Banyak industri yang ikut terhempas badai krisis keuangan Amerika Serikat. Pasar modal, perbankan, otomotif, serta industri-industri yang mengandalkan pasar Negeri Paman Sam dipastikan goncang. Pasar mengkerut. Ekspansi tertahan. Lantas bagaimana dengan industri Internet, terutama dotcom dan e-commerce? Harga saham Google, Yahoo! dan lainnya turun meski tidak securam industri lain. Dotcom baru kesulitan pendanaan. Namun, sebaliknya, belanja lewat Internet dan iklan online justru tetap tumbuh.
Jeffrey Grau, Senior Analyst eMarketer misalnya, menyebutkan bahwa penjualan online (termasuk online travel) selama musim libur November-Desember 2008 ini diperkirakan naik 10,1% dibanding periode yang sama tahun lalu, mencapai USD 32,1 miliar. Memang, pertumbuhan ini hanya separo pertumbuhan pada periode yang sama tahun lalu yang hampir menembus angka 20%.
Mengapa pembelian lewat Internet masih tumbuh? Krisis ekonomi membuat mereka semakin miskin dan daya beli mereka turun drastis. Mereka berusaha sehemat mungkin. Maka ketika musim libur tiba, mereka akan mencari kado liburan yang murah meriah. Harga termurah hanya bisa didapat di Internet, sebab di situlah banyak informasi dan membanding-bandingkan harga sehingga mendapat harga terbaik.
Sebaliknya, pada saat yang sama, pemilik toko memanfaatkan Internet sebaik mungkin untuk memajang produk mereka demi menghemat biaya gudang.
Bagaimana dengan iklan online?
eMarketer memperkirakan, total budget iklan perusahaan AS yang digelontorkan di dunia maya akan mencapai USD 24,9 milar hingga tutup tahun 2008. Ini berarti tumbuh 17% dibanding tahun lalu. eMarketer malah memprediksi, iklan online akan terus tumbuh pada tahun-tahun berikutnya dan memuncak pada tahun 2011 dengan pertumbuhan 23,5%.
Saya memang tidak menemukan alasan resmi mengenai angka pertumbuhan iklan online di AS ini. Dugaan saya, semakin banyak perusahaan AS yang memotong anggaran iklan mereka sehingga mereka harus efisien dan efektif dalam beriklan. Dan online memang sudah diakui bukan hanya sebagai media beriklan yang efektif tetapi juga lebih murah dibandingkan di teve dan cetak.
Tren yang terjadi di AS saya duga juga akan terjadi di Indonesia, khususnya untuk iklan online. Iklan di media maya ini akan lebih semarak di tengah krisis.
Sepertinya di Indonesia berbeda mas, salah satu big online store di Indonesia mengalami penurunan. Penjualan juga dan hit traficnya juga menurun. Cukup lumayan besar penurunannya.
Khusus online store, di Indonesia kasusnya memang beda. Sedikitnya ada tiga alasan.
Pertama, jumlah online store di Indonesia masih sedikit sehingga pilihan perbandingan harganya juga tidak banyak.
Kedua, budaya membeli barang online masih rendah. bandingkan dengan di AS, yang punya kebiasaan belanja online (hampir 50%pengguna Internetnya pernah belanja online).
Ketiga, harga barang di online store Indonesia seringkali masih sama dengan di offline. Sepanjang tidak ada perbedaan harga antara di online dengan di offline, maka penjualan online akan sulit.
Untuk poin ke 3 pak, mengapa harus berasumsi bahwa harga toko online harus lebih murah dari offline supaya bisa laku ya pak ? kalau toko online di Indonesia sekarang ini menurut saya yang laku adalah yang barangnya unik atau memang pembeli yang susah mendapatkan secara online (salah satunya misal karena faktor geografi). Walaupun memang kalau lebih murah sudah pasti banyak yang beli juga.
Lha pak, saya baca di berita, Yahoo hendak mem-PHK 1500 karyawan akibat krisis,
itu piye pak?
