Salah satu tujuan yang ingin dicapai dari aktifitas online advertising adalah tersebarnya awareness sebuah produk atau pun campaign. Untuk mengukur tercapai atau tidaknya, indikator yang sering digunakan adalah jumlah visit ke site. Padahal untuk aware terhadap sebuah produk atau campaign, seseorang tidak harus berkunjung ke site nya, kan?.
Lalu, apa kira-kira yang bisa dijadikan patokan bahwa sebuah produk atau campaign dikenal di online? Share opini di sini ya…
Leave a Reply
Komentar Terakhir.
- Andi Primaretha: - Terima kasih mas Bayoe. Betul untuk Conversation Analysis dan Network...
- bayoewebid: - Analisis yang menarik mas. mungkin perlu ditambahkan dengan tools yang dipakai....
- Andi Primaretha: - Bagi teman-teman yang ingin sukses mempromosikan bisnisnya melalui online...
- aguswibowo: - Mas Andi, bagaimana menurut anda posisi online http://hotelgrasia.b logspot.com tks
- hadiph: - Tahapan analisis yang menarik bos, selanjutnya posting tools nya donk. tks
- Hary: - Info yang sangat berguna & bermanfaat, Mas Andi. Many thanks for your sharing....
Kategori
Fan Box Virtual Consulting
Riset?
hasil pencarian di google?
saat mengetikkan nama suatu brand, entry yang muncul di google banyak.. alias banyak ditulis di blog2, di plurk2, dsb..
patokan apakah sebuah brand/campaign di kenal online?
hm.. saya setuju dengan iLm@n, google mewakili jumlah pemuatan brand pada blog2 maupun fasilitas lain.. berarti brand itu sudah pernah disinggung atau dibahas…
=D
Saya rasa kurang tepat kalo Google,…
ia lebih condong sebagai pencari dari kebutuhan, masih satu arah, hanya mengakomodir ke ingin tahu-an user, bukan keberhasilan produk itu dikenal, baik user itu butuh atau tidak.
Jadi apa donk?…
Kalau saya lebih cenderung seberapa banyak bahasan dan ulasan produk tersebut di internet sendiri. Bahasan di sini bisa jadi melalui forum atau ulasan di blog yang bukan milik product owner itu sendiri.
Yah semacam WOM atau preferensi rekomendasi lah kurang lebih
Banner ad atau bisa juga pop out ad. Cuma semuanya tergantung dari seberapa menariknya Banner ad atau pop out ad tersebut untuk bisa menarik perhatian orang.
Pertama2 musti dibedakan dulu antara brand awareness dan advertising awareness,,advertising awareness related terhadap iklan walaupun masi ada unsur brand awareness di dalamnya,,sementara brand awareness tidak ada hubungannya dengan iklan,,jadi sebenernya awareness yang dimaksud itu brand awareness atau advertising awareness??
kalau produknya semakin laris? :-/,
atau saat Media Tradisional dengan gempar ikut2an memberitakan, bahwa foto si Anu tersebar di Internet ? seperti itu?
wah bingung saya,…
search result @ google
http://www.magnivate.com/blog
Google bisa menjadi salah satu alternatifnya. Mencari siapa saja yang telah ‘membicarakan’ mengenai produk
tersebut. Tapi memang dirasa sangat luas, mengingat keyword itu bisa saja malahan mengarah ke hal-hal yang
dirasa kurang mendalam seperti sekedar komentar kecil mengenai produk yang ditemui dalam blog, atau situs
pertemanan.
Tapi, bukankah kalau kita mencari dari google, dan ketika mendapatkan banyak orang membicarakan produk A,
kan bukan berarti dia mendapatkan info dari internet, bisa saja dari tv atau lihat langsung di gerai.
kalau begitu, online communication, tidak tepat sasaran? padahal yang dicari, adalah mereka yang terkena
‘godaan’ online communication, bukan?
mohon bantuannya..
thanks,,
Kalau menurut saya sih..
Adalah ketika seseorang mengetahui sebuah produk bukan dari si pembikin produk, tapi dari orang lain yang lebih tahu duluan..
artinya bahwa kesan produk nya sudah sampai ke orang pertama, ngga cukup sampai disitu, si orang terebut masih ingin menyampaikannya ke orang lain.
google, site,minisite,tv, radio adalah “media”..
