<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Hal Pertama yang Harus Dipahami Sebelum Nyemplung ke Internet.</title>
	<atom:link href="http://www.virtual.co.id/blog/online-behavior/online-user-behaviour-hal-pertama-yang-harus-dipahami-sebelum-nyemplung-ke-internet/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.virtual.co.id/blog/online-behavior/online-user-behaviour-hal-pertama-yang-harus-dipahami-sebelum-nyemplung-ke-internet/</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Feb 2012 10:28:46 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.5</generator>
	<item>
		<title>By: ovan</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/online-behavior/online-user-behaviour-hal-pertama-yang-harus-dipahami-sebelum-nyemplung-ke-internet/comment-page-1/#comment-85986</link>
		<dc:creator>ovan</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Nov 2008 02:14:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virus-communications.com/blog/?p=135#comment-85986</guid>
		<description>@aviantara
Menurut saya sih, ya tergantung objective awalnya.

Kyk punya Mbak Iim ini, kan bicara soal marketing online, online branding dan yang sealiran.

Di sini yg kita cari adalah informasinya, jadi cukup dg tulisan aja ya udah bagus.

Yg penting konten OKE, pasti visitor nya akan jadi visitor loyal.

Klo blognya mau utk para fotografer, ya.... harus banyak menampilkan foto-foto karena yg dicari visitor kan mana foto yg bagus selain beberapa artikel tentang cara memotret yg baik.

Semoga berkenan dan salam kenal semuanya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@aviantara<br />
Menurut saya sih, ya tergantung objective awalnya.</p>
<p>Kyk punya Mbak Iim ini, kan bicara soal marketing online, online branding dan yang sealiran.</p>
<p>Di sini yg kita cari adalah informasinya, jadi cukup dg tulisan aja ya udah bagus.</p>
<p>Yg penting konten OKE, pasti visitor nya akan jadi visitor loyal.</p>
<p>Klo blognya mau utk para fotografer, ya&#8230;. harus banyak menampilkan foto-foto karena yg dicari visitor kan mana foto yg bagus selain beberapa artikel tentang cara memotret yg baik.</p>
<p>Semoga berkenan dan salam kenal semuanya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: aviantara</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/online-behavior/online-user-behaviour-hal-pertama-yang-harus-dipahami-sebelum-nyemplung-ke-internet/comment-page-1/#comment-85985</link>
		<dc:creator>aviantara</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 Feb 2008 13:38:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virus-communications.com/blog/?p=135#comment-85985</guid>
		<description>jadi apakah sebaiknya hanya berupa tulisan saja di blog? atau menggunakan flash dan semacamnya untuk menarik perhatian pengunjung ya...?

salam,
aviantara
http://abpras.blogspot.com</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>jadi apakah sebaiknya hanya berupa tulisan saja di blog? atau menggunakan flash dan semacamnya untuk menarik perhatian pengunjung ya&#8230;?</p>
<p>salam,<br />
aviantara<br />
<a href="http://abpras.blogspot.com">http://abpras.blogspot.com</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Iim-Adhit</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/online-behavior/online-user-behaviour-hal-pertama-yang-harus-dipahami-sebelum-nyemplung-ke-internet/comment-page-1/#comment-85982</link>
		<dc:creator>Iim-Adhit</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Feb 2008 10:28:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virus-communications.com/blog/?p=135#comment-85982</guid>
		<description>Zillion percent agree with aria :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Zillion percent agree with aria <img src='http://www.virtual.co.id/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Aria Hamdani</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/online-behavior/online-user-behaviour-hal-pertama-yang-harus-dipahami-sebelum-nyemplung-ke-internet/comment-page-1/#comment-85981</link>
		<dc:creator>Aria Hamdani</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Feb 2008 10:02:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virus-communications.com/blog/?p=135#comment-85981</guid>
		<description>Teman saya, seorang web designer + flash specialist, pernah berpendapat: &quot;Orang iklan disuruh bikin web ya susah lah...&quot; Ada benarnya, tapi apa sih yang gak bisa dipelajari? Pertanyaannya berubah jadi: &quot;Mereka pada mau belajar atau nggak ya?&quot; Hehehe...

