Beberapa minggu yll saya bergabung dengan sebuah milis marketing terbesar di Indonesia. Selain ingin mengikuti diskusi para marketer, saya juga sekaligus ingin share knowledge tentang marketing communication kepada yang membutuhkan.
Beberapa pertanyaan muncul sekitar komunikasi seperti event apa yang bagus untuk brandnya, apakah billboard masih efektif untuk beriklan, apakah flyer efektif untuk menyebarkan pesan, bagaimana menjual produk lewat internet, jika tidak punya cukup budget untuk beriklan di media cetak, apakah radio masih bisa membantu dll.
Sebelum memutuskan untuk beriklan, hal pertama yang harus disadari adalah bahwa beriklan bukan sekedar menyebar pesan melalui berbagai medium, tapi merupakan sebuah rangkaian pemikiran yang terencana dan strategis.
TV, Print Ad, Radio, Bilboard, Flyer, event, internet dll hanyalah medium komunikasi. Sebelum kita membicarakan itu semua, yang paling penting adalah membuat Perencanaan Komunikasi sehingga komunikasi kita ??????ngga kemana-mana??????. Fokus.
Perencanaan Komunikasi dimulai dengan memahami produk kita. Seandainya campaignya ingin meluncurkan produk baru, yang pertama harus di cek adalah apa yang melatarbelakangi kemunculan produk kita? Apakah untuk menjawab kebutuhan masyarakat atau sekedar ingin meramaikan market dan membuat konsumen mendapat pilihan yang lain. Latar belakang munculnya air mineral baru dengan telepon super irit tentunya berbeda.
Kemudian, cek juga kebutuhan Konsumen. Apakah produk kita benar-benar dibutuhkan? Apa yang membuatnya beda dibanding competitor? Kepada siapa produk ini ditujukan? Seperti apa insight mereka? Kenapa mereka harus mengkonsumsi produk saya? Apa aktifitas komunikasi competitor? Pesan apa yang mereka angkat? dll.
Setelah SWOT produk dan komunikasi dipetakan, baru kita berpikir medium apa yang paling tepat untuk menyampaikan pesan. Memutuskan medium pun perlu kejelian. Bisa jadi sebuah direct mail lebih efektif dari pada print ad, sebuah flyer lebih efektif dari pada billboard, sebuah radio adlips lebih efektif dari pada web banner ad. Semuanya, tergantung dari seberapa jeli kita mengamati perilaku target audience. Semakin jeli, semakin tinggi tingkat keberhasilannya, dan bisa jadi semakin menghemat budget komunikasi Anda.
Untuk alternative medium komunikasi, silahkan klik ke sini, sini, dan sini.
Milis marketting terbesar yg anda maksud apa ya…? saya juga ingin bergabung, soalnya selama ini saya belum menemukan milis marketting yg memuaskan…
Thx,
Salam,
Agus Pamujiono.
marketing-club dan marketing_leadership-club. Diskusi di 2 milis ini sangat menarik. Selamat bergabung.
Seandainya campaignya ingin meluncurkan produk baru…dst. >>> Bagaimana seandainya produk itu produk lama dan telah gagal dalam beriklan sebelumnya? Lantas apa tolak ukur keberhasilan dalam beriklan?
thank’s
Intinya, sebuah perencanaan diperlukan untuk setiap kegiatan komunikasi, baik meluncurkan produk baru, produk lama, promo tactikal (promo jangka pendek) dll. Produk lama yg telah gagal, sebaiknya dilakukan evaluasi lebih mendalam apa sebabnya. Produknya kah? Komunikasinya kah? Target audience-nya kah? atau distribusinya ? Pakagingnya? atau apa? Setelah ketemu akar masalahnya, baru disusun perencanaan ulang.
Tolok ukur keberhasilan, adalah tergantung objective komunikasi. Jika objectivenya edukasi market, ya tolok ukurnya adalah paham ato tidaknya konsumen dng edukasi kita. Jika tolok ukurnya awareness ya berarti tolok ukurnya dikenal atau tidaknya produk. Begitu seterusnya.
Objective komunikasi ada jangka panjang dan jangka pendek. Itu semua tergantung dari brand plann yang dibuat masing2 produk.
Orang tidak pernah merencanakan kegagalan
Tapi orang seringkali gagal dalam Perencanan
Apalagi yang tidak ada perencaan;)
btw, setiap response kok Mbak mulu ya disebut ya, kasian Mas Adhitia
). Salam juga untuk Pak Nukman
Salam Kenal Mbak Iim Mas Adhitia.
Saya beberapa kali maen ke Virtual, tapi belum ngeeh kalo Virus Comm juga disana(sama-sama VC ya, baru nggeh lagi
SEMUANYA SO TAU!
belum pernah melakukan resarch,studi banding,analisa masalah, pengambilan keputusan dan solusi
baru NGOMONG SETAN!
kALO bELUM iNFORMASI lo MENYESATKAN!
Mas Marx,
Coba dijelaskan, point apa mana yang menyesatkan?
ehmmmmm……mbak iim dan mas adhit,
ga perlu di tanggepin secara lebih…
dan ga perlu di tanyakan..
lebih baik… diajak komunikasi face to face gw rasa lebih baik
sedikit buat saudara Marx ray:
APAKAH ANDA PUNYA INFORMASI YANG TIDAK MENYESATKAN?..
please kita kan lagi belajar. ajari kita terutama saya.
ok jadi share aja mas,secara edukatif dan membangun,terima kasih…
(note: mas marx ray punya Blog yang seperti ini??? sangat di ragukan….??)
salam,
Y Agus Siswantoro
Seorang marketer bukan sales. Selain perencanaan, mengenal produk, mengenal konsumen ada hal yang sangat penting yaitu seorang marketer harus punya indra ke enam. hal ini bisa dilatih dan ditemukan. karakter diri marketer akan sangat jelas, begitu karakter konsumen yg dihadapi. dari cara menatapnya, dari uraian kata-kata yang dilontarkannya dll, semuanya harus mampu ditangkap oleh indra ke enam. apa itu indra ke enam eorang marketer? lets dicuss!!!!
# 9 Silahkan di share pengetahuannya tentang insting.
seberapa jauhkan perencanaan iklan yang sudah pernah anda lakukan dan berapa persen mampu menaikkan omset produk yang telah anda iklankan tersebut karna ingat iklan hanyalah salah satu point dalam marketing mix bagaimana dengan faktor yang lain dan igat bahwa strategi diatas kertas biasanya tidak seindah pelaksanaan dan hasil nya teman
Jika direncanakan saja bisa meleset, apalagi tidak direncanakan alias membabi buta tanpa data dan pengamatan yang mendalam. Silahkan dilihat, dalam konteks apa saya bicara.
Berkaitan dengan perencanaan dan kenaikan omset, tidak etis membuka data klien. Anda dari client side kan? pasti sadar betul dengan etika ini.
Kebanyakan teori dan diskusi marketing adalah tentang strategi marketing dan komunikasi untuk consumer goods. Namun saya belum pernah menemui teori pemasaran dan strategi komunikasi yang tepat untuk sebuah produk jasa seperti mall. mohon bantuannya apabila Anda punya referensi (milis, buku atau lainnya) yang berkaitan tentang strategi pemasaran & Komunikasi sebuah mall.tq
to ovy, di kompas pernah membahas soal pemasaran /strayegi komunikasi mall yg banyak bermunculan,edisinya saya lupa, silakan dicari di situsnya. Semoga ini bisa membantu.