha online, mungkin sekarang sedang mengadapi persoalan berat di cashflow: income masih kurang, belum bisa menutupi biaya operasional. Bahkan sang pemilik mungkin belum bisa menggaji diri sendiri. Sudah begitu, mereka harus memikirkan THR anak buah.
Bagi mereka yang sedang menghadapi tantangan tersebut , di bulan penuh rahmat ini, saya hanya bisa menyarankan untuk bersabar. Sabarlah. Tantangan seperti itu pasti akan dihadapi oleh pengusaha. Dulu, ketika pertama kali membangun Virtual Consulting, bahkan setahun lebih saya tidak bisa menggaji diri sendiri.
Bersabarlah. Ketabahan, ketekunan, mental baja, serta fokus usaha, memang harus menjadi karakter penting pengusaha. Jika sempat terlintas kata menyerah dan ingin balik lagi jadi karyawan, istigfarlah. Buang godaan itu jauh-jauh.
1) Ya, pak tulisan saya di PortalHR ternyata diambil dan dipasang di situs lain (tanpa bilang-bilang). Untung masih disebut sumbernya (meski tak mencatumkan link).
Untuk situs-situs berbahasa Inggris, mungkin fenomena copy-paste dan tidak menyebut sumber serta link, lebih parah.
2) Tentang survival….yeah….never give up. More people fail not because they lack knowledge or talent but because they QUIT. The total secret of success lies in two words, persistence and resistance. PERSIST in what must be done and RESIST what ought not to be done.
Mari kita sabar dan ikhlas di bulan penuh berkah ini…
Orang sabar disayang Tuhan, orang cakep disayang saya
Maksudnya orang sabar pasti akan selalu kelihatan cakep, jadi mari saling mengerti dan saling bersabar dengan apa yang kita hadapi
Hallo Pak, saya setuju nih sama point point diatas.
1.)Masalah Hak Cipta, di Indonesia kayanya masih susah ya enforcementnya. Banyak blogger yang belum sadar betul significant dari hak cipta sendiri. Maunya jalan pintas nya aja, padahal orang lain yang dirugikan. Jangankan Blogger, situs2 besar yang notabene punya redaksi sendiri dan punya tim “jurnalist” aja masih se’enaknya copy-paste tulisan orang lain. Waktu itu saya pernah liat situs http://www.perempuan.com mencomot 20 tulisan blogger2 di Indonesia tanpa ijin…., padahal tulisan2nya dicomot dari blog2 pribadi blogger2 Indonesia. Coba baca di blog matahari dan bintang. Ironis memang. Saya sendiri juga sempet mengalami serupa..
2.) Mudah2an nggak tambah parah situasinya. Jangan sampe trend Carding di Indonesia yang beberapa tahun lalu heboh berulang kembali dengan modus baru (Ad Sense) yang akibatnya semua blog dan IP Indonesia di Ban. Lebih parahnya lagi, mungkin saja Indonesia di ban secara international, bukan hanya sama ad sense. Membangun nama baik butuh kepercayaan dan waktu yang lama, tapi cukup sekejap untuk menghancurkan.
3.) Wiiih kok bisa setahun lebih nggak bisa menggaji diri sendiri, di share dong Pak survival tipsnya…hehehe. Tapi cukup menjadi inspirasi buat yang lainnya biar nggak cepet patah semangat. Untungnya saya nggak ada operational apa apa, selain membayar hosting….
Itulah kalau di otak kita cuma terisi oleh enam huruf; UANG.
Blog itu bukan semata-mata untuk uang tapi untuk kesenangan, kebahagiaan dan cinta.
Kalau boleh usul, postingan Mas NUkman dengan judul “ngeBLOGlah dengan cinta” dijadikan main page blog ini.
Terima kasih.
kebetulan saya mengikuti milis adsense-id. bukannya saya termasuk mereka yang cari duit via adsense, karena saya emang gak jago. selain pernah dulu nyoba masangin adsense di website saya, setelah dipikir pikir, ini toko kok mpromosi’in toko saingannya. akhirnya saya hapuskan adsense yang ada.
