<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Non Traditional Marketing Communication ala Gamya dan Fish &amp; Co.</title>
	<atom:link href="http://www.virtual.co.id/blog/online-advertising/non-traditional-marketing-communication-ala-gamya-dan-fish-co/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.virtual.co.id/blog/online-advertising/non-traditional-marketing-communication-ala-gamya-dan-fish-co/</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Feb 2012 10:28:46 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.5</generator>
	<item>
		<title>By: yudhi</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/online-advertising/non-traditional-marketing-communication-ala-gamya-dan-fish-co/comment-page-1/#comment-85566</link>
		<dc:creator>yudhi</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Feb 2009 05:59:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virus-communications.com/blog/?p=74#comment-85566</guid>
		<description>Siang Mba,

Baru baca nih thread yg cukup menarik, yg menjadi pertanyaan saya adalah, apakah measurement yg digunakan untuk menyebut suatu komunikasi itu tradisional ato non tradisional ?? misalnya website, saat ini hampir semua orang kenal dan menggunakan yg namanya internet, beda dengan tahun 1997. maksud saya mungkin saat itu komunikasi online menajdi non trad , tapi bbrp tahun kedepan komnukasi online mungkin sudah menjadi trad comm. gimana menurut mba Iim ??</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Siang Mba,</p>
<p>Baru baca nih thread yg cukup menarik, yg menjadi pertanyaan saya adalah, apakah measurement yg digunakan untuk menyebut suatu komunikasi itu tradisional ato non tradisional ?? misalnya website, saat ini hampir semua orang kenal dan menggunakan yg namanya internet, beda dengan tahun 1997. maksud saya mungkin saat itu komunikasi online menajdi non trad , tapi bbrp tahun kedepan komnukasi online mungkin sudah menjadi trad comm. gimana menurut mba Iim ??</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Faturrohmin</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/online-advertising/non-traditional-marketing-communication-ala-gamya-dan-fish-co/comment-page-1/#comment-85565</link>
		<dc:creator>Faturrohmin</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Sep 2008 08:16:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virus-communications.com/blog/?p=74#comment-85565</guid>
		<description>Pengalaman yang dapat dikatakan sepele akan tetapi sangat luar biasa kita dapat mengemukakan hal tersebut dan dapat dikaji secara teoritik Ilmu Komunikasi.  Kebanyakan orang sudah biasa menemukan kejadian seperti itu ya, berlalu begitu saja. Coba ketemu orang komunikasi ya mungkin kaya kejadian Mba Iim yang menceritakan kemudian menjadi hal dan solusi baru bagi dunia perkembangan Ilmu komunikasi.
Saya sepakat dengan memakai bahasa meninggalkan komunikasi tradisional karena di situ ada marketing dan ada PR, dalam arti disini menciptakan pencitraan yang lebih baik terhadap corporate yang kita punya.
Teknologi disini adalah memakai sebuah teknologi komunikasi dengan cara menelpon customer untuk tidak menunggu sambil berbete ria. Jadi apakah demikian teori yang dimaksud?dan termasuk dalam teori siapa ya?kalau saya boleh berbagi saya ada tugas kuliah mau menyelesaikan tesis tapi aku belum punya judul dan proposal tesisnya bagusnya apa ya rekan2 semua?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pengalaman yang dapat dikatakan sepele akan tetapi sangat luar biasa kita dapat mengemukakan hal tersebut dan dapat dikaji secara teoritik Ilmu Komunikasi.  Kebanyakan orang sudah biasa menemukan kejadian seperti itu ya, berlalu begitu saja. Coba ketemu orang komunikasi ya mungkin kaya kejadian Mba Iim yang menceritakan kemudian menjadi hal dan solusi baru bagi dunia perkembangan Ilmu komunikasi.<br />
Saya sepakat dengan memakai bahasa meninggalkan komunikasi tradisional karena di situ ada marketing dan ada PR, dalam arti disini menciptakan pencitraan yang lebih baik terhadap corporate yang kita punya.<br />
Teknologi disini adalah memakai sebuah teknologi komunikasi dengan cara menelpon customer untuk tidak menunggu sambil berbete ria. Jadi apakah demikian teori yang dimaksud?dan termasuk dalam teori siapa ya?kalau saya boleh berbagi saya ada tugas kuliah mau menyelesaikan tesis tapi aku belum punya judul dan proposal tesisnya bagusnya apa ya rekan2 semua?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Blog Non-Traditional Marketing Communication Indonesia - Viral Marketing, Guerilla Marketing, Buzz Marketing, Marketing PR &#187; Blog Archive &#187; non traditional = mindset</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/online-advertising/non-traditional-marketing-communication-ala-gamya-dan-fish-co/comment-page-1/#comment-85564</link>
		<dc:creator>Blog Non-Traditional Marketing Communication Indonesia - Viral Marketing, Guerilla Marketing, Buzz Marketing, Marketing PR &#187; Blog Archive &#187; non traditional = mindset</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Apr 2007 21:54:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virus-communications.com/blog/?p=74#comment-85564</guid>
		<description>[...] komunikasi non traditional yang lain bisa dilihat di tulisan ini, ini, ini, dan [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] komunikasi non traditional yang lain bisa dilihat di tulisan ini, ini, ini, dan [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: mulia</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/online-advertising/non-traditional-marketing-communication-ala-gamya-dan-fish-co/comment-page-1/#comment-85563</link>
		<dc:creator>mulia</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Feb 2007 17:25:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virus-communications.com/blog/?p=74#comment-85563</guid>
		<description>punten...
simple tapi berbobot,dan saya kira pelayanan seperti itu hanya ada di hotel2.Tapi ternyata restoran pun...
saya pun setuju dengan customer satisfaction.Karena sebuah bisnis ataupun usaha ga bisa maju kalo ga ada konsumen.Trims Mba&#039;, salam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>punten&#8230;<br />
simple tapi berbobot,dan saya kira pelayanan seperti itu hanya ada di hotel2.Tapi ternyata restoran pun&#8230;<br />
saya pun setuju dengan customer satisfaction.Karena sebuah bisnis ataupun usaha ga bisa maju kalo ga ada konsumen.Trims Mba&#8217;, salam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Harry Cornel</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/online-advertising/non-traditional-marketing-communication-ala-gamya-dan-fish-co/comment-page-1/#comment-85562</link>
		<dc:creator>Harry Cornel</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Jan 2007 00:44:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virus-communications.com/blog/?p=74#comment-85562</guid>
		<description>Asik juga kalo kita bisa melihat dari banyak view. Thanks udah banyak share ilmunya Mbak.

