Transaksi online di Indonesia dinilai terus memperlihatkan perkembangan signifikan, terutama pada usaha-usaha kecil. Itulah inti dari berita hari ini di koran Bisnis Indonesia, berdasarkan wawancara dengan saya kemarin via telpon. Di bawah ini tulisan lengkapnya.
Nukman Luthfie, CEO PT Virtual Media Nusantara, mengatakan pemasaran dengan memanfaatkan media online memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan transaksi konvensional. Sisi investasi merupakan faktor utama yang mendorong usaha kecil melirik media online dalam memasarkan produknya.
“Dengan pemasaran melalui media online, mereka tidak perlu mengeluarkan biaya investasi yang terlalu besar,” ujarnya kepada Bisnis kemarin.
Menurut dia, orang yang membuka usaha dengan sistem pemasaran konvensional memerlukan investasi awal yang cukup besar, terutama untuk penyediaan tempat berdagang.
Dengan menggunakan media online, mereka tidak memerlukan tempat cukup hanya dengan membuat web dan pembuatannya pun relatif tidak sulit. Dia melihat kecenderungan usaha-usaha yang banyak memanfaatkan media online adalah penjualan baju, kaos, dan buku.
“Tidak ada yang menyangka bahwa segmen usaha kaos, baju, dan buku lewat online ini akan berkembang cepat dan omzetnya pun bisa mencapai Rp100 juta,” katanya.
Nukman melanjutkan perkembangan transaksi online tidak hanya terjadi antara ritel ke individu, tapi juga dari penjual besar ke ritel atau dengan kata lain penjualan secara grosir seperti baju-baju muslim.
Di pihak lain dia melihat perusahaan-perusahaan besar malah tidak serius untuk mengembangkan model transaksi online. Dia menilai kondisi itu terkait dengan kondisi masa lalu, di mana transaksi lewat kartu kredit banyak mengalami kejahatan lewat Internet.
Struktur organisasi yang besar juga menjadi penyebab keengganan perusahaan skala besar untuk melakukan transaksi secara online. Bandingkan dengan usaha kecil yang melakukan usaha secara sendiri, sehingga dalam mengambil keputusan dapat dilkukan secara fleksibel.
Nukman menilai pertumbuhan transaksi yang dilakukan secara online tidak ada hubungannya dengan UU Informasi dan Transaksi Elektronik.
“Secara teknologi, sistem keamanan online di Indonesia gampang dijebol. Jadi, perkembangan itu tumbuh secara alami, tak terkait dengan ada atau tidaknya UU tersebut,” katanya.
Indonesia, tuturnya, kini mulai dipercaya lagi oleh dunia internasional untuk melakukan pembayaran online, karena jumlah kejahatan lewat Internet juga sudah mulai berkurang.
Kepercayaan itu juga ditopang adanya alternatif pembayaran lain seperti pay pal yang data pembelinya telah dijamin kebenarannya.
Intinya, lanjut Nukman, tren transaksi harus mengarah ke sana. Usaha off line juga harus dilengkapi dengan menyediakan pemasaran secara online.
“Alasan utama dengan online,investasi bisa jauh lebih rendah dibandingkan dengan mendirikan toko. Toko online tidak terbatas waktu, dan semua orang di seluruh di dunia bisa melihat produk yang di tawarkan,” katanya.
Note:
Seperti dimuat di rubrik Teknologi Informasi Bisnis Indonesia hari ini, Kamis, 27 Juli 2008.
om..tadi klo gak salah (hampir pasti) ada kalimat yg isinya
“Struktur organisasi yang besar juga menjadi penyebab keengganan perusahaan skala besar untuk melakukan transaksi secara online”
Yang menyebabkan menjadi enggan tepatnya apanya ya om? Soalnya dari segi kemampuan tentunya jauh lebih bisa kan dari pada usaha kecil? Baik itu kemampuan finansial maupun ITnya..Kalau misalnya kemampuan IT dan Finansial sudah mendukung, terus yg menyebabkan mereka tetap enggan apanya?
Pertamaxxx…
Toko online emang lebih baik daripada offline
weks, ternyata keduaxxx *sori, nyepam
*
Untuk HRXOne:
Perusahaan besar biasanya sudah memiliki struktur organisasi yang mantap dengan jobdesk yang jelas. Apabila mereka masuk ke dunia online, mereka harus menambah struktur organisasi baru, misalnya ada eMarketing Manager. Tanpa itu, maka langkah ke onlinenya akan terhenti karena orang yang sudah ada di organisasi tidak bisa begitu saja mengerjakan tugas tambahan di online.
