Online Strategist, Creative Designers, Web Technologist MarComm Practitioners, E-Commerce and Education __________________________ under one roof.

Viral Ad Digunakan Semata- Mata Karena Murah?

October 12, 2006
Oleh Iim Fahima Jachja

Dalam sebulan ini ada beberapa mahasiswa yang datang ke saya dalam rangka menggarap skripsinya yang berkaitan dengan online marketing salah satunya adalah pemanfaatan Viral Ad/ Viral Marketing.

Ketika saya tanya, mengapa mengambil bahasan tentang viral? Mereka menjawab karena viral merupakan hal yang baru dan menarik untuk dikupas. Apakah karena hal yang baru maka viral menjadi menarik? tanya saya lebih lanjut. Oh tentu saja tidak, jawab mereka. Salah satunya adalah karena viral merupakan cara komunikasi yang menghemat budget.

Menurut kamu, manfaat utama viral apa? kejar saya lagi. Menebar awareness dengan biaya rendah, jawab mereka mantap. Mengapa biayanya rendah? karena yang menyebarkan iklannya adalah konsumen, jelas mereka.

Sampai di sini saya tertegun sejenak. Apa yang mereka kemukakan tidak salah, tapi somehow ada yang terasa kurang pas. Seharusnya ada alasan yang sifatnya basic tapi tidak muncul dalam diskusi ini.

Viral ad jika dibanding iklan TV dan cetak memang jauh lebih murah karena dengan pola penyebaran yang langsung dilakukan konsumen maka bisa dibilang bebas biaya media placement. Kalau pun ada placement, maka biayanya teramat sangat kecil yaitu berupa biaya pasang banner ad di beberapa website sebagai trigger dalam melakukan penyebaran.

Namun yang seharusnya menjadi alasan paling utama dari keberadaan/penggunaan viral adalah konsumsi media target audience. Maksudnya, apa gunanya membuat viral dengan alasan murah tapi ternyata target audiencenya setiap harinya ternyata tidak berinteraksi dengan internet (atau hp) ?

Dari sini bisa disimpulkan bahwa alasan utama penggunaan viral adalah untuk lebih mendekatkan diri ke konsumen melalui media yang sering mereka konsumsi. Bahwa kemudian dengan cara menfokuskan komunikasi itu berefek pada penghematan budget, itu merupakan konsekuensi logis dari komunikasi yang fokus sekaligus manfaat dari penggunaan media internet.

Untuk adik – adik atau siapa pun yang sedang sedang berjuang dengan skripsinya atau sedang ‘tergila gila’ dengan magic-nya viral, jangan lupa kembalikan semua kepada hal yang basic sebelum berdiskusi panjang lebar tentang definisi, pengukuran kesuksesan dan lain lain.

Hal basic itu adalah menggali alasan mengapa kita memerlukan viral sebagai medium komunikasi. Every medium has its own magic, menjadi efektif atau tidaknya tergantung siapa konsumen kita dan bagaimana cara mengemas komunikasinya.

11 Responses to “Viral Ad Digunakan Semata- Mata Karena Murah?”

  1. paman tyo says:

    >>> Every medium has its own magic, menjadi efektif atau tidaknya tergantung siapa konsumen kita dan bagaimana cara mengemas komunikasinya.

  2. Iim-Adhit says:

    Hi oom Tyo !
    Itu maksud mengambil kalimat terakhir saya untuk meninggalkan jejak gitu ya? ;)

  3. “Namun yang seharusnya menjadi alasan paling utama dari keberadaan/penggunaan viral adalah konsumsi media target audience.
    Maksudnya, apa gunanya membuat viral dengan alasan murah tapi ternyata target audiencenya setiap harinya ternyata tidak berinteraksi dengan internet (atau hp) ?”

    Untuk internet mungkin masih sebagian yang menggunakan tetapi untuk HP (sms) saya lihat ini bukan lagi segmented audience karena saat ini hampir semua kalangan sudah menggunakan HP. Jika menggunakan medium internet maka secara tidak langsung penerima juga merupakan pengguna internet. Case terburuknya jika memang target market benar – benar buta akan internet maka viral itu bukan lagi bernama viral melainkan Word of Mouth, seperti salah satu comment #10 & #11 di http://www.virus-communications.com/blog/?p=56

    Biaya viral yang murah (bahkan mungkin tanpa biaya) tetap menjadi alasan utama penggunaannya, masalah tepat sasaran atau ngga saya pikir ga ada ruginya selama viral itu benar – benar bisa menjadi viral sekalipun bukan target audience yang dimaksud seperti pada awal pembuatannya.

    Kalaupun ingin berdasarkan audience maka kontrol audience hanya perlu dilakukan pada level pertama penerima viral, jika setelah itu ternyata komunikasi itu sampai pada target diluar target audience justru itu keuntungan tersendiri.

