Ada sebuah perguruan tinggi negeri terkemuka yang mengundang saya untuk sharing tentang pemanfaatan medium baru untuk beriklan. Yang harus saya sampaikan nantinya, kata panitia, hal-hal yang sifatnya eksekusi saja, bukan strategis. Rada bingung juga saya dengan rekues ini, karena eksekusi di online sangat terkait dengan strategi. Bahkan, detail eksekusi pun punya nilai strategi yang bisa menentukan berhasil atau tidaknya sebuah online campaign.
Any idea apa yang harus saya share nanti? Masa iya saya ‘cuma’ share bentuk-bentuk viral, banner dll ?
Leave a Reply
Komentar Terakhir.
- Andi Primaretha: - Terima kasih mas Bayoe. Betul untuk Conversation Analysis dan Network...
- bayoewebid: - Analisis yang menarik mas. mungkin perlu ditambahkan dengan tools yang dipakai....
- Andi Primaretha: - Bagi teman-teman yang ingin sukses mempromosikan bisnisnya melalui online...
- aguswibowo: - Mas Andi, bagaimana menurut anda posisi online http://hotelgrasia.b logspot.com tks
- hadiph: - Tahapan analisis yang menarik bos, selanjutnya posting tools nya donk. tks
- Hary: - Info yang sangat berguna & bermanfaat, Mas Andi. Many thanks for your sharing....
Kategori
Fan Box Virtual Consulting
Gak bisa gitu dunk, harus di ajarin strateginya. Eksekusi itu hanya bentuk akhir / final product yang tidak me-reveal keseluruhan dunia online. Mereka minta bentuk eksekusi seperti itu karena belum paham dunia online, jadi sangat gak ngeh strategi online dsb. Mereka pikir online internet itu ya banner-banner dan website-website keren gitu. Itu sih sama saja gak ngajarin, malah tidak mendidik nanti. Orang akan terus saja gak paham-paham soal online marketing.
Mending gak usah mbak.
Repot kalau mahasiwa maunya cuma tau eksekusi. Harus strategynya dulu dong, berpikir besarnya apa. Setuju sama Surya.
mendingan ditunjukkin eksekusi dan kemudian dilanjutin sama strategi dibalik eksekusi tsb mbak. trus dijelasin aja kalau eksekusi yg bagus itu blom tentu berhasil kalo nggak didukung strategi yang juga mumpuni…
waktu presentasinya berapa lama mba? kalo cukup prefer jelasin
secara keseluruhan, strategy & eksekusinya.
jika waktunya sedikit, presentasinya langsung ke studi kasus aja. ambil kasus yg perlu banyak strategi dan melibatkan eksekusi yg juga lumayan banyak.
well good luck ya mba.
Kalau menurut saya, tujuan dari request tersebut apa? Dan sangat tidak clear dalam brief-nya. Mungkin lebih baik menanyakan terlebih dahulu keinginan dari universitas terkemuka tersebut sebelum melakukan presentasi, jangan sampai hanya waste your time atau tidak relevan dengan keinginan request-nya.
eksekusi itu kan hasil dr strategi bukan begitu mbak iim n mas adhit? saya banyak belajar bgt dr blog ini… sy setuju ma pendapat yg bilang langsung ke studi kasus aja.
gak mungkin kan tiba2 belanda nyerang batavia ato manapun kl sebelumnya mereka gak mikirin strateginya hehehehe strateginya menguasai indonesia, eksekusinya serang jakarta duluan bukan begitu??
salam,
aditya
Justru ini kesempatan buat mengedukasi akademism bahwa gak mungkin bisa bikin eksekusi tanpa diawali dengan strategi….
Itulah barangkali kenapa para fresh graduate begitu gagap ketemu dg dunia kerja… karena bisa jadi yang biasa disuap adalah sesuatu yang serba instant….
Tiba-tiba saja eksekusi !!!
