Online Strategist, Creative Designers, Web Technologist MarComm Practitioners, E-Commerce and Education __________________________ under one roof.

Iklan Online 2009 Masih Tumbuh

January 9, 2009
Oleh Nukman Luthfie

Hampir semua petinggi marketing perusahaan yang saya temui mengatakan bahwa mereka memotong budget marketingnya besar-besaran gara-gara efek krisis finansial Amerika Serikat yang mengimbas ke seluruh dunia sejak Oktober 2008 lalu. Meski dampak krisis pelaku ekonomi terbesar dunia itu ke Indonesia tidak sehebat ke negara-negara lain, tetap saja banyak pelaku bisnis di Indonesia yang bersikap hati-hati dan menahan diri. Pemotongan budget marketing adalah salah satu indikatornya. Namun saya yakin, 2009 ini bukan merupakan tahun yang buruk bagi dunia online. Meski budget marketing perusahaan secara keseluruhan dipangkas cukup banyak, jumlah total budget yang diguyur ke media online di Indonesia masih lebih tinggi dibanding tahun lalu.

Sedikitnya ada tiga alasan yang melandasi keyakinan saya itu.

Pertama, media online menikmati kue iklan kampanye Pemilu 2009.

Boleh dibilang, inilah pertama kalinya media online menikmati iklan online dari pelaku politik, baik partai politik yang membangun brand awareness maupun individu-individu yang mencalonkan diri menjadi calon legislatif

Kedua, munculnya advertiser baru yang memanfaatkan media online.

Bebeberapa perusahaan yang sudah biasa beriklan di online memang memangkas budget onlinenya, seiring dengan pemangkasan budget beriklan di media-media konvensional seperti teve, cetak dan radio. Namun beberapa perusahaan yang sudah sadar efektivitas online  biasanya tetap menjaga budget onlinenya, atau bahkan meningkatkan budget online. Yang melakukan langkah ini biasanya adalah perusahaan atau pemilik brand multinasional.

Lebih dari itu, akan muncul perusahaan/pemilik brand yang tahun lalu belum pernah beriklan di dunia maya, kini memutuskan untuk mencoba “media alternatif” karena dipaksa oleh perubahan perilaku konsumen dalam mengonsumsi media. Sederhananya: jika dulu konsumen hanya menonton teve, membaca koran/tabloid/majalah dan mendengarkan radio, kini mereka juga menjelajah Internet. Online sudah menjadi point of contact yang tidak bisa diabaikan, sehingga perusahaan/pemilik brand harus masuk di point of contact tersebut.

Ketiga, pelaku industri online semakin sadar marketing.

Ketika berganti wajah tahun lalu, Kompas.com melakukan upaya marketing yang luar biasa, baik secara offline maupun online. Di bawah manajemen baru, Kompas.com sadar betul perlunya kampanye baik ke publik sebagai pengguna, maupun ke advertiser maupun biro iklan yang menjadi calon pemasang iklan onlinenya.

Bukan hanya Kompas.com yang serius beriklan, media online lain juga melakukan hal yang sama. Detik.com dan Kapanlagi.com misalnya memasang billboard di beberapa jembatan penyeberangan di Jakarta. Kaskus.us yang sebelumnya tidak pernah berkampanye, setelah bermitra dengan SemutApi kini makin agresif melakukan kampanye. Contoh lain masih banyak, yang tentu tidak bisa saya sebutkan satu persatu di sini.

Saya duga tahun ini mereka akan tetap kampanye. Bahkan Bisnis.com pun tahun ini mulai mengkampanyekan diri sebagai salah satu bagian penting Bisnis Indonesia yang sudah berubah wajah, bukan lagi sebagai sekadar koran, tetapi media yang bisa memberikan solusi iklan terintegrasi baik melalui offline, online maupun mobile.

Kampanye para pelaku media online ini akan semakin meningkatkan awareness media online sebagai media yang penting untuk beriklan bagi para pemilik merek maupun biro iklan.

Dengan tiga alasan inilah saya menduga, 2009  ini adalah tahun yang menyenangkan bagi industri online. Saya tidak kaget ketika ada yang meramalkan bahwa nilai iklan online 2009 naik tiga kali lipat dibanding 2008.

Pertanyaan selanjutnya: siapa yang bakal menikmati kue ini?

32 Responses to “Iklan Online 2009 Masih Tumbuh”

  1. jafis says:

    menurutku kue iklan politik..akan banyak dibagikan ke media konvensional, secara sistem PEMILU kita berdasarkan sektor pembagian wilayah… dan kaum grassroot merupakan pemilih terbanyak..jadi media konvensional masih memegang peran sangat besar menyentuh bagian ini…..