1. saya emang gak punya blog pribadi ^^ tapi pencurian konten memang sering terjadi. misal : deskripsi/sinopsis buku yang ditulis ulang oleh website kami sering di’curi’ bahkan ada diantaranya saingan kami. eeehh… emang dia pikir nyalin sinopsis buku ke bentuk data itu gampang -.-
2. perkembangan di milis adsense tadi pun ‘cukup’ memprihatinkan. benar benar seperti kata pak Nukman. banyak yang ingin cepat kaya, tanpa mempedulikan etika. mulai dari diskusi dari saling tukar klik, sampai gimana caranya biar click fraud gak diketahui. ada memang orang orang yang sadar dan menyuarakan supaya hal itu gak dilakukan, tapi saya memang nggak mengikuti diskusi sampai selesai, nggak tau deh gimana akhirnya =P memang isi diskusi nggak hanya berkutat di cara cara curang. ada juga diskusi yang positif.
tapi ngeliat yang diatas, apa ini karena kebanyakan orang indo jual e-book yang isinya seputar,”menjadi kaya di internet itu MUDAH” dsb hehehehehe…
3. kalo tentang ini saya gak percaya ah. lha pak Nukman sebelum bikin Virtual kan udah punya ‘nama’ jangan jangan gak bisa nggaji diri sendiri, tapi bisa nggaji istri dan anak anak hehehe….
#Tak Menghargai Hak Cipta Tulisan:
Semoga saya tidak termasuk orang2 yg melanggar hak cipta, apalagi sebagai blogger baru godaan utk copy paste sangat menggiurkan (karena kemampuan menulis saya masih amburadul, jadi kadang ada godaan utk plagiat, *red) Semoga mereka-mereka yg masih suka meniru tanpa ijin akan segera insyaf.
#Lonceng Kematian Ad Sense
menurut saya judulnya sangat menakutkan, mungkin maksud mas Nukman untuk menyentil keras para adsenser jahat. Maka saya juga menghimbau adsenser2 jahat untuk segera insyaf, apalagi di bulan Ramadan ini,mulailah dari sekarang dan untuk selanjutnya mencari duit adsense di jalan yg baik dan benar. Insya Alloh berkah.
#Kerasnya Dunia Usaha (Online)
bagi pengusaha yg udah pindah kuadran ataupun blom pindah, masalah cashflow terkadang jadi momok yg mengerikan, kita harus tawakal dan berupaya untuk meningkatkan cashflow dan jangan menyerah! Ayo semangat!!
Dunia internet Indonesia memang masih dalam tahap menuju kedewasaan, tentu masih banyak hal-hal yang perlu dibenahi dalam masalah etika maupun business modelnya. Lambat laun akan terjadi seleksi alam dan proses pembenahan melalui gerakan positif dari komunitas internet sendiri. Namun memang kampanye positif tentang etika berinternet perlu dimulai dari sekarang.
point ketiga itu kayaknya curhat diri sendiri ya? kekekek …
Benar, sebaiknya menulislah dengan gaya bahasa sendiri, jika kita belum bisa menulis dengan baik dan benar berlatihlah terus, pembaca tidak akan peduli gaya bahasa anda kacau balau selama isi dan maksudnya positive, mencopy paste tanpa ijin termasuk piracy intelektual, lagipula jika ketahuan akan jadi boomerang yang bisa menghancurkan trusty.
Mengenai AdSense, saya juga bingung kenapa seh kebanyakan orang berpikir mencari uang di dunia internet HANYA dengan AdSense? kita tahu itu salah satu cara yang mudah (meski kenyataannya tidak semudah itu) tetapi ada cara lain yang juga lebih mudah, lagipula ikutilah rule jika ingin menggunakan AdSense, jangan pikir kita pintar bisa “membodohi” Google.
Kerasnya dunia online bisa saya bilang bisa lebih keras lagi, jika bisnis kita pure di online tentunya. *pengalaman pribadi sampai hampir ga bisa makan layak ketika gagal di bisnis online… Jadi pak kapan kita berpartner? amin.
“Andy OrangeMood is Online Advertising Consultant”
#3
1. Yg punya Perempuan.com kalo gak salah temennya pak Nuk waktu di Detik tuh, hayoh sapa..?
2. Santai Mas PayPal aja sekarang percaya kok dng Indonesia, nyatanya sekarang bisa withdraw buat yg warga negara Indonesia. CJ malah sejak akhir 2006, setelah akhir 2002 mem-banned Indonesia.
