Website yang bagus itu kaya apa, im? sms seorang Executive Creative Director sebuah biro iklan yang banyak menangani sejumlah brand besar lokal mau pun international.
Karena yang bertanya adalah seorang yang bekerja di biro iklan,maka kategori website yang dimaksud di sini adalah website campaign sebuah brand, yang biasanya life cycle-nya pendek.
Untuk kategori ini, menurut saya cara menilainya sederhana yaitu kembalikan ke objektif awal keberadaannya di internet.
Jika objektifnya membangun awareness, maka bagus/tidaknya bisa dilihat dari terciptanya awareness dalam kurun waktu tertentu. Indikator pertamanya adalah jumlah visit dan lama visit, meski dua hal tersebut tidak bisa berdiri sendiri tanpa ditambah online research. Karena seseorang yang melakukan visit belum tentu aware dengan isi website.
Jika objektifnya membangun image sebuah brand baru, maka bagus/tidaknya dilihat dari persepsi konsumen setelah melihat website tersebut. Sesuaikah image yang diharapkan pemilik brand dengan yang diterima konsumen?
Jika objektifnya mengumpulkan member, maka bagus/tidaknya dilihat dari jumlah member yang terkumpul dalam waktu tertentu.
Dan seterusnya. Dan seterusnya.
Artinya, campaign site yang bagus adalah yang meet the objektif. Menjawab objektif awal. Untuk itu lah, sebelum melakukan online campaign, hal yang pertama yang harus dilakukan adalah meruncingkan objektif.
Bagaimana jika ternyata gagal mencapai objektif? Jangan terburu-buru menyimpulkan bahwa branding site nya kurang dimarketingkan. Karena biasanya, kegagalan disebabkan oleh tidak dipatuhinya rambu-rambu online seperti aksesibilitas, usabilitas,content management dan lain-lain.
Seperti misalnya, membangun site dengan objektif mengumpulkan member/brand loyalits, tapi site dibuat dengan flash-flash berat sehingga sulit diakses. Kalau diakses saja susah, bagaimana bisa mengundang banyak member?
Atau objektifnya membangun awareness produk tapi menu informasi terselip diantara info-info lainnya atau penamaan menu yang tidak mencerminkan content. Coba deh, lebih informatif mana judul menu ‘about us’ dengan ‘click me’ ? Alih-alih mencoba kreatif, yang terjadi malah membuang waktu konsumen dan bikin konsumen pergi tanpa ingin tahu lebih jauh.
kalau blog yang bagus seperti apa, im?
blog yang bagus yah seperti ini blognya mbak iim ini..
informatif dan to the point bacanya.
Kalau objektifnya coba-coba gimana Im? Mau coba kalo lewat Internet gimana ya. Bingung kan?
# Avianto : Sound familiar tuh objektifnya
# Ndoro kakung : Menarik tuh pertanyaannya. Ntar tak bikin postingan sendiri deh
# Herdi : Makasih her…
Salah satu dari contoh di atas bagi saya sangat familiar sekali (udah sangat, pake sekali pula). Hehehe… Saya sadar suatu hari kritikan seperti ini akan dan bisa muncul dari mana saja. Terima kasih atas kritikannya, mbak Iim / mas Adhit.
No worries Aria, kan namanya juga proses belajar.
Bagus >
Dengan hormat,..mohon jika komentar saya tidak dimuat seluruhnya, sebaiknya tidak usah dimuat sama sekali, karena secara tidak langsung seolah-olah saya merekomendasikan ‘kebagusan’ website / artikel Anda, btw, anda sudah tidak jujur dalam hal ini. Parah!! Yang saya harapkan adalah diskusi / tanggapan yang kritis dan membangun. Terima kasih.
Mas Yudika, semua komen yang masuk di sini tidak ada yang di edit, kecuali yang isinya link promosi yang tidak relevan dengan konten diskusi.
Bisa jadi ketika Anda ‘sent’ , hanya sebagian pesan yang ter upload.
Silahkan dikirim lagi komentar yang Anda maksud.
kalau obyektifnya jualan produk seperti web saya, apa kira-kira hal PALING utama yang bisa meningkatkan penjualan..?
terimakasih
Mas Muslih, menentukan utama atau tidaknya kan harus dilihat dari kacamata pembeli ya.
Kalau saya memutuskan belanja di sebuah situs karena:
1. Biasanya lebih murah
2. Barang diantar, jadi saya ngga perlu repot terjebak macet.
3. Banyak pilihan.
Kalau dari penjual/company, secara general yang harus dilakukan adalah:
1. Mendisplay barang dengan baik sehingga mudah dicari konsumen.
2. Mempermudah proses belanja (simple, navigasi ngga ribet)
3. Menjaga kualitas barang yang dikirim.
Terimakasih mas Adit, mbak Iim
Saya dulu pernah pakai website yang ada shopping cartnya. Saya updated price dan harganya. Tapi kenyataanya sedikit sekali yang memakai fasilitas shoping cart. Kebanyakan mereka menghubungi langsung via telp, chat & email menanyakan barang dan bahkan ditawar
… Akhirnya saya ga pakai shop cart lagi dan updated price seminggu sekali.
Saran saran diatas sudah dilakukan sebagian.
Saya pernah adakan polling buat pengunjung web saya dan beberapa survey, kenyataanya mereka lebih memilih harga termurah. Sedangkan saya belum bisa mendapat harga termurah diantara kompetitor. Berikut kompetitor sy:
http://www.google.co.id/search?hl=id&q=toko+komputer+online&btnG=Telusuri&meta=
http://search.yahoo.com/search?p=toko+komputer+online&fr=yfp-t-501&toggle=1&cop=mss&ei=UTF-8&fp_ip=ID&vc=
Faktor apa saja selain harga murah biar tingkat pembelian meningkat?
terimakasih
waduh maaf saya nanyanya salah
,,, kan udah sy tanyakan ya sebelumnya,, he,, he,, saking bingungnya menghadapi shop walking
)
Dear mas Adit & mbak Iim,
Boleh minta sarannya mengenai situs saya interiorkantor.com?
eh ya.. juga sekalian dengan blog-nya pas engga ya, sama tulisan di atas?
Kasih ulasannya ya… kalo bisa panjang & lebar.
Thank you & terima kasih
Mas Jeffrey,
1. Blog nya selintas sih bagus ya. Padat isinya. Tapi akan lebih bagus kalau contentnya fokus ke tema desain interior. Soalnya saya lihat masih ada tulisan lain yang ngga nyambung ke tema. Semakin fokus, semakin bagus.
2. Soal website: Sebelum bikin website, coba di riset kecil, kira-kira apa yang dicari oleh target audience Anda? dan Apa yang ingin Anda jual? Lalu keduanya harus ditemukan di dalam lay out yang informatif. Masih banyak room for improvement di website Anda. Coba deh digali lagi.
Good luck ya
gimana cara bikin web / blog yg baguss ????
syarat apa saja ????
081331292728