<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Kok Malah Website Building Daripada Brand Building?</title>
	<atom:link href="http://www.virtual.co.id/blog/online-advertising/kok-malah-website-building-daripada-brand-building/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.virtual.co.id/blog/online-advertising/kok-malah-website-building-daripada-brand-building/</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Feb 2012 10:28:46 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.5</generator>
	<item>
		<title>By: arhan</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/online-advertising/kok-malah-website-building-daripada-brand-building/comment-page-1/#comment-86146</link>
		<dc:creator>arhan</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Jun 2008 03:27:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virus-communications.com/blog/?p=152#comment-86146</guid>
		<description>take action, sambil action sambil meluruskan...

salam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>take action, sambil action sambil meluruskan&#8230;</p>
<p>salam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: justduit</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/online-advertising/kok-malah-website-building-daripada-brand-building/comment-page-1/#comment-86142</link>
		<dc:creator>justduit</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Jun 2008 21:29:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virus-communications.com/blog/?p=152#comment-86142</guid>
		<description>Marketing off line is dying. Gak mungkin terjadi. Sampai kapanpun marketing on line tidak akan pernah menggantikan marketing off line. Karena marketing sebenarnya adalah people relationship, bukan website relatioinship. Mungkin untuk mewakili expresi, pelayanan dari hati, pendekatan, persuasi kl di on line dgn letter content yang betul2 bagus baik secara bahasa maupun isi maksud. Website hanyalah sebuah toko secara fisik tergantung target market dan kemana bran toko mau di bawa. Content is the Owner&#039;s mind and heart. Salam GBU M. Ismail</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Marketing off line is dying. Gak mungkin terjadi. Sampai kapanpun marketing on line tidak akan pernah menggantikan marketing off line. Karena marketing sebenarnya adalah people relationship, bukan website relatioinship. Mungkin untuk mewakili expresi, pelayanan dari hati, pendekatan, persuasi kl di on line dgn letter content yang betul2 bagus baik secara bahasa maupun isi maksud. Website hanyalah sebuah toko secara fisik tergantung target market dan kemana bran toko mau di bawa. Content is the Owner&#8217;s mind and heart. Salam GBU M. Ismail</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Rahmat H Pulungan</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/online-advertising/kok-malah-website-building-daripada-brand-building/comment-page-1/#comment-86144</link>
		<dc:creator>Rahmat H Pulungan</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Jun 2008 02:03:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virus-communications.com/blog/?p=152#comment-86144</guid>
		<description>Mba Iim
Jika dasar dari online brand building adalah web development yang strategic, dari semua sisi (content, design, engine, creative, navigasi, interaktifitas , SEO dll) saya setuju Mba

Sering di analogikan bahwa penciptaan brand secara online harus di ikuti dgn penciptaan  microsite/portal/web, menurut saya memang itu menjadi salah satu point penting .Beberapa microsite komersial dari Brand-Brand besar bahkan ikut dalam tren pengembangan web based on Community Development dgn objective menciptakan sebuah komunitas virtual yang loyal terhadap brand. Mnrt sy Community Development mmg baik dan positif dalam membangun brand tp ada kekurangannya misalnya jika dikaitkan dgn user behaviour yang cenderung mengisi apa adanya dan ala kadarnya, istilah Credit Card Mba..databasenya nggak valid dan tdk porspektif. seringkali juga &quot;Habis masa kampanyenya&quot; sehingga database usernya jadi nggak ke maintanace baik online maupun offline

Bbrp web komersial pada awalnya eksis bergerilya dgn jalur Oline untuk beriklan dan mempromosikan web melalui channel-channel premium (detik, kompas, yahoo, friendster, dll) dan tidak menggunakan saluran massive seperti TV/Media Cetak mengkin budgetnya jadi membengkak.

TVC Asuransi pendidikan saya lupa iklan/webnya.(alamatnya muncul tll sebentar).yang skrg lg tayang .. justru menggunakan medium non internet  (kebetulan sy juga belum lihat iklan onlinenya di bbrp media online). Positifnya mnrt saya, audience yang belum ngenet.. mugkin akan jadi pasar yang potensial..dibandingkan Netters asli yang punya puluhan account online..

pertanyaan saya
secara bsinis labih baik mana Mba?
mengembangkan  Comunity Development yang short term (tergantung budget promosi sesaat) atau yang long term (iklan TV habis tapi Web tetap di maintanance)??

mana yang lebih strategic secara bsinis dalam online brand buidling . Bergerilya  online atau jalan singkat beriklan melalui media massa, lalu ngukur impression nya  dalam perkembangan rich media dimana Mba?

