Banyak peserta “aneh” di ajang belajar Internet bertajuk Indonesia Boot Camp 2008 di Kuta, Bali, 18-20 Januari 2008. Ada pasangan dokter kandungan dan paru-paru yang membawa tiga anaknya yang masih sekolah, semuanya ikut pelatihan dengan membawa laptop masing-masing. Ada mahasiswa yang berangkat naik bus ke Denpasar karena ingin meningkatkan penjualan mainan anak-anaknya via Internet. Ada dosen ekonomi, pengusaha online dari Amerika Serikat, web programmer, web designer, akuntan, dan… ada violinis bernama Maylaffayza.
Tanpa mengurangi rasa hormat kepada peserta yang lain, Fay — panggilan akrab violis didikan Idris Sardi — menjadi salah satu sosok yang sering saya contohkan tatkala saya menjelaskan topik online brand building selama tiga jam di depan 70 peserta. Saya tidak akan membahas isi materi yang saya sampaikan tersebut di sini karena Anda semua sudah paham. Saya akan membahas Fay, yang baru saja meluncurkan album perdananya.
Saya mengenalnya di ajang Pesta Blogger 27 Oktober tahun lalu. Sama seperti kebanyakan lainnya, saya kira namanya Maylaffaiza. Ternyata yang benar Maylaffayza. Saya perhatikan blognya di Multiply dikelola dengan serius. Ia rajin memperbarui isi webnya. Hampir semua komentar yang masuk dijawab sendiri oleh Fay. Tidak heran jika mereka yang mengisi komentar di sana merasa dilayani oleh sang bintang. Saya kira sulit mencari artis Indonesia yang benar-benar tekun dan tulus melayani penggemarnya seperti yang dipraktikkannya, apalagi di dunia maya. Maka tidak mengherankan jika jumlah kontaknya di Multiply terus membengkak dari waktu ke waktu. Hari ini tercatat ada 1.380, sebuah angka yang lumayan besar. Wajar jika page rank (PR) situsweb-nya mencapai 4 (empat).
Ia sangat aktif di dunia online. Violinis kelahiran Jakarta 10 Juli 1976 ini bukan hanya bersemangat mengelola situsnya. Tetapi juga sering jalan-jalan ke blog lain untuk mengisi komentar dan menjalin silaturahim. Ia juga datang ke tempat-tempat berkumpulnya para pengguna Internet, termasuk PestaBlogger beberapa waktu lalu. Ia juga menyebut dirinya sebagai “Cyber violinist”. Maka tatkala mas Keke, penggagas dan pengelola Indonesia Boot Camp mengabarkan bahwa sang violis itu mendaftarkan diri sebagai peserta, saya tidak terlalu kaget. Saya yakin, wanita cantik berprestasi ini paham betul potensi Internet. Itu sebabnya ia merasa perlu belajar banyak mengenai dunia maya itu. Bahkan Bali pun diserbunya dengan riang, meski dari topiknya yang diajarkan kelihatannya membosankan dan teknikal.
Maylaffayza memang bukan sekadar artis. Ia seorang musisi, penyanyi, sekaligus pengarah dan produser musiknya! Coba simak gesekan violinnya di lagu “I Play My Violin like I Make Love“. Ia mengisyaratkan, betapa menyatunya ia dengan violin. Bisa jadi, baginya, violin bukan sekadar alat musik yang ia gesek dengan begitu menyentuh, lincah dan bersemangat. Tapi “violin” itu juga sosok pendengarnya, pasarnya, produksinya, dan segala hal yang berkait dengan proses penciptaan lagu hingga bagaimana gesekannya mampu menelusup ke telinga dan hati pendengarnya.
Ia memang cukup puas dengan hanya bermain musik, bernyanyi dan memproduksi sendiri albumnya. Ia pun merasa harus mengenal pasar, mengenal penggemarnya, berkomunikasi secara intens, serta merambah dunia yang masih jarang disentuh artis lain. Yakni dunia maya alias Internet. Cyber violinist yang juga mengaku sebagai “visionary, book worm, music entrepreneur, highly motivated woman, gadget freak, geeky” memang tidak main-main di dunia online. Saya meramalkan, jika strategi onlinenya ditingkatkan, maka online memiliki peran yang signifikan untuk mengangkat namanya serta meledakkan penjualan album pertamanya, terutama ke daerah-daerah yang tidak terjangkau oleh jaringan distribusinya (yang saat ini baru sebatas Jawa).
