<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Konsumen Berubah, Jurus Komunikasi Jalan di Tempat.</title>
	<atom:link href="http://www.virtual.co.id/blog/pernik/konsumen-berubah-jurus-komunikasi-jalan-di-tempat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.virtual.co.id/blog/pernik/konsumen-berubah-jurus-komunikasi-jalan-di-tempat/</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Feb 2012 10:28:46 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.5</generator>
	<item>
		<title>By: arief_wismilak</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/pernik/konsumen-berubah-jurus-komunikasi-jalan-di-tempat/comment-page-1/#comment-85666</link>
		<dc:creator>arief_wismilak</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Mar 2007 23:07:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virus-communications.com/blog/?p=101#comment-85666</guid>
		<description>Okey... kita harus secara dewasa sadar, bahwa media tv belum tentu media yang terbaik untuk para pelaku pasar. Jika kita boleh menilik bahwa ketika kita menonton tv; ok lah pada acara yang rating-nya tertinggi-pun, saat jeda iklan, so channel-nya akan berubah ke channel yang lain. ini menyebabkan pola komunikasi yang kurang efektif untuk pemasaran. solusinya, kata orang2 pinter harus selektif milih tayangan tv, iklan kita dikonsumsi kaga? and itu-pun didukung oleh penelitian yang dilakukan agb nielsen; rating tiba-tiba jatuh saat jeda iklan pada suatu acara yang paling digemari penonton. tuh...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Okey&#8230; kita harus secara dewasa sadar, bahwa media tv belum tentu media yang terbaik untuk para pelaku pasar. Jika kita boleh menilik bahwa ketika kita menonton tv; ok lah pada acara yang rating-nya tertinggi-pun, saat jeda iklan, so channel-nya akan berubah ke channel yang lain. ini menyebabkan pola komunikasi yang kurang efektif untuk pemasaran. solusinya, kata orang2 pinter harus selektif milih tayangan tv, iklan kita dikonsumsi kaga? and itu-pun didukung oleh penelitian yang dilakukan agb nielsen; rating tiba-tiba jatuh saat jeda iklan pada suatu acara yang paling digemari penonton. tuh&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Iim-Adhit</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/pernik/konsumen-berubah-jurus-komunikasi-jalan-di-tempat/comment-page-1/#comment-85665</link>
		<dc:creator>Iim-Adhit</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Mar 2007 21:37:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virus-communications.com/blog/?p=101#comment-85665</guid>
		<description>Mas Ulung, coba baca lebih teliti tanggapan2 saya. Silahkan dilihat esensinya secara keseluruhan, bukan sepotong sepotong ;)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas Ulung, coba baca lebih teliti tanggapan2 saya. Silahkan dilihat esensinya secara keseluruhan, bukan sepotong sepotong <img src='http://www.virtual.co.id/blog/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ulung</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/pernik/konsumen-berubah-jurus-komunikasi-jalan-di-tempat/comment-page-1/#comment-85664</link>
		<dc:creator>ulung</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Mar 2007 21:04:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virus-communications.com/blog/?p=101#comment-85664</guid>
		<description>kalau diskusi dengan relativitas semua menjadi relatif..
mbak iim coba cari data deh tentang kekuatan tv dengan untuk semua lapisan. di desa saya tv telah berhasil menyepikan tongkrongan ronda..
kalau pakai data mungkin diskusinya jadi lebih pasti dan jelas.
karena jangan-jangan ( karena nggak pakai data) tv tetap yang terbaik.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kalau diskusi dengan relativitas semua menjadi relatif..<br />
mbak iim coba cari data deh tentang kekuatan tv dengan untuk semua lapisan. di desa saya tv telah berhasil menyepikan tongkrongan ronda..<br />
kalau pakai data mungkin diskusinya jadi lebih pasti dan jelas.<br />
karena jangan-jangan ( karena nggak pakai data) tv tetap yang terbaik.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Victor</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/pernik/konsumen-berubah-jurus-komunikasi-jalan-di-tempat/comment-page-1/#comment-85663</link>
		<dc:creator>Victor</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Mar 2007 06:32:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virus-communications.com/blog/?p=101#comment-85663</guid>
		<description>Ini tulisan kurang prolog, makanya banyak yang terkaget kaget. Padahal esensinya menarik</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ini tulisan kurang prolog, makanya banyak yang terkaget kaget. Padahal esensinya menarik</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: widarto adi</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/pernik/konsumen-berubah-jurus-komunikasi-jalan-di-tempat/comment-page-1/#comment-85662</link>
		<dc:creator>widarto adi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Mar 2007 18:38:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virus-communications.com/blog/?p=101#comment-85662</guid>
		<description>sip mbak iim :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sip mbak iim <img src='http://www.virtual.co.id/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Iim-Adhit</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/pernik/konsumen-berubah-jurus-komunikasi-jalan-di-tempat/comment-page-1/#comment-85661</link>
		<dc:creator>Iim-Adhit</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Mar 2007 16:18:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virus-communications.com/blog/?p=101#comment-85661</guid>
		<description>Saya balas dengan postingan terbaru ya Mas Darto</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya balas dengan postingan terbaru ya Mas Darto</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: widarto adi</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/pernik/konsumen-berubah-jurus-komunikasi-jalan-di-tempat/comment-page-1/#comment-85660</link>
		<dc:creator>widarto adi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Mar 2007 06:24:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virus-communications.com/blog/?p=101#comment-85660</guid>
		<description>saya sedikit bingung, karena situasi ini apa ya diseluruh kota besar ?