Kenyataanya hanya sedikit perusahaan yang mau membuka struktur organisasi baru ketika mereka masuk ke online. Salah satunya PT Toyota Astra Motor.
Sebaliknya, perusahaan kecil menengah, lebih mudah masuk ke online meski tanpa jobdesk yang resmi karena biasa dengan pekerjaan multitasking. Ini yang saya sebut sebagai “perusahaan besar sulit masuk ke online dibanding perusahaan kecil menengah”.
usahaku http://www.thetrekkers.com sangat terbantu menemukan pembeli lewat media online ini
Agak ngeri membayangkan memulai daganganku tanpa media internet ini
salam
Ferri Iskandar
Selain baju, kaos dan buku yang mendominasi toko online di Indonesia, seperti yang disebutkan pak Nukman. Ada usaha yang beromzet milyaran lewat media online yaitu pulsa voucher elektrik. Coba masuk ke google dan ketik pulsa, akan muncul seabreg usaha online penjualan pulsa elektrik. Salah satu contoh yang sukses dan establish sejak tahun 2006 samapai saat ini adalah http://www.d-cell.com
Banyak usaha toko online yang bermunculan di indonesia, tetapi banyak pula yang layu sebelum berkembang. Tapi nggak papa, kedepan dengan semakin banyaknya people indonesia yang melek tentang media online, saya yakin toko online akan semakin banyak lagi dan tetap survive.
Wass
Setyo Budianto
http://www.setyobudianto.com
@HRXONE & @Pak Nukman – Setuju dengan pendapat Pak Nukman. Penambahan divisi baru untuk pasar yang masih belum matang, membuat enggan perusahaan besar untuk expansi ke arah sana.
Omzet saja udah Trilliun, lalu tambah divisi baru, ternyata cuman tambah berapa ratus juta saja.
Justru ini menjadi kesempatan buat para UKM (yang tidak perlu sewa tempat), untuk memulai usaha dengan modal yg kecil.
Semoga membantu …
Selain pakaian dan buku, marketing online jg mulai di terapkan untuk pemasaran produk-produk makanan. Hal ini tidak terlepas dari semakin diminatinya makanan-makanan kuliner di Indonesia, salah satunya karena dampak acaranya pak Bondan “Mak Nyuzz”. Ni salah satu blog penyedia jajanan “Abon” khas Solo, yang saya coba buat : http://spesialabon.wordpress.com/
Beberapa yang menjadi kendala untuk internet marketing di indonesia menurut saya :
1. untuk paket produk dengan nilai rupiah kecil (terutama untuk barang yang mudah di dapat), akan menjadi pertimbangan bagi pembeli terkait dengan biaya pengiriman yang mahal
2. kebiasaan masyarakat Indonesia yang suka dengan sistem tawar-menawar dan musti liat fisik barang dulu
3. Faktor kepercayaan konsumen Indonesia terhadap pemasaran online mungkin masih rendah jika di bandingkan dengan di negara-nrgara maju
4. masih banyak konsumen Indonesia yg belum familiar dengan marketing online
But, semua butuh proses dan pembeljaran. Kelak pasti akan ada kemajuan di negara kita untuk sistem pemasaran yg satu ini……Gutlak buat smua marketer2 Indonesia dengan Online Marketingnya….Good Bless
Mengonlinekan bisnis tradisional sudah banyak yang bermunculan, namun tidak sedikit pula yang mati sebelum sempat berkembang, karena perencanaan bisnis online dengan tradisional berbeda, tapi bukan berarti takut mencoba.
http://www.beritaaktual.co.cc
[...] pertumbuhan transaksi online di Indonesia membutuhkan perhatian bagi para pihak ketiga yang menyediakan jasa kurir pengiriman [...]
setelah barang di terima, baru trf, dan konfirmasikan tgl transfernya. Ga perlu fax bukti transfer ( secara kita emang ga ada fax) hehehe.
Pokoknya semudah mungkin deh cara pembayarannya.Enter dan exit strategynya dibikin segampang mungkin.
Agus
http://www.kartunama.net
@vandi kalau menurut saya toko offline maupun online sama baiknya asalkan dikelola dengan baik.Keduanya bisa saling megisi..
@rihana
he eh banyak bermunculan, tetapi pada akhirnya hanya yang benar-benar ditangani dengan serius yang dapat bertahan.
dari judulnya kan transaksi online yah. yang dimaksud itu transaksinya harus pake kartu kredit gak? kalo iya, apakah perusahaan di indonesia sudah ada yang bisa menyediakan fasilitas tersebut?
Setahu saya minimal nominal transfer antar rek bank adalah 50.000 [CMIIW]. Itu akan jadi kendala kalo produk kita harganya kurang dari 50.000. Ada solusi?