Catatan:
Saya ucapkan selamat kepada mas Keke dan tim Indonesia Boot Camp yang bekerja keras mensukseskan acaranya. Semoga acaranya bisa diteruskan di lain kesempatan.
Tautan:
Saya lebih terkejut dengan profil peserta Bootcamp yang Anda gambarkan itu. Ditunggu cerita Bapak yang lebih detil mengenai isi materi yang Bapak sampaikan — dan juga sesi tanya jawab dengan para peserta. Pasti menarik dan bermanfaat.
Pak Nukman,
Selamat ya…
Wah sungguh luar biasa. Double energy nih mengalir malam ini. Pertama, tentu dari Pak Nukman yang langsung ngeblog begitu bootcamp berakhir…
Kedua, siapa lagi kalau bukan energi Fay. Mudah-mudahan banyak yang ketularan semangat kena ‘getah’ energi tadi.
Salam sukses selalu.
Saya rasa mbak Fay ini tidak hanya sekedar hobi internet, tetapi ada tujuan yang harus beliau capai dan ia benar2 memahaminya. Tidak seperti (mungkin) artis2 lain yang hanya memanfaatkan Fs atau MySpace untuk mencari fans, tetapi kurang ditindak lanjuti. Banyak artis yang memiliki situs tetapi seperti tidak terawat. Atau jangan2 para artisnya sendiri tidak pernah membuka situsnya?
“I am not just an artist, it’s about idea,” katanya kepadaku.
waah sang artis lg digosipin..sebenernya pgn ikutan bootcampnya..tapi apa daya..jauuh bro..heuheu..pgn bgd sekalian liburan ke bali..
Waduh.. Salam ya Buat Mas Keke si Jago SEO
“i play violin, like i’m making love” she says
“i never play violin, so I don’t know how to making love,” I said.
Semakin banyak kalangan yang menggunakan blog sebagai sarana marketing
Memang Pak… semakin lama banyak orang memanfaatkan blog sebagai ladang marketing… apabila bagus ngelolanya… n… rajin nulisnya… hehehehe….
“i like violin, i want to learn it.. but i don’t need to learn how to make love, its something nature”
Nggak nyangka Fay ikutan boot camp. Kalah deh saya T-T
pas itu pengennya ikut, cuma karena ‘sok sibuk’ ya beginilah akhirnya… gak bisa ketemu Maylaffayza (lho?)
Kemarin di bootcamp presentasinya Singkat..
tapi saya dapat beberapa inspirasi key word
berpikir strategik salah satunya..
Thk pak nukman..
Sebelumnya saya ucapkan terima kasih buat Pak Nukman, yang meluangkan waktunya buat seminar kemarin..intinya ada orang2 di dunia ini seperti bapak yang mau berbagi, itu yang penting sekali. apalagi sampai mau membahas salah satu profil peserta.. salut! terima kasih banyak buat sharingnya.
kapan lagi ada Indonesia bootcamp neh..
Pingin ikut …..
Selamat dan sukses buat Maylaffayza. Juga buat Indonesia Bootcamp 2008
Tahun ini saya juga punya target untuk menguasai yang namanya SEO, Web 2.0 dan Internet Marketing. Tahun lalu baru icip-icip, sekarang sudah mulai terjun ke dalamnya.
beruntung punya image “artis” yang melekat. seharusnya artis lain juga melakukan hal yg sama. kalaupun artis lain itu tdk ada waktu, mereka bisa bayar orang, atau manajernya yg pegang. drpd kirim SMS abal-abal “langsung dari hape guwe”
bootcamp yaa? “investasinya” itu lho
Posting foto Fay pada blog anda menarik, cantik banget. Membuat sy tertarik lihat blognya. Hehehe, satu cara marketing-in dia juga ya.
