Online Strategist, Creative Designers, Web Technologist MarComm Practitioners, E-Commerce and Education __________________________ under one roof.

Riset Produk di Internet, Beli di Toko

July 13, 2006
Oleh Nukman Luthfie

online shop1.jpgSudah sering saya mendengar mengenai pola belanja pengguna Internet untuk membeli produk komputer di Indonesia. Pertama, mereka akan survei harga di toko online yang mereka percaya seperti Bhinneka atau GlodogShop. Alih-alih membeli di toko online tersebut, pengguna Internet Indonesia kemudian memilih belanja di toko offline, ke Glodog, Mal Ambassador atau ke pusat belanja komputer lainnya.

Sayang, belum ada hasil riset mengenai perilaku belanja pengguna Internet di Indonesia. Yang saya tulis di atas masih sebatas pengamatan, meski saya pernah membaca — saya lupa di mana membacanya — bahwa Bhinneka mengakui kebanyakan pembelian terjadi di toko nyatanya meski sebelumnya mereka cari info di situsnya.

Baru saja saya membaca tulisan di eMarketer mengenai perilaku belanja barang-barang elektronik orang Amerika. Hasil survei Home Electronic Journal dan BIGresearch mengungkapkan pola belanja yang serupa. Sebelum mereka datang ke toko elektronik, 90,2 persen pembeli melakukan riset produk terlebih dulu melalui Internet.

belanjaonlineUS.JPGSebagian besar masyarakat AS tahu kemana mereka harus riset atau belanja untuk kebutuhan barang elektronik mereka. Lebih dari separo (tepatnya 51,6 persen) pembeli akan mengunjungi situs web produk yang bersangkutan sebelum membeli barangnya. Angka ini sedikit lebih besar ketimbang survei langsung di toko elektronik, yang sebesar 50,8 persen. Dari sekian banyak sumber info produk, yang dianggap paling populer adalah situs produk (69,7 persen) dan mesin pencari Internet alias search engine (62 persen).

Sepertinya perilaku belanja seperti di atas sudah jamak terjadi di mana-mana. Konsumen akan menghabiskan waktu untuk mencari info via Internet, dan sebagian besar diantaranya memutuskan membeli di toko nyata. Bahkan, jika mereka membeli di toko online, sebagian besar pembeli online ini meminta agar barangnya diantar ke toko terdekat agar bisa mereka ambil. Itulah hasil survei JupiterResearch seperti yang dilaporkan oleh Internet Retailer. Meski hanya sekitar 11 persen toko online menyediakan sarana pengambilan di toko nyata mereka, nyatanya sebesar 49 persen pembeli online memilih menggunakan jasa ini.

29 Responses to “Riset Produk di Internet, Beli di Toko”

  1. Widi says:

    Bikin dong riset perilaku belanja pengguna internet di Indonesia, Pak!… Trus hasilnya di-share di blog ini… hehehehe… Terus terang saya sangat tertarik sekali untuk mengungkap misteri pengguna internet di Indonesia dan perilakunya, bisa bantu saya, Pak? Atau mungkin kita bekerjasama?..

  2. Mas Wawan says:

    Kayaknya kok masih 20tahun kedepan pak…untuk mensosialisasikan keamana internet aja sulit, apa lagi kesadaran untuk memebelanjakan uang meski tidak pake kartu kredit alias transfer, padahal kalo dilihat untuk persyaratan mendapatkan kartukredit sekarang juga mudah. Karena di otak masayarakat kita sudar terpatri ato “branded” ada uang ada barang, liat doang.. yah nggak beli dong

    Mas Wawan
    http://www.1800autopart.com

  3. Nukman says:

    Buat mas Widi, hayo kalau mau bikin survei perilaku pengguna Internet di Indonesia. Siapa takut? :)

  4. Nukman says:

    Buat mas Wawan, lho kok jadi pesimis?

