<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Kesamaan Value: Lem Perekat Online Community</title>
	<atom:link href="http://www.virtual.co.id/blog/online-communications/membangun-online-community-yang-sukses-apa-kuncinya/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.virtual.co.id/blog/online-communications/membangun-online-community-yang-sukses-apa-kuncinya/</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Feb 2012 10:28:46 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.5</generator>
	<item>
		<title>By: selamat martua</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/online-communications/membangun-online-community-yang-sukses-apa-kuncinya/comment-page-1/#comment-90490</link>
		<dc:creator>selamat martua</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Nov 2010 02:23:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virus-communications.com/blog/?p=148#comment-90490</guid>
		<description>Menarik ulasan kesamaan valuenya mba&#039;Iim. Memang kalau kita lihat komunitas yang terbentuk selama ini, sudah memiliki kesamaan value, hanya value system yang mana yang lebih dominan. Bila economic value yang dominan dalam sebuah komunitas, kesannya rada pragmatis dan short term. terlihat berbeda bila yang dominan social value, maka aspek ekonomi dibahas dari perspektif sosial. Demikian pula dengan value yang sangat mengikat, futuristik meski membangunnya perlu kesabaran dan bernama spiritual value. Nah menurut saya (mafaf kalo keliru)ini yang dilakukan oleh TDA. TDA dibangun dengan melihat economic value dari perspektif spiritual. sehingga value yang demikian bila sudah terbentuk, sangat kuat dan tahan banting. itu sebabnya bila kita melihat para conversationist dalam twitter dan facebook, dari topik yang dibahas dan cara mereka mengungkapkan pendapat, bisa kok dilihat dominant value yang muncul dalam diri masing-masing.apakah economic value, social value, power value, theotical value, aesthetic value, atau spiritual value.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Menarik ulasan kesamaan valuenya mba&#8217;Iim. Memang kalau kita lihat komunitas yang terbentuk selama ini, sudah memiliki kesamaan value, hanya value system yang mana yang lebih dominan. Bila economic value yang dominan dalam sebuah komunitas, kesannya rada pragmatis dan short term. terlihat berbeda bila yang dominan social value, maka aspek ekonomi dibahas dari perspektif sosial. Demikian pula dengan value yang sangat mengikat, futuristik meski membangunnya perlu kesabaran dan bernama spiritual value. Nah menurut saya (mafaf kalo keliru)ini yang dilakukan oleh TDA. TDA dibangun dengan melihat economic value dari perspektif spiritual. sehingga value yang demikian bila sudah terbentuk, sangat kuat dan tahan banting. itu sebabnya bila kita melihat para conversationist dalam twitter dan facebook, dari topik yang dibahas dan cara mereka mengungkapkan pendapat, bisa kok dilihat dominant value yang muncul dalam diri masing-masing.apakah economic value, social value, power value, theotical value, aesthetic value, atau spiritual value.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Lex dePraxis</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/online-communications/membangun-online-community-yang-sukses-apa-kuncinya/comment-page-1/#comment-86110</link>
		<dc:creator>Lex dePraxis</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Jul 2008 13:11:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virus-communications.com/blog/?p=148#comment-86110</guid>
		<description>Setuju kalau Facebook dan Friendster yang menggunakan kesamaan minat daripada value. Bahkan fungsi groups yang disediakan oleh mereka juga biasanya masih berbentuk penyebaran minat, bukannya untuk mempererat kerekatan antar sesama penganut nilai.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Setuju kalau Facebook dan Friendster yang menggunakan kesamaan minat daripada value. Bahkan fungsi groups yang disediakan oleh mereka juga biasanya masih berbentuk penyebaran minat, bukannya untuk mempererat kerekatan antar sesama penganut nilai.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Rangga</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/online-communications/membangun-online-community-yang-sukses-apa-kuncinya/comment-page-1/#comment-86109</link>
		<dc:creator>Rangga</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 May 2008 13:36:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virus-communications.com/blog/?p=148#comment-86109</guid>
		<description>Betul, makannya menurut saya social networking di friendster etc merupakan based dari online community yang mau di create, secara penempatannya saja yang berbeda ( karena tols nya bisa macam2kan Mba/Mas ).</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Betul, makannya menurut saya social networking di friendster etc merupakan based dari online community yang mau di create, secara penempatannya saja yang berbeda ( karena tols nya bisa macam2kan Mba/Mas ).</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Iim-Adhit</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/online-communications/membangun-online-community-yang-sukses-apa-kuncinya/comment-page-1/#comment-86108</link>
		<dc:creator>Iim-Adhit</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 May 2008 12:42:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virus-communications.com/blog/?p=148#comment-86108</guid>
		<description># Rangga, bahwa di dalam Friendster, Facebook kita bisa membuat online community itu betul sekali. Tapi pada dasarnya FS dan Facebook itu Social Networking. Jadi dalam pembentukan online community, FSdan facebook berfungsi sebagai tools.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p># Rangga, bahwa di dalam Friendster, Facebook kita bisa membuat online community itu betul sekali. Tapi pada dasarnya FS dan Facebook itu Social Networking. Jadi dalam pembentukan online community, FSdan facebook berfungsi sebagai tools.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Iim-Adhit</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/online-communications/membangun-online-community-yang-sukses-apa-kuncinya/comment-page-1/#comment-86107</link>
		<dc:creator>Iim-Adhit</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 May 2008 12:28:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virus-communications.com/blog/?p=148#comment-86107</guid>
		<description># Rama,contoh Facebook, Friendster itu lebih ke kesamaan value atau kesamaan minat/kepentingan ya?

