Garis batas antara TV dan web semakin kabur. Langkah para raksasa berita teve dunia dan para pemain utama Internet menunjukkan hal tersebut. CBS News misalnya, baru saja meluncurkan versi baru CBSNews.com yang mampu menyiarkan berita CBS News secara langsung dan menyimpan seluruh arsip beritanya di sana. CBS News kini bukan lagi sekadar stasiun teve berita, namun telah bermetamarfosa menjadi jaringan digital multi-flatform dengan memilih web sebagai titik siaran utamanya.
Sementara itu Yahoo!, yang mempunyai dewan eksekutif berasal dari grup media Hollywood dan beberapa eksekutif TV, termasuk sang CEO Teryy Semel, menyatakan akan menyiarkan secara langsung misi peluncuran pesawat ulang-alik NASA – Discovery- selama 24 jam penuh, dimulai dari hari Rabu saat peluncuran dan selama 12 hari pelaksanaan misi tersebut.
Amazon.com, sang raja toko buku online, melanjutkan transisinya dari status pengecer menjadi penyedia konten digital yang rencananya akan menyiarkan video streaming dari konser yang diproduksi sendiri dan casting online untuk Harry Potter Kids Review Panel.
AOL, perusahaan yang tumbuh dari web mulai memasuki produksi offline. Ia baru saja meluncurkan Network Live, sebuah joint venture dengan AEG dan XM Satellite Radio, produser acara olahraga dan hiburan, untuk memproduksi acara hiburan yang akan disiarkan melalui satelit, internet dan piranti nirkabel. Pekan lalu saja, siaran langsung konser Live 8 via web oleh AOL telah merontokkan siaran TV Kabel MTV untuk acara yang sama. Sebanyak 5 juta orang menyaksikan siaran langsung konser tersebut, melalui 175.000 video streaming yang berlansung secara simultan. Disebutkan dalam blogsphere, menyaksikan siaran online lebih mengasikkan daripada menyaksikannya via TV.
Melihat kesuksesan AOL dan yang lainnya, tidak mengherankan jika CBS News ingin merubah posisinya. Dengan peringkat siaran berita malamnya yang berada pada posisi ketiga, jajaran petinggi CBS News rupanya tertarik terjun ke web untuk mencari sumber pendapatan lain. CBS News mengatakan bahwa strategi “cable bypass”-nya akan merubah fokus operasional berita dari TV dan radio ke apa yang mereka sebut “24-hour, on-demand news service, available across many platforms”, dengan CBNNews.com sebagai pusatnya. “Perubahan besar yang di lakukan oleh CBSNews.com ini dimaksudkan untuk menjaring audience yang menggunakan Internet untuk mencari berita dan informasi sepanjang harinya, tidak hanya dalam periode tertentu seperti melihat teve,” jelas Larry Kramer, Presiden CBS Digital Media seperti dikutip InternetNews.com.
Layanan berita ini akan mencangkup blog dan “EyeBox”, sebuah video player on-page yang menyediakan klip berita berdasarkan permintaan, termasuk juga menyediakan video yang belum di siarkan melalui jaringan TV. Situs itu sendiri kan menampilkan fitur reportasi asli, komentar dan analisis yang semuanya diproduksi oleh reporter, koresponden dan anchor.
Saat ini Amazon.com sedang membangun infrastruktur konten yang dibantu oleh Nine System dan diharapkan akan siap luncur pada saat ulah tahun Amazon.com kesepuluh pada tanggal 16 Juli di Seatle. Acara tersebut akan dimeriahkan dengan konser Bob Dylan dan Norah Jones. Sedianya konser tersebut akan disiarkan langsung melalui home page Amazon.com, dan siaran ulangnya akan di tayangkan 24 jam penuh, setelah tayangan langsung 3 jam konser tersebut. Pihak Nine System yang akan mempersiapkan siaran langsung ini.
AOL bahkan sudah membuat langkah besar dengan suskes mensponsori konser Live 8. Dan untuk selanjutnya Network Live dengan dipimpin oleh Kevin Wall, Produser Eksekutif untuk konser tersebut, akan memproduksi program siaran langsung pertunjukan musik dan komedi dari Staples Center di Los Angeles. Acara itu sendiri akan dilaksanakan oleh AEG. Kerjasama tersebut bertujuan untuk memberikan hiburan selama 24 jam penuh dalam seminggu, yang akan siarkan melalui jaringan AOL seperti AOL.com, AOL Music Sessions dan XM’s Artist Confidential yang kesemuanya, sekali lagi, disiarkan langsung!
Tidak ketinggalan, layanan mesin cari seperti Blinkx, MSN dan Google juga sudah merambah dunia hiburan yang biasanya merupakan dunia perusahaan penyiaran dan layanan kabel.
“Beberapa waktu lalu, kecilnya bandwidth ke perumahan, ditambah dengan permasalahan lisensi siaran dari industri hiburan, membuat bisnis hiburan rumah menjadi hal yang tidak menarik bagi kalangan pemain besar internet. Sekarang kedua hal tersebut sudah berubah,” ujar Vamsi Sitla, analis dari ABI Research.
Sistla menunjuk kepada kasus video bom london yang diupload oleh masing-masing pengguna ke Yahoo, MSN dan Google, layanan ini sudah hampir menyerupai siaran footage yang real-time dari tragedi bom london minggu lalu. Ia melihat layanan video search seperti ini akan berkembang menjadi layanan bayar video-on-demand dalam tiga tahun kedepan.
Sementara itu, lanjut Sistla, Amazon.com dan eBay akan menambahkan layanan download video yang akan menjadi sumber pendapatan baru dan sarana untuk menjaga hubungan dengan pihak pelanggan. Sebagai contoh adalah saat Amazon.com menjual “The Da Vinci Code”, pihak Amazon.com menawarkan video mengenai Roma atau Vatikan yang dapat didonwload. “Mereka yang sudah memantapkan diri masing-masing menjadi brand digital utama, dan saat ini mereka akan mengubah industri penyiaran,” kata Sistla.
Dengan makin menyatunya dunia teve dan Internet, maka dunia pemasaran online akan semakin marak.
Selamat, sudah waktunya lagu lawas “Video Killed the Radio Star” diganti menjadi “Internet Killed the TV News Star”
Omong omong tentang menyatunya TV dengan internet. Saya pernah kepikiran mengadopsi layanan premium call pada telepon untuk internet.
Itu lho..layanan telp yang pulsanya ditanggung oleh penerima telp. Banyak diterapkan oleh perusahaan untuk customer service.
Kira kira bisa nggak internet kayak gitu? Jadi bila kita mengunjungi sebuah situs, yang bayar bandwidthnya si empunya situs. Ruwet banget kali ya.
Tapi kalo bisa…Hmmmm TV bener-bener bisa mati. Orang-orang beli komputer, trus tingal nyambung ke internet dan gak bayar!!