    ..emmm tapi untuk pemilihan presiden, saya berpikir media online akan kebagian kue lebih banyak…

    CMIIW

  2. Sofwan says:

    Saya sependapat dengan mas jafis, bahwa media konvensional masih memegang peranan yang paling besar untuk urusan kampanye politik setidaknya untuk tahun ini.

    Tapi bukan tidak mungkin untuk beberapa tahun kedepan para caleg akan lebih memanfaatkan media online ini. Kita lihat saja…

  3. rama says:

    Dan pastinya, perusahaan advertising dan marketing juga mulai melirik ke arah social media sebagai lahan garapan baru.
    Masalah yang tersisa tinggal infrastruktur, masih fakir bandwith.

  4. didinu says:

    aku sih yakin banget iklan online akan meningkat dibanding tahun lalu. Pertanyaan terbesar dan terpenting adalah ‘mampukah’ lokal player membukukan hasil yg lebih besar ketimbang player asing?

  5. Saya pribadi memprediksi akan terjadi pertumbuhan untuk spending online marketing, meski pertumbuhannya tidak terlalu signifikan, tetapi tidak akan turun. *Saya akan bahas lebih lengkap di blog saya nanti.

    Mengenai kampanye pemilu 2009 di media online sudah terjadi, sayangnya para pemainnya banyak yang masih terbawa hype “Obama wannabe” *salah satunya sudah mengundurkan diri?, mengenai efektifitasnya khusus untuk campaign pemilu Indonesia di media online masih harus di analisa baik-baik, meski budgetnya berlimpah.

  6. hmmm.. untuk tahun ini, saya ikut nikmatin ahh.. :)

  7. BudiTyas says:

    Caleg lokal lbh memilih media2 lokal di kantong2 pemilihnya masing2. Yg propinsi & Nasional biasanya ngikut, krn lbh hemat, nampang ber 3 skalian. Net ga cocok, orang2nya terlalu kritis.

    Klo utk perusahaan mungkin kansnya masih cukup besar, apa lg skr makin mudah aja terhubung ke net.Makin gemuk pasarnya.

  8. yainal says:

    tahun ini ambil porsi ahhh…

    *siapin piring dan sendoknya.. :)

  9. giaJosie says:

    @BudiTyas, gw setuju, perusahaan mengkomunikasikan productnya tergantung demographic wilayah dan culture masing2, dimana kita mempunyai 33 propinsi, pastinya berbeda-beda penerapan media-nya.

    Untuk perusahaan jangan sampai salah kaprah menempatkan produtnya ke sosial media, karena sosial media adalah komunikasi 2 arah, bukan sebagai media untuk mempromosikan productnya “Not what customer wants but why they want”.

  10. makin banyak yang moving into Online advertise and service , tappi banyak juga yang latah, akibatnya banyak pula yang asal asalan.

  11. Kalau memang bugdet iklan online bakal naik, berarti ini waktunya untuk mendirikan atau memantapkan komunitas-komunitas online yang kita punyai. Kita siapkan untuk jadi pasar pengkonsumsi budget-budget tersebut ;)

    Ayo, pasti di luar sana banyak yang sudah bosan atau tidak tertarik Facebook, dll.

  12. Setuju Bang Nukman. Iklan online cenderung akan meningkat, seiring dengan semakin banyaknya masyarakat yang melek internet. Dan Iklan di Internet sangat efektif dan low cost di bandingkan iklan di media lain.

  13. yon's says:

    Wah belum menikmati neh.
    siapa tahu bulan-bulan mendatang dapet :-)

    salam
    Yon’s

  14. Terima kasih informasinya, jadi menambah keyakinan untuk pulang. Yay!! Semoga dengan adanya dukungan pemasang iklan, aplikasi lokal jadi bisa lebih berkembang.

    *awas, numpang lewat :)

  15. Ada peluang usaha musiman ditahun 2009 ini dengan banyaknya politisi yang memanfaatkan media online untuk membangun image dan memperkenalkan diri, komunitas online bisa dimobilisasi untuk mengelola blog / akun jejaring sosial mereka.

    Ya semacam konsultan mungkin kayak LSI nya Denny JA tapi ini khusus menangani konsultan untuk kampanye online mereka. Tapi ambil yang jujur dan calon pemimpin yang baik. Gimana pak nukman?

  16. Kus says:

    Tulisan yang sangat berbobot mas.

    Saya sangat setuju dengan mas Nukman.