Buat saya kok lebih ke minat ya. Value (nilai) jauh lebih kuat dari pada minat.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p># Rama,contoh Facebook, Friendster itu lebih ke kesamaan value atau kesamaan minat/kepentingan ya?</p>
<p>Buat saya kok lebih ke minat ya. Value (nilai) jauh lebih kuat dari pada minat.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Rama</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/online-communications/membangun-online-community-yang-sukses-apa-kuncinya/comment-page-1/#comment-86112</link>
		<dc:creator>Rama</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 May 2008 12:17:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virus-communications.com/blog/?p=148#comment-86112</guid>
		<description>Boleh ikut nimbrung ya.
Saya tergugah dengan comment ini:
Iim-Adhit Says:
May 11th, 2008 at 8:30 pm

...

# Rangga, Facebo0k , Friendster etc itu hanya social networking, sehingga tidak perlu kesamaan value.
...

Menurut saya kesamaan value adalah salah satu Added Value dari sebuah website. Entah itu Portal, Mailing List, Social Network atau apapun.

Setelah era nya Friendster, Facebook dan lainnya kemudian bermunculan Social Network dengan kesamaan value.
Contoh:
http://www.fanspot.com/ -&gt; ini merupakan SosNet dengan kesamaan value minat terhadap sport.
http://www.muslimmatrimonial.com/ -&gt; ini SosNet dengan kesamaan value yaitu tempat sesama muslim.
http://www.itsmylifeclub.com/ -&gt; ini SosNet dengan kesamaan value yaitu bagi mereka yang minat sex nya dengan sejenis.
http://www.c3friends.com -&gt; ini SosNet dengan kesamaan value bagi mereka yang bersimpati terhadap anak-anak Indonesia pengidap kanker.
Dan saya percaya masih banyak lainnya.

Kalo ditilik-tilik toh Friendster dan Facebook adalah Online Community dengan kesamaan value mencari pertemanan kan.

Setuju sekali bahwa ekslusivitas adalah pisau bermata dua. Dibuka sebesar-besarnya malah jadi nggak fokus dan kehilangan added value, tapi dibuat ekslusive banget juga bukan berarti nggak ada yang berusaha bergabung.
Contoh ada online community yang kalau ingin masuk musti berdasar reference 3 anggota lainnya, bukannya dijauhi tapi malah di kejar-kejar. Abis isinya para celebrity sih hehehe.

Sukses terus untuk TDA. Saya baru saja bergabung dan masih jadi member pasif. Mudah-mudahan kedepan saya bisa menyumbangkan hal-hal yang saya mampu.

Thanks.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Boleh ikut nimbrung ya.<br />
Saya tergugah dengan comment ini:<br />
Iim-Adhit Says:<br />
May 11th, 2008 at 8:30 pm</p>
<p>&#8230;</p>
<p># Rangga, Facebo0k , Friendster etc itu hanya social networking, sehingga tidak perlu kesamaan value.<br />
&#8230;</p>
<p>Menurut saya kesamaan value adalah salah satu Added Value dari sebuah website. Entah itu Portal, Mailing List, Social Network atau apapun.</p>
<p>Setelah era nya Friendster, Facebook dan lainnya kemudian bermunculan Social Network dengan kesamaan value.<br />
Contoh:<br />
<a href="http://www.fanspot.com/">http://www.fanspot.com/</a> -&gt; ini merupakan SosNet dengan kesamaan value minat terhadap sport.<br />
<a href="http://www.muslimmatrimonial.com/">http://www.muslimmatrimonial.com/</a> -&gt; ini SosNet dengan kesamaan value yaitu tempat sesama muslim.<br />
<a href="http://www.itsmylifeclub.com/">http://www.itsmylifeclub.com/</a> -&gt; ini SosNet dengan kesamaan value yaitu bagi mereka yang minat sex nya dengan sejenis.<br />
<a href="http://www.c3friends.com">http://www.c3friends.com</a> -&gt; ini SosNet dengan kesamaan value bagi mereka yang bersimpati terhadap anak-anak Indonesia pengidap kanker.<br />
Dan saya percaya masih banyak lainnya.</p>
<p>Kalo ditilik-tilik toh Friendster dan Facebook adalah Online Community dengan kesamaan value mencari pertemanan kan.</p>
<p>Setuju sekali bahwa ekslusivitas adalah pisau bermata dua. Dibuka sebesar-besarnya malah jadi nggak fokus dan kehilangan added value, tapi dibuat ekslusive banget juga bukan berarti nggak ada yang berusaha bergabung.<br />
Contoh ada online community yang kalau ingin masuk musti berdasar reference 3 anggota lainnya, bukannya dijauhi tapi malah di kejar-kejar. Abis isinya para celebrity sih hehehe.</p>
<p>Sukses terus untuk TDA. Saya baru saja bergabung dan masih jadi member pasif. Mudah-mudahan kedepan saya bisa menyumbangkan hal-hal yang saya mampu.</p>
<p>Thanks.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Rangga</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/online-communications/membangun-online-community-yang-sukses-apa-kuncinya/comment-page-1/#comment-86106</link>
		<dc:creator>Rangga</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 May 2008 09:16:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virus-communications.com/blog/?p=148#comment-86106</guid>
		<description>Setau aku ada beberapa yang berpendapat friendster, facebook, etc juga merupakan online community, karena didalamnya kita juga bisa membuat community sendiri, social networking itu merupakan fondasinya, Yang saya lihat mungkin perbedaannya terletak pada penempatannya.