Pernah baca dimana gitu, kalau krisis emang waktunya untuk beriklan. Bisa jadi iklan ini bukan karena pertumbuhannya bagus, tapi karena memang ada krisis
alhamdulillah..saya kira ikut2an anjlok kaya waktu saya lihat laporan saham perusahaan2 besar kaya microsoft, google, dan yahoo (ini yg paling kasihan
), thank you om infonya
“..Harga barang di online store Indonesia seringkali MASIH SAMA dengan di offline. Sepanjang TIDAK ADA perbedaan harga antara di online dengan di offline, maka penjualan online akan SULIT..”
Sejauh mana penjualan online di Indonesia mengalami kesulitan ?? Saya pikir kesulitan dalam penjualan online cenderung RELATIF dan KASUISTIK. Selama harga produk disepakati oleh kedua belah pihak (Seller & Buyer) maka tak akan menjadi masalah yang menyulitkan.
Mengingat perkembangan pasar online lokal sedang tumbuh,
Mungkin poin utama disini adalah lebih mengacu pada KEPERCAYAAN (TRUST) dan JAMINAN (WARRANTY) dari toko onlinenya. Termasuk pula jaminan pengiriman barang yang aman, nyaman, & tidak memakan waktu lama. Hal ini saya alami sendiri dari sisi pembeli (buyer). Kalo memang saya udah cocok sama produknya & sepakat sama harganya, ya saya lanjutkan transaksi pembayarannya. Kalo pas barang diterima gak sesuai kesepakatan, kita ajukan komplain sesuai garansi yang disepakati.
InsyaALLAH, saat TRUST & WARRANTY selalu terjaga, maka penjualan online tak akan sesulit yang dibayangkan.
Wallahu’alam Bishshawab
Kalau yang saya rasakan sejak terpaan krisis ini, calon klien2 baru yang masuk (terutama dari lokal) untuk dibuatkan website cukup meningkat. Dari yg high profile hingga yang “buat hanya bisnis sampingan”.
Kalau analisis singkat saya sih sepertinya manusia sekarang semakin berpikir keras untuk meningkatkan / berbenah diri dalam memajukan bisnis-nya (khususnya sisi marketing, di dalam kasus saya) untuk siap2 terkena imbas krisis ini.
Memang sulit ditebak juga mekanisme natural ekonomi
Walau dibilang krisis namun ada juga yang menderita (kasus yahoo pada komentar nomor 4), namun ada juga yang berdansa.
Kalau kira-kira di dotcom berita di indonesia bagaimana ya pak? apa pendapatan iklan dotcom berita di tahun depan akan menurun?
o, ya, virtual kalau tak salah kini berkantor di duren tiga ya? tetanggaan, nih, kita.
(dito, majalah bisnis properti)
#3 Utoko
Salah satu alasan orang berbelanja via Internet adalah mencari harga termurah. Nanti akan saya tuliskan hasil risetnya.
4# Aria
Yahoo buka hanya terpukul oleh krisis, tapi terutama terdesak melawan Google. Maka efeknya pun berat. Ini kebalikannya dengan Google yang justru mendapat berkah dari resesi karena budget SEM perusahaan makin besar.
#8. Felix,
you’ve got the point.
Kalo yang saya amati di Indonesia perlu suatu online store yang super sukses, yang bisa menjadi contoh, yang bisa membawa orang yang tadinya tidak online jadi online. Hal ini bisa membangun konsepsi masyarakat bahwa memang bisa berhasil lewat online store/marketing.
Masalah advertising budget mungkin aja turun, tapi yang dialokasikan ke online marketing mungkin jadi lebih besar karena efektif, bisa targeting budgeting secara flexible.
Larisss ….
Semoga tambah baik deh, membawa berkah buat semua
Saya punya online store untuk pasar internasional, sales-nya masih stabil kelihatannya. Online store saya untuk pasar dalam negeri juga tampaknya fine-fine saja.
Namun memang promosi harus agresif baik via Detik Adpoint (untuk domestic market) dan Google Adwords (untuk international market).