mohon maaf, tapi sepertinya terlalu dibuat simple.

jurus komunikasi saya pikir tergantung target, demografis, dan SES.

kalau jabodetabek, mungkin apa yg mbak iim gambarkan bisa terlihat benar.

tapi kalau di bandung, surabaya ?
apa ya seperti itu juga ?

saya takutnya message yg mbak iim tampilkan disini jadi salah kaprah.

lalu definisi baheula itu apa ya ?
billboard, radio comm, mungkin yg mbak maksud baheula (kalau saya gak salah tangkep), tapi para pekerja commuter kalo pulang malem, lewat jalan utama, sambil dengerin radio lho mbak.


mungkin ada baiknya mbak mencari bahan dari Ogilvy yg berjudul Through The Line  Strategy. gak ada jurus yang basi/baheula, semua tergantung behaviour target.

satpam, para pekerja pabrik, kalau pulang, mereka nonton tivi mbak, sebagian besar.

kalo gak, sinetron punjabi itu gak bakalah diomongin, siaran gosip gak akan laku.

demikian mbak, i believe you guys please dig deeper, deeeper.

-fans viral marketing, darto, pelajar.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya sedikit bingung, karena situasi ini apa ya diseluruh kota besar ?</p>
<p>mohon maaf, tapi sepertinya terlalu dibuat simple.</p>
<p>jurus komunikasi saya pikir tergantung target, demografis, dan SES.</p>
<p>kalau jabodetabek, mungkin apa yg mbak iim gambarkan bisa terlihat benar.</p>
<p>tapi kalau di bandung, surabaya ?<br />
apa ya seperti itu juga ?</p>
<p>saya takutnya message yg mbak iim tampilkan disini jadi salah kaprah.</p>
<p>lalu definisi baheula itu apa ya ?<br />
billboard, radio comm, mungkin yg mbak maksud baheula (kalau saya gak salah tangkep), tapi para pekerja commuter kalo pulang malem, lewat jalan utama, sambil dengerin radio lho mbak.</p>
<p>mungkin ada baiknya mbak mencari bahan dari Ogilvy yg berjudul Through The Line  Strategy. gak ada jurus yang basi/baheula, semua tergantung behaviour target.</p>
<p>satpam, para pekerja pabrik, kalau pulang, mereka nonton tivi mbak, sebagian besar.</p>
<p>kalo gak, sinetron punjabi itu gak bakalah diomongin, siaran gosip gak akan laku.</p>
<p>demikian mbak, i believe you guys please dig deeper, deeeper.</p>
<p>-fans viral marketing, darto, pelajar.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: mario</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/pernik/konsumen-berubah-jurus-komunikasi-jalan-di-tempat/comment-page-1/#comment-85659</link>
		<dc:creator>mario</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Feb 2007 05:12:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virus-communications.com/blog/?p=101#comment-85659</guid>
		<description>kemarin saya berkesempatan melihat presentasi pak RTS Masli di kampuz saya. ttg siklus periklan INA include comparasinya dgn periklanan global. beliau mengemukakan bgmn jurang antara audiens dgn iklan yg lg tayang.signifikansinya adl packaging iklannya gak deket ma daily mrk.kemudian ada estimasi konstelasi AdMarket terbesar 2008 dr slh satu agency bhw INA akan naik jadi #13 yg sebelumnya # kucrit..! bener gak y?
jauh dr itu semua, saya berpikir dgn logika air aja. bhw let it flow, artinya di dunia ini ada satu bahasa lg yaitu UNDERSTANDING..so mengertilah apa yg diinginkan audience.
&quot;kreatif adl kemampuan melihat sesuatu dari sebelumnya yg tak terlihat dgn merekonstruksikan hal lama ke model lebih baru&quot; ujar James Mapes dlm bukunya Terry Barret &#039;Art of Innovation&#039;
