Ini adalah jawaban atas topik website, banyakin copy atau visual?.
Pada dasarnya, Komunikasi di online dibagi menjadi 2 jenis yaitu
1. Komunikasi jangka pendek, yaitu sebuah website yang dibangun untuk campaign sesaat seperti ini, ini, atau pun ini. Untuk jenis komunikasi seperti ini, memiliki website yang penuh dengan visual yang bling-bling alias flashy masih bisa dikategorikan sah-sah saja. Hal ini disebabkan website yang dibangun untuk kepentingan sesaat tidak menggantungkan diri pada search engine dalam aktifitas marketingnya, melainkan direct trafic atau pun refferal.
2. Komunikasi jangka panjang, yaitu sebuah website yang dibangun untuk bisa diakses selamanya. Biasanya website seperti ini dibangun untuk kebutuhan bisnis jangka panjang seperti misalnya website korporate Telkom, Toyota atau pun XL. Untuk jenis komunikasi ini, sangat disarankan untuk menghindari visual-visual yang cenderung flashy, berat dan for the sake of art. Perbanyaklah teks yang relevan karena website yang dibangun untuk kepentingan jangka panjang sumber traffik utamanya adalah search engine. Buatlah website korporate google friendly sehingga memberi dampak pada online marketing jangka panjang.
Mau menambahkan informasi lain?Silahkan…
Emang belum banyak yang sadar kalo website itu harus dibuat google friendly, soale banyak yang terpesonanya sama visual yang heboh, dikiranya kaya bikin iklan Tv kali…
Saya rasa harus balance deh…
100% di bikin untuk google tp user yg masuk gak mudeng ya sama aja boong…
Gak informatif bagi manusia…
Tinggal gimana balance-in nya…
Google friendly itu untuk aktifitas online marketing jangka panjang. Soal user ngga mudeng itu kaitannya dengan cara berkomunikasi. Dua hal tersebut tidak berhubungan.
Kalau website online social community masuk kategory mana? terus kalau photo blogging? atau video blogging? mereka sama2 komunikasi jangka panjang tapi hanya visual…
Thanks.
“Andy OrangeMood is Online Advertising & Business Consultant”
Social community, photo blogging, video blogging itu sitenya flashy dan for the sake of art ngga?
Saya pikir kok kalau dalam konteks corporate site seperti yang dicontohkan mba iim, google friendly menjadi keharusan, aksesibilitas konsumen juga harus diperhitungkan jadi site jangan dipenuhi gambar-gambar flashy dan buat sekedar keren-kerenan dan menomorduakan fungsi.Ini kondisi nyata yang saya juga sering temukan ketika ngomongin website korporasi yang mustinya gampang diakses.
@Iim & Adit
Maksud saya disana kan banyak “visual”-nya tuh…
“Andy OrangeMood is Online Advertising & Business Consultantâ€Â
Mas Andy, sorry saya salah tangkap maksud komentar pertamanya.
Social networking, social community dan sejenisnya, sumber traffik utamanya adalah refferal/word of mouth, bukan search engine.
Konteks tulisan saya di atas, adalah membuat website marketable di search engine. Contoh yang saya angkat adalah corporate site karena banyak pengelola korporate site yang belum menyadari pentingnya membuat site yang google friendly untuk kepentingan marketing jangka panjang. Mereka masih terpaku dengan cara pandang iklan traditional seperti print ad atau TV yang harus banyak visual yang indah indah, kalau bisa malah bergerak (animatic/flashy), biar user ngga bosen, katanya
Kalo pertanyaanya “website, banyakin copy atau visual?” – Ya jawabannya, tergantung tujuannya apaan…
Kalo tujuannya bangun komunikasi jangka pendek, ya banyak visual ga papa. Kalo mau long term, ya perhatiin banyak faktor.
Yang kebalik saya aja tah ini?
@Andy – Kalo di Social community ala photo/video blogging, tetap bisa pake Title & Description, agar content lebih dimengerti termasuk Alt tags.