Ya, perilaku konsumen sudah berubah. Itulah inti dari materi yang saya sampaikan di hadapan 300-an peserta acara Corporate Secretary Gathering bertajuk “Corporate Competitive Advantage 2008″ yang diselenggarakan Bisnis Indonesia di hotel Crowne Plaza, Jakarta. Acara dibuka oleh Direktur Utama Bisnis Indonesia, Lulu Terianto, dengan kyenote speech dari Dirut Bursa Efek Jakarta, Erry Firmansyah.
Apa yang berubah?
Pertama, perilaku mengkonsumsi media.
Konsumen kini bukan hanya membaca koran/majalah, menonton teve, dan mendengarkan radio. Mereka kini juga berinternet ria! Bahkan, untuk kalangan tertentu, mengakses Internet paling tidak dua jam setiap hari. Sebuah catatan waktu yang relatif lebih besar dibanding waktu membaca atau mendengarkan radio.
Perilaku mereka yang biasa berinternet pun ternyata juga mengubah perilaku mengkonsumsi media tradisional (cetak, radio, teve). Misalnya saja, jika sebelumnya membaca koran dengan lebih detil dan lama, kini lebih cepat dan sekilas saja, karena peristiwa yang terjadi hari ini sudah bisa diketahui hari ini melaui media online seperti Detikcom, Kompas.com, Okezone.com, atau Bisnis.com. Jadi berita-berita koran cetak yang sifatnya hardnews akan dilewatkan begitu saja.
Kedua, pengguna Internet adalah konsumen aktif.
Mereka bukan hanya membaca. Mereka berinteraksi, baik melalui komentar di sebuah situs — baik situs korporat, portal media online, maupun blog — serta aktif di forum dan milis.
Ketiga, pengguna Internet juga publisher, bukan sekadar reader.
Sekitar 300 ribuan blog asli Indonesia sudah bertebaran di Internet. Mereka menuliskan apa saja yang mereka suka. Mereka bisa saja bercerita pengalaman sehari-hari. Tapi bisa juga cerita pengalaman membeli/menggunakan produk tertentu. Kalau mereka kesal dengan layanan/produk tertentu, mereka menumpahkan begitu saja di blog, menyebarkannya ke mana-mana sehingga menjadi virus yang menular. Tapi kalau puas, mereka juga tidak pelit untuk memuji-muji. Inilah jenis User Generated Content yang amat menakutkan bagi para produsen.
Perubahan ini perlu saya sampaikan, sebab Corporate Secretary harus meng-update direksi perusahaan publik mengenai kecenderungan pasar. Bukan hanya pasar saham, tetapi juga pasar lain yang bakal mempengaruhi kinerja perusahaan serta kinerja sahamnya di bursa saham.
Narasumber talkshow satunya adalah Alberto D. Hanani, pakar strategi korporasi dari Beda&Company, yang menceritakan dasar-dasar corporate strategy 2008, dengan sedikit membahas studi kasus pesaingan DVD serta sepatu.
kiri-kanan:
Moderator Yosef Ardi, saya (Nukman Luthfie), Alberto D. Hanani
trus yang akan dibawakan dalam seminar hari kamis apa dong?
Lagi bikin materinya nih ndoro. Kan ndoro yang jadi moderatornya: Corporate Blogging
[...] Oh iya, dengan gw menuliskan tulisan tentang sebuah produk seperti ini, gw udah menjadi konsumen era masa kini, yang perilakunya sudah berbeda dibandingkan era sebelum ini. Baca tulisan Pak Nukman: Consumer Behavior sudah Berubah [...]
wah.. ngganteng ternyata nek jas jasan;)
Benar Pak Nukman, prilaku konsumen saat ini lebih well-informed, mereka lebih sadar untuk mencari informasi terlebih dahulu di internet di setiap transaksi yang akan dilakukan.
Era internet ini, peranan teknologi menjadi faktor penentu penggerak perubahan selain faktor pasar dan ekonomi.
Untuk sebuah usaha, customer service pun harus segera dibenahi dan diupdate knowledgenya, customer saat ini lebih ingin ‘dimanja’ secara teknologi.
Thanks sharingnya pak.
Salam,
Iim
PS. Pak Nukman thanks meetingnya pada minggu lalu bersama TDA.
ada rumor mau ke surabaya lagi ya pak…
kapan nih?
Ya nganteng to pak dokter SEO, baru tau kau, eh ngomong2 mr keke itu adalah Dokter SEO yang sedang menanggani Virus Gasela terus berjuang pak dokterrrr….
lha itu yg melek internet, kalo yg belum bagaimana pak ?. khan masih 180jt penduduk? apalagi remaja, pemakai internet terbanyak sekarang masih suka chatting an, friendster an, ym an, belum ke yg agak serius(blog,dll). walau kalo punya blog paling karena tugas sekolah.
Yang belum melek internet didekati dengan consumer behavior tradisional. Apakah consumer behavior mereka berubah? Iya, ternyata mereka yang tidak melek internet juga berubah. Tuntutan consumer sekarang misalnya, menurut Fachry Mohamad (pemilik jaringan radio Smart-FM), makin tinggi. Mereka misalnya, semakin kritis, responsif, dan menuntut diperlakukan secara personal.
Kalau sudah benar2 melek internet, yang awalnya konsumen lambat laun berubah jadi produsen/penjual ;P
Mana bocoran materinya ????
Reader sekaligus publisher ya Pak? Atau bisa jadi dikatakan prosumen ya?
tapi kalau blogger numpahin uneg2nya bakal dijeblosin ke penjara kayak prita gak ya???