@iqranegara kalau kembali jadul pake wesel gimana heheh
Setuju dengan pak nukman …
Alhamdulillah setelah 1 tahun berbisnis online, hasilnya cukup menggembirakan. Omzet dan percepatan pertumbuhannya kadang lebih tinggi daripada offline, apalagi penyebarannya cukup cepat dan tanpa batas.
Walaupun demikian, menurut saya untuk pasar indonesia masih perlu perpaduan promosi antara online dan offline untuk mempercepat pertumbuhannya.
riyanto
http://www.jilbabcantik.com
Berpikir untuk memulai bisnis online *kok jadi nge-Plurk disini yah ;-P *
Wah cukup menarik juga kajiannya Mas Nukman nih. Kalo boleh mohon informasinya nih dari beberapa pertanyaan saya Mas;
1. kira2 business modelnya sendiri bagaimana yah
2. Apakah sudah ada perusahaan yang sifatnya payment gatway tapi untuk consumer business di Indo (contoh pay pal).
3. Apakah perusahaan yang hanya konsentrasi di payment online saja bisa survive mengingat masih adanya fobia dari masyarakat untuk mau mempergunakan fasilitas pembayaran via onine.
4. Contoh perusahaan/website lokal mana saja yang sudah menerapkan total online payment ada tidak di indo?, kalo ada apakah sifatnya B2B atau B2C.
Sebelumnya saya ucapkan terima kasih nih Mas Nukman.
Pak Nukman,
Saya senang sekali menemukan blog anda sehingga saya bisa mengikuti perkembangan Internet bisnis.
Saya ada sedikit pertanyaan mengenai tulisan ini. Apa yang anda maksud dengan transaksi online? Apakah ini pemasaran online (online marketing) atau benar-benar online transaction, tidak hanya marketing tetapi juga termasuk pembayarannya?
Kalau benar-benar online transaction, wah ini kabar yang sangat menggembirakan. Kalau boleh, saya ingin tahu datanya darimana dan juga apa yang dijadikan ukuran (contohnya total transaksi kartu kredit online, survey, dsb.). Selain itu, bagaimana juga cara pembayarannya? Setahu saya PayPal sudah bisa digunakan di Indonesia. Apakah ada perusahaan lain yang menawarkan jasa payment gateway (selain indo.com)?
Terima kasih,
Novis
Wah, aku juga lagi belajar jualan online.
Aku lagi buat http://www.tamanpuring.com
Moga-moga bisa diperbaiki lagi…
Salut buat pak Nukman
Om.. link portal di footer invalid smua..
“Kepercayaan itu juga ditopang adanya alternatif pembayaran lain seperti pay pal yang data pembelinya telah dijamin kebenarannya.”
Itu apa bener pak? soalnya pada kasus kasus tertentu, ada aja pembeli yang bisa mereverse transaksi walaupun setelah diverifikasi oleh paypal dan entah bagaimana caranya reversenya berhasil dan akhirnya kabur dengan uang dan barang kita. WALAUPUN cuma sedikit sekali.
@Fauzan – Paypal paling parah masalah Chargeback ke penjual, kalau pembeli bayar pakai Credit Card. Karena begitu credit card company charge balik, Paypal males berurusan ama yang Besar, maka yang kecil lagi yang kena.
Yup, Saya sudah menjalani.
Perlahan tapi pasti transaksi online bisa mengakomodir kebutuhan masyarakat terutama di luar pulau jawa. Semoga maju terus media online di Indonesia.
yup mang susa buat meraih kepercayaan customer di dunia online, tapi y namany zaman skrg mang kudu harus ati2 baik penjual maupun pembeli.
sebenarny mo online atw offline sama baikny asal mang dikelola dg baik n tdk mrugikan pihak manapun. semua butuh proses^^
http://saisanwstreet.blogspot.com
setuju dengan pak nukman,
dengan kondisi down turn ekonomi seperti saat ini, bbm mahal, dll
jualan online di internet (toko online) adalah tepat:
1. pengguna internet di indo 2007 >20juta melebihi pembaca koran
2. investasi awal murah
3. peluang usaha besar kecil di internet sama
http://www.TokoOnline.net
wah baca artikel ini jadi semangat lagi,, semangat semangat..

makasih Pak Nukman.
Alhamdulillah saya sudah mendapatkan manfaat yg “Lebih” dari transaksi online dibanding dengan transaksi tradisional,www.edu-media.org
Halo semua…
hanya ingin sharing mengenai online transaksi di indonesia…
kalo menurut pendapat saya untuk online transaksi di indonesia blm bisa d bilang “maju”.
knp? krn pengertian online transaksi tersebut adalah “melakukan transaksi melalui online”. yang di maksudkan dengan transakasi online ini tsb adalah “Uang”.