Cool!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Asik juga kalo kita bisa melihat dari banyak view. Thanks udah banyak share ilmunya Mbak.</p>
<p>Cool!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: mamakeno</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/online-advertising/non-traditional-marketing-communication-ala-gamya-dan-fish-co/comment-page-1/#comment-85561</link>
		<dc:creator>mamakeno</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Jan 2007 01:32:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virus-communications.com/blog/?p=74#comment-85561</guid>
		<description>lam kenal buat mbak iim. saya terkesan sekali dengan tulisan-tulisan mbak iim. keren dan inovatif.. gak pernah terbayang ternyata hal - hal kecil pun bisa jadi bagian marketing communication</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>lam kenal buat mbak iim. saya terkesan sekali dengan tulisan-tulisan mbak iim. keren dan inovatif.. gak pernah terbayang ternyata hal &#8211; hal kecil pun bisa jadi bagian marketing communication</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: April</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/online-advertising/non-traditional-marketing-communication-ala-gamya-dan-fish-co/comment-page-1/#comment-85560</link>
		<dc:creator>April</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jan 2007 00:29:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virus-communications.com/blog/?p=74#comment-85560</guid>
		<description>Kadang, kita terlalu berpikir terlalu rumit untuk sesuatu yang sederhana..
Padahal, sesuatu yang sederhana, meski kecil, asal dilakukan dengan sepenuh hati, hasilnya adalah kecintaan. Kecintaan konsumen kepada brand yang melayani mereka dengan hati..

