Alhamdulillah tanggal 23 April 2012 kemarin, saya berkesempatan menjadi salah seorang relawan di Kelas Inspirasi yang merupakan program baru dari gerakan Indonesia Mengajar. Program Kelas Inspirasi mengundang para profesional di seluruh Indonesia untuk memberi inspirasi dalam satu hari saja kepada 25 SD yang tersebar di Jakarta. Dari 500 orang pendaftar, ada 200 orang yang terpilih untuk menjadi “inspirator” bagi anak-anak SD tersebut. Para professional datang dari beragam latar belakang pekerjaan, ada pilot, ilmuwan, banker, wartawan, dosen, dan bahkan CEO pun ikut terlibat dalam gerakan pendidikan ini. Saya tergabung di kelompok 10 dan mendapatkan SDN Cilandak Barat 19 pagi sebagai tempat kami mengajar kemarin. Sebuah SD yang sedikit mengkhawatirkan mengingat berbagai macam fasilitas yang sangat seadanya, cukup berbeda dengan SD ketika saya sekolah dulu. Tantangan dari kami bertujuh adalah menyiapkan konten pengajaran tentang hal-hal yang berhubungan dengan pekerjaan kami masing-masing.
Saya sendiri cukup bingung di awal memikirkan bagaimana menceritakan atau menjelaskan jenis pekerjaan social media yang mungkin sangat asing bagi telinga mereka. Mungkin jenis pekerjaan yang diketahui oleh anak SD adalah hanya guru, pilot, dokter, polisi dan atlit sepak bola. Akan tetapi prediksi saya akan hal tersebut cukup meleset. Ketika di kelas 5 SD saya menanyakan tentang apakah mereka telah mengenal Internet, dan apa sajakah yang mereka lakukan ketika main Internet, rata-rata mereka menjawab main Facebook dan Twitter. Dan, ternyata mereka juga sudah cukup familiar dengan istilah following. Mereka mengaku sudah follow banyak artis untuk mengikuti keseharian mereka. Dan ternyata rasa kaget saya tidak hanya berhenti ketika saya mengajar di kelas. Sehari kemudian, saya difollow oleh salah satu murid saya di Kelas Inspirasi dan langsung diajak ngobrol di Twitter. Wah, suatu hal yang cukup mengagetkan dan menyenangkan bahwa jalinan pertemanan kami kembali berlanjut melalui social media.
Fenomena tersebut juga menyadarkan saya tentang generasi Z yang diprediksikan akan sebagai generasi yang sangat melek dengan dunia digital karena mereka lahir di dunia yang sudah sangat digital seperti sekarang. Sebelum saya cerita lebih lanjut tentang generasi Z, perlu diketahui bahwa dikenal ada 3 generasi di dunia ini setelah era pasca perang dunia ke 2. Generasi pertama adalah generasi X, sering dikenal sebagai generasi Baby Boomers. Cakupan dari generasi X adalah mereka yang lahir dari tahun 1960 sampai 1980. Kemudian ada generasi saya yang disebut dengan generasi Y atau millennial. Generasi Y adalah mereka yang lahir dari tahun 1980 sampai dengan tahun 1995. Nah, generasi Z adalah mereka yang lahir diatas tahun 1995.
Tidak lama ini JWT Intelligence mengeluarkan sebuah riset mereka tentang Gen Z di Amerika Serikat. Dijelaskan oleh mereka bahwa Gen Z adalah generasi yang paling ahli dan terbiasa menggunakan mobile phone. Kemudian, mereka tidak membedakan dunia offline dan online karena mereka tetap online setiap saat melalui segala perangkat gadget mereka. Dan, hal yang cukup menarik adalah sah atau tidak baik di US atau pun di Indonesia, Facebook dan Twitter telah digunakan oleh para Gen Z. Setelah itu, hubunganya dengan brand adalah bahwa ke depannya, para pemilik brand akan dihadapkan oleh tantangan platform SoLoMo (Social, Local, Mobile) di setiap program komunikasi kita dengan mereka.
Saya sendiri juga punya perhatian lebih terhadap Gen Z ini dalam perspektif bahwa yang pertama adalah mereka tentunya sebagai generasi penerus bangsa dan kemudian isu tentang penggunaan Internet yang kita sama-sama tahu bisa memberikan dampak positif atau negatif kepada mereka tergantung dari bagaimana cara penggunaanya atau pemanfaatanya. Bagaimana menurut Anda?
kelas 5 SD Mas..?
gimana sama peraturan facebook:
Registration and Account Security
no. 5. You will not use Facebook if you are under 13.
ini kekeliruan yg dicuekin dan diterusin ples didukung kah..
Betul Mas Agam, tapi memang begitu kenyataanya. Saya sendiri juga cukup khawatir terhadap konten-konten negatif yang mungkin muncul ketika mereka online. Kembali pada peran keluarga / orang tua khususnya untuk menjaga anak-anak agar menggunakan Facebook / internet dengan benar.
woww.. baru tau saya ada Gen Z..
kalau begitu sy termazuk Gen Y, hehehe
Terus, nama generasi Z, Y dan yang lain-lainnya itu asalnya dari mana ya?