Ini memang angka-angka di Amerika Serikat. Namun saya menduga, hal yang sama juga terjadi di belahan dunia lain, termasuk Indonesia. Angka apa? Ini: Menurut riset terbaru Nielsen Online yang dilakukan Mei 2008 terhadap mereka yang membeli barang elektronik di sebuah toko, 80% diantaranya membeli setelah mengunjungi toko onlinenya. Jika dikuak lebih dalam lagi, 58% diantaranya membeli di toko yang situs webnya paling sering mereka kunjungi. Hasil riset ini secara gamblang menunjukkan bahwa toko online mendorong penjualan di toko nyata (brick and mortar store).
Hasil riset itu mestinya semakin membuka mata pemilik toko betapa pentingnya eksistensi toko dan retaieler di dunia maya. Selama ini masih banyak retailer tradisional yang enggan ke dunia maya. Alasannya sederhana: konsumen lebih senang belanja langsung di toko. Asumsi itu tidak salah. Apalagi, jika retailer dan toko berada dalam sebuah mall yang dilengkapi dengan banyak fasilitas hiburan, sehingga belanja bukan sekadar membeli barang tetapi juga untuk hiburan.
Namun, hasil riset di atas menunjukkan bahwa online bisa meningkatkan penjualan offline. Apalagi, hasil riset juga menunjukkan, bahwa mereka yang membeli barang eletronik di sebuah toko melakukan riset terlebih dulu. Riset paling sering dilakukan di dunia maya ketimbang di toko tempat mereka membeli produknya. Perbandingannya, 52% meriset terlebih dulu di online, dibanding 25% yang meriset di toko. Yang 52% itu datang ke toko sudah dengan bekal informasi yang memadai, sehingga tahu apa yang akan mereka beli.
Oleh karena itu, kelengkapan informasi produk menjadi syarat mutlak di sebuah toko online. Jika tidak, calon konsumen akan lari ke toko online lain yang menyediakan informasi yang lebih lengkap. Dan calon konsumen itu akan membeli langsung di toko online tersebut, atau langsung ke toko offlinenya.
Jadi, anda para pemiliki toko, kalau mau masuk ke dunia maya, jangan asal membuat toko online. Jangan asal ada di Internet. Tapi buatlah toko online yang memberikan informasi seakurat dan sebanyak mungkin untuk membantu konsumen memutuskan membeli barang di toko online maupun di toko offline anda.
Seperti orang tua saya bilang, pas lagi ngirit. Kalo ga mau belanja, di rumah saja, ga melihat barang, jadinya tidak kepingin beli.
Sama seperti toko online, browsing2 malah mengundang orang yang tidak beli jadi kepingin. Toko online juga membantu pembeli untuk berimajinasi
Yang jadi PR buat toko online adalah bagaimana membuat calon pembeli berimaginasi seakan menyentuh langsung barangnya.
Dibarengi dengan content yang apik.. tentunya bisa jadi added value dari web toko online.
Toko onlineku http://www.thetrekkers.com belumlah melengkapi informasi tentang semua barang-barang yang dijualnya secara lengkap. Tetapi dengan komunikasi yang baik melalu email, mesenger, sms dan telpon kekurangan informasi di webstore bisa tertutupi.
Tentang omzet, kami membagi pembelian toko kami melalui 3 jalur. 1. Jalur yang langsung datang ditoko online kami http://www.thetrekkers.com/blog 2. jalur melalui toko online dan 3 adalah yang datang/telpon/sms memesan barang karena mereka melihat di toko online maupun melalui katalog yang kami kirimkan
Data menunjukkan hampir 60-75 % pembelian karena pembelian via jalur 2 dan 3
Demikian
Salam
Ferri Iskandar
http://www.thetrekkers.com
toko online tidak hanya mendorong penjualan offline, dalam beberapa kasus malah mendorong lahirnya toko offline
Salam,
Adhika
Owner of http://seragambatik.com
di indo apakah ada portal yg isinya list toko2 online? kalau ada, please share dong
Oya, buat pemilik toko online ada harga khusus cetak kartu nama loh. Silahkan kunjungi http://www.kartunama.net/category/dukung-onlineshop-indonesia/
cheers
agus
http://www.kartunama.net
Dalam hal ini majalah Bajigur! juga berharap, anak-anak muda yang mempunyai karya grafis yang keren tapi belum pede untuk tampil (baca: offline) supaya berani meng-online-kan karya mereka supaya bisa diakses seluruh dunia…
Menurut saya online shop itu harus menjual perceived value.