Makasih ya Mba</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mba Iim<br />
Jika dasar dari online brand building adalah web development yang strategic, dari semua sisi (content, design, engine, creative, navigasi, interaktifitas , SEO dll) saya setuju Mba</p>
<p>Sering di analogikan bahwa penciptaan brand secara online harus di ikuti dgn penciptaan  microsite/portal/web, menurut saya memang itu menjadi salah satu point penting .Beberapa microsite komersial dari Brand-Brand besar bahkan ikut dalam tren pengembangan web based on Community Development dgn objective menciptakan sebuah komunitas virtual yang loyal terhadap brand. Mnrt sy Community Development mmg baik dan positif dalam membangun brand tp ada kekurangannya misalnya jika dikaitkan dgn user behaviour yang cenderung mengisi apa adanya dan ala kadarnya, istilah Credit Card Mba..databasenya nggak valid dan tdk porspektif. seringkali juga &#8220;Habis masa kampanyenya&#8221; sehingga database usernya jadi nggak ke maintanace baik online maupun offline</p>
<p>Bbrp web komersial pada awalnya eksis bergerilya dgn jalur Oline untuk beriklan dan mempromosikan web melalui channel-channel premium (detik, kompas, yahoo, friendster, dll) dan tidak menggunakan saluran massive seperti TV/Media Cetak mengkin budgetnya jadi membengkak.</p>
<p>TVC Asuransi pendidikan saya lupa iklan/webnya.(alamatnya muncul tll sebentar).yang skrg lg tayang .. justru menggunakan medium non internet  (kebetulan sy juga belum lihat iklan onlinenya di bbrp media online). Positifnya mnrt saya, audience yang belum ngenet.. mugkin akan jadi pasar yang potensial..dibandingkan Netters asli yang punya puluhan account online..</p>
<p>pertanyaan saya<br />
secara bsinis labih baik mana Mba?<br />
mengembangkan  Comunity Development yang short term (tergantung budget promosi sesaat) atau yang long term (iklan TV habis tapi Web tetap di maintanance)??</p>
<p>mana yang lebih strategic secara bsinis dalam online brand buidling . Bergerilya  online atau jalan singkat beriklan melalui media massa, lalu ngukur impression nya  dalam perkembangan rich media dimana Mba?</p>
<p>Makasih ya Mba</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Iim-Adhit</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/online-advertising/kok-malah-website-building-daripada-brand-building/comment-page-1/#comment-86143</link>
		<dc:creator>Iim-Adhit</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Jun 2008 01:59:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virus-communications.com/blog/?p=152#comment-86143</guid>
		<description>Hi Bu Amalia, komentar yang sangat jeli. Thanks.

Memang pada akhirnya harus dibagi, tapi kok sepertinya ngga cuma 2 kategori tapi 3:

1. website sebagai produk aka website sebagai brand seperti detik.com dan amazon, dimana pada kasus ini, membangun website yang terencana sehingga bisa melewati siklus online branding adalah sebuah keharusan.

2. Website sebagai support services bagi brand yang besar di offline.

3. Website sebagai sumber informasi utama dan (bisa jadi) satu-satunya sumber informasi bagi offline brand yang belum populer dan berencana membangun popularitasnya pertama kali di internet.

What d u think?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hi Bu Amalia, komentar yang sangat jeli. Thanks.</p>
<p>Memang pada akhirnya harus dibagi, tapi kok sepertinya ngga cuma 2 kategori tapi 3:</p>
<p>1. website sebagai produk aka website sebagai brand seperti detik.com dan amazon, dimana pada kasus ini, membangun website yang terencana sehingga bisa melewati siklus online branding adalah sebuah keharusan.</p>
<p>2. Website sebagai support services bagi brand yang besar di offline.</p>
<p>3. Website sebagai sumber informasi utama dan (bisa jadi) satu-satunya sumber informasi bagi offline brand yang belum populer dan berencana membangun popularitasnya pertama kali di internet.</p>
<p>What d u think?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Amalia E. Maulana</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/online-advertising/kok-malah-website-building-daripada-brand-building/comment-page-1/#comment-86145</link>
		<dc:creator>Amalia E. Maulana</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Jun 2008 17:03:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virus-communications.com/blog/?p=152#comment-86145</guid>
		<description>Menarik nih diskusinya.

Untuk lebih memperjelas dan mempertajam tulisannya, Mbak Iim, saya usulkan untuk membagi dua dulu:
- Website sebagai sebuah produk atau entity
- Website sebagai ekstra services bagi sebuah offline brand, menjadi pusat informasi dan entertainment.

Untuk website sebagai sebuah entity (misal www.thetrekkers.com), tugasnya bukan hanya untuk menarik traffic untuk datang dan mengunjungi lebih sering, tetapi juga ada tekanan untuk penciptaan leads yang nantinya harus menjadi sales.

