<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Trend di Twitter Melawan Konsep The Tipping Point</title>
	<atom:link href="http://www.virtual.co.id/blog/online-viral-marketing/trend-di-twitter-melawan-konsep-the-tipping-point/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.virtual.co.id/blog/online-viral-marketing/trend-di-twitter-melawan-konsep-the-tipping-point/</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Feb 2012 10:28:46 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.5</generator>
	<item>
		<title>By: bambang haryanto</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/online-viral-marketing/trend-di-twitter-melawan-konsep-the-tipping-point/comment-page-1/#comment-90517</link>
		<dc:creator>bambang haryanto</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Nov 2010 08:40:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virtual.co.id/blog/?p=1330#comment-90517</guid>
		<description>Nimbrung, telat. Seingat saya, cerita Malcolm Gladwell tentang sepatu HP itu dipicu oleh sekelompok remaja yang gaya-gayaan memakai sepatu yang &quot;jadul&quot; dan tidak terkenal saat itu. Baru kemudian desainer Izra Miyagi menggunakannya untuk shownya. Tentang sesuatu ide yang berpotensi menjadi viral, seingat saya pula seorang Seth Godin sudah menulis bukunya, Unleashing The IdeaVirus (2001). Salam dari Wonogiri</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Nimbrung, telat. Seingat saya, cerita Malcolm Gladwell tentang sepatu HP itu dipicu oleh sekelompok remaja yang gaya-gayaan memakai sepatu yang &#8220;jadul&#8221; dan tidak terkenal saat itu. Baru kemudian desainer Izra Miyagi menggunakannya untuk shownya. Tentang sesuatu ide yang berpotensi menjadi viral, seingat saya pula seorang Seth Godin sudah menulis bukunya, Unleashing The IdeaVirus (2001). Salam dari Wonogiri</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: mas awe</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/online-viral-marketing/trend-di-twitter-melawan-konsep-the-tipping-point/comment-page-1/#comment-89057</link>
		<dc:creator>mas awe</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Apr 2010 14:11:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virtual.co.id/blog/?p=1330#comment-89057</guid>
		<description>ada yang tahu cara mengetahui trending topic local khusus Indonesia ?? mungkin alamat webnya gitu kalo ada.. terima kasih..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ada yang tahu cara mengetahui trending topic local khusus Indonesia ?? mungkin alamat webnya gitu kalo ada.. terima kasih..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: aa gym</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/online-viral-marketing/trend-di-twitter-melawan-konsep-the-tipping-point/comment-page-1/#comment-87635</link>
		<dc:creator>aa gym</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 14:03:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virtual.co.id/blog/?p=1330#comment-87635</guid>
		<description>sebenarnya, ada banyak orang yg memiliki masalah yg sama. hanya saja tidak mau mengungkapkannya. jadi ketika ada yg memicu, mereka seperti api kecil yang disiram bensin. mungkin kira-kira seperti itu kali ya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sebenarnya, ada banyak orang yg memiliki masalah yg sama. hanya saja tidak mau mengungkapkannya. jadi ketika ada yg memicu, mereka seperti api kecil yang disiram bensin. mungkin kira-kira seperti itu kali ya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Misteri Trending Topics &#124; NavinoT</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/online-viral-marketing/trend-di-twitter-melawan-konsep-the-tipping-point/comment-page-1/#comment-87337</link>
		<dc:creator>Misteri Trending Topics &#124; NavinoT</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 17:59:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virtual.co.id/blog/?p=1330#comment-87337</guid>
		<description>[...] saya harus tidur saja supaya tidak pusing? Ada yang mau urun rembug? Jangan lupa baca blog Virtual, di sana diskusinya sudah mulai dari [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] saya harus tidur saja supaya tidak pusing? Ada yang mau urun rembug? Jangan lupa baca blog Virtual, di sana diskusinya sudah mulai dari [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: atmo</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/online-viral-marketing/trend-di-twitter-melawan-konsep-the-tipping-point/comment-page-1/#comment-87113</link>
		<dc:creator>atmo</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Sep 2009 03:13:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virtual.co.id/blog/?p=1330#comment-87113</guid>
		<description>Teori Duncan Watts memang menunjukkan democrazi di Internet. Belum lama kita dikejutkan dengan ulah jokoanwar. Tapi anehnya yang jadi tend malah Circle K. Satu kata yang (saya tak tahu persis apa joko dibayar Circle K atau tidak) mungkin tidka diduga akan menjadi trending. Jadi, meskipun nampak agak acak , kayanya trending topic bisa diarahkan untuk iklan merek juga.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Teori Duncan Watts memang menunjukkan democrazi di Internet. Belum lama kita dikejutkan dengan ulah jokoanwar. Tapi anehnya yang jadi tend malah Circle K. Satu kata yang (saya tak tahu persis apa joko dibayar Circle K atau tidak) mungkin tidka diduga akan menjadi trending. Jadi, meskipun nampak agak acak , kayanya trending topic bisa diarahkan untuk iklan merek juga.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Mengapa Hash Tag lokal sangat popular? - RonaldWidha</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/online-viral-marketing/trend-di-twitter-melawan-konsep-the-tipping-point/comment-page-1/#comment-87079</link>
		<dc:creator>Mengapa Hash Tag lokal sangat popular? - RonaldWidha</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Sep 2009 09:24:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virtual.co.id/blog/?p=1330#comment-87079</guid>
		<description>[...] saya terhadap Meme ini, saya ingin mencoba merespon Nukman Luthfie yang menulis tentang bagaimana trend hash tag lokal di Twitter tidak sejalan dengan konsep tipping point dari Malcolm Gladwell. Di Misteri Trending Topic, Toni bahkan lebih jauh lagi membandingkan fenomena ini dengan bbrp [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] saya terhadap Meme ini, saya ingin mencoba merespon Nukman Luthfie yang menulis tentang bagaimana trend hash tag lokal di Twitter tidak sejalan dengan konsep tipping point dari Malcolm Gladwell. Di Misteri Trending Topic, Toni bahkan lebih jauh lagi membandingkan fenomena ini dengan bbrp [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ronald Widha</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/online-viral-marketing/trend-di-twitter-melawan-konsep-the-tipping-point/comment-page-1/#comment-87078</link>
		<dc:creator>Ronald Widha</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Sep 2009 07:58:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virtual.co.id/blog/?p=1330#comment-87078</guid>
		<description>Kalo kita ingat kembali lebih dari 10 tahun lalu, di saat sebagian dari kita baru saja mengenal internet dan email. Di saat internet harus diakses melalui portal direktori, chat harus janjian di channel tertentu dan email masih sepi.