Makasih yah udah dapet pandangan baru lagi nih.

Untuk TDA sukses terus yah, semoga pengangguran di Indonesia bisa trus berkurang Amin.


Cheers</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Setau aku ada beberapa yang berpendapat friendster, facebook, etc juga merupakan online community, karena didalamnya kita juga bisa membuat community sendiri, social networking itu merupakan fondasinya, Yang saya lihat mungkin perbedaannya terletak pada penempatannya.</p>
<p>Makasih yah udah dapet pandangan baru lagi nih.</p>
<p>Untuk TDA sukses terus yah, semoga pengangguran di Indonesia bisa trus berkurang Amin.</p>
<p>Cheers</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Iim-Adhit</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/online-communications/membangun-online-community-yang-sukses-apa-kuncinya/comment-page-1/#comment-86105</link>
		<dc:creator>Iim-Adhit</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 May 2008 03:30:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virus-communications.com/blog/?p=148#comment-86105</guid>
		<description># Mas Iqra, kalau brand value itu luas sekali karena mencakup worth in terms of income, potential income, reputation, prestige, and market value.

Kalau dalam konteks tulisan saya, &#039;disederhanakan&#039; menjadi &#039;nilai/faham&#039;.

# Rangga, Facebo0k , Friendster etc itu hanya social networking, sehingga tidak perlu kesamaan value.

Soal ekslusifitas. Kadang bermanfaat kadang malah jadi bumerang. Targantung konteksnya. Seperti misalnya: Jika komunitas TDAhanya untuk pengusaha, kesannya malah &#039;membuat jarak&#039;, makanya TDA juga terbuka untuk TDB (tangan di bawah/pegawai) yang berniat mengasah mental enterpreneushipnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p># Mas Iqra, kalau brand value itu luas sekali karena mencakup worth in terms of income, potential income, reputation, prestige, and market value.</p>
<p>Kalau dalam konteks tulisan saya, &#8216;disederhanakan&#8217; menjadi &#8216;nilai/faham&#8217;.</p>
<p># Rangga, Facebo0k , Friendster etc itu hanya social networking, sehingga tidak perlu kesamaan value.</p>
<p>Soal ekslusifitas. Kadang bermanfaat kadang malah jadi bumerang. Targantung konteksnya. Seperti misalnya: Jika komunitas TDAhanya untuk pengusaha, kesannya malah &#8216;membuat jarak&#8217;, makanya TDA juga terbuka untuk TDB (tangan di bawah/pegawai) yang berniat mengasah mental enterpreneushipnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Rangga</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/online-communications/membangun-online-community-yang-sukses-apa-kuncinya/comment-page-1/#comment-86111</link>
		<dc:creator>Rangga</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 May 2008 07:16:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virus-communications.com/blog/?p=148#comment-86111</guid>
		<description>Tulisan menarik nih Mba/Mas..
ekslusivitas berperan jugakah, apakah itu dapat disamakan dengan point pertama?
apakah facebook, friendster, etc sama dengan online community yang dimaksud?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan menarik nih Mba/Mas..<br />
ekslusivitas berperan jugakah, apakah itu dapat disamakan dengan point pertama?<br />
apakah facebook, friendster, etc sama dengan online community yang dimaksud?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: iqranegara</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/online-communications/membangun-online-community-yang-sukses-apa-kuncinya/comment-page-1/#comment-86104</link>
		<dc:creator>iqranegara</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 May 2008 06:13:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virus-communications.com/blog/?p=148#comment-86104</guid>
		<description>pertanyaan (bodoh) saya:
Bagaimana mengukur brand value?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pertanyaan (bodoh) saya:<br />
Bagaimana mengukur brand value?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