3. Puasa itu yah segalanya, puasa nggak makan, nggak menahan diri dan puasa nggak di gaji. Kalo yg biasa puasa senin kemis mah nggak ngefek puasa nggak digaji setahun. Soalnya tabungannya cukup untuk makan setahun lebih
Pertama: Tak Menghargai Hak Cipta Tulisan
kayaknya kalo sampai wartawan lokal sampai paste, itu artinya dia lebih
norak dari pada blogger “kopas”. Apalagi kalo wartawan yg seharusnya tahu kode etik ber-jurnalisme.
Yg eks WARTAWAN jangan tersinggung yah
Point pertama saya punya pengalaman unix, karena copy paste FAQ ataupun Knowledge Base dari website saya beberapa lupa menghapus beberapa tulisan yang masih menyebutkan nama perusahaan kami. Ironis mengingat menyusunnya juga membutuhkan beberapa reset pada pelanggan tetapi dicomot begitu saja. Akhirnya yang bisa dilakukan ya mengiklhaskan.
Point Kedua, setelah PayPal membuka kembali akses dari Indonesia semoga semua bisa menggunakan dengan bijak sehingga blocking tidak kembali terjadi, untuk AdSense semoga blocing yang belum terjadi tidak akan pernah terjadi.
Point Ketiga, setuju banget, apalagi disaat Lebaran seperti sekarang ini setiap karyawan selalu menerima lebih tetapi sebagai seorang pengusaha harus memberikan lebih, sebuah KENIKMATAN tersendiri tentunya jika kita merasakannya sebagai sebuah ungkapan syukur.
#14 sama mas, utk point pertama, ada halaman website saya yg disadur oleh kompetitor, tapi dia lupa ga remove http://www.tokohelm.com , sudah saya email adminnya, tapi ga dijawab-jawab. cape deh
Yah, ikhlaskan saja toh mas, moga-moga nambah amalan puasanya mas-mas sekalian. Mari kita doakan supaya siapapun yang telah sesat dapat kembali ke jalan yang benar dan BELAJAR menjadi orang yang benar. Lagi pula kalo cuma copy-paste ya ga bakal ada proses belajarnya, sama sekali ga nambah ilmunya, paling ya ilmu nyonteknya…
Kalo saya sih masih oon, belum bisa beri solusi apa-apa. Bisanya cuma kasih komentar…
Terima kasih Pak… untuk pencerahannya.
Memang kondisi semacam ini biasa muncul ditengah-tengah rimba bisnis yang menghalalkan segala cara. Wajarlah… ini khan akibat dari ideologi kapitalis yang di ajarkan “barat”. Menjadikan kita “cinta dunia dan takut mati…”. Uang menjadi satu-satunya ukuran kebahagiaan. Semoga di bulan Ramadhan ini kita semua senantiasa mampu untuk belajar. Amiin.
#pak Nukman
sepertinya manusia hanya jadi perantara jadi bukan Pencipta..
Pertama: Tak Menghargai Hak Cipta Tulisan…
Sebenarnya lebih tepat di sebut hak cipta atau Hak Karya?
Sepertinya kalau hak cipta milik Tuhan..
Ketiga: Kerasnya Dunia Usaha (Online)
Berusaha menjadi orang orang yang sabar susahnya minta ampun.Apa lagi kalau usaha yang kita lakukan belum bisa untuk menggaji diri sendiri;Dah bisa menutup biaya operasional aja dah seneng banget..
#3.
1)Yang masig susah law enforcementnya sepertinya bukan cuma hak cipta saja tapi hampir semua.Idonesia itu Negara Memang Negara Hukum tapi kalau masalah penegakan hukum sepertinya masih lumayan kacau deh..
3)Sepakat sepertinya teknik survival harus dishare deh.Banyak yang kasih tips buat mengembangkan usaha,tapi dikit yang share tentang bagaimana cara mereka untuk tetap survive,padahal masa2 survival itu yang paling sulit sepertinya paling sulit untuk dihadapi.. Kalau ada yang tahu tips2 seperti ini bagi dunk..
Terima kasih atas share-nya, Pak. Memang susah juga ada sistem penghasil duit yang menggiurkan seperti AdSense di Indonesia, apalagi jika ada banyak orang yang pengen cepet kaya dengan cara apapun. Sengaja mengklik AdSense di blog sendiri itu hukumnya apa ya.. mungkin haram.. Sepertinya harus diusulkan ke MUI nih..
Oya, pak. Apa ada kode etik tertulis dalam hal penyalinan konten dari blog lain?
Terima Kasih