Online Strategist, Creative Designers, Web Technologist MarComm Practitioners, E-Commerce and Education __________________________ under one roof.

Saatnya Public Relations Lebih Berperan di Online Social Media

March 27, 2009
Oleh Nukman Luthfie

Barangkali anda sudah sering mendengar bahwa Public Relations itu sesuatu yang strategik bagi perusahaan karena tugas utamanya adalah membangun citra (image) positif perusahaan maupun produk. Namun, pada saat yang sama, barangkali anda juga sering melihat bahwa peran humas pada praktiknya seringkali diabaikan oleh direksi, atau bahkan dianggap di bawah marketing. Namun di era Web 2.0, era online social media, era di mana konsumen melakukan percakapan secara horisontal satu sama lain di dunia maya, sudah jelas bahwa peran PR jauh lebih penting ketimbang marketing. Itulah intisari yang saya sampaikan dalam seminar sehari bertajuk Sharpening Your Online Public Relations Strategy, di Ritz-Carlton Jakarta, Kamis 19 Maret 2009.

Seminar yang dihadiri lebih dari 150 peserta dari berbagai perusahaan ini memang membahas peran PR di dunia online, terutama di tengah merebaknya tren komunikasi horisontal antar konsumen melalui social media serta makin derasnya penetrasi smartphone seperti Blackberry. Di social media seperti Facebook, Friendster, Twitter, Multiply, Flickr dan lainnya, pendekatan iklan yang biasanya dilakukan para marketer nyaris tidak memberikan hasil. Di medium yang lebih menekankan pada percakapan antar pengguna ini para marketer kesulitan mencari bentuk iklan yang tepat untuk menarik perhatian pengguna. Itu sebabnya, meski berkembang pesat, pengelola social media, terutama Facebook terus berusaha mengoptimalkan situs social medianya agar ampuh untuk beriklan mengingat iklanlah sumber pendapatan utama mereka.

Marketer pun matikutu jika harus beriklan di pengguna smartphone semacam BB, lantaran hingga hari ini belum ada model bisnis yang disukai oleh pengguna maupun pemasang iklan. Mereka yang browsing portal penuh iklan seperti Detik.com di versi mobilenya tidak akan mendapatkan banner-banner iklan sebagaimana yang terpampang di versi desktopnya.

Itulah sebabnya, pendekatan paling tepat untuk konsumen di social media yang maunya melakukan konversasi secara horisontal dan pengguna smartphone yang bebas iklan, adalah pendekatan Public Relations, bukan iklan.

Pendekatan PR inilah yang dipaparkan dengan baik oleh Derrick Surya, Brand Manager PT. Topindo Atlas Asia, distributor utama  Oli Top 1. Beberapa tahun terakhir ini, Oli Top1 digempur oleh isu negatif di dunia maya (yang tidak terbukti kebenarannya) tanpa berbuat apapun di online. Namun, semenjak tahun lalu, Oli Top 1 mulai melakukan online PR dengan membangun situs web khusus Indonesia, melakukan pendekatan ke media-media online, memperbanyak publikasi positif di media online, membuka konsultasi online untuk hal-hal yang berkaitan dengan motor dan mobil, terutama mengenai sistem pelumasan di mesin kendaraan, serta edukasi mengenai pengetahuan pelumas bagi masyarakat dan membangun komunikasi dua arah dengan pengguna Internet. Hasilnya, menurut pemantauannya, isu negatif Oli Top 1 sudah meluruh. Meski demikian, Derrick menyatakan bahwa Oli Top 1 akan terus investasi di dunia maya, dengan melakukan pendekatan online PR untuk membangun citra positif produknya.

