Online Strategist, Creative Designers, Web Technologist MarComm Practitioners, E-Commerce and Education __________________________ under one roof.

ROI Website, Istilah yang Salah?

October 25, 2007
Oleh Iim Fahima Jachja

Sebuah perdebatan istilah ROI Website muncul di milis Marketing Club ketika membahas postingan saya yang ini. Bahkan muncul tanggapan dari beberapa orang dengan latar belakang Finance yang intinya menganggap istilah ROI Website dengan segala penjelasan saya di dalamnya, bertentangan dengan istilah ROI di pemahaman orang finance.

Sebuah perkembangan diskusi yang menarik, namun sayangnya malah membuat kita menjauh dari esensi postingan awal. Tapi mudah-mudahan, dengan mengikuti setiap reply postingan, pembaca akan tetap mendapat esensi postingan saya yang bertujuan mengajak siapa pun yang akan memasuki dunia marketing/marketing komunikasi online, mulai bertanya mengenai apa yang mereka dapat dari investasi mereka di internet dan seperti apa perhitungannya. Karena sebagai sebuah medium, internet (website) adalah medium komunikasi yang terukur karena memiliki web analytic yang berfungsi merecord jejak pengunjung dari mulai jumlah visit hingga kebiasaan kunjungan. Dari data inilah kita bisa menganalisa perilaku/insight dari visitor website kita dan memanfaatkannya untuk perbaikan performa site sehingga memberi nilai lebih pada bisnis.

Kembali ke diskusi definisi terminologi ROI.

Salah seorang anggota milis dalam tanggapan postingan saya mengutip referensi Corporate Finance by Ross/Westerfield/Jaffe, 2005 menyebutkan, bahwa ROI (Investment) yang dapat berupa ROE (Equity) atau ROA (Asset) menurut literatur tsb. dapat dihitung dengan pembilang antara lain revenue atau profit margin dengan penyebut antara lain modal sendiri atau equity (uang yang dimiliki oleh perusahaan itu sendiri) atau aset (yang bisa merupakan gabungan antara utang dan modal sendiri). Terminologi ROI, secara keilmuan parameternya harus dalam satuan nilai uang.

Disebut juga, bahwa definisi tersebut adalah definisi yang sesuai dengan kebijakan keilmuan finance, karena pada dasarnya istilah ROI adalah istilah yang dimunculkan dan dimiliki oleh orang Finance, seperti halnya istilah ATL-BTL yang merupakan istilah keuangan kemudian dielaborasi tanpa referensi keilmuan sehingga muncul istilah-istilah lain, misalnya through the line, yang tidak sesuai dengan pijakan keilmuan. Saya malah baru tahu kalau istilah ATL-BTL itu istilah keuangan, saya kira istilah orang iklan/komunikasi yang biasa diterjemahkan secara harfiah sebagai komunikasi di media TV, Cetak, Radio (ATL) dan di luar medium itu (BTL).

Terlepas dari adanya definisi baku secara keilmuan, saya pikir hendaknya kita tidak tertutup dengan adanya penyerapan suatu istilah dari satu disiplin ilmu ke disiplin ilmu yang lain sering terjadi, selama arti dari istilah-istilah tersebut hanya dipakai secara unik di dalam disiplin ilmu tersebut. Selain itu, sebuah istilah baru juga sangat mungkin untuk muncul seiring dengan perkembangan pengetahuan/pemahaman seseorang terhadap suatu hal.

Dan bahwa kemudian penggunaan istilah yang dianggap melenceng dari ilmu murni tersebut menjadi populer dan memiliki arti /pemahaman tersendiri, ya itu lah realitas yang akan selalu kita hadapi dan jangan berhenti mempelajari.

Yang paling penting buat saya, bukan memperdebatkan istilahnya, melainkan menangkap esensi dan logika berpikirnya. Kecuali, kita mau terus mempertarungkan antara science murni dan ilmu terapan.

Kalau itu sih saya ngga tertarik.

3 Responses to “ROI Website, Istilah yang Salah?”

  1. Sebuah posting yang menarik. Mungkin akan lebih asyik, jika diberi contoh konkrit. Usul saya : tempo hari kan ada iklan makinseru dari XL yang dipsang di blog Mas Nukman dan Ndoro Kakung (http://ndorokakung.com). Agensinya setahu saya adalah virus. Nah, akan menarik kalau coba dibahs ROI website dari program iklan makinseru itu (mungkin bisa dimabil blognya Mas Nukman sebagai sampel).

  2. Iim-Adhit says:

    Yang berhak memaparkan detail ROI pada real case hanyak klien mas. Agency tidak punya hak untuk itu, karena data itu milik klien.

  3. Oke mas. Anyway, really appreciate your efforts to be a mecca for non-traditional marketing campaign (including online and blog marketing). And to your enlightening ideas shared on this blog.

Leave a Reply



nukman @nukman
Online Strategist
tweet it
iimfahima @iimfahima
Online Marketing Communication Strategist
tweet it
adhitiasofyan @adhitiasofyan
Creative Director
tweet it
meisia @mei168
Information Architecture Specialist
tweet it
foto andi @primaretha
Social Media Head
tweet it
foto jayadi @jayadi72
Web Content Specialist
tweet it

Komentar Terakhir.

  • Andi Primaretha: - Terima kasih mas Bayoe. Betul untuk Conversation Analysis dan Network...

  • bayoewebid: - Analisis yang menarik mas. mungkin perlu ditambahkan dengan tools yang dipakai....

  • Andi Primaretha: - Bagi teman-teman yang ingin sukses mempromosikan bisnisnya melalui online...

  • aguswibowo: - Mas Andi, bagaimana menurut anda posisi online http://hotelgrasia.b logspot.com tks

  • hadiph: - Tahapan analisis yang menarik bos, selanjutnya posting tools nya donk. tks

  • Hary: - Info yang sangat berguna & bermanfaat, Mas Andi. Many thanks for your sharing....

Kategori


Email Subscription

Enter your email address:

Fan Box Virtual Consulting