Ch
Yang ngajak maylafyaza ke indonesiabootcamp saya mas. saya tulis “ikut nggak ke indonesiabootcamp.com”
jawabannya saya lihat dulu, dan ternyata ikut.
eh sayanya yang gak bisa ikut sedih deh….
Salam Damai.
Wah nga ikut nih karena mau sidang skripsi,
Moga-moga Pak Nukman Mau ngadaian Boot Camping juga yach
Trims.
Mas Nukman, terimakasih telah memuat saya disini. I feel honored. On the other hand, I learn so much from you and will continue to learnand grow. I can see that we are on the same wave length. Please do let me know if you are making a workshop. Now that I trully believe, that people who’s technologically conscious are actually having the same grounding, that we want to shift paradigm in many levels in this country .Many things that needs to change: mental frame. We are the ambassador of changes, so we ‘re those people who walk the talk. I also would like to congratulate Mas Keke,the speakers and staffs Indonesia Boot Camp, my respect to all of you who are willing to work hard for a believe. By the way, ini benar-benar saya yang tulis ini, bukan manager/asisten saya:)(Just incase any of you wondering:)
Sukses terus mas Nukman,
Liberate your self!
Maylaffayza
Numpang komen, saya juga termasuk yg ikut menjadi saksi para “aneh” itu…
Pakdhe Nukman, jangan kapok untuk datang, tujuan berikutnya: Jogja.
Maylaf tahu kelebihannya, maylaf tahu media yang tepat untuk menunjukkan kelebihannya. U go girl!
Insya allah berikutnya diadakan di jogja…. sengaja di ambil daerah yang unik. Saya sempat terharu, ternyata kegiatan ini sangat sangat membuat ikatan emosional di antara peserta.
Semua karena di buat berbeda dan semua di urai berdasar falsafah di internet “Semua adalah sama, tidak ada raksasa di internet”.
mo liat fotonya ada disini: http://www.flickr.com/photos/ibc2008
Om Keke kalo nangis dibelakang panggung aja tho. Iyo tho pak Nuk..?
wah wawan ngece kih;)
jangan lupa pak “saya juga ganteng nih!” salam buat pak nukman kita ketemu lagi nih dijogja yah!
Gimana saya usulkan kalo mas Keke sebagai Bapak SEO Indonesia, saya memperhatikan beliau sejak th. 2000an dan tetap konsisten di jalannya.
Ajaran ajarannya sangat inspiratif dalam berbisnis online dengan search engine. Blognya http://www.seokita.com terutama sesi seo spiritual, membuat saya bersemangat untuk tetap semangat berbisnis online.
Selamat ya mas Keke, Anda memang layak dapat selamat dari pak Nukman. Senior kita di online marketing.
Yahhh…..
Kecolongan deh hehehehe…
Sebenarnya saya juga mau ucapin keyword itu “Bapak SEO Indonesia” di suatu acara besar di Ibukota. Tunggu saja jam tayangnya di “stasiun tv” anda… hehehehe…
Tidak lupa, sematan “Bapak Internet Marketing Indonesia” untuk Pak Nukman.
Hehehhehe…
Kemaren ada yang ngasih link ke foto2 IBC 2008. Weh emang keren, ada foto Fay nyender di pohon besar. Wekekekekek. Nggak setuju ah, ntar kalo udah dapet julukan “Bapak SEO Indonesia”, malah SEO dipergunakan untuk memperkaya kroni-kroni nya saja.
@Adi,
bukanya situ didikan mas Keke juga;)) heheheh….
Mas Nukman,
Salam kenal, postingan mengenai Fay nya sangat menginspirasi mas. Saya di Bali cuman kemaren nggak datang ke acara Bootcamp. Saya mendengar mengenai mas sebagai pembicara tamu dari brokencode.
Tehnik menulis mas Nukman bagus, mengalir apa adanya namun sarat akan makna, saya senang karena Fay dan rekan rekan profesional seperti mas Nukman juga menggunakan blog untuk melakukan branding dan bersosialisasi di Internet.
Rasanya, impian untuk melihat semakin banyak dan lebih banyak lagi orang yang online di Indonesia akan lebih cepat terlaksana lewat kerja keras dan tangan tangan terampil seperti mas, dan teman teman yang lain! Mari kita sambut itu bersama, salam!