Contoh lain disampaikan oleh Memoria Dwi Prasita, Brand Manager Bango – Unilever Indonesia. Citra yang dibangun kecap Bango adalah kuliner, tradisional, dan Indonesia, sehingga melahirkan  activation programm bernama Bango Cita Rasa Nasional (BCRN) dengan key messege “preserving Indonesian traditional foods”. Pelestarian makanan tradisional inilah yang kemudian melahirkan program Festival Jajanan Bango yang digelar setiap tahun di berbagai kota sejak 2005. Di dunia maya, Unilever bekerjasama dengan komunitas Bango Mania, yang sangat intens membangun komunikasi melalui berbagai kanal online, termasuk blog, forum, mailing list, hingga social media seperti Plurk dan Facebook. Hasilnya antara lain, pada tahun 2008, tercatat 500 lebih postingan blog dan 500-an email mengenai Festival Jajanan Bango, jauh meningkat dibanding tahun sebelumnya.

Oli Top 1 dan Kecap Bango memang saya undang khusus untuk menjadi bintang tamu pada seminar tersebut agar peserta mendapat paparan mendalam menganai langlah-langkah ke-PR-an mereka di dunia maya. Namun saya juga memberikan contoh lain, seperti Indosat yang mencoba membangun Indosat FansBerry melalui aktivitas di Facebook, dengan pendekatan penambahan teman sebanyak-banyaknya berhadiah Blackberry Indosat. Saya juga mencontohkan bagaimana Toyota Astra Motor membangun komunikasi horisontal di Facebook dengan membuat account Yaris Groovynations dan menyelenggarakan program Yaris Grooviest Moment Celebration, yang men-tag foto bersama mobil Yaris.

Di akhir seminar, saya memberikan tips bagaimana membangun strategi Public Relations di online, khususnya di social media. Strategi itu harus dibangun berdasarkan user insight lokal, bukan user insight internasinal. Saya memang memberikan beberapa data user behavior pengguna social media global hasil riset Marketing Sherpa. Namun saya juga memberikan hasil riset lokal yang dilakukan Virtual Consulting, yang dalam beberapa hal berbeda dengan temuan global. Sebagai contoh, tujuan utama pengguna global di social media adalah bersenang-senang. Sedangkan tujuan utama pengguna Indonesia di social media adalah membangun jaringan. Perbedaan lain masih banyak. Dengan demikian, pemahaman user behavior lokal mutlak diperlukan untuk membangun strategi Public Relation di dunia maya dengan target konsumen Indonesia.
 
Tulisan terkait:

30 Responses to “Saatnya Public Relations Lebih Berperan di Online Social Media”

  1. aLe says:

    Jaman sekarang ga oL sdh ketinggalan jauh,.

  2. Ari Toruan says:

    Saya sangat setuju dengan tulisan ini. Sebagai salah satu PR di bidang jasa pelayanan, saya sungguh merasakan peranan dunia maya dalam memfasilitasi sekaligus mendistribusikan informasi mengenai institusi kita.

    Sayangnya adalah…saya gak sempet ikutan seminar ini, karena waktu itu saya ada di Medan….hiks…hiks…hikss…

  3. maydina says:

    nice artikel pak…

    Jadi.. pembentukan online branding di dunia membautuahkan FB+plurk+status pada YM+ blog sebagi media tuk mem=PR-kan pak? bukan begitu???

    ^_^ go PR 2.0

  4. 150 peserta x biaya masuk (Rp 1,5 juta?) = more than Rp 200 juta dung. One day speak/work bisa beli mobil….

    That’s the power of KNOWLEDGE and SMART WORK !!

  5. Setuju Pak, peran Public Relation harus mulai move dari yang vertical ke horizontal. Dan seorang PR saat ini wajib mempunayi kowledge yang memadai dalam dunia virtual dan era Web 2.0.

    Salam sukses

  6. wadiyo says:

    Prinsip harus ditetapkan,
    dan metode boleh flexible.

  7. kakday says:

    memang masih ada keraguan didlam mengimplementasikan web 2.0
    keraguan takut kritiknnya terlalu pedas sehingga
    visitor lainnya ikut negatif thinking

  8. avianto says:

    “Sebagai contoh, tujuan utama pengguna global di social media adalah bersenang-senang. Sedangkan tujuan utama pengguna Indonesia di social media adalah membangun jaringan.”