Begitu ada email masuk, quiz cinta2an atau chain emails yang lain, kita pun tidak ragu2 untuk mem-forward imel tersebut ke semua teman yang kita tau. Faktor mainan baru! 

Faktor mainan baru ini jg terjadi di tahun 80-an ketika hampir semua lagu pop dihiasi dengan efek gaung (reverb) yang berlebihan. Di saat itu, efek digital menjadi mainan baru, dan para engineer berusaha mencari semua suara yang bisa dibubuhi efek ini.

Begitu pula dengan twitter. Aku rasa banyak orang yang ingin menggunakan twitter dan tidak tahu mau nulis apa. &quot;lagi nunggu si @anu&quot;. semoga ga sampe terlalu meta sampai &quot;lagi bingung mo nge-twit apa&quot;. Ingin ikut main, tapi tidak punya topik. Tapi dengan adanya injeksi ide yang punya nilai gimmick ini menelurkan ide ke banyak orang untuk bisa berpartisipasi. Faktor mainan baru ini tiba2 mengisi kekosongan yang ada di audiensnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kalo kita ingat kembali lebih dari 10 tahun lalu, di saat sebagian dari kita baru saja mengenal internet dan email. Di saat internet harus diakses melalui portal direktori, chat harus janjian di channel tertentu dan email masih sepi.</p>
<p>Begitu ada email masuk, quiz cinta2an atau chain emails yang lain, kita pun tidak ragu2 untuk mem-forward imel tersebut ke semua teman yang kita tau. Faktor mainan baru! </p>
<p>Faktor mainan baru ini jg terjadi di tahun 80-an ketika hampir semua lagu pop dihiasi dengan efek gaung (reverb) yang berlebihan. Di saat itu, efek digital menjadi mainan baru, dan para engineer berusaha mencari semua suara yang bisa dibubuhi efek ini.</p>
<p>Begitu pula dengan twitter. Aku rasa banyak orang yang ingin menggunakan twitter dan tidak tahu mau nulis apa. &#8220;lagi nunggu si @anu&#8221;. semoga ga sampe terlalu meta sampai &#8220;lagi bingung mo nge-twit apa&#8221;. Ingin ikut main, tapi tidak punya topik. Tapi dengan adanya injeksi ide yang punya nilai gimmick ini menelurkan ide ke banyak orang untuk bisa berpartisipasi. Faktor mainan baru ini tiba2 mengisi kekosongan yang ada di audiensnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Andy OrangeMood</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/online-viral-marketing/trend-di-twitter-melawan-konsep-the-tipping-point/comment-page-1/#comment-87074</link>
		<dc:creator>Andy OrangeMood</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Sep 2009 08:29:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virtual.co.id/blog/?p=1330#comment-87074</guid>
		<description>Nope, kan bapak menanyakan pendapat lain, jadi saya menjelaskan dari sisi yang praktis. Penjelasan diatas sudah menjawab pertanyaan mekanisme menjadi trending topic.

