Terlepas dari apakah content yang ada menimbulkan efek viral atau tidak, berhasil/tidak mengumpulkan komunitas dunia maya yang aktif dan loyal, namun ada hal yang menarik yang patut dipelajari dari kampanye www.awaskecolongan.com ini. Hal tersebut adalah cara berpromosi yang melibatkan media-media non online seperti iklan di koran, bilboard, stiker, iklan di halte bus dan lain-lain yang bisa dibilang cukup sering muncul.
Selama ini, masih banyak beranggapan bahwa untuk membuat komunikasi online menimbulkan buzz dan memiliki efek viral maka konsentrasi promosi hanya di media online itu sendiri ,baik yang berupa banner ad maupun guerilla di forum diskusi atau iklan yang menyusup di antara berita.
Padahal syarat untuk membuat sebuah kegiatan komunikasi apa pun diketahui oleh publik luas, adalah memperluas dan mempersering kegiatan promosi.
Undanglah pengunjung untuk datang dengan medium komunikasi seluas mungkin. Ketika mereka sudah datang, beri mereka sesuatu yang menyenangkan (content yang menarik sehingga mereka tertarik untuk kembali). Selanjutnya, efek viral akan berkembang dengan sendirinya.
Content yang menarik, sifatnya wajib. Jika tidak, promosi hanya berakibat pada banyaknya kunjungan pertama tapi tidak menimbulkan efek yang lebih besar seperti terkumpulnya komunitas apalagi menimbulkan efek viral.
Sebenarnya ini salah satu dari client kita yang memasang iklan di network kami yaitu Friendster, kami tidak menghandle conceptnya, hanya media placementnya saja, dan industri tersebut bukan industri saya (disini “tukang jualannya” dibagi perindustri”) dan saya pribadi sangat menyayangkan campaign tersebut karena dari segi concept untuk online campaignnya belum benar-benar “matang”…
Saya juga coba untuk memberikan “feedback/informasi” tersebut kepada agency yang menghandle hal tersebut, namun masih belum ada tanggapan…
Padahal kalau lihat iklannya ada dimana2 yah… sampai saya pernah lihat stikernya di bajai… sayang deh…
Beberapa online campaign yang conceptnya “cukup” matang menurut saya adalah dari brand Sony di nowifeel.com dan Samsung k3.uberme.com beberapa brand lain juga ada… mereka ngga 1/2 1/2 online campaignnya, concept viral marketingnya simple dan bagus, secara teknis juga ok, oh ya AMild di http://www.amild.com/friendster/12tips.php juga cukup menarik…
Semoga makin banyak orang paham bahwa online campaign juga harus digarap dengan serius… kalau ngga mau serius, jangan maksa.
saya kira awalnya awaskecolongan.com hanya bentuk kreatif dari iklan mizone tersebut. setelah saya browse ternyata ada, dan kontenya cukup bagus, ada efek eksperentialnya..
Awas kecolongan cuma menarik di pengumumannya doang. Pas di klik websitenya sih garing abiiiiis!!
Mas Andy, bisa di share, bagus atau ngga tuh resultnya di FS?
Nampaknya mereka mulai mengupdate sedikit contentnya…
*still not enough guys, public and your customer/next customer need more…
@Naya…
Sayangnya tidak bisa, confidential… harap maklum.
Yang perlu diketahui adalah setiap campaign yang running di website international ada jaminan impressions /(guaranteed impressions) itu yang membedakan dengan website lokal, selain spotnya yang lebih “Prime” (hanya 1 / 2 spot maximal untuk iklan)
Berhasil atau tidaknya campaign bisa dilihat dari banyak faktor, kalau faktor hitung2annya saja langsung kelihatan dari CTR (click through rate), Pageviews, Unique Visitors, dsb.
Tetapi banyak faktor lain seperti promote sales, branding, user experience, gathering database dsb
Itulah kenapa kita sebaiknya menanyakan dahulu apa objectifnya, saya juga berpikir ini juga harusnya berlaku di media lain seperti print, tv, dsb.
Websitenya terus terang…nggak bagus dan nggak informatif…terutama buat redirectnya.
Coba bayangin kalo misalnya orang nggak tau itu redirect kan bisa ditutup…bisa2 dia bilang gini…mana awaskecolongan.com, kok nggak ada…nipu nih…kok yg ada malah maxxibilities.com
Kontennya juga garing, kaya website polri…lebih lengkap website polri malahan hehehe
Trus itu kenapa blognya nggak pake internal aja, kok malah di blogspot…dan beberapa menu masih kosong.
sebenernya sih strategi dasarnya dah lumayan ok sih, copywriting bannernya menggigit, sesuai target…yg mereka bicara ttg awas kecolongan trus bicara foto boleh ok, aslinya belum tentu…trus lanjutnya sayangnya di direct ke webnya bukan ke blognya, penempatan blog di blogspot itu juga strategi yang tepat untuk guerilla marketing, tapi ya itu sayangnya….banner dah bisa attract orang ( dan lagi di dukung dgn btl yang massive ) tapi sayangnya “user experience journey” nya putus ditengah jalan. Ya putus disaat orang masuk ke situs awas kecolongan, ga ada interactivity sama skali yah udah..berharap besok2 orang mengklik lagi ? forget it!
Dan paitnya ini bisa berdampak kepada brand2 yang selanjutnya mencoba bercampaign di online…ada 10 aja yg kaya gini ( sangobion included tu ) saya jamin sebagian besar user akan kapok mengklik banner apapun…karena udah kena pre-judgement…basi nih pasti..buang2 waktu doang :p
@agung…
Hi see you again… hahaha
Banyak kok yang beginian, coba saja lihat banenr di situs lokal, malah kadang lebih parah, scan brosur, templok… omigod! *ini bukan media print kale… :p
Ini adalah contoh dari eksekusi dari pesan kampanye yang terburu-buru, dan bisa jadi dilakukan oleh pelaksana yang berbeda. Di awal, disebutkan pesan utamanya adalah “Awas Kecolongan”, diikuti dengan penggunaan domain yang sama, dan penempelen sticker di sejumlah Bajaj di Ibukota.
Tapi sesudah semuanya tersebar, alih-alih tetap membawa pesan itu di website, tapi produk ini malah membuat domain baru, yang membuat orang kembali bertanya-tanya. Ini maksudnya apa? Ini hubungannya apa?
Ketidakmulusan membawa pesan, ketidaksinkronan ide awal dan akhir, Ketidakkonsistenan pada eksekusi mengakibatkan kampanye ini serasa mengganjal. Akan tambah runyam kalau semua ini belum atau tidak dapat didefinisikan dengan baik oleh si pelaksana kampanye ini.
Ada prasyarat-prasyarat yang harus di jalankan —pemahaman akan latar belakang isu yang diangkat, penentuan tujuan/objektif dan goal yang dapat diukur, penentuan target sasaran lengkap dengan semua elemen psikososial dan psikografis– sebelum sebuah inisiatif dapat di jalankan. Sayangnya, saya belum melihat hal ini di jalan di produk tersebut.
masa gag ngerti seeh? saya aja sebagai masyarakat awam ngerti kok, bagi saya domain gak penting, justru esensi pesannya yang saya pahami, kalau sepemahaman saya “awas kecolongan” kan problem dan “maxxibilities” adalah salosinya trus apalagi kalo gak mengarah ke produknya, seseimple itu kok, ya toh?. peace.