Terima kasih atas infonya pak. saya rasa di indonesia masi belum ada online store yang sukses. tp mungkin 1 ato 2 tahun lagi bakal ada suatu yang berbeda dari sekarang.
[...] masalah kredit rumah macet telah meluas, bahkan Indonesia sudah mulai terkena imbasnya. Menanggapi artikel sajian Pak Nukman Luthfie dari Virtual Consulting, apa kira2 pengaruhnya bagi industri IT di Indonesia, yang berskala besar [...]
Kalo di sektor web properti online, gimana yah om nukman ?
Kira-kira tren-nya akan seperti apa ?
cheers,
marietta
KlikLagi.Com
The 1st Integrated online property website in Indonesia!
Kemarin saya juga ditanya sama orang BD portal lowongan kerja terbesar saat ini, tentang projection billing online ads di tahun 2009, prediksi saya akan tetap tumbuh, meski client akan menghemat biaya marketing, tetapi client yang smart akan meng-cut media yang tidak efektif saja,
Hal lain karena pada dasarnya biaya online marketing memang masih jauh lebih murah dibanding media lain, dan tentunya selain lebih measureable & bisa di tweak supaya menghasilkan impact yang lebih baik dari media yang lain.
Untuk online store di indonesia, apakah kegiatan promosi offline (roadshow, community event, etc) merupakan salah satu key success factor bagi keberhasilan suatu online store di indonesia?
Bila dilihat dari kacamata Pak Nukman (Virtual Consulting), secara umum: berapa besaran budget percentage promotion yang ideal untuk dialokasikan bagi kegiatan promosi online bila dibandingkan dengan kegiatan promosi offline, khususnya untuk industri online store di indonesia?
regards,
imanuel
digibookgallery.com
a trendy way to read a book
menurut saya indonesia merupakan raksasa yg masih tertidur untuk dunia internet (belum melek, masih kriyep-kriyep), tapi akan segera terbangun dengan berbagai kemudahan isp yg semakin murah saat ini. hal ini akan membuahkan jamur-jamur shooping online. so please wait and see ok
Sebenernya keruntuhan ekonomi didunia nyata cepat atau lambat akan berimbas ke dunia maya.. Karena biar bagaimanapun juga antara dunia maya dan dunia nyata tetap ada kerterkaitan, kita tidak bisa pungkiri itu…
—–
http://www.webmastercafe.org
stuju banget ma anggi!!!
tapi TERUS MAJU AJA INDONESIA’Q…
i always Luv u My INA!!!
Betul pak,Salah satu alasan orang berbelanja via Internet adalah mencari harga termurah. Kita tunggu tulisannya…
Saya harap pertumbuhan pengguna Internet di Indonesia semakin pesat. Kedepannya segala hal yang berada di darat memang akan mengudara juga.. Masalahnya adalah: kapan.
Gitu saja sih.
berita bagus dong pak Nuk,
Namun di kita ada 2 hal penting yang belum ada buat support online sales webstore.
1. lokal payment gateway or payment server.
2. shipment/trucking yang murah dan terkontrol secara online.
soal harga bisa jadi relatif, mahalpun ok selama barang ndak bisa dibeli di toko sebelah rumah.
pengalaman saya pernah beli dodol durian dari Riau, harga 50,000 ongkos shiping/trucking/kirim sebesar 35.000 idr. so jadi ndak menarikan,
ooo… gitu toh… blum lama ini saya ikut kuliah ecommerce. Disitu ternyata saya disodorin kenyataan bahwa yg namanya iklan online itu di Indonesia belum se efektif di luar negeri. Jadi pasar iklan online di Indonesia gak terlalu asik untuk digarap. betul gitu gak pak nukman?