Yang ini pendapat saya pribadi mengenai beberapa kekurangan yang seharusnya dipahami terlebih dahulu oleh para kreator karya markom di internet di Indonesia. Antara lain sbb:

1. Tau akan kualitas koneksi internet di Indonesia, terutama di daerah. Janganlah terlalu luar negeri minded. Yang di Jakarta nggak usah jauh2 nyari tau kualitas koneksi di daerah. Cukup perjalanan darat 1 jam ke Bogor dan cobain akses warnet di sana. Dijamin langsung paham.

2. Flash adalah pemanis yang menarik, tapi... kualitas output berbanding lurus dengan ukuran filenya. Balik lagi ke point nomer 1 deh.

3. Website &quot;konvensional&quot; bisa didesign semenarik mungkin, tapi... ukuran filenya mengacu ke point nomer 2; dan balik lagi ke point nomer 1.

4. Saya masih setuju dengan pendapat mbak Iim mengenai website, content adalah inti dari semuanya. Wow effect bisa belakangan. Sepertinya mayoritas sekarang malah terbalik. Balik lagi jadinya ke point nomer 3, lalu nomer 2, dan kembali ke nomor 1.

Capek? Anggap aja latihan dapat client yang butuh web skala internasional. ;)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Teman saya, seorang web designer + flash specialist, pernah berpendapat: &#8220;Orang iklan disuruh bikin web ya susah lah&#8230;&#8221; Ada benarnya, tapi apa sih yang gak bisa dipelajari? Pertanyaannya berubah jadi: &#8220;Mereka pada mau belajar atau nggak ya?&#8221; Hehehe&#8230;</p>
<p>Yang ini pendapat saya pribadi mengenai beberapa kekurangan yang seharusnya dipahami terlebih dahulu oleh para kreator karya markom di internet di Indonesia. Antara lain sbb:</p>
<p>1. Tau akan kualitas koneksi internet di Indonesia, terutama di daerah. Janganlah terlalu luar negeri minded. Yang di Jakarta nggak usah jauh2 nyari tau kualitas koneksi di daerah. Cukup perjalanan darat 1 jam ke Bogor dan cobain akses warnet di sana. Dijamin langsung paham.</p>
<p>2. Flash adalah pemanis yang menarik, tapi&#8230; kualitas output berbanding lurus dengan ukuran filenya. Balik lagi ke point nomer 1 deh.</p>
<p>3. Website &#8220;konvensional&#8221; bisa didesign semenarik mungkin, tapi&#8230; ukuran filenya mengacu ke point nomer 2; dan balik lagi ke point nomer 1.</p>
<p>4. Saya masih setuju dengan pendapat mbak Iim mengenai website, content adalah inti dari semuanya. Wow effect bisa belakangan. Sepertinya mayoritas sekarang malah terbalik. Balik lagi jadinya ke point nomer 3, lalu nomer 2, dan kembali ke nomor 1.</p>
<p>Capek? Anggap aja latihan dapat client yang butuh web skala internasional. <img src='http://www.virtual.co.id/blog/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: iqranegara</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/online-behavior/online-user-behaviour-hal-pertama-yang-harus-dipahami-sebelum-nyemplung-ke-internet/comment-page-1/#comment-85983</link>
		<dc:creator>iqranegara</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Feb 2008 08:05:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virus-communications.com/blog/?p=135#comment-85983</guid>
		<description>Kita memang masih lambat dalam mengadopsi budaya online. Tapi pengalaman saya lain lagi. Website saya sengaja mengadopsi budaya offline, terutama untuk penggunaan istilah2, yg di dunia nyata udah terlanjur melekat. Maksudnya biar pengunjung nyaman dan gak asing dengan istilah2 yg dipake</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kita memang masih lambat dalam mengadopsi budaya online. Tapi pengalaman saya lain lagi. Website saya sengaja mengadopsi budaya offline, terutama untuk penggunaan istilah2, yg di dunia nyata udah terlanjur melekat. Maksudnya biar pengunjung nyaman dan gak asing dengan istilah2 yg dipake</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Pitra</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/online-behavior/online-user-behaviour-hal-pertama-yang-harus-dipahami-sebelum-nyemplung-ke-internet/comment-page-1/#comment-85984</link>
		<dc:creator>Pitra</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Feb 2008 11:51:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virus-communications.com/blog/?p=135#comment-85984</guid>
		<description>Iim, hihi, kudu banyak posting di milis lagi.. ditinggal bbrp bulan, yang balik ke blog ini utk comment kok jadi dikit ya.. :-)