Regards</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kemarin saya berkesempatan melihat presentasi pak RTS Masli di kampuz saya. ttg siklus periklan INA include comparasinya dgn periklanan global. beliau mengemukakan bgmn jurang antara audiens dgn iklan yg lg tayang.signifikansinya adl packaging iklannya gak deket ma daily mrk.kemudian ada estimasi konstelasi AdMarket terbesar 2008 dr slh satu agency bhw INA akan naik jadi #13 yg sebelumnya # kucrit..! bener gak y?<br />
jauh dr itu semua, saya berpikir dgn logika air aja. bhw let it flow, artinya di dunia ini ada satu bahasa lg yaitu UNDERSTANDING..so mengertilah apa yg diinginkan audience.<br />
&#8220;kreatif adl kemampuan melihat sesuatu dari sebelumnya yg tak terlihat dgn merekonstruksikan hal lama ke model lebih baru&#8221; ujar James Mapes dlm bukunya Terry Barret &#8216;Art of Innovation&#8217;<br />
Regards</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: irtiawan</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/pernik/konsumen-berubah-jurus-komunikasi-jalan-di-tempat/comment-page-1/#comment-85658</link>
		<dc:creator>irtiawan</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Feb 2007 22:50:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virus-communications.com/blog/?p=101#comment-85658</guid>
		<description>memang benar sekarang ini perlu perubahan untuk bisa mengimbangi dunia yang makin sibuk.

perlus ebuah inovasi yang baru untuk di tampilkan sehingga mambuat kita nyadar akan keberadaan mereka.

sebagai contoh,

beberapa hari lalu di kota saya, kebetulan di semarang, sebuah promosi. 6 pemuda menggunakan pakaian adat jawa lengkap dengan kerisnya mondar mandir di lampu merah sambil membawa media promosi dari bebas,,,

sebenarnya yang mereka promosikan ini saat ini juga sedang di iklankandi televisi.
tapi jujur saja komunikasi apa yang pengen XL bebas sampaikan di iklan itu baru saya tangkap ketika sekelompok pemuda itu modar madir di lampu merah.

keesokan harinya saya menjumpai mereka lagi, dan sekarang yang membuat saya tersenyum lebar adalah mereka menggunakan becak untuk keliling jalan.  ;-)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>memang benar sekarang ini perlu perubahan untuk bisa mengimbangi dunia yang makin sibuk.</p>
<p>perlus ebuah inovasi yang baru untuk di tampilkan sehingga mambuat kita nyadar akan keberadaan mereka.</p>
<p>sebagai contoh,</p>
<p>beberapa hari lalu di kota saya, kebetulan di semarang, sebuah promosi. 6 pemuda menggunakan pakaian adat jawa lengkap dengan kerisnya mondar mandir di lampu merah sambil membawa media promosi dari bebas,,,</p>
<p>sebenarnya yang mereka promosikan ini saat ini juga sedang di iklankandi televisi.<br />
tapi jujur saja komunikasi apa yang pengen XL bebas sampaikan di iklan itu baru saya tangkap ketika sekelompok pemuda itu modar madir di lampu merah.</p>
<p>keesokan harinya saya menjumpai mereka lagi, dan sekarang yang membuat saya tersenyum lebar adalah mereka menggunakan becak untuk keliling jalan.  <img src='http://www.virtual.co.id/blog/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Iim-Adhit</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/pernik/konsumen-berubah-jurus-komunikasi-jalan-di-tempat/comment-page-1/#comment-85657</link>
		<dc:creator>Iim-Adhit</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Feb 2007 17:45:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virus-communications.com/blog/?p=101#comment-85657</guid>
		<description>&lt;em&gt;Pertanyaannya adalah, kalau budget perusahaan terbatas, dan mungkin hanya cukup dialokasikan untuk 1-2 jenis media, kira-kira media apa yang harus dipilih? Yang pasti akan tergantung siapa konsumennya, dan apa yang menjadi tujuan komunikasinya.&lt;/em&gt;