Yang membuat si pmebeli tidak hanya melihat barang beserta harga jualnya, tetapi nilai tambah apa yang bisa diberikan oleh si pembeli.
Contohnya saya memiliki online shop http://www.sharethebuzz.co.cc
Di situ saya menjual perceived value.
Untuk lebih jelas,
silahkan dibuka website Share the BUZZ : Great Deal everyday.
Regards,
Roy
http://www.sharethebuzz.co.cc
Share the BUZZ : Great Deal Everyday
#5 pak agus, saya tidak tahu pak apa ada portal yang sudah melist daftar toko online, yang jelas saya sedang mencoba membuat situs toko online instant untuk para netter. Mungkin kartunama.net bisa kolaborasi
pak nukman, maaf numpang ngobrol dengan pak agus. Setuju dengan komentar #4, karena saya beberapa kali malah membuat toko offline setelah membuat toko online. Jadi saya coba sekarang membuat http://www.utoko.com , sedang ujicoba tapi tidak keberatan jika ingin di review
[...] “duet” yang menarik antara Toko Offline dengan Toko Online. Setelah membaca tulisan Pak Nukman tentang Toko Online saya rasa saya juga setuju mengenai pengaruh toko online terhadap penjualan toko [...]
Yup, online store asal2an, kontent asal2an, promosi asal2an. Hmm, internet tidak se-geratis itu saya rasa…
Promosi “cerdas” dan konten usefull, merupakan kombinasi yang “harus” di ramu sebaik mungkin.
be creative, be smart…
Saya sih selalu mengibaratkan internet sebagai perpustakaan raksasa yang serba ada. Apapun yang kita cari, akan selalu tersedia di sana, baik yang gratis maupun yang berbayar kalau itu memang sangat penting. Nah karena itu oleh sang penjual, ini merupakan peluang yang bisa dimanfaatkan dan merupakan peluang bisnis yang strategis untuk menjajakan barang dagangannya..
setuju!
Memang benar, kami memiliki 4 showroom di Jakarta. Salah satu showroom kami baru saja menyediakan fasilitas belanja online, kini omset penjualannya melesat melebihi ketiga showroom lainnya.
http://www.iftfishingstore.com
Sekarang orang tidak takut lagi untuk membeli barang secara online…terutama di situs yang sudah punya nama besar
apakah ini berarti punya toko online harus punya toko offlinenya?
Saya sebagai pemilik toko online yang jualan toko online (maksudnya provider toko online gitu lho) mengamini tulisan Pak Nukman. Beberapa klien dari vKios.com yang memaintain websitenya dengan serius dapat menikmati hasilnya. Bahkan ada yang berniat resign dari kerjaan penuh waktu untuk beralih penuh waktu menggarap order dari websitenya. Memang selalu ada yang pesimis akan perkembangan toko online. Tapi nyatanya transaksi terjadi dan bisnis online pun bukan lagi sekadar angan-angan.
Denny Harianto
http://www.vkios.com
Memang yang paling susah adalah menjamin informasi produk di toko online bisa selalu uptodated dan lengkap. Mana coba website online stpre di Indonesia yang informasi produknya selalu uptodated & lengkap…?
#15 saya rasa punya toko online tidak harus punya toko online.
Saat ini saya punya beberapa toko online, dimana toko online ini saya fungsikan sebagai ruang etalase dan penerimaan pesanan.
Sesungguhnya bahkan saya tidak punya barang yang dijual. Saya hanya menjadi semacam broker saja, dan toko online menjadi media saya untuk berjualan.
tukangweb
http://template-web-gratis.com
#8 pak Dian,
kolaborasi semacam apa nih? hehehe
Melihat dan merasakan Jakarta yg semakin macet, kayaknya fenomena toko online ini akan booming. Imho, harus kasi desain sebagus dan se appealing mungkin.Jadi buyer merasa terbantu untuk ambil keputusannya.
