Marketing Sherpa merilis hasil survei akhir tahun 2007 mengenai online marketing. Lembaga riset top di bidang online marketing tersebut meriset taktik online terbaik dan terburuk versi online marketer sepanjang tahun 2007.
Hasilnya, antara lain, behavioral targeting merupakan taktik online yang dianggap paling jitu tahun lalu, dengan memberikan RoI (return on investment) paling tinggi diantara sekian banyak taktik yang digelar online marketer sepanjang tahun 2007.
Sebaliknya, taktik yang dianggap paling buruk, dengan RoI paling rendah adalah pop-up banner dan pop-under banner.
Yang menarik, behavioral targeting bukan hanya terpilih sebagai taktik yang paling jitu, secara prosentase pun bobotnya lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Ini berbeda dengan contextual targeting misalnya, yang meski di peringkat dua, namun prosetasenya turun dibanding tahun sebelumnya.
Detilnya silahkan lihat tabel di bawah ini:

Behavioral targeting adalah teknik yang biasa digunakan oleh pemilik situs (online publisher) maupun pemasang iklan untuk meningkatkan efektivitas kampanye/promo mereka. Berbeda dengan taktik online lain, taktik ini berlandaskan pada perilaku individual target audience dalam berselancar di Internet. Antara lain halaman web apa saja yang biasa mereka buka, kata kunci apa yang sering mereka cari, dan lainnya. Dengan memahami perilaku ini, pemilik situs atau pemasang iklan dapat menampilkan banner atau promo yang sesuai dengan karakter target audience.
Masih bingung pak dengan Behavioral ads. Ada contoh situs yang menerapkan Pak?
*kayaknya dengan contoh lebih mudah dimengerti
Keduaxxx
Oh iya untuk Pop Ups kan masuk paling rendah tuh.
Kalau Pop up nya berupa flash atau AJAX? Dulu kan pop-up nya dengan membuka halaman web baru (window baru), nah sekarang kan beberapa web juga menerapkan hal yang mirip, tetapi dengan menggunakan Flash, dan ada juga yang dengan menggunakan AJAX.
Dengan begitu pop upnya bukannya justru lebih mengganggu? Karena langsung menghalangi halaman yang ingin kita lihat. Sementara pop up dari new window kan masih bisa otomatis di close, atau di minimize. Atau lebih kejam dengan block pop up (default Firefox).
Tetapi beberapa situs besar di Indonesia menerapkannya.. Menurut Bapak?
Salah satu contoh legendaris behavioral targeting adalah yang dilakukan oleh Amazon.com. Toko buku online itu mendata dengan baik perilaku pembelinya. Berdasarkan data historis pembelian itu, Amazon.com bisa menebak buku-buku jenis apa yang dibutuhkan pembelinya secara individual. Saya misalnya, karena sering beli buku mengenai markating dan internet marketing, selalu di-upadate dengan baik setiap kali ada buku baru mengenai dua hal tersebut. Setiap saya login ke Amazon.com, saya diiming-imingi informasi bahwa orang yang membeli buku yang pernah saya beli, juga membeli buku lain, sehingga saya “terpaksa” melihat buku itu — dan ujung-ujungnya bisa “terbujuk” membelinya.
Intinya, dasar behavioral targeting itu catatan historis individual.
Soal implementasinya, tergantung pada kreativitas masing-masing situs dan advertiser. Tidak harus sama dengan Amazon.com
Wah, lama gak nulis tiba tiba langsung ada 2 topik
Saya memang sudah menduga kalo behavioral targeting itu salah satu teknik yang bagus dalam online marketing (seperti yang pak Nuk bilang waktu saya ketemu pak Nuk). Cuma baru saat ini saya tahu kalo tingkat RoInya paling tinggi di bandingkan teknik lainnya.