Setuju. Hanya saja hampir semua orang berpikiran bahwa TV adalah medium paling manjur buat mempengaruhi target audience.

Padahal, belum tentu.

Celakanya, kondisi &#039;belum tentu&#039; ini yang tidak pernah dibuka oleh konsultan komunikasi pemasaran dengan alasan tertentu.

Saya baca di Marketing Mix terbaru, Tje Fuk yang sudah menggelontorkan budget TV sedemikian besar di TV mengakui bahwa kampanye paling paling efektif dilakukan lewat word of mouth.

Bahwa kemudian dengan masuk TV brand ini menjadi kenceng awarenessnya, tak bisa dipungkiri.  Budget placementnya juga gede ;)

J.co, pernahkah dia beriklan di TV? Tapi siapa yang ngga kenal J.CO? Dalam waktu singkat berhasil membuat buzz dimana-mana dengan experiental marketingnya.

Banyak lagi contoh brand yang menjadi terkenal bukan melalui hujan iklan di media massa, nanti saya bikin postingan khusus tentang ini.

Di sini point saya, menciptakan awareness tidak harus lewat media massa.  Manusia berubah, bergerak. Seharusnya para konsultan komunikasi pemasaran tergerak untuk membuka itu ke klien.

Bold note ya, saya tidak mengatakan TV tidak efektif, tapi berkurang tingkat efektifitasnya ;)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><em>Pertanyaannya adalah, kalau budget perusahaan terbatas, dan mungkin hanya cukup dialokasikan untuk 1-2 jenis media, kira-kira media apa yang harus dipilih? Yang pasti akan tergantung siapa konsumennya, dan apa yang menjadi tujuan komunikasinya.</em></p>
<p>Setuju. Hanya saja hampir semua orang berpikiran bahwa TV adalah medium paling manjur buat mempengaruhi target audience.</p>
<p>Padahal, belum tentu.</p>
<p>Celakanya, kondisi &#8216;belum tentu&#8217; ini yang tidak pernah dibuka oleh konsultan komunikasi pemasaran dengan alasan tertentu.</p>
<p>Saya baca di Marketing Mix terbaru, Tje Fuk yang sudah menggelontorkan budget TV sedemikian besar di TV mengakui bahwa kampanye paling paling efektif dilakukan lewat word of mouth.</p>
<p>Bahwa kemudian dengan masuk TV brand ini menjadi kenceng awarenessnya, tak bisa dipungkiri.  Budget placementnya juga gede <img src='http://www.virtual.co.id/blog/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>J.co, pernahkah dia beriklan di TV? Tapi siapa yang ngga kenal J.CO? Dalam waktu singkat berhasil membuat buzz dimana-mana dengan experiental marketingnya.</p>
<p>Banyak lagi contoh brand yang menjadi terkenal bukan melalui hujan iklan di media massa, nanti saya bikin postingan khusus tentang ini.</p>
<p>Di sini point saya, menciptakan awareness tidak harus lewat media massa.  Manusia berubah, bergerak. Seharusnya para konsultan komunikasi pemasaran tergerak untuk membuka itu ke klien.</p>
<p>Bold note ya, saya tidak mengatakan TV tidak efektif, tapi berkurang tingkat efektifitasnya <img src='http://www.virtual.co.id/blog/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