Banyak juga pelanggan Kartunama.net yg berasal dari luar kota seperti Bandung, Denpasar, Jambi, Tebing Tinggi, Pekanbaru. Pas saya tanyain, emang di kota mereka ga ada yg bisa bikin bagus. Rata2 mereka bilang males keluar, klik klik aja kan beres.
Itu notabene di kota yg less jammed than Jkt, nah gimana kalo orang Jkt ndiri? hehehe
Informasi yang menarik. Semakin jelas untuk memperuncing langkah membuat toko online
Jujur, saya dibesarkan di dunia online, dg mempunyai toko online saya merasa jarak antara kami dg konsumen tdk terbatas. walaupun toko offline kita ‘bersembuyi’ diantara tumpukan ‘jerami’ pasti akan ditemukan oleh calon konsumen.
Salam,
Dadan Darmawan
http://www.indogeotech.com
Kalau bisnis online makin booming..bisnis ikutannya booming juga..bisnis penhantaran barang yang didagangkan online…:-)
#21
Maap, apakah ini bung Dadan yang dulu sering nongkrong di forum diskusi markplusnco? Hahaha, jadi ingat diskusi tentang blunder Aqua Splash.
benar sekali Pak, kelengkapan produk memang mjd syarat mutlak agar tdak kelabakan nantinya ketika ditanya…
peran blogger perlu pula dikembangkan agar produk Indonesia bisa exist di pasar online
yoi coy
waaa…. justru saya punya rencana yang terkait dengan tulisan Pak Nukman ini…. Terima kasih Pak atas tulisannya…. hehehe … setidaknya itu sangat membantu
…
wahh… bner2 juga ya… saya selama ini termasuk orang yg rada skeptis saya situs2 jualan online. apalagi di Indonesia, netter nya masih dikit, mana ada yg mo beli liwat internet. setelah baca tulisan pak nukman jadi lumayan ngeh…
makasi2
setuju…
Dear pak Lukman,
Saya setuju bisnis Online sangat mendukung penjualan bisnis Offline. Saya akan melakukan banyak perubahan untuk website dan blog saya yang selama ini sudah sangat membantu penjualan
produk herbal saya namun ternyata belum maksimal.Saya bersyukur sekali bisa mengikuti presentasi anda diacara forum Jumatan TDA. Gaya dan cara anda berbicara sungguh dahsyat dan mengagumkan. Semoga anda berkenan memberi masukan dan kritikan untuk website dan blog saya. Terimakasih.
http://www.mahkotadewa.com, http://www.ningharmanto.com, http://www.ningharmanto.wordpress.com
#23 Le Monde. Bukan bos, saya baru lahir di internet
blm lama online…salam kenal dari saya. Regards,..
Benar pak Nukman, saya setuju dengan pandangan diatas.
Paling enak memang, lihat barang dulu (walau belum dipegang), liihat info produknya, baru berangkat ke tokonya (rela bermacet macet di jalanan)
Yang jelas kutipan anda bisa jadi acuan untuk kami di http://www.indonesia-property.com :
“Tapi buatlah toko online yang memberikan informasi seakurat dan sebanyak mungkin untuk membantu konsumen memutuskan membeli barang di toko online maupun di toko offline anda.”
Terima kasih
benar sekali! saya pribadi jika hendak membeli sesuatu (terutama elektronik) pasti harus brwosing dulu. Karena kalau langsung ke toko…hmm so many similar products, jadi suka bingung mau beli merk yg mana, blum lagi kalau pegawai tokonya tidak bisa menjelaskan ttg produk yg dijual dgn baik. Kalau sudah browsing, biasanya sudah ada bayangkan kira2 mau beli yg mana, jadi proses pembelian di toko pun lebih singkat. Hemat waktu!
Kami juga sepakat bahwa keberadaan toko online sebagai pengimbang toko offline akan semakin penting di masa depan. Untuk itu saya juga membuat toko online produk-produk mojokerto di : http://www.mylistore.com , karena akan membantu memberikan informasi produk lebih luas kepada konsumen dengan mudah/murah
yup, benar sekali pak.saya setuju sekali dengan hasil survey tersebut.. dunia akan lebih maju dengan internet..
wah… sekarang saya lebih bayak belanja on-line.
tapi tetap dengan pertimbangan yg matang.
yang jelas suka tidak suka, bisnis online nantinya akan menjamur melebihi bisnis offline, era globalisasi boo, dunia tanpa batas, internet akan masuk ke seluruh penjuru dunia bahkan ke kampung2, sekarang semua orang pake HP, mungkin 10 tahun yang akan datang semua pakai laptop, bisa jadi bisnis online lebih booming nantinya.