Gw dukung mba Iim
Regards
bener banget ….. sekarang ini banyak bgt sdm (fresh-grad) yg hanya jd eksekutor … design print ini bagus ya … tvc ini bgs ya … web ini bgs ya …tanpa mereka tau strateginya apa.. mungkin bs jd bahan diskusi baru akhirnya mba iim dan mas adhit “strategi vs eksekusi” / strategi vs beauty” ????
Mbak Iim / Mas Adit,
Saya mau coba kasih usul ya. Waktu saya masih hijau sekali di dunia advertising, saya pernah baca buku berjudul Creative Advertising karya Mario Pricken. Waktu pertama saya buka buku itu, saya langsung lihat eksekusinya (gambar2nya). Wah! Menariknya bukan main karena saya bisa main tebak2an, “Mau bicara apa karya tsb?” Setelah saya coba mencerna karya2 itu, baru saya baca keterangan dari masing2 gambarnya. Lalu muncullah, “Ooh… Begitu….” Setelah itu baru saya balik lagi dari awal dan mulai betul2 baca keseluruhan buku itu.
Mungkin mbak / mas bisa meniru cara penuturan buku tsb. Dengan kata lain, audiens tidak perlu tahu the whole strategy, just give them a hint and let them figure something out of every work. Atau mungkin bisa dibikin jadi semacam game tebak2an: “Eksekusinya begini nih… Kira2 apa yg mau disampaikan ya?” Saya rasa yang begini bisa berkembang jadi diskusi yang menambah ketertarikan audiens thd materi presentasi.
Semoga usulan saya bisa membantu & semoga sukses dengan presentasinya!
Itulah Indonesia, mau tahunya ujungnya saja, cara pakainya. Tidak mau belajar cara buatnya. Jadinya ya semuanya jiplakan mengikuti trend.
Hari ini disodori trik A, semua ikutan trik marketing A. Tidak lama, pembeli sudah bosan dan trik A sudah tidak manjur.
hmm …. payah. Mungkin ini bisa jadi bahan pembicaraannya
Any idea apa yang harus saya share nanti? Masa iya saya ‘cuma’ share bentuk-bentuk viral, banner dll ?
Sepertinya iya,… masih banyak kok orang kita yang belum paham benar tentang itu…
Ntar kalo siswa-nya nanya soal strategi-nya, berarti mereka kritis, tinggal jelasin deh Mba Im.
Aku sih berpendapat, semuanya harus balance. Strategi pada akhirnya hanya jadi omong kosong tanpa eksekusi yang baik dan tepat. Sebaliknya tanpa ada strategi yg bagus, eksekusi layaknya bunuh diri, ga akan efisien.
Tapi yang paling mudah dipelajari tetap adalah eksekusi, karena strategi memerlukan kreatifitas yang pada akhirnya sulit dijelaskan why – nya. Setuju sama Aria, mungkin yg terbaik dijelasin dulu eksekusinya sambil dipancing2 tuh biar mereka mikir bahwa ada “strategi” didalamnya sehingga eksekusi itu terlihat luar biasa.
Good luck, blog yg luar biasa..
kayaknya sih salah orang nih mahasiswanya, masak online stategist disuruh ngomong eksekusi:) atau jangan2 ada pembicara lain yang ngomongin strategy?
menurutku sih dua2nya penting dan karena ta-nya mahasiswa nih, gimana kalo dicontohin 2 kasus aja mba im…
satu kasus strateginya brilliant ide eksekusinya jelek….
yang satunya lagi strateginya biasa aja…done to death, gak ada yang baru, nyontek dari yang lain… tapi eksekusinya spektakuler. Dua2nya sih kayaknya banyak banget contohnya:)
Maaf Mbak, mungkin panitia yang menghubungi Mbak agak miss soal ini. Waktu itu kami memang menekankan pada contoh-contoh. Maksudnya, untuk kampanye A bagaimana bisa sampai tercipta viral marketing seperti A, dll. Jadi dengan contoh kasus yang nyata supaya peserta seminarnya bisa tahu dari mana proses kreatifnya. Bukan berarti meninggalkan teori dan strategi. Lain kali kami akan lebih hati-hati.
Terima kasih, Mbak.