    Menarik. Banyak yang berpikir kebalikannya :)

  9. Yainal says:

    selamat datang di indonesia sodara2.. tempat di mana ngangkring itu lebih gayeng dan berkekeluargaan.. :)

  10. BudiTyas says:

    Di indonesia memang betul untuk membangun jaringan. Jaringan pertemanan untuk bersenang – senang :D

    Podho wae :)

  11. bodrox says:

    pak, kalau dibilang “PR jauh lebih penting ketimbang marketing” kok rasa-rasanya aneh. karena bukankah dari marketing strategi dan riset dulu baru ditemukan suatu konsep yang akan disebar luaskan melalui PR?

  12. @bodrox:
    Jangan dipotong dong kalimatnya, karena bisa kehilangan konteksnya. Lengkapnya spt ini: “Namun di era Web 2.0, era online social media, era di mana konsumen melakukan percakapan secara horisontal satu sama lain di dunia maya, sudah jelas bahwa peran PR jauh lebih penting ketimbang marketing”.

    Masih terasa aneh nggak?

  13. Nadiah Alwi says:

    Thanks sharingnya, Pak. Sedih euy gak bisa ikutan waktu itu. Keep writing ya, Pak. Bagi2 ilmu :)

  14. Chandra says:

    Benar pak Nukman, lewat aktivitas PR online
    dan sales processing online dapat menggaet
    pasar yg lebih besar.

  15. blogpreneur says:

    “Itulah sebabnya, pendekatan paling tepat untuk konsumen di social media yang maunya melakukan konversasi secara horisontal dan pengguna smartphone yang bebas iklan, adalah pendekatan Public Relations, bukan iklan”

    kalau dengan story marketing bagaimana Om ?…. apa masih termasuk bentuk iklan yang conventional ….

    terus, gmn bentuk PR di online ? apa hanya sebatas , conversation aja ?..

    thanx bwt jawabannya

  16. mau nanya lagi Pak nukman…

    ………Di dunia maya, Unilever bekerjasama dengan komunitas Bango Mania, yang sangat intens membangun komunikasi melalui berbagai kanal online, termasuk blog, forum, mailing list, hingga social media seperti Plurk dan Facebook. Hasilnya antara lain, pada tahun 2008, tercatat 500 lebih postingan blog dan 500-an email mengenai Festival Jajanan Bango, jauh meningkat dibanding tahun sebelumnya. ”

    apa ini artinya supaya tercipta buzz marketing ?….

  17. Indriyatna S says:

    ” Social media di dunia maya memang perlu ada PR nya -pak nukman, sebab kalo gak – siapa yang akan menghandel pangsa pasar tersebut, belum lagi awal 2009 ini situs pertamanan Facebook lagi boming, dengan seringnya tampil menjadi berita di Surat kabar lokal maupun nasional juga di web nya, trima kash banget ilmu dari seminar ini…. dengan pembicara dari Kecap bango juga Oli top1 yang telah menguasai pasar neegri ini”"

  18. kiki says:

    Public relation yang lari ke web… nice idea. Terima kasih buat sharingnya.

    Ini penting buat kami yang baru mulai menebarkan value add pada khalayak dengan personal consultant servicenya.

  19. eshape says:

    Mas Nukman kalau ndobos memang susah dibantah.

    Contoh-contohnya konkrit sih. Aku jadi terinspirasi dengan membangun blog http://cimart.blogspot.com/ untuk mendukung para pengusaha dan calon pengusaha CIkarang dalam menjawab ataupun mengantisipasi krisis moneter yang belum terlihat selesainya.

    Bravo mas Nukman, kapan-kapan kita “sharing” ilmu di komunitas Insan Mandiri CIkarang.

    Salam

  20. zhoe says:

    memang mas sekarang kan jamannya social media, ga bisnis aja yang bisa, kalo mau caleg-caleg kita yang ikutan pemilu bisa juga memanfaatkan situs social media ini kayak barack obama yang unggul atas john mccain.

  21. Aldero says:

    Branding image maupun personal image…
    Sangat penting demi mendapat pengakuan dan kepercayaan
    publik yg bermuara pada “penjualan” atau deal tertentu dalam bisnis.