Untuk saat ini, secara prosentase di indonesia toko online sebagai pelengkap atau menunjang toko off line. Tapi kedepan toko online yang megang peran utama, seiring dengan meningkatnya kemakmuran people bangsa indonesia, dan kemudahan akses internet yang didukung oleh deployment infrastruktur telekomunikasi.
Wass
Setyo Budianto
http://www.setyobudianto.com
Setuju, toko online akan selalu tumbuh dan berkembang.
Kepada teman-teman tolong saya diberi informasi mengenai cara membuka toko on line dan prospek dan cara kerjanya. Mudah mudahan informasi nya akan mendapat pahala. Sebelumnya atas informasi yang diberikan kepada saya tak lupa saya ucapkan banyak terima kasih
Setuju Pak…orang di luar Semarang lebih suka order cake untuk saudara/teman di Semarang di KeyshaSnack.Com daripada toko2 cake besar di semarang yang sudah exist lama..
Salam,
KeyshaSnack.Com
Sependapat, bahkan bisa dikatakan saya sendiri sudah merasakannya. Penjualan toko offline saya meningkat sejak toko online saya telah memiliki traffic yg bagus. Tak jarang orang rela datang jauh ke tempat saya untuk melakukan transaksi, karena mereka mengenal toko online saya.
Salam,
Perkakasku.com
hm… kl saya malah blm punya toko offline pak
Saya jualan online cuma modal website aja, produk2nya punya temen2 yg punya toko offline. Alhamdulillah banyak temen saya yang agen produk2 Islam. Pikir saya, mengapa tidak dimanfaatkan?
Sejauh ini toko online saya berjalan dg baik, bahkan bertambah baik. dari bulan ke bulan jumlah order semakin meningkat.
Maju terus e-Store Indonesia!
http://www.e-Salim.com
etalase sarana muslim
[...] ini ketika saya sedang browsing, tak sengaja singgah di blognya pak Nukman Luthfie yang membahas tentang Toko Online Dorong Penjualan Offline. Dari judulnya saja saya sudah merasa [...]
pengalaman teman kami toko grosir kado & boneka punya toko offline dan online (web),
disaat BBM mahal seperti sekarang, akhirnya penjualan partai khususnya luar pulau, lebih banyak repeat ordernya lewat web karena lebih irit biaya transport, toh katalog produknya semua bisa diakses online.
terutama utk transaksi grosir (b2b) mayoritas order via web toko onlinenya.
http://www.TokoOnline.net
betulll..
saya punya usul kalo bikin toko online harus ada beritanya itu yang akan membuat menarik oleh pengunjung dan search engine tentunya
tolong dong saya di bantu pemasaran produk kami.produk kami adalah makanan kecil(snack)yang bernama “lanting bumbu”.produk kami belum ada di pasaran jadi prospek baik untuk berwirausaha di daerah(kota)anda.kami sedang menbutuhkan agen di seluruh indonesia untuk memasarkan produk kami.Apabila anda berminat berwirausaha dengan kami silakan menghubungi kami:
e-mail:devi.prasetya@gmail.com
no hp:081392250259.
terima kasih.
NL:
Hayo siapa yang ingin membantu Devi?
luar biasa tulisan anda selalu sy nanti, bermutu dan berbobot. 2 thumbs up
Sepakat banget tuh Pak NL. Profesi saya sbg salesman otomotif, yg notabene mayoritas pekerjaan bnyk dilakukan secara offline. Tp, sejak sy buat blog ‘toko online’, meski msh sederhana sekali, penjualan sy meningkat tajam. Prospek lebih bnyk, otomatis transaksi yg dihasilkan dari toko online jg lebih bnyk. Malah sekarang, mayoritas customer sy dptkan dr toko online sy. Hehehe…
Artikel Pak NL ini jd lebih memotivasi sy. Thnx a lot Pak.
http://www.dealertoyota.co.cc
- Dealer Resmi Toyota Surabaya -
Wach terobosan marketing yang top banget,dengan marketing on line, penjualan off line dapat terangkat.