  5. Mas Wawan says:

    Pak Nukman: bukan pesimis, kalo harus mem-push orang untuk mencoba berbelanja online kan nggak, kemungkinan pasar bisa dicoba untuk perilaku shopping online kayaknya hanya sekitar DKI aja, disamping semua prasarana sudah lengkap tinggal promo aja..khan, orang kita khan sukanya coba2, sekali dicoba puas pasti keterusan

  6. Widi says:

    Siaaapp, Pak Nukman!… Di mana saya bisa menghubungi Pak Nukman selain via blog ini?… :)

  7. Nukman says:

    Mas Wawan, saat ini kita belum ketemu business model belanja online yang tepat di Indonesia. Coba dipikir bersama. Percuma menyontoh Amazon dan lain-lain. Ndak akan jalan. Mestinya kita bisa menemukan pola belanja online yang khas Indonesia yang bisa diterima khalayak Indonesia

  8. Nukman says:

    Mas Widi, silahkan japri ke nukman@virtual.co.id

  9. “cari info via Internet, dan membeli di toko nyata”. Saya setuju. lha wong yang nyata saja di Indonesia bisa ngga jelas, gimana yang maya?

  10. Nukman says:

    Ipoel jangan pesimis. Insight dari temuan di atas sebenarnya bia dimanfaatkan untuk memperkuat toko nyata. Yakni: manfaatkan toko online untuk menggiring orang belanja di toko nyata kita. Ini yang dilakukan dengan baik oleh toko komputer seperti Bhinneka (sebagai contoh lokal). Atau manfaatkan toko online untuk mengubah perilaku belanja via katalog ke order via online seperti yang sudah berhasil dilakukan oleh Patagonia

  11. Rizky says:

    mas Nukman, apa situ ada rencana menerbitkan ulang hasil riset itu? klo ngga, apa bisa kasi sedikit tip lagi? saya kebetulan lagi mau tau pola belanja untuk produk jasa atau software. thx

  12. Mira says:

    Saya bekerja di sebuah online webstore untuk elektronik juga, dan saya terkadang merasakan hal yang serupa.

    Persentase pembeli / pengunjung unik kurang dari 1 persen.

    Tapi saya tetap optimis. Kita berjalan lambat namun pasti, bahkan akhir2 ini saya merasa problem utama dari bisnis kita ini bukan kepercayaan masyarakat, tapi lainnya, seperti integrasi stok/harga dengan supplier.

    Kepercayaan masyarakat bisa dibangun perlahan-lahan. Satu yang puas jadi dua. Dua jadi empat. Dst.

    We are hopeful not to be another failed website :)

  13. Nukman says:

    #Mira#
    Syukurlah. Saya senang dengan nada optimis ini. Sukses selalu ya Mira.

  14. Albert Lo says:

    Saya ingin sharing untuk topik yang menarik ini. Berdasarkan pengalaman saya menjual barang secara offline melalui jalur distribusi konvensional, konsumen kita tidak akan puas kalau belum mencoba produk sebelum di beli. Kenapa? Karena tingkat kepercayaan thd penjual rendah, takut dibohongi. Lagipula disini konsumen tidak mendapat hak boleh mengembalikan barang kalau tidak puas seperti di LN. Mungkin ini salah satu sebab online shoping belum membudaya.
    Mengenai perilaku mencari info di internet kemudian membeli secara offline sangat tergantung barang yang dijual. Kalau kita menjual barang komoditi yang tidak ada unique selling point yg jelas, tentu saja internet hanya dijadikan sumber informasi harga. Beda kalau kita menjual sesuatu yang unik, uncomparable , sulit didapat di tempat lain, biasanya transaksi lebih mudah dilakukan secara online. Mungkin yang bisa sy sarankan kepada online seller, perkuat basis produk anda dan menjaga tingkat keamanan pembeli. Barang unik + servis memuaskan = Deal!
    Saya sendiri belum full power di Online shopping (www.AksesorisUnik.com)karena pertimbangan perlu membangun distribution network terlebih dahulu agar produk mudah didapat. Selain itu barang yang laku dijual secara offline besar kemungkinan akan laku juga dijual secara online, bagaimana pendapat Anda?