Kalau membahas bagaimana supaya bisa menjadi trending topic, dengan teori diatas juga masih sangat general, maksudnya ya kita tahu beberapa faktor pemicunya, tetapi apakah selanjutnya para marketer bisa menciptakan hal itu juga dengan pasti? i don&#039;t think so because too much factor to make perfect and always change.

Tidak relevan siapa yang memulai juga tidak sepenuhnya benar, untuk case MASS topic bisa jadi ya, siapa saja bisa memulai, tapi apakah untuk NICHE topic juga sama? contoh, jika seorang Jammie Oliver mentriger dengan mengatakan &quot;XXX restoran have the best pasta in the world&quot; then BOOM, people will RT and discuss it for certain time.

#23 tentu saja tidak ada marketer yang akan melakukan hal konyol seperti itu... :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Nope, kan bapak menanyakan pendapat lain, jadi saya menjelaskan dari sisi yang praktis. Penjelasan diatas sudah menjawab pertanyaan mekanisme menjadi trending topic.</p>
<p>Kalau membahas bagaimana supaya bisa menjadi trending topic, dengan teori diatas juga masih sangat general, maksudnya ya kita tahu beberapa faktor pemicunya, tetapi apakah selanjutnya para marketer bisa menciptakan hal itu juga dengan pasti? i don&#8217;t think so because too much factor to make perfect and always change.</p>
<p>Tidak relevan siapa yang memulai juga tidak sepenuhnya benar, untuk case MASS topic bisa jadi ya, siapa saja bisa memulai, tapi apakah untuk NICHE topic juga sama? contoh, jika seorang Jammie Oliver mentriger dengan mengatakan &#8220;XXX restoran have the best pasta in the world&#8221; then BOOM, people will RT and discuss it for certain time.</p>
<p>#23 tentu saja tidak ada marketer yang akan melakukan hal konyol seperti itu&#8230; <img src='http://www.virtual.co.id/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: arham</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/online-viral-marketing/trend-di-twitter-melawan-konsep-the-tipping-point/comment-page-1/#comment-87073</link>
		<dc:creator>arham</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Sep 2009 06:32:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virtual.co.id/blog/?p=1330#comment-87073</guid>
		<description>#21 @nukman
Setuju pak, berkaitan dengan soal matematis memang okeh. Tapi msa ia kalo kita sedang ada campaign harus menyediakan banyak BB / computer + ribuan account. High cost banget kan..

#22
saya rasa kasus no.2 . Ngak cuman satu factor pak.  #tebakgaring pun jika mampu menemukan cause bisa jadi trend. SawitYowit selain ada factor selebnya juga karena momen. Lagipula di sini, Moment Ramadhan sudah jadi momentum.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#21 @nukman<br />
Setuju pak, berkaitan dengan soal matematis memang okeh. Tapi msa ia kalo kita sedang ada campaign harus menyediakan banyak BB / computer + ribuan account. High cost banget kan..</p>
<p>#22<br />
saya rasa kasus no.2 . Ngak cuman satu factor pak.  #tebakgaring pun jika mampu menemukan cause bisa jadi trend. SawitYowit selain ada factor selebnya juga karena momen. Lagipula di sini, Moment Ramadhan sudah jadi momentum.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Nukman Luthfie</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/online-viral-marketing/trend-di-twitter-melawan-konsep-the-tipping-point/comment-page-1/#comment-87072</link>
		<dc:creator>Nukman Luthfie</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Sep 2009 00:39:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virtual.co.id/blog/?p=1330#comment-87072</guid>
		<description>#4.Pitra.

Untuk kasus no.2, #sawityowit berhasil karena ada konteks puasa Ramadhan, sedangkan #tebakgaring tanpa konteks sama sekali sehingga kehilangan moment</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#4.Pitra.</p>
<p>Untuk kasus no.2, #sawityowit berhasil karena ada konteks puasa Ramadhan, sedangkan #tebakgaring tanpa konteks sama sekali sehingga kehilangan moment</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