    Iklan Online di tahun 2009 saya sangat optimis akan meningkat seperti yang mas sampaikan. Dan yang menikmati kuenya yah salah satunya adalah orang-orang yang sudah bersiap dan sudah membangun infrastruktur online mereka sejak jauh-jauh sebelumnya. Seperti yang mas sebutkan diatas, detik.com, astaga.com dll, semuanya adalah pemain-pemain lama.

    Walau pemain baru pun juga banyak yang akan menikmati kue iklan online…dengan semakin mudahnya menjual space iklan dan mendatangkan kunjungan…asalkan tahu caranya.

    Mantap!

  17. wandah says:

    Indonesia itu belumlah spt amerika, yang pengguna internetnya udah lebih dari 50%. Jadi kalo ada politisi Indonesia pengen niru2 kesuksesan Obama, itu namanya ngimpi disiang bolong..

  18. podelz says:

    Selama penetrasi internet masih tumbuh, maka iklan online pun akan tumbuh terus.
    Tahun ini internet pasti akan tumbuh dengan pesat, karena para ISP sudah mulai concern untuk mempromosikan produk mereka. ;)

  19. idris says:

    wah siap menghadapi tahun 2009 ini dengan prospek yang lebih cerah :-)

  20. nicowijaya says:

    semoga saya kebagian(hungry)

  21. Yaser says:

    Yang terjadi di skala lokal, politisi berebut menaikkan personal branding melalui blog. Meski tampakny masih malu-malu. Murah dan, belum tentu, efektif. :)

  22. Andri says:

    Setuju bgt om! ini kesempatan emas buat promosi. selain melalui yg berbayar…msh byk iklan oline Gratis,bahkan bisa pula kita bikin web Grtis buat ngiklanin diri. Sangat efektif buat iklan menarik perhatian calon konsumen. Namanya jg media, bakal pasti org memanfaatkannya,termasuk kita2 ini…:)

  23. [...] iklan online Indonesia yang masih tumbuh dan diramalkan akan mencapai 3 kali lipat di tahun ini. Ini menarik, apalagi di bawah bayang-bayang [...]

  24. Danang says:

    Betul sekali bapak Nukman. Media Online kini banyak dilirik oleh para pelaku di pemilu 2009 ini. Melihat kasus Obama, yang banyak menggunakan media onlin untuk “woro-woro” menambah peluang pemilih online yang belum tergarap. Seperti yang dilakukan bpk SBY, beliau mulai melirik website social community seperti facebook.

  25. Rio says:

    setuju pak.. iklan online ga pernah mati.. tumbuh terus..

  26. edi says:

    udah mulai layanan iklan baris dan iklan banner gratis

  27. david says:

    sepertinya media lokal seperti suratkabar lokal yang online yang lebih banyak menikmati kue ini….:)

  28. wiwit says:

    iklan online memang menggiurkan , tapi belum ada website yg fokus khusus di periklanan online

  29. citra indah says:

    iya, emang iklan online terasa sangat menjanjikan. apalagi bila ramai dikunjungin oleh tamu tiap harinya.

  30. zhova says:

    pemisi mas,, maw nanya ne,,

    saya baru aja magang di dinas industri n pedagangan,, nah, kalo saya maw ambil pnelitian pemasaran hasil industri lewat dunia internet / cyber tuh ntar kalo nyari responden nya kurang lebih gimana yah,,?

  31. Agus says:

    saat ini iklan online itu sepertinya bersaing ketat dg billboard dan media televisi karena costnya murah dan di dunia sekarang orang cenderung google & yahoo minded apa aja yg di tanya jawabannya seperti iklan di tv….yang itu loh..kan ada interner ???

Leave a Reply



nukman @nukman
Online Strategist
tweet it
iimfahima @iimfahima
Online Marketing Communication Strategist
tweet it
adhitiasofyan @adhitiasofyan
Creative Director
tweet it
foto andi @primaretha
Social Media Head
tweet it
foto jayadi @jayadi72
Web Content Specialist
tweet it

Komentar Terakhir.

  • Andi Primaretha: - Terima kasih atas apresiasinya, semoga kampanyenya sukses!

  • Andi Primaretha: - Betul Mas Wahyu, saya juga selalu menganggap internet sebagai Universitas...

  • hdtv mount: - sangat menarik. saya sangat terinspirasi oleh tulisan anda. Tampaknya kampanye...

  • wahyu awaludin: - menarik, mas.. memang kita harus memilah-milah data supaya gak pusing sendiri....

  • Tonton: - setuju bangeeet, memang harus segala macam teknik marketing, harus juara. terimakasih,...

  • andina: - thanks infonya mas Andi

Kategori


Email Subscription

Enter your email address:

Fan Box Virtual Consulting