  15. Ayu says:

    Saya juga mempunyai toko online berupa produk spa tradisional. Saya kadang jadi down dengan tingkah polah konsumen… mereka selalu menanyakan display produk saya / toko saya yang bisa mereka kunjungi.. padahal di website saya saya jelas katakan bahwa saya tidak mempunyai counter / outlet disuatu tempat yang dikunjungi… bahkan mereka pingin ke bali untuk melihat usaha saya?? dengan sabar saya tetep jelasin apa adanya. tapi kadang bete juga hiks… ada solusi nggk? buat saya membuka toko online the costnya jauh lebih murah .. jika saya membuka toko disuatu tempat saya butuh biaya operasional yang tentu banyak pula… bagaimana bisnis kecil bisa maju yachh..?jika pemahaman dengan toko online masih minim?

  16. Nukman says:

    #14.
    Yang ditulis mas Albert benar. Itulah beberapa tantangan bisnis toko online.

    Sayang, tidak semua barang yang laku dijual offline laku juga di Internet. Begitu pula, yang laku dijual online di AS, belum tentu laku dijual online di Indonesia.

    Belanja (online) bagaimana pun juga ada faktor budayanya.

  17. Nukman says:

    #15.
    Bersyukurlah kalua ada konsumen yang mau bertanya. Itu artinya situs Anda sukses mengonversi pengunjung online menjadi calon pembeli yang mau bertanya.

    Meski sudah jelas tertulis di situs web bahwa tidak memiliki outlet, pengunjung masih juga bertanya. Itu biasa. Itulah kebiasaan yang harus diamati, dan kemudian dicarikan solusinya. Jangan down dengan hal itu. Ingat, kalau toko kita mau laku, kita mesti memahami perilaku calon konsumen!

    Selamat mempelajari behavior konsumen. Semoga sukses

  18. yup, kalo memang mau bikin situs e-commerce emang harus siap siap bertahan untuk waktu yang lama. saya juga sering ditanyain tokonya dimana pak? pak saya mau main langsung ke toko. dll… hihihi… ya… namanya juga customer, harus dilayani sebaik2nya.

    ada lagi yang walaupun cara belanja dan pembayaran sudah dijelasin sampe memble masih nggak ngeh :)

    option yang tersisa, dalam benak saya, cuman satu, ngembangkan jaringan dan nantinya membuka perwakilan offline di kota-kota besar :) memang selama ini yang beli online paling banyak dari daerah yang jauh dari pusat2 kota :D luar pulau dan semacamnya.

    TETEP OPTIMIS yang pasti ;D

  19. jadi says:

    saya juga berencana buka toko online jadi rasanya beruntung banget ketemu sama Pak Nukman disini.
    Dari awal saya coba ikutin apa yg telah dibicarakan disini
    Yg saya tangkap adalah bahwa
    #1.pengunjung toko online hanya melihat harga barang dan membeli ditempat lain.
    #2.Barang yg saya tawarkan tidak unik tapi diperlukan setiap hari.
    #3.Pasar yg belum terbiasa membeli secara online.

    Pertanyaan saya adalah adakah keuntungan lain dengan memanfaatkan trafik pengunjung online tapi tidak terjadi transaksi ?

  20. Nukman says:

    Mas Jadi,
    Kalau ingin buka toko online ya harus berusaha agar ada penjualan online. Kesimpulan #1 anda itu salah. Yang benar sebagai berikut:
    #1.pengunjung toko online SEBAGIAN BESAR (bukan “hanya”) melihat harga barang dan membeli ditempat lain.
    Jadi upayakan terjadi transaksi.
    Jangan terburu-buru mikir hal lain, termasuk memanfaatkan pengunjung online jika tidak ada transaksi.

  21. jadi says:

    Oke Pak Nukman, kalau ndak keberatan saya mohon saran Bapak tentang apa yang harus saya lakukan.
    Sebelumnya saya sampaikan sedikit latar belakang usaha.
    Usaha kami bergerak dibidang ATK dan komputer supllies, pelanggan kami meliputi perkantoran dan individu dewasa dengan tingkat pendidikan SLTA keatas. Keunggulan kami selama ini kami rasa ada pada harga yg kompetitif dan pendekatan pribadi. Pada tahun ini masih bisa tumbuh sekitar 35%. Tujuan awal kami ingin membuat website adalah untuk membina komunikasi dengan basis pelanggan yg sekarang dan menarik pelanggan potensial lain.
    Tetapi benar apa yg Bapak tulis diawal bahwa harga saya nanti cuman di”inteli” sama pesaing alias saya jadi biro info gratis. Ini fakta lho Pak Nukman..! pelanggan juga ada yg bikin anggaran berdasar dari dua web itu dan mengeksekusi ditempat kami. jdi gimana Pak…?