    Ini adalah penglihatan seorang yang ingin belajar so CMIIMW

    Danton Prabawanto

  4. Iim-Adhit says:

    Hi Mas Danton!

    1. Untuk HP saya sepakat dengan mas Danton.

    2. Pada komunikasi yang terencana, sebaiknya tidak ada istilah ‘case terburuk jika target audience bukan pengguna internet…’. Dari awal kita harus memastikan bahwa target utama viral adalah pengguna internet sehingga kita tidak buang energi dan biaya.

    3.Jika viral menyebar pada yang bukan target utama, tentu saja tidak masalah, namun target audience utama tetap harus menjadi prioritas. Apalagi jika viral tersebut menjadi senjata utama komunikasi. Ibaratnya, mau ngomong ke X tapi kok yang terima pesan malah Y? itu berarti komunikasi salah sasaran. Tapi jika berniat ngomong ke X tapi pesannya pesannya bahkan juga ditangkap oleh Y, maka itu merupakan efek yang menguntungkan. Itu kira kira analoginya.

    4. Mari kita belajar bersama, mas!

    Salam,

  5. widarto adi says:

    kenapa sih harus efektif ?

  6. Iim-Adhit says:

    Hi Dear Mas Widarto,
    Mau ngga mengeluarkan uang untuk sesuatu yang tidak bermanfaat?

  7. bd yuw says:

    Every medium has its own magic,… gimana dg unconventional media ?

  8. Iim-Adhit says:

    Hi mas budi,
    Unconventional media itu kan juga bentuk lain dari medium komunikasi. Magicnya? bentuknya yang selalu baru itu merupakan magic dari unconventional media. Coba mampir ke http://www.adforum.com atau http://www.ihaveanidea.org atau website lain yang berisi kumpulan komunikasi dengan memanfaatkan medium unconventional.

  9. agung says:

    bagaimana sih caranya untuk menjadi merketing online, saya memiliki waktu online yang banyak, trus kefikiran untuk bisa “berproduksi” saat saya on-line, terimakasih

  10. Eka Jo says:

    Namun yang seharusnya menjadi alasan paling utama dari keberadaan/penggunaan viral adalah konsumsi media target audience. Maksudnya, apa gunanya membuat viral dengan alasan murah tapi ternyata target audiencenya setiap harinya ternyata tidak berinteraksi dengan internet (atau hp) ?

    Mbak/Mas Iim-Adhit,

    Kalau menurut arti kata Viral itu sendiri adalah Virus yang diambil dari kata sifat. Jadi Viral Ad/Marketing itu sendiri memang diharapkan akan berkembang dan menyebar seperti Virus.

    Akan tetapi ada hal-hal yang menurut saya Viral Ad/Marketing bisa menyebar dengan cepat seperti Virus.

    Seperti saat ini yang sedang saya jalankan adalah Viral Marketing, dimana penyebaran yang saya lakukan bisa dikatakan cukup bahkan sangat cepat.

    Saya setuju dengan anda (seperti yang saya kutip diatas), terutama tidak berinteraksi dengan HP. Karena sekarang ini kita bisa mengakses internet via HP.

    Satu lagi Mas/Mbak, boleh saya mengutip isi blog anda untuk keperluan edukasi kepada rekan-rekan saya (dengan tidak menghilangkan sumber)?

    Salam,
    Eka Jo
    Viral Marketing Dynasis

  11. Iim-Adhit says:

    Eka Jo,

    Silahkan dikutip.

Leave a Reply



nukman @nukman
Online Strategist
tweet it
iimfahima @iimfahima
Online Marketing Communication Strategist
tweet it
adhitiasofyan @adhitiasofyan
Creative Director
tweet it
meisia @mei168
Information Architecture Specialist
tweet it
foto andi @primaretha
Social Media Head
tweet it
foto jayadi @jayadi72
Web Content Specialist
tweet it

Komentar Terakhir.

  • Andi Primaretha: - Terima kasih mas Bayoe. Betul untuk Conversation Analysis dan Network...

  • bayoewebid: - Analisis yang menarik mas. mungkin perlu ditambahkan dengan tools yang dipakai....

  • Andi Primaretha: - Bagi teman-teman yang ingin sukses mempromosikan bisnisnya melalui online...

  • aguswibowo: - Mas Andi, bagaimana menurut anda posisi online http://hotelgrasia.b logspot.com tks

  • hadiph: - Tahapan analisis yang menarik bos, selanjutnya posting tools nya donk. tks

  • Hary: - Info yang sangat berguna & bermanfaat, Mas Andi. Many thanks for your sharing....

Kategori


Email Subscription

Enter your email address:

Fan Box Virtual Consulting