    Jadi Ingat ulasan Romi S.Wahono di Majalah Intisari Edisi MARET ’09.

  22. PS. Diatna says:

    Memang sudah saatnya Pa, kalo nda ya ketinggalan kalii hehe walaunpun tetap saja marketing sangat diperlukan dengan strategi yang lebih sesuai.

  23. evi kusuma says:

    thanks pak, sharingnya..ilmu yang dahsyat…strategi public relation di dunia maya utk menggaet konsumen..it’s about time yah pak.. :)

  24. Mr. Anggie says:

    Sebagai mahasiswa yg bergerak di bidang public relations, apa yang saya pelajari ada di website ini. Kehadiran tekhnologi berbasis informasi (Web 2.0 s.d. Web 3.0)memang memudahkan perusahaan dalam mempublikasi visi, misi, bahkan produk-produknya.

    Salute tuk Mr. Luthfie atas sharing ilmu nya.

  25. Michael G says:

    Ulasan yg menarik. Pendekatan PR dlm Online Social Media, memang akan sangat menguntungkan dlm jangka panjang. Sebenarnya, sudah saatnya pola berpikir pelaku marketing selama ini dirubah, tdk lg hanya sekedar berorientasi pd pemasaran/penjualan, tp jg berorientasi sbg Company Image Building. Sbg salah satu praktisi promosi di dunia maya, saya sangat setuju dng penulis.

  26. PR vs online dalam jejaring sosial. Selain itu sebetulnya dapat juga dilakukan sebagai bentuk pengembangan informasi promosi personal bagi masyarakat luas, khususnya tentang keprofesian seseorang yang acap kali sulit didapat informasi jika mendadak order dibutuhkan perannya. Jadi selain ke PR yang bersifat lebih banyak sebagai bentuk komunikasi mewakili citra dari suatu perusahan media online jejaring sosial itu bisa di jadikan ajang promosi keprofesian personal.

  27. Sagita says:

    Tapi, bagaimana berkomunikasi dengan khalayak yang bukan komunitas online?.

  28. bang FIKO says:

    Selain perusahaan atau institusi swasta, pemerintah juga sebenarnya harus bisa memanfaatkan PR Online ini. Karena Masyarakat juga banyak yang sudah menggunakan internet dalam kehidupan sehari-harinya. Namun sayangnya, Pemerintah masih kurang menyadari manfaat yang bisa didapatkan dari internet ini.
    Blog yang menarik nih… Bisa sering-sering mampir kayaknya.
    Ijin ngelink ya, Pak… Salam kenal

  29. oktiy says:

    mauuu nanya bs kasi contoh ga strategi PR daam kampanye peduli lingkungan

  30. Menarik sekali untuk disimak
    PR memang harus bisa membentuk Jejaring

Leave a Reply



nukman @nukman
Online Strategist
tweet it
iimfahima @iimfahima
Online Marketing Communication Strategist
tweet it
adhitiasofyan @adhitiasofyan
Creative Director
tweet it
meisia @mei168
Information Architecture Specialist
tweet it
foto andi @primaretha
Social Media Head
tweet it
foto jayadi @jayadi72
Web Content Specialist
tweet it

Komentar Terakhir.

  • Andi Primaretha: - Terima kasih mas Bayoe. Betul untuk Conversation Analysis dan Network...

  • bayoewebid: - Analisis yang menarik mas. mungkin perlu ditambahkan dengan tools yang dipakai....

  • Andi Primaretha: - Bagi teman-teman yang ingin sukses mempromosikan bisnisnya melalui online...

  • aguswibowo: - Mas Andi, bagaimana menurut anda posisi online http://hotelgrasia.b logspot.com tks

  • hadiph: - Tahapan analisis yang menarik bos, selanjutnya posting tools nya donk. tks

  • Hary: - Info yang sangat berguna & bermanfaat, Mas Andi. Many thanks for your sharing....

Kategori


Email Subscription

Enter your email address:

Fan Box Virtual Consulting