Jika Anda mengikuti social networking Friendster, coba perhatikan berapa kali mereka menambah menu dan fitur baru dari awal kemunculannya hingga sekarang? Dari ‘who’s view me’, blog, sampai sekarang ada ramalan bintang harian. Bahkan menu ‘testimoni’ kini berubah menjadi ‘komen’. Jika tak salah memperhatikan, kemunculan fitur maupun menu baru ini bisa beberapa kali dalam setahun.
Atau…
Anda pembaca setia detik.com? Coba perhatikan, selain memunculkan detiksurabaya, kini detik.com juga dilengkapi dengan menu komen, blog mau pun forum sehingga pembaca juga bisa ikut terlibat berdiskusi.
Atau…
Jika Anda pemilik mobil Toyota yang sering mengunjungi website Toyota Astra Motor, maka akan terlihat perbedaan yang mencolok ketika awal website ini didirikan dengan yang sekarang. Dari yang semula hanya berupa display info produk, sekarang menjadi lebih enganging dengan adanya update berita, forum, konsultasi dan bahkan CSR. Perubahan yang besar ini tentu saja menaikkan traffic ke website hingga berkali kali lipat dan menjadikan website sebagai titik penting dalam pengambilan keputusan pembelian mobil Toyota.
*******
Apa yang dilakukan FS, detik.com dan Toyota Astra Motor adalah upaya untuk keep up dengan kebutuhan konsumen online dan bisa disebut berhasil melewati siklus online branding.
Dimulai dari mengundang pengunjung supaya masuk ke website yang dilakukan via word of mouth, viral atau pun cara promosi lainnya. Menjerat perhatian pengunjung dengan content yang membuat mereka terus ingin kembali, hingga akhirnya mempelajari kecenderungan konsumen/consumer insight dan memunculkan menu mau pun fitur baru yang membuat konsumen semakin loyal, adalah sebuah siklus panjang yang perlu waktu bertahun-tahun untuk menjalaninya. Jika berhasil melewati siklus ini, maka website yang Anda bangun bisa dikategorikan ‘bagus/berhasil’.
Waktunya melihat ulang apakah website yang Anda bangun untuk tujuan jangka panjang seperti misalnya website corporate, website brand, website online sales dan lain-lain, sudah melewati fase ini.
Jika belum, saatnya membuat perencanaan agar yang Anda bangun tak sekedar bisa bertahan tapi juga menciptakan emotional bonding yang kuat dengan konsumen, yang berujung pada sales yang maksimal.
Dr milis Brandingzone:
Saya justru melihat FS
(friendster.com) sedang mengekor Facebook
dengan aplikasi2 penunjangnya.
Yang sayangnya, saya sendiri sebagai pengguna 2-2nya tidak ingin
adanya kemiripan fitur.
Bahkan kadang saya agak ribet dengan Facebook, karena pusing dengan
tampilannya yang terlalu ‘penuh’ dan kebanyakkan fitur.. dan
menghilangkan unsur saling terjangkau (keep in touch) dengan sesama
teman2 karena lebih banyak memainkan fitur2 yg ada. Yah kalo maksudnya
keeping in touch itu dengan memberikan (aplikasi) beer, menggigit
dengan (aplikasi) vampire, ato berantem dengan (aplikasi) fighter…
kayanya kureengg bergaul yah.. hehehe
Dan FS dengan tampilannya yang sederhana terkadang memang menjadi
bosan dengan tidak adanya kegiatan yang bisa memperlama waktu saya di
situs tsb. tp fitur dia yang memberitahu kapan terakhir log-on di
friendster, who’s view me, how we connected, dan terakhir.. aplikasi
mengingatkan hari ulang tahun.
Wah simple, tapi justru ini yang saya lebih cari, karena benar2
membangun komunitas lingkungan antara teman-teman saya.
Jadi, untuk saya.. masih FS untuk tab browser ke-4 (setelah webmail,
forum, portal berita) dan Facebook selanjutnya..
Thx!
Herdi Sularko
Dari milis Marketing Club
Dear Iim Fahima,
thank’s telah sharing artikel ini..excellent !!
btw ..dulu pertama kali visit ke Frienster..
saya pribadi menganggap mereka hanya kumpulan penggembira
yang butuh tempat gossip atau kumpulan para ABG yg kebingungan mo ngapain
tapi ternyata SAYA SALAH BESAR..
Friendster..disadari atau tidak telah emmbentuk sebuah komunitas yang luar biasa
dan berpengaruh. Networking “ANEH” yang belum ada sebelumnya
dan bagi mereka – termasuk saya- yang ingin meraih ‘sesuatu’
yang menguntungkan..sebaiknya pandai-pandai membaca gejala ini
dan tentunya memanfaatkan gejala tersebut.
salam,
Made Teddy Artiana
Dari milis marketing club:
Hey mbak Iim,
Terimakasih mau share soal online marketing. Saya memang sangat tertarik dengan topik seperti ini. Saya mau tahu lebih banyak ttg Online marketing.