NL:
Pengertian umumnya memang seperti itu. Namun mengingat banyaknya transaksi online yang dibayar tanpa fasilitas online seperti paypal atau kartu kredit, maka transaksi online yang dibayar di tempat (COD), maupun transfer bank, bisa digolongkan sebagai transaksi online
apakah betul sering terjadi pembelian sesuatu produk secara online di indonesia? (untuk website indonesia). yang saya lihat memang bayak sekali web2 lokal yang membuat penjualan maupun menjual secara online. TTP dalam pembayaran / transaksi masih di bilang secara tradisonal, misal COD, transfer antar bank.
NL:
Di Indonesia memang lebih banyak seperti itu
Apakah kegiatan ini dpt disebutkan transaksi online?
NL:
Bisa
menurut saya, yang di maksudkan dengan online transaction seperti amazon.com.
apakah ada website di indonesia seperti ini?
mengapa di indonesia masih byk org “masih enggan” menggunakan online transaksi?
1. masih banyak hacker (eg; ebay-> byk seller yang tdk ingin mengirim ke indonesia
2. masih kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai online transaction dan sebagian merasa insecure
tp kalo dilihat transaksi online “akan muncul” di indonesia suatu saat.
yg dikarenakan saya sdh melihat dan memperhatikan dr forum2 indonesia yg digunakan sebagai jual beli, seperti kaskus, modifikasi.com dan sejenisnya. krn sudah terbentuk ” kepercayaan” antara penjual dan pembeli seperti ; banyak pembeli percaya melakukan pembayaran terlebih dahulu sebelum brg di kirim, baik transfer maupuj sejenisnya.
Tulisan ini sangat menarik, tema tentang transaksi dan bisnis online sebenarnya sudah lama bergema. Tetapi sayangnya, belumnya banyak yang terjun total dalam bisnis tipe ini. Padahal menurut pemikiran saya, bisnis online bisa menjadi salah satau alternatif mengurangi jumlah pengangguran di Indonesia.
Mudah-mudahan saja ke depan perkembangan bisnis online semakin baik di Indonesia, dengan adanya dukungan Undang-Undang yang memadai untuk keamanan transaksi online.
Wah sungguh menarik membaca feedback dari para teman2, sebelumnya salam kompak nih buat suhu saya Mas Nukman. Menanggapi feedback dari teman2 semua, kira2 kalo di Indonesia ini ada perusahaan lokal yang seperti ebay dengan Paypal nya, atau seperti alibaba dengan alipay nya kira2 menarik gak yah?, di mana antara pembeli dan penjual sama2 terlindungi dan mempergunaan mata uang rupiah lagi?
wuihh banyak ilmu yang di dapat setelah membaca website ini..
halo semua,
saya masih penasaran aja, kenapa seller (di luar indonesia) masih enggan untuk berhubungan dengan buyer (yg berada di Indonesia).
krn sering dan banyak sekali seller yg menggunakan kalimat “shipping to indonesia is unavailable”
menurut saya “online transaction” lebih mengarah / menantang apabila dpt bertransaksi via overseas
Seharusnya ada perbankan yang bisa menyediakan alat transaksi online di indonesia. Bisa saja berfungsi sama seperti paypal tapi dalam mata uang rupiah. Sehingga toko online di indonesia bisa menggunakannya, tidak seperti sekarang, pembayaran tetap harus dilakukan via transfer bank.
[...] komponen ongkos kirim, tetapi umumnya toko online membebankan ongkos kirim per kilogram. Pesatnya pertumbuhan transaksi online di Indonesia membutuhkan perhatian bagi para pihak ketiga yang menyediakan jasa kurir pengiriman [...]
setidaknya di Indonesia sudah mulai terjadi transaksi semi online, promosi sudah online tapi transaksi nya belum full online seperti amazon.com
Minta di pandu dong soal transaksi online yg supercanggih nan bijak atw trnsksi onlne paling begek nontanggungjwb.wa masi brondong soal ginian.apalagi dulu jamanny jimi hendrix dikala wa mulai melek hurup bisa ja2n ke warung aja nga ktipu uda shuyhukhur… Palagi yg ginian wah.. Krjaan orang jenius dibesut dgn kreativitas yg okeh dana yg mumpuni serta xpirience yg wow… .*_*mmmmmmm
oom, bgmana cara detik.com/alibaba.com melakukan transaksi?
Transaksi online memang benar-benar sedang trend banget, semua ok salesnya.