Online Strategist, Creative Designers, Web Technologist MarComm Practitioners, E-Commerce and Education __________________________ under one roof.

Online Advertising, Apa yang Sunnah?

October 15, 2008
Oleh Iim Fahima Jachja

Setelah menulis di sini apa yang wajib, sekarang waktunya membahas yang sunnah alias kalau dilakukan akan sangat bagus tapi jika tidak pun tidak akan membuat online advertising yang dilakukan tidak berjalan maksimal.

Yang sunnah adalah komunikasi/publikasi di media lain atau yang oleh komunitas iklan disebut integrated communication yang biasanya (HARUS) melibatkan Print ad, TV, radio atau pun medium lain. Bahkan pada kondisi dimana objektif komunikasi onlinenya adalah menciptakan viral, medium lain tidak memiliki peran yang signifikan (secara cost dan efek yang ditimbulkan) dalam menumbuhkan gelombang viral lebih besar.

Dalam beberapa online campaign yang dilakukan Virus dengan tujuan awareness mapun sales yang juga melibatkan medium lain untuk publikasi, ada riset kecil terselip di dalamnya yang tujuannya mengetahu traffic source. Pertanyaanya adalah: dari manakan Anda mendapat informasi tentang web ini? jawaban 80% lebih tahu dari email, forum, mailing list dan banner di media (online). Sisanya adalah dari print ad dan radio.

Note: Jika ada yang menduga saya anti medium lain atau mendewa-dewakan salah satu medium, saya pastikan itu pemikiran prematur dan jauh dari kata ‘strategic’.

Mari berdiskusi!

6 Responses to “Online Advertising, Apa yang Sunnah?”

  1. Idekusaja says:

    Setuju sekali soal objektif viral. Saya tau facebook dari temen, dan mereka ngga pernah bikin print ad ;)

  2. Ivan Jenggot says:

    semua kan saling berkesinambungan mba.

  3. Agung Satria says:

    Menurut observasi saya (yang mungkin juga tidak valid), ketertarikan untuk mengakses sebuah web site atau apa pun yang bersifat On Line biasanya karena content2 yang terdapat di media On Line itu sendiri..ataupun berdasarkan WOM dari sumber-sumber terdekat ataupun terpercaya. Contoh kasus seperti Ragnarok, kebanyakan pemane ragnarok berasal dari kalangan pengguna aktif internet yang di ajak oleh teman-temannya ataupun yang sebelumnya hanya pengguna dengan frekwensi yang rendah jadi tertarik karena ajakan teman-teman di sekitarnya. Jarang sekali Komunikasi melalui media seperti print-ad ataupun radio mempengaruhi orang untuk mengakses website yang di iklankan, kecuali apabila content dari web di ulas sebagai sebuah artikel, maka ada kemungkinan akan meningkatkan jumlah pengakses. Jadi intinya disini untuk mengkomunikasikan web itu sendiri bukan perkara mudah, harus ada unsur kejelasan dan menariknya dari web itu sendiri bagi si target audience. Bahkan cara berkomunikasinya pun mungkin tidak generic harus bener-bener menyentuh rasa kebutuhan untuk mengakses web tersebut..fdan gak cukup sekedar kata “KEREN WEBNYA”

    Agung

  4. Iim-Adhit says:

    Agung:
    Point ‘ngga cukup sekedar kata KEREN WEBNYA’ sangat valid.

  5. hello,
    Berhubungan dg online advertising kadang kita bisa list down banyak2 yg merupakan esensi dr branding strategy etc etc. Tp akhirnya toh dihadapkan pada kenyataan dr relevansi yg melihat/perlu. Makanya sekarang banyak sekali bermunculan ide2 mirip2 adsense, dan juga didukung oleh community. Saya gak akan punya facebook kl hanya 5 orang teman disana.

    Kata2 web keren mungkin sudah tdk terlalu popular, yang ada adalah strategic – bisa lewat interaction, surprises, connectivity etc. Yg di bookmark saya web2 keren hanya utk ide creative saja.. bukan yg saya kunjungi setiap hari – RSS & livefeed.

  6. octa purnama says:

    didalam membuat sistem promosi tidak ada istilah media ini sunah media ini wajib, klo sampai terjadi sudah pasti orang tersebut sudah menentukan media terlebih dahulu di banding proses kreatifnya sendiri, yg natinya akan berkaitandgn target audience yg ingin di capai, setelah itu bru kita memikirkanstrategi media, artinya media apa yg tepat dan efektif untuk digunaka. klo sampai berpikir terbalik nantinya akan menjadi terlalu sempit dan tidak efektif.
    sebagai contoh saja, saya mau memkomunikasikan produk2 saya yg target audiencenya adalah orang2 yg berdomisi di pelosok desa, mungkin klo saya pakai online communication saja munkin tahun 2012 produk saya baru dibaca oleh mereka.
    untuk itu sebaiknya dalam membuat proses komnikasi tidak langsung menembak media ini yg paling eefektif atw wajib, smua tergantung apa yg mau di komunikasikan dan siapa targetnya baru menentukan media yg paling efektif, saya tidak anti dgn online communication selama memang tepat sasaran.
    samapai saat ini online communication hanya mampu memposisikan brand produk hanya sampai brand awarnes saja, tp tidak mampu untuk mencapai brand loyality dimana orang ter-persuasi untuk membeli produk tersebut.

Leave a Reply



nukman @nukman
Online Strategist
tweet it
iimfahima @iimfahima
Online Marketing Communication Strategist
tweet it
adhitiasofyan @adhitiasofyan
Creative Director
tweet it
meisia @mei168
Information Architecture Specialist
tweet it
foto andi @primaretha
Social Media Head
tweet it
foto jayadi @jayadi72
Web Content Specialist
tweet it

Komentar Terakhir.

  • Andi Primaretha: - Terima kasih mas Bayoe. Betul untuk Conversation Analysis dan Network...

  • bayoewebid: - Analisis yang menarik mas. mungkin perlu ditambahkan dengan tools yang dipakai....

  • Andi Primaretha: - Bagi teman-teman yang ingin sukses mempromosikan bisnisnya melalui online...

  • aguswibowo: - Mas Andi, bagaimana menurut anda posisi online http://hotelgrasia.b logspot.com tks

  • hadiph: - Tahapan analisis yang menarik bos, selanjutnya posting tools nya donk. tks

  • Hary: - Info yang sangat berguna & bermanfaat, Mas Andi. Many thanks for your sharing....

Kategori


Email Subscription

Enter your email address:

Fan Box Virtual Consulting