Dengan mengamati perkembangan dunia maya, sebenarnya marketer bisa memperhatikan perilaku masayarakat dalam mengkonsumsi informasi atau media. Yang saya lihat, perilaku masyarakat sangat cepat berubah. Pertanyaannya, apakah perubahan ini juga terjadi di offline ? Saya pikir iya. Di internet kita bisa melacak perubahan ini dengan cepat dan akurat. Di media lain butuh biaya lebih besar untuk mencari tahu perubahan ini dan mungkin tidak terlalu akurat.
FS mulai pada tahun 2004 dan booming. Di tahun 2006, muncul Myspace. Oang mulai beralih ke MySpace. Hanya saja layout dan tampilan MySpace sangat Amerika (berantakan) sehingga pengguna di asia tidak banyak beralih ke MySpace, kecuali musisi. Karena yang dibidik oleh MySpace adalah golongan ini. Pemain musik atau band yang ingin mempromosikan musik-musik mereka . Tapi ada juga yang menjadi selebritis seperti Tila Tequila karena MySapce karena friend listnya mencapai jutaan orang dan halamannya dilihat hingga jutaan view juga. Wajar saja kalau Tila Tequila akhirnya jadi incaran pengiklan yang ingin beriklan di di Bulettin milik gadis keturunan Vietnam ini.
Setelah MySpace, ada Multiply. Situs ini lebih merangsang anggotanya untuk memiliki konten. Setiap anggota bisa memposting foto, blog, video, music. User di Multiply susah dapat teman kalau tidak punya konten. Mereka yang nimbrung di Multiply lebih dewasa dan lebih serius. Masih ada lagi Orkut milik Google. Tapi Orkut hanya populer di Amerika latin dan India.
Di internet saya pikir kita tidak bisa mengandalkan traffic yang tinggi, tapi segmen yang fokus meskipun itu di situs jaringan sosial. Saya sangat menyayangkan ketika sebuah company melarang karyawannya untuk mengakses social networking site. Padahal FS, MySpace, Multiply, Facebook, Orkut adalah gudang data. Kita bisa meneliti kbiasaan mereka, gaya hidup mereka dengan membaca foto-foto mereka, dsb. Dulu banyak orang masih ragu-ragu menampilkan nama asli mereka, tapi sekarang mereka mulai berani.
Sekarang Facebook juga meledak di Indonesia. Keunikan facebook adalah pengembangan aplikasi yang dilakukan oleh pihak ketiga. Saya memiliki acoount di FS, MySpace, Multiply dan Facebook. Setiap situs jaringan sosial memiliki karakter yang berbeda-beda. Situs-situs tersebut adalah bahasa yang mereka gunakan didunia maya. Merek harus memahami karakter setiap situs jaringan sosial mereka, gunakan bahasa yang sama dengan mereka.
Merek harus mengukuti bahasa yang mereka gunakan. banyak merek yang takut terlihat jelek di mata pengguna situs jaringan sosial kalau mengangkat tema-tema seksi atau sensual. Padahal sexyness dan sensuality adalah bahasa yang populer di situs-situs seperti ini. Apalagi MySpace. Gunakan bahasa yang mereka gunakan agar dapat dimengerti dan diterima. Sama seperti ketika kita berbicara dengan anak-anak tentu harus menggunakan bahasa yang mereka pahami.
Buat saya pribadi, yang harus diperhatikan oleh pemilik dan pengelola merek adalah mengamati perubahan perilaku yang sangat cepat di dunia maya. Pengelola merek bisa saja mengeluarkan langkah yang dianggap populer bulan ini tapi belum tentu populer dibulan berikutnya. Salah satu keunggulan yang saya sukai di dunia maya adalah “Direct Availability” . Keunggulan ini tidak dimiliki media lain. Kita hanya tinggal klik, dan langsung dapat barangnya. Setelah nyangkut disitus miliki merek tersebut ya tinggal pilih cara yang bisa membuat mereka terus kembali. Sejauh yang saya amati , user menginginkan konten. Lihat saja ditoko buku yang mendisplay majalah untuk contoh, pasti ujung halamannya sudah pada rusak. Menurut saya itu memperlihatkan bahwa mereka mencari konten. Kalau kontennya menarik mereka akan beli. Kalau tidak, mereka cari yang lain. Di internet juga begitu. Tapi kembali lagi ke tujuan perusahaan. untuk apa mereka membuat situs tersebut.
Thanks
ajarin gimana caranya?
Hai Mbak Iim,
Tulisannya bagus banget. Boleh tau mbak, siklus di atas teori nya dr mana ya? hehe.. maklum, mahasiswi nihh.
Standar mbak, aku lg tugas akhir, dan project ku adl penggunaan blog sebagai salah satu penndukung brand awareness dalam promosi produk T-Shirt anak muda.
Siklus yang mbak Iim muat di atas mirip-mirip dgn pendekatan yang aku pakai, Experiential Marketing. Siapa tau bisa jadi referensi ku pas sidang juga.
Thanks Mbak Iim.