nyambung dgn topik di atas, jd inget waktu campaign Gery di FS. Pas diklik masuknya ke web korporatnya Garudafood, yg gak ada hubungannya sama sekali. Seharusnya para brand sdh bisa belajar dari pengalaman spt ini. Ternyata masih ada juga yg mengulang kesalahan sama ya?

Utk point blogger sih pasti bisa dipakai sbg word of words (wong ditulis bukan diomongin), asal targetnya blogger yg tepat. Sayangnya, yg bikin campaign itu mungkin bukan blogger, jadi gak &quot;kenal&quot; dgn para blogger yg punya tema tulisan yg tepat yg sesuai dengan brand mereka. Kalau diumbar begitu saja melalui kompetisi blogging, mungkin cuma bisa berhasil kalau kompetisinya dalam lingkup internal komunitas blogger (mis; blogfam, im3, dagdigdug) - mungkin

Ttg flash sih sudah cerita lama. Hihi, yg dibrief sama kliennya mungkin langsung website developer yg jago desain n development, tapi mungkin kurang dari sisi komunikasi onlinenya. (nggak bilang saya pakar loh, saya juga masih belajar mendesain user interface yg baik bagi pengunjung).

n salam utk si anak.. jangan digendong terus.. kasian sang suami, siapa tau dia yg kali ini minta digendong..hehe...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Iim, hihi, kudu banyak posting di milis lagi.. ditinggal bbrp bulan, yang balik ke blog ini utk comment kok jadi dikit ya.. <img src='http://www.virtual.co.id/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>nyambung dgn topik di atas, jd inget waktu campaign Gery di FS. Pas diklik masuknya ke web korporatnya Garudafood, yg gak ada hubungannya sama sekali. Seharusnya para brand sdh bisa belajar dari pengalaman spt ini. Ternyata masih ada juga yg mengulang kesalahan sama ya?</p>
<p>Utk point blogger sih pasti bisa dipakai sbg word of words (wong ditulis bukan diomongin), asal targetnya blogger yg tepat. Sayangnya, yg bikin campaign itu mungkin bukan blogger, jadi gak &#8220;kenal&#8221; dgn para blogger yg punya tema tulisan yg tepat yg sesuai dengan brand mereka. Kalau diumbar begitu saja melalui kompetisi blogging, mungkin cuma bisa berhasil kalau kompetisinya dalam lingkup internal komunitas blogger (mis; blogfam, im3, dagdigdug) &#8211; mungkin</p>
<p>Ttg flash sih sudah cerita lama. Hihi, yg dibrief sama kliennya mungkin langsung website developer yg jago desain n development, tapi mungkin kurang dari sisi komunikasi onlinenya. (nggak bilang saya pakar loh, saya juga masih belajar mendesain user interface yg baik bagi pengunjung).</p>
<p>n salam utk si anak.. jangan digendong terus.. kasian sang suami, siapa tau dia yg kali ini minta digendong..hehe&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

