Tahun lalu banyak yang memprediksi bahwa pengguna Internet akan mencapai 22 juta orang pada tutup tahun 2007. Ternyata, ramalan tersebut terlampaui. Menurut Ketua APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) Sylvia Sumarlin, pengguna Internet Indonesia pada tahun 2007 mencapai 25 juta orang. Itu berarti naik 39% dibanding tahun 2006 yang mencapai 18 juta orang.
Berdasarkan data APJII, seperti yang dikutip Bisnis Indonesia, pelanggan Internet tahun ini berjumlah dua juta pelanggan, yang dilayani oleh sekitar 243 penyelenggara jasa Internet. Dengan demikian, satu pelanggan setara dengan 12,5 pengguna Internet.
Saya kurang tahu, apakah angka ini sudah memperhitungkan pelanggan mobile yang mengakses Internet melalui handset, dengan fasilitas GPRS maupun 3G. Yang jelas, kenaikan 39% itu telah melampaui prediksi banyak pengamat. Hal ini tentu saja akan mempengaruhi daya tawar Internet sebagai media komunikasi dan pemasaran di mata para pemasar, baik domestik maupun internasional. Dua puluh lima juta orang adalah angka yang tidak bisa diabaikan oleh pemasar.
Bagaimana prediksi tahun depan? Sylvia meramalkan, jumlah pengguna Internet akan naik sekitar 25% dari tahun lalu