Tapi untuk mempersiapkan Behavioral Targeting ini, kita kan dituntut untuk mempunyai data terlebih dahulu pak. Dan kemudian menyusun sistemnya supaya data tersebut bisa diolah dan disajikan kembali untuk memenuhi tujuan kita. Jadi kalo masih baru awal, akan sulit untuk menerapkan ini (tapi bagus kalo sudah nerapkan ini dari awal, karena datanya akan sangat berharga). Celakanya, saya telat nerapkan hal ini
Tapi terlambat masih lebih baik daripada tidak sama sekali (menghibur diri sendiri mode on)
Btw, tentang behavioral targeting, yang berkutat di dunia SEO pasti sudah dengar ‘rumor’ bahwa si raksasa mesin pencari Google akan menerapkan teknik serupa (behavioral targeting) kedalam mesin pencarinya. Implementasinya mungkin akan kearah penyajian data yang disesuaikan dengan history clickthrough dari individu tertentu.
Kalo ini benar terjadi (dan kemungkinan besar iya), berarti akan ada ‘a whole new thing to learn’ untuk jago jago SEO. Dan pada akhirnya, pada webmaster-webmaster yang ingin mendongkrak visit websitenya.
(btw, URL website yang dicantumin sekarang ganti hehehe… nggak menuju PernikMuslim.com lagi, tapi ke blog pribadi(blog baru ceritanya). Emailnya juga jadi email pribadi )
pak, apakah sama antara behavioral marketing dengan phsicologial marketing? karena saya pikir dua-duanya langsung menyentuh dan berhubungan ke dlm perasaan atau hati. Sentuhlah hatinya, maka apapun yang kita tawarkan, pasti akan dibelinya..
#5. Mas Fauzan.
Google bakal masuk ke behavioral targeting? Kalau ini jadi, sungguh mengejutkan lantaran saat ini Google merupakan raja contextual targeting, melalui Google Adwords. Btw, selamat atas blog barunya.
#6. Mas Herman,
sejauh yang saya tahu, keduanya sama. Basisnya sama-sama historis perilaku konsumen.
masih kurang dalem artikel nya pak.
@ 7 pak Nukman behavioral targeting kalau mau discriptkan sungguh2 mahal mesti dengan sederet tukang script handal yang tentu ndak sedikit bayarannya, belum lagi beaya verifikasi dan authentifikasi, yang tentu ndak sedikit, maka kalau menurut saya ya jalanin dengan yang ada. Sulit C2C ya B2B dulu, secara pengalam B2B mudah di yakinkan malah. heee… ndak nyambung ya #kabur#
#8. Lina,
Kali ini memang hanya memaparkan hasil riset.
Justru diharapkan terjadi diskusikan yang dalem di sini.
#9. Mas Taryono,
Sebelumnya, saya ucapkan selamat dulu karena ekspornya makin joss melalui online marketing.
Behavioral targeting (BT) memang memerlukan script yang amat rumit dan mahal. Bisa menggunakan jasa pihak ketiga yang memang punya kompetensi di bidang ini seperti DoubleClick. Biasanya BT ini memang digunakan untuk situs B2C — dengan jumlah pengunjung yang amat banyak. BT kurang cocok untuk situs jenis B2B yang jumlah pengunjungnya terbatas. B2B memerlukan taktik online yang berbeda dengan B2C.
Wah…ini dia info penting. Terimakasih pak nukman.
Tonton
http://www.export-import-indonesia.com
http://www.tradeworld.com
http://www.rattanland.com
@7
terima kasih pak Nukman, doakan semoga saya bisa terus konsisten dan persisten.
btw, tentang google, rumornya BT ini akan diluncurkan mengingat sistem pagerank yang sudah banyak disalahgunakan beserta banyaknya situs yang menjual link.
Realisasinya masih belum jelas sih. Apalagi microsoft telah mengakuisisi yahoo… (bener kan?) google sepertinya akan segera bertindak
tutorial trading da gak nih
Pak nukman, apakah ada situs indonesia yang menggunakan behavioral targeting ads pak ? apakah ada tool2-nya pak buat terapin itu ?
Thank pak Nukman
pak nukman,,
saya mau nanya buku2 yang kira-kira bisa dijadikan bahan untuk topik internet/online marketing apa ya pak?
saya soalnya sedang nyari topik online marketing itu untuk bahan skripsi saya pak..
terima kasih pak,,