Duh maaf yah baru belajar ber-kata-kata…
jangan kunjungi website saya http://www.far-han.co.cc
mas hari gini masih membicarakan awarenes, perusahaan sekelas GE yang di amerika aja awareness nya bagus tapi juga keok kena dampak krisis, kalo menurut saya sih kebanyakan perusahaan yang pintar kejar awarness, tetapi perusahaan yang ingin survive pasti kejar sales/penjualan, apa artinya awarenes tanpa didukung hasil penjualan yang bagus ?
thanks
http://www.ahasasia.com
Patokan?, ehm.. produk itu terkenal di online pastinya banyak yang membicarakan dari hal yang positif dan negatif dan dari bermacam social media yang digunakan dan tentunya effect dari hal tersebut menimbulkan word of mouth yang hadir di dunia nyata.
Boleh Ikut Nimbrung yach Mas & Mbak…
Kalau kembali ke Pertanyaan “Mengukur awareness di online, bukan semata-mata dari jumlah visit”…
dan statement Mbak Iim : “Padahal untuk aware terhadap sebuah produk atau campaign, seseorang tidak harus berkunjung ke site nya, kan?”.
Sepertinya sulit dijawab karena ada 2 hal ini yang berbeda…Pertama cara terpraktis untuk mengukur awareness di Online advertising adalah jelas Jumlah Visit/click ke suatu site, tapi ini tidak selalu bisa menjadi satu-satunya patokan, apalagi kalau pertanyaan tersebut diperluas dan dihubungkan dengan penyataan selanjutnya bahwa aware terhadap suatu produk atau campaign tidak harus selalu berkunjung ke site tertentu yang dibuat untuk memberi informasi mengenai suatu produk, Pertama : kita harus pahami bahwa Awarenes merupakan suatu hal yang penting dalam memasarkan produk, tapi bukan berarti perjuangan kita dalam membuat produk kita digunakan dan selalu memberi manfaat kepada orang lain berakhir sampai disana, paling tidak khan ada 4 hal, Awareness-Interest-Desire-Action (AIDA), kemudian Media untuk mencapai awareness ini pun banyak & variatif, sehingga untuk mengukurnya sangat banyak dan variatif juga..sehingga kalau kembali ke masalah awareness di On line – tidak berkunjung ke Site tapi masyarakat bisa tetap aware terhadap suatu produk adalah mungkin karena hal ini..Pertama Medianya apa, bagaimana cara mengukurnya..Misalnya kita beriklan di Online..tetapi ternyata masyarakat aware tanpa publikasi secara On Line, katakanlah mungkin karena produk tersebut menjadi bahan pembicaraan olehkarena suatu hal (katakanlah diluar media On Line), so untuk apa lagi kita membicarakan awareness di on line (apalagi mengukurnya), karena toh…tanpa on line pun ternyata awareness itu dapat diperoleh….The Point is Jika dipilh jenis media A – bagaimana mengukur awareness di media A tersebut..?, so Jawabannya adalah masih tetap Visit/Click dan tentunya riset tersendiri mengenai darimana informasi diperoleh apakah memang dari on line atau media lainnya
wah seru neh..
aku mau berbagi cerita ya : dulu saya pernah bekerja sebagai bagian marketing online sebuah toko komputer, dan saat itu perusahaan tersebut tidak pernah Sama Sekali beriklan di media offline, 100% Branding lewat situs Online dan hasilnya jalan perlahan2 visitor hits naik dan terus naik… dan omset penjualan pun ikut naik juga( Pembelian konsumen tidak 100% lewat situs internet bahkan konsumen datang ke toko realnya atau menelpon kami yg dimana infonya didapat dari info temannya yang akses ke situs kita)
“awarenes online tercapai bila
kalo di twitter menurut saya melalui Retweet dan feedback baik berupa pertanyaan atau semacamnya…
Setuju dengan atas saya, lihat aja twitt search, semakin banyak brand itu pop-up secara natural di twitter, berbanding lurus dengan brand awareness di masyarakat (minimal masy pengguna twitter)