Selamat Tahun Baru Mbak Iim...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kadang, kita terlalu berpikir terlalu rumit untuk sesuatu yang sederhana..<br />
Padahal, sesuatu yang sederhana, meski kecil, asal dilakukan dengan sepenuh hati, hasilnya adalah kecintaan. Kecintaan konsumen kepada brand yang melayani mereka dengan hati..</p>
<p>Selamat Tahun Baru Mbak Iim&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Fauzan Abu Ramza</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/online-advertising/non-traditional-marketing-communication-ala-gamya-dan-fish-co/comment-page-1/#comment-85559</link>
		<dc:creator>Fauzan Abu Ramza</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Jan 2007 04:28:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virus-communications.com/blog/?p=74#comment-85559</guid>
		<description>INSPIRING!

saya baru tahu tentang blog ini dari blognya pak Nukman. Inspiring inded!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>INSPIRING!</p>
<p>saya baru tahu tentang blog ini dari blognya pak Nukman. Inspiring inded!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: isman</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/online-advertising/non-traditional-marketing-communication-ala-gamya-dan-fish-co/comment-page-1/#comment-85558</link>
		<dc:creator>isman</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Dec 2006 01:50:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virus-communications.com/blog/?p=74#comment-85558</guid>
		<description>Menurut saya praktik ini masih termasuk traditional marketing communication: yang penting bukanlah apa yang kita katakan, tapi apa yang kita lakukan. Daripada Gamya bikin slogan: &quot;Pelanggan adalah prioritas utama kami&quot;, tindakan menyediakan jasa angkutan dan orang yang membantu mencarikan taksi itu menyampaikan pesan yang sama dengan jauh lebih efektif.

Sebelum zaman radio dan TV, komunikasi pemasaran yang ada itu ya berbentuk tindakan seperti di atas. Bukan hanya itu, entrepreneur seperti P.T. Barnum (1810-1891) sudah melaksanakan berbagai praktik komunikasi pemasaran yang berbasiskan hype. Atau bahkan hoax yang menghibur. Jadi word-of-mouth atau viral marketing itu sebenarnya masuk sebagai praktik komunikasi pemasaran tradisional.

Dengan kata lain, ketergantungan kepada media massa dan periklanan berbiaya besar itu merupakan praktik modern. Atau nontradisional. Justru kita harus kembali ke [komunikasi] pemasaran tradisional--&gt;yang kembali berfokus kepada orang (bukan media).

Media hanya alat bantu.

Namun itu pendapat saya. Bisa saja salah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Menurut saya praktik ini masih termasuk traditional marketing communication: yang penting bukanlah apa yang kita katakan, tapi apa yang kita lakukan. Daripada Gamya bikin slogan: &#8220;Pelanggan adalah prioritas utama kami&#8221;, tindakan menyediakan jasa angkutan dan orang yang membantu mencarikan taksi itu menyampaikan pesan yang sama dengan jauh lebih efektif.</p>
<p>Sebelum zaman radio dan TV, komunikasi pemasaran yang ada itu ya berbentuk tindakan seperti di atas. Bukan hanya itu, entrepreneur seperti P.T. Barnum (1810-1891) sudah melaksanakan berbagai praktik komunikasi pemasaran yang berbasiskan hype. Atau bahkan hoax yang menghibur. Jadi word-of-mouth atau viral marketing itu sebenarnya masuk sebagai praktik komunikasi pemasaran tradisional.</p>
<p>Dengan kata lain, ketergantungan kepada media massa dan periklanan berbiaya besar itu merupakan praktik modern. Atau nontradisional. Justru kita harus kembali ke [komunikasi] pemasaran tradisional&#8211;&gt;yang kembali berfokus kepada orang (bukan media).</p>
<p>Media hanya alat bantu.</p>
<p>Namun itu pendapat saya. Bisa saja salah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: budi</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/online-advertising/non-traditional-marketing-communication-ala-gamya-dan-fish-co/comment-page-1/#comment-85557</link>
		<dc:creator>budi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Dec 2006 17:10:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virus-communications.com/blog/?p=74#comment-85557</guid>
		<description>Wahh...mbak iim sering2 yah kirim tulisan yang Inspire begini, kadang jika kita sudah terlalu banyak melihat dan membaca konsep dan Teori marketing kita jadi agak buta dan &#039;mentok&#039; sehingga hal sederhana seperti ini jadi tak terlintas, Thanks mba, Bravo...Maju terus bersama coretannya yang &#039;menginspirasi&#039;.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wahh&#8230;mbak iim sering2 yah kirim tulisan yang Inspire begini, kadang jika kita sudah terlalu banyak melihat dan membaca konsep dan Teori marketing kita jadi agak buta dan &#8216;mentok&#8217; sehingga hal sederhana seperti ini jadi tak terlintas, Thanks mba, Bravo&#8230;Maju terus bersama coretannya yang &#8216;menginspirasi&#8217;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

