Setelah di sini kita membahas apa itu viral marketing, kali ini kita akan sedikit membahas tentang viral seeding.
Proses seeding atau penyebaran viral merupakan sebuah rangkaian strategy yang seharusnya masih berada dalam kontrol ketat perencana komunikasi. Karena semenarik apa pun sebuah viral, ketika tidak di seeding ke audience dengan benar, terencana dan kontinue, hasilnya tidak akan maksimal.
Kegiatan seeding bisa beragam, dari cara yang paling ‘traditional’ seperti banner ad di online media, pasang iklan di media cetak, TV, email blast sampai guerilla di forum diskusi, news portal, blog, YM dan lain lain. Namun untuk hasil yang maksimal, seeding harus dilakukan dengan berbekal pemahaman yang baik terhadap perilaku konsumen terhadap media, terutama jika media tersebut adalah media online.
Seperti misalnya: Anda memilih menggunakan banner ad. Pelajari dengan baik karakter media, karakter pengunjung dan perilaku konsumen terhadap media tersebut. Setelah paham, selanjutnya jawab sendiri pertanyaan – pertanyaan ini dengan kritis: Mengapa saya perlu pasang banner di bagian atas yang biasanya harganya lebih mahal dari posisi lain? Mengapa bukan di kiri atau di kanan atau di bawah ? Benarkah posisi atas paling efektif? Mengapa efektif? dll.
Atau, jika Anda memutuskan berguerilla di sebuah forum diskusi, pastikan Anda masuk ke diskusi dengan cara yang elegan, bukan spam. Sekali saja Anda masuk dengan cara spam mau pun menciptakan diskusi yang relevansi terhadap forum kurang kuat, besok-besok apa pun postingan Anda akan berkurang kredibilitasnya di mata pengunjung lain.
setuju banget…..
ini yang membuat blog ini lain dari yang lain…..:-)
hahhahahahha
salam
agus_saka
@iim… sedikit menambah informasi, untuk beberapa network international banner horizontal & vertical harganya sama. Dan dari pengalaman hasil eksekusinya justru banner vertical lebih banyak CTRnya (kalau di posisi yang sama, dan pengalaman diatas di inbox email).
Hal itu bisa terjadi kalau dari hasil pengamatan mungkin karena saat membaca email mata terfokus pada subject yang hanya melihat obyek secara horizontal.
Jadi jika ada obyek horizontal lain yang di luar area tersebut maka lebih susah di kenal, sebaliknya vertical sudah pasti melintang di area view tersebut akan lebih dikenali, apalagi kalau membaca internet behavior yang biasanya orang akan meng-scroll cursor di sebelah kanan dimana akan melihat banner vertical tersebut.
Masih banyak juga faktor2 lain yang kalau diceritakan panjang…
Thanks.
Pastinya banyak alasan lain yang harus dicermati. Alasan yang Andy sebutkan hanya sebuah alasan kecil diantara banyak consumer behavior lainnya.
Menurut saya, memilih posisi banner bukan semata-mata bentuk dan posisi, tapi juga melibatkan intuisi dan kemampuan membaca media dengan cermat.
Nah…yang satu ini juga bisa panjang lebar ceritanya
Juga, harga banner termahal juga tidak selalu mengindikasikan tingkat efetifitas.
banner vertikal lebih efektif dibanding horisoontal? boleh saya lihat sumbernya? soalnya menurut pengalaman saya sendiri, saya lebih “aware” banner yg horosontal ya, soalnya kita membaca text di website kan secara horisontal, sedangkan, untuk scrool kan tinggal scroll di mouse saja…
rgds,
Niko
http://www.kiosdvd.com
@Niko… sayang sekali, saya tidak bisa mempublis hasil campaign suatu brand tanpa ijin dsb. Saya bisa memberi tahu akan hal tersebut karena kebetulan saya menghandle online campaign beberapa brand di network Windows Live Hotmail, Yahoo, Friendster, dan setiap saya membuat report dari result campaign tersebut, dan hasilnya memang banner vertical lebih efektif, tetapi perlu diingat juga hal itu tidak mutlak, masih tergantung beberapa faktor seperti brand itu sendiri, creative, network dan user behaviornya.
Dalam memilih banner, selain posisi yang disesuaikan dengan pola baca konsumen (consumer behavior), juga diperlukan:
- pemahaman terhadap komunikasi,
- ‘pertarungan banner’ di media itu sendiri (bayangkan, harus bertarung dengan pulhan banner di detik, bagaimana caranya supaya stand out? ),
- kreatifitas .
Kalau saya cenderung untuk tidak selalu mengamini bahwa banner paling mahal di sebuah media selalu yang paling efektif. Banyak faktor yang harus diperhatikan untuk mebuat sebuah komunikasi (banner) efektif atau tidak.
Kalaupun hit dari media tersebut tinggi, sama sekali tidak cukup untuk menjustifikasi efektivitas pemasangan banner di sana.
Lihat banner2 di detik dan KCM
Paling posisi yg stand out: frame atas/bawah dan yg di samping berita.
BTW, sbg konsumen, saya pakai Ad Muncher yg menghilangkan semua iklan di detik.com Lebih cepat dan nyaman
“Banyak faktor yang harus diperhatikan untuk mebuat sebuah komunikasi (banner) efektif atau tidak.”
boleh agak keluar jalur? Desain banner juga berpengaruh. Desain yang norak, bahkan mengganggu, justru membuat orang emoh. pernah lihat banner yang bentuknya mirip alert windows dan hidup nyala ..eh.. nyala mati dgn warna ngejrenk? bikin gak konsen
>>bwt Fajar Syahwali, trims info ttg Ad Muncher. Cara lain, matikan/disable javascript dan java di browser kita. Ostosmastis banner di KCM dkk gak muncul
Assalamu’alaikum.
Mbak iim, mau ikut nimbrung boleh ya.
Kalau kami, yang juga bergerak dibidang media cetak dan online, kami tidak hanya sekedar melihat dari komposisi iklan (produk), didesain dengan tehnik apa, dibuat dengan program apa, dsb, bukan hanya itu.Tetapi kami membuat dan menerima iklan yang memang sesuai dengan standar/aturan yang dibuat oleh agama kami, islam.walaupun iklan itu dibuat dengan desain/komposisi/tehnik sangat bagus tetapi jika didalam iklan tersebut ada unsur atau memuat gambar manusia secara utuh, binatang secara utuh, iklan itu memuat produk atau sesuatu yang dilarang oleh ajaran agama islam, maka iklan tersebut kami tolak, walaupun meraka mau bayar lebih mahal.itulah pentingnya bahwa segala sesuatu usaha kita itu didasarkan atas rambu-rambu yang telah dibuat agama islam.maka semestinya kita harus kembali untuk belajar mengenal agama kita secara menyeluruh.
TErimakasih loh mbak iim, mohon maaf sebelumnya.