Online Strategist, Creative Designers, Web Technologist MarComm Practitioners, E-Commerce and Education __________________________ under one roof.

Amaze Your Customers – Part 2 (habis)

September 9, 2006
Oleh Iim Fahima Jachja

Membuat konsumen terpesona oleh layanan kita, bukanlah hal yang sulit. Mulailah dari hal hal yang kecil seperti misalnya membukakan pintu sambil mengucap salam kepada pelanggan, menyapa dengan panggilan nama (bukan sekedar pagi pak/bu), menarikkan kursi jika pelanggan ingin duduk dan lain lain.

Namun jangan berpuas diri jika Anda sudah melakukan itu semua, karena hal hal diatas saat ini bisa dikategorikan standart. Kembangkan kreatifitas dalam memberi layanan, offer more than what customer expects. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan database konsumen untuk melakukan CRM (Customer Relationship Management).

Misalnya jika Anda seorang pengusaha bunga, selalu ingat apa bunga favorit pelanggan Anda. Jika saatnya pelanggan berulangtahun, jangan lupa kirimkan bunga kesayangannya. Tak perlu berupa buket bunga yang mahal, cukup beberapa helai bunga yang dikemas cantik bisa membuat konsumen Anda selalu mengingat dan loyal terhadap florist Anda.

Atau jika Anda pemilik bengkel servis mobil. Gunakan data base untuk mengingatkan konsumen kapan mereka sebaiknya mengganti oli, mengecek kondisi ban atau sesederhana mengirim SMS yang berisi tips sederhana selama musim hujan.

Cara lain untuk membuat konsumen terpesona adalah dengan membuat inovasi. Seperti yang dilakukan seorang dokter gigi di German. Inovasi yang dilakukan bukan hanya memberi mainan kepada anak anak ketika selesai diperiksa seperti yang biasa dilakukan oleh banyak dokter gigi lain, namun lebih dari itu, dokter ini menciptakan sarung tangan latex dengan rasa mint yang segar, sehingga ketika mulut di obok obok, paling tidak pasien bisa merasakan segarnya mint yang ada di sarung tangan itu. Lebih nyaman kan dibanding pakai sarung tangan latex biasa?!

Inovasi lain yang bisa dicontoh adalah yang dilakukan seorang dentist di Amerika. Menyadari bahwa pasien perlu sarana untuk mengalihkan perhatian dari proses pemeriksaan karena diperiksa dokter gigi itu “menakutkan”, maka sebelum diperiksa pasien diminta untuk memilih salah satu film kesayangannya. Film itu untuk ditonton di TV lebar yang dipasang di atap, sehingga ketika pasien harus mendongak dan menyodorkan mulutnya untuk di periksa, ia bisa mengalihkan perhatian dari suara bor ke tontonan lain yang menarik minatnya!

Banyak hal yang bisa dilakukan untuk membuat konsumen terpesona, kuncinya adalah pemahaman consumer insight, kreatifitas dan konsistensi. Konsistensi menjadi hal yang penting karena layanan sifatnya terus menerus, bukan taktikal/sesaat.

Tak ada kata terlambat untuk mencoba, pikirkan cara untuk meng-amaze konsumen Anda sebelum mereka di amaze oleh competitor.

4 Responses to “Amaze Your Customers – Part 2 (habis)”

  1. bani says:

    Wah keren nih ada blog kaya gini. Eh udah lama ya? gue dong yang ngga update :) Salam kenal ya mba iim dan mas adhit

  2. veronica says:

    Selalu ada cara buat bikin konsumen jatuh cinta, yang penting KEMAUAN. Kemauan ini kaitannya sama visi korporasi juga. Kaya perusahaan perusahaan pemerintah sepeti Pertamina dan Telkom deh, mungkin masing masing individunya ada lah yang pingin bikin sesuatu buat konsumen, tapi didukung oleh yang lain atau ngga? Dukungan ini kan bisa terealisasikan kalo ada visi korporasi. Heheheh sem0ga bukan utopia

  3. rahmat says:

    saya jadi teringat, sebuah cerita yang hampir sama dengan contoh2 yang diberikan mba iim dan mas adhit. Ada seorang pengusaha yang setiap ke Semarang selalu menginap di hotel A, setiap kali berkunjung ke Semarang dia selalu pasti menginap di sana, walaupun makin lama rate kamarnya mengalami kenaikan, dia pasti nginep di hotel tersebut. Kalo ditanya oleh temen-temennya, jawaban dia cuma satu, karena Lumpianya enak.

    Ternyata, waktu pertama kali datang ke hotel tersebut, ia sempet berbincang2 dengan salah satu manager di hotel tersebut, dari situ rupanya sang manager tahu bahwa pengusaha ini sangat menyukai Lumpia. Dan semenjak itu, setiap kali si pengusaha melakukan reservasi, LUMPIA hangat selalu tersedia di kamarnya (padahal si pengusaha tidak pernah memesannya).

    Seruuu juga yah..

  4. Iim-Adhit says:

    Mas Rahmat,
    Itu lah yang disebut dengan sentuhan kecil bermakna besar. Salah satu bukti juga bahwa effort yang dikeluarkan untuk membuat konsumen loyal tak harus menghabiskan uang dalam jumlah besar.

Leave a Reply



nukman @nukman
Online Strategist
tweet it
iimfahima @iimfahima
Online Marketing Communication Strategist
tweet it
adhitiasofyan @adhitiasofyan
Creative Director
tweet it
foto andi @primaretha
Social Media Head
tweet it
foto jayadi @jayadi72
Web Content Specialist
tweet it

Komentar Terakhir.

  • Andi Primaretha: - Terima kasih atas apresiasinya, semoga kampanyenya sukses!

  • Andi Primaretha: - Betul Mas Wahyu, saya juga selalu menganggap internet sebagai Universitas...

  • hdtv mount: - sangat menarik. saya sangat terinspirasi oleh tulisan anda. Tampaknya kampanye...

  • wahyu awaludin: - menarik, mas.. memang kita harus memilah-milah data supaya gak pusing sendiri....

  • Tonton: - setuju bangeeet, memang harus segala macam teknik marketing, harus juara. terimakasih,...

  • andina: - thanks infonya mas Andi

Kategori


Email Subscription

Enter your email address:

Fan Box Virtual Consulting