MustafaKamal.biz
Memang saat ini, biaya promosi harus benar-benar hemat. Iklan yang tidak efektif, di stop saja. Promosi melalui internet bisa lebih murah dibandingkan pameran.
http://www.Export-Import-Indonesia.com
sepertinya kaskus tetap subur ya oom…
Rekan-rekan yang terhormat,
Saya mohon partisipasinya dalam rangka survey skripsi saya. Kira-kira alasan apa yang mendorong rekan sekalian untuk melakukan belanja via online?bila ada yang ingin menambahkan sesuatu bisa kirimkan ke email saya liatdonkemailnya@yahoo.com
Terima kasih atas bantuannya
memang saat ini terlihat tingkat partisipasi masyarakat dalam belanja online masih kurang namun perkembangannya menurut saya sangat baik apalagi jika wacana bahwa bisnis toko online lebih efektif dibandingkan bisnis offline lebih ditingkatkan dan infrastruktur untuk access internet semakin lebih mudah maka dapat dipastikan tingkat pastisipasi masyarakat semakin tinggi. Pokoke…maju terus bisnis online…
soal direct advertising di blog gimana prospeknya Om ?
Belanja online memang mengasyikkan karena tak perlu mengeluarkan biaya parkir yang bisa sangat mahal bahkan untuk ukuran orang Amerika dan seperti kata Pak Nuk, harga yang ditawarkan umumnyalebih murah daripada harga di toko offline.
Makasih mas Indra atas komentarnya
Saya pikir perlu dilihat produk yang dijualnya pak Nukman. Jika produknya yang dijual banyak ditemukan dipasaran , misal komputer, maka (salah satu) strategi terbaik adalah bermain diharga (lebih murah).
Namun jika Niche Marketnya sempit dan ditambah orang sulit menemukan produk tersebut dipasaran, kita bisa berbangga hati untuk menjadi raja di pasar itu.
Contoh kasus adalah bisnis saya sendiri http://www.bumbutabur.com yang kalau dari sisi angka sudah beromset lebih dari 9 digit meski cuma seorang bakul bumbu snack. Dan menurut saya faktor terbesar dari 9 digit itu karena produk saya sulit ditemukan dipasar offline.
Sukses untuk anda dan salam kenal
SiswoNugroho.com
=======================
Be Online Entrepreneur!
mungkin bisa baca artikel ini:
http://www.time.com/time/business/article/0,8599,1858082,00.html
saat ini yang menjadi pertimbangan orang belanja online di indonesia, selain harga, juga karena kepraktisannya
terutama dijakarta dimana lalulintasnya yg sering buat stress
jadi banyak yg udah memilih belanja online aja
gak perlu keluar uang bensin,uang parkir
kedepan prsopek belanja online di indonesia sangat besar
makanya harus go online
internet adalah dunia masa depan..so ayo kita persiapkan bisnis kita go online mulai sekarang
nice topic
Alhamdulillah, bapak bener, kynya toko online saya tetep banyak order walopun krisis dan toko offline saya agak sepi. Go online shopping…monggo mampir, harga murah kualitas terjamin. http://www.butikukirana.com (fashion for your life style)
dengan berjalannya waktu saya rasa belanja online seharusnya akan lebih mahal ( karena kemudaan yang menjauhkan dari kerepotan belanja offline ).
kita juga masih melakukan riset untuk online store .Belajar dari pengalaman, perusahaan sekelas lippo group aja pernah tumbang ketika bermain di segmen ini. Butuh kehati-hatian memang, kalau pasarnya terlalu general, termasuk pricenya, akan sulit untuk bersaing. Butuh spesialisasi item/produk yang di jual. Saya kira teman2 yang sukses berbisnin online sudah melakukan hal ini.
sukses selalu buat semua
Pak Nukman… mo nanya nich…
Bagaimanakah penjaminan belanja online,
setelah uang ditransfer ke rekening penjual
maka adakah ….. yang bisa menjamin bahwa :
a. barang yang saya beli bisa akan terkirim dan sampai pada saya.
b. barang yang saya beli sesuai spesifikasi yang tertera di iklannya websitenya.
c. kalau ternyata tidak terkirim bagaimana dengan duit saya yang sudah ditransfer ke rekening penjual.
d. kalau tidak sesuai spesifikasi bagaimana saya men-complainnya.
thanks.
Syawal – Batam