    Salam

  22. Hello semua :)
    Mengenai shopping online itu mungkin buat kita indonesia masih belum bisa di pake ini website saya masih tercecer biarpun domain saya beli mahal :)
    kendala :
    1. pengguna internet di indonesia belum merata bisa di bilang masih menggunakan fasilitas kantor atau warnet.
    2. Transaksi indonesia belum secure
    3. Tidak percaya diri kalau beli dari online
    4. Waktu buat indonesia itu masih bisa untuk jalan di mall seharian sekaligus nongkrong or windows shopping.

    Jadi buat bapak jadi bisa juga manfaatkan website saya promote website nya buat sekarang ini aku buat Free iklan posting

    Terimakasih
    Benny sigalingging
    Founder Belanjaonline.com.net.org.info.biz

  23. tuhu says:

    Sya pernah baca di Swa, kalo gak salah hanya 0,1% saja dari pengunjung yang beli lewat online. Dan Bhinneka memang gak mendapat untung banyak dari bisnis online-nya. Tapi yang menarik di Swa juga pernah memuat, penjual pakaian grosir di Pasar Tanah Abang menangguk untung banyak dari mereka yang membeli lewat on line.

  24. dina says:

    saya sih sebenarnya pengen banget bisa transaksi online,karena lebih praktis. Tapi masih tidak yakin dengan keamanan bertransaksi online dan konsumen belum jadi raja,so kalau barang tidak sesuai dengn permintaan masih banyak produsen lepas tangan

  25. agnes says:

    salam kenal pak nukman. saya tertarik melakukan riset tentang toko online. ada beberapa topik.. (1) perilaku belanja pengguna internet di Indonesia terhadap toko online (2) pemanfaatan toko online untuk menggiring orang belanja di toko offline (3)tingkat kepercayaan pelanggan terhadap toko online. ada masukan ga sama 3 topik saya ini? saya lebih prefer sama topik nomor 3..

  26. Ekofn says:

    Aq jg ada ketertarikan dg toko ol, tp aq skrg gi mulai merintis jd internet marketing. Lg nunggu THR buat beli komputer…hehe.

  27. rizky says:

    great point pak. kembangkan lagi pak.

  28. icha says:

    wah. pas bgt nih saya lagi bikin skripsi tentang consumer trusting behavior towards online shopping. gmn mas2 mbak2 bisa bantu kasih input?

    oia buat info,, berdasarkan pengalaman saya belanja di forum, social network, blog, dll. muncul pola purchasing baru di indo, yaitu partial model. jadi pesen via internet. bayar manual pake transfer gitu.. menurut kalian gmn?

  29. icha says:

    oh iya. saya juga sekarang buka blog yang jual2 sepatu lukis untuk anak muda. ya sistem transaksinya spt itu. partial model.

    oia mas nukman klo ada saran2 ato input please let me know. email saya chawz_5@yahoo.com
    thx

Leave a Reply



nukman @nukman
Online Strategist
tweet it
iimfahima @iimfahima
Online Marketing Communication Strategist
tweet it
adhitiasofyan @adhitiasofyan
Creative Director
tweet it
foto andi @primaretha
Social Media Head
tweet it
foto jayadi @jayadi72
Web Content Specialist
tweet it

Komentar Terakhir.

  • Andi Primaretha: - Terima kasih atas apresiasinya, semoga kampanyenya sukses!

  • Andi Primaretha: - Betul Mas Wahyu, saya juga selalu menganggap internet sebagai Universitas...

  • hdtv mount: - sangat menarik. saya sangat terinspirasi oleh tulisan anda. Tampaknya kampanye...

  • wahyu awaludin: - menarik, mas.. memang kita harus memilah-milah data supaya gak pusing sendiri....

  • Tonton: - setuju bangeeet, memang harus segala macam teknik marketing, harus juara. terimakasih,...

  • andina: - thanks infonya mas Andi

Kategori


Email Subscription

Enter your email address:

Fan Box Virtual Consulting