Online Strategist, Creative Designers, Web Technologist MarComm Practitioners, E-Commerce and Education __________________________ under one roof.

Have You Spoke with Consumer’s Language?

February 13, 2006
Oleh Iim Fahima Jachja

Dua kali saya bertemu klien yang dua-duanya memiliki produk yang berkaitan dengan teknologi, dan dua-duanya mengaku produknya gagal di pasaran meski sudah melakukan kegiatan promosi yang cukup. Padahal, jika dilihat dari produknya, dua duanya potensial diminati konsumen.

Tentunya, sebelum bertanya tentang siapa kompetitor mereka dll, hal yang pertama saya tanyakan adalah bagaimana cara mereka mengkomunikasikan produk mereka ke konsumen. Mereka menyebut sudah memproduksi print ad, iklan radio, brosur dll.

Akhirnya saya cek semua materi komunikasi yang sudah mereka produksi hingga akhirnya saya menemukan kesalahan utama dari komunikasi mereka yaitu “tidak menggunakan bahasa konsumen”! Pas saya tanya siapa yang mengerjakan itu semua, mereka menjawab “saya kerjakan sendiri”atau “saya bayar graphic designer buat bikin lay out, isinya saya sendiri yang buat”?. Well? “No wonder”

Print ad, iklan radio, brosur dll adalah medium komunikasi. Medium tersebut menjadi tidak bermakna ketika bahasa yang digunakan berbau teknis yang tidak dikenali konsumen. Ketika kita ingin produk kita digunakan oleh masyarakat luas, gunakanlah bahasa yang bisa dicerna oleh banyak orang, bukan hanya oleh orang yang memiliki background IT saja.

Seperti contoh: Istilah “internet dengan kecepatan 512 kbps, data simultan, pelopor mobile internet telephony, aplikasi multimedia tiga dimensi”, dll.

Apakah semua masyarakat umum memahami istilah tersebut? Yang ada malah muncul pertanyaan “512 Kbps apaan sih?”, “mobile internet teleponi teh, naon?”dst dst.

Ketika komunikasi kita membuat konsumen mengerutkan kening, artinya hilang satu kesempatan sales. Jika ratusan ribu orang mengerutkan kening, berarti hilang ratusan ribu potensial costumer dan hilanglah investasi ratusan juta atau milyaran uang yang digunakan untuk berpromosi.

Untuk para produsen produk IT, jika sales Anda seret, waktunya mengecek ulang komunikasi Anda. Bisa jadi masalahnya di bahasa komunikasi, hanya saja Anda tidak menyadarinya karena beranggapan semua orang sepaham dan secerdas Anda ketika berbicara tentang IT.

Memang tidak mudah menterjemahkan bahasa IT ke dalam bahasa konsumen. Oleh karena itu, bayarlah orang atau istitusi yang paham komunikasi. Jangan hanya karena ingin hemat biaya, apa apa dikerjakan sendiri hingga malah jadinya rugi.

Selamat bekerja.

3 Responses to “Have You Spoke with Consumer’s Language?”

  1. yollis m.n says:

    Betul sekali. Hampir 70% pengiklan di media komputer yg ada di Indonesia tidak merencanakan secara baik strategi komunikasi pemasarannya. Bahasanya terlalu IT. Banyak yg dibuat oleh owner-nya, dibuat oleh designer grafis yg tak punya background marketing communication, ngambil dari materi iklan prinsipalnya, meminta pihak media IT yg membuat, dsb.

    Kebetulan saya jg kerja di bagian iklan sebuah media IT, jadi cukup ngerti dan biasanya kita nggak terlalu mikirin konsep iklan klien. Yg penting mereka beriklan. Kecuali kalo advertorial, kita mikirin konsepnya dan target market yg akan dituju dst..dst….

    Harusnya sih nggak boleh, tapi begitulah tipikal pengiklan produk IT di Indonesia, yg rata-rata pedagang. Hehehe

  2. Denny E.P says:

    tapi uniknya saya pernah mendapatkan strategy marketing komunikasi yang “kebalikan” dengan yang diutarakan adhit & Iim, yaitu menggunakan “pushed” technology knowledge, misalnya di Handphone, justru setahu saya developer HP menggunakan istilah high tech yg mungkin unreachable dengan bahasa konsumen, tapi ternyata disukai sama konsumen, karena dengan memilikinya mereka menjadi merasa high tech, teradapat prestige disana, even tough mereka ge ngerti fitur yang dimaksud, apalagi di indonesia yang orangnya rada gengsian, saya pernah baca di milist marketing justru cara menggunakan bahasa teknologi itu efektif di komunikasi per-hp-an terlebih menyasar konsumen yg beli merek, gimana menurut mas adhit & iim?

  3. Iim-Adhit says:

    Dear Mas denny, jika produk kita ingin dikonsumsi oleh masyarakat luas, sangat disarankan menterjemahkan bahasa teknis ke dalam bahasa yang lebih mudah dipahami. Seperti yang sekarang sedang dilakukan banyak provider ketika mempromosikan 3G. Istilah ’3G’ nya tidak dirubah, tapi dijelaskan manfaatnya dengan bahasa konsumen sehingga mereka paham manfaat dari teknologi itu
    Apa yang disebutkan di atas (konsumen tidak membeli teknologi karena tidak paham bahasanya/mannfaatnya) adalah hasil riset, bukan asumsi.

Leave a Reply



nukman @nukman
Online Strategist
tweet it
iimfahima @iimfahima
Online Marketing Communication Strategist
tweet it
adhitiasofyan @adhitiasofyan
Creative Director
tweet it
meisia @mei168
Information Architecture Specialist
tweet it
foto andi @primaretha
Social Media Head
tweet it
foto jayadi @jayadi72
Web Content Specialist
tweet it

Komentar Terakhir.

  • Andi Primaretha: - Terima kasih mas Bayoe. Betul untuk Conversation Analysis dan Network...

  • bayoewebid: - Analisis yang menarik mas. mungkin perlu ditambahkan dengan tools yang dipakai....

  • Andi Primaretha: - Bagi teman-teman yang ingin sukses mempromosikan bisnisnya melalui online...

  • aguswibowo: - Mas Andi, bagaimana menurut anda posisi online http://hotelgrasia.b logspot.com tks

  • hadiph: - Tahapan analisis yang menarik bos, selanjutnya posting tools nya donk. tks

  • Hary: - Info yang sangat berguna & bermanfaat, Mas Andi. Many thanks for your sharing....

Kategori


Email Subscription

Enter your email address:

Fan Box Virtual Consulting