Sedangkan untuk website yang merupakan ekstra services bagi brand (misalnya website TAM, website Cocacola), bebannya berbeda. Bagaimana agar pengunjung mau berkunjung lagi, berkunjung ke lebih banyak halaman, stay disana lama-lama agar internalisasi pesan-pesan brand bisa merasuk di benak pengunjungnya.

Mungkin approach ini bisa menengahi issue yang dipertentangkan - yang dibangun websitenya atau brandnya?

Salam hangat,

Amalia
visit my blog: www.amaliamaulana.com</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Menarik nih diskusinya.</p>
<p>Untuk lebih memperjelas dan mempertajam tulisannya, Mbak Iim, saya usulkan untuk membagi dua dulu:<br />
- Website sebagai sebuah produk atau entity<br />
- Website sebagai ekstra services bagi sebuah offline brand, menjadi pusat informasi dan entertainment.</p>
<p>Untuk website sebagai sebuah entity (misal <a href="http://www.thetrekkers.com">http://www.thetrekkers.com</a>), tugasnya bukan hanya untuk menarik traffic untuk datang dan mengunjungi lebih sering, tetapi juga ada tekanan untuk penciptaan leads yang nantinya harus menjadi sales.</p>
<p>Sedangkan untuk website yang merupakan ekstra services bagi brand (misalnya website TAM, website Cocacola), bebannya berbeda. Bagaimana agar pengunjung mau berkunjung lagi, berkunjung ke lebih banyak halaman, stay disana lama-lama agar internalisasi pesan-pesan brand bisa merasuk di benak pengunjungnya.</p>
<p>Mungkin approach ini bisa menengahi issue yang dipertentangkan &#8211; yang dibangun websitenya atau brandnya?</p>
<p>Salam hangat,</p>
<p>Amalia<br />
visit my blog: <a href="http://www.amaliamaulana.com">http://www.amaliamaulana.com</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Agustinus Bill</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/online-advertising/kok-malah-website-building-daripada-brand-building/comment-page-1/#comment-86147</link>
		<dc:creator>Agustinus Bill</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Jun 2008 10:49:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virus-communications.com/blog/?p=152#comment-86147</guid>
		<description>Dari Milis Creative Circle Indonesia.

komen...

di indonesia yg persentase penetrasi online nya belum termasuk tinggi saja, sekarang ini juga kalau saya mau cari info ttg suatu perusahaan, langsung saya cari di internet

secara tidak sadar saya juga menilai suatu perusahaan dari website nya, kalau saya memang belum tahu sama sekali
kalau dari website nya saja terkesan ecek2, saya cenderung ragu dengan perusahaan tsb
istilahnya kesan pertama tidak begitu menggoda
sebaliknya kalau website nya terlihat profesional, saya cenderung merasa perusahaan tsb lebih ada isinya

jadi untuk saya sebuah website secara langsung juga bisa mempengaruhi penilaian / persepsi org terhadap apa yg ditampilkannya (brand, perusahaan, produk, berita... dsb)

thank you</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dari Milis Creative Circle Indonesia.</p>
<p>komen&#8230;</p>
<p>di indonesia yg persentase penetrasi online nya belum termasuk tinggi saja, sekarang ini juga kalau saya mau cari info ttg suatu perusahaan, langsung saya cari di internet</p>
<p>secara tidak sadar saya juga menilai suatu perusahaan dari website nya, kalau saya memang belum tahu sama sekali<br />
kalau dari website nya saja terkesan ecek2, saya cenderung ragu dengan perusahaan tsb<br />
istilahnya kesan pertama tidak begitu menggoda<br />
sebaliknya kalau website nya terlihat profesional, saya cenderung merasa perusahaan tsb lebih ada isinya</p>
<p>jadi untuk saya sebuah website secara langsung juga bisa mempengaruhi penilaian / persepsi org terhadap apa yg ditampilkannya (brand, perusahaan, produk, berita&#8230; dsb)</p>
<p>thank you</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Andy OrangeMood</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/online-advertising/kok-malah-website-building-daripada-brand-building/comment-page-1/#comment-86141</link>
		<dc:creator>Andy OrangeMood</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Jun 2008 02:47:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virus-communications.com/blog/?p=152#comment-86141</guid>
		<description>Jujur saya sendiri suka pusing kalau habis baca blog ini... mungkin yang lain juga kah?... *take that as a support from your reader... thanks. :)

&lt;em&gt;&quot;Andy OrangeMood is Online Advertising Consultant&quot;&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Jujur saya sendiri suka pusing kalau habis baca blog ini&#8230; mungkin yang lain juga kah?&#8230; *take that as a support from your reader&#8230; thanks. <img src='http://www.virtual.co.id/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><em>&#8220;Andy OrangeMood is Online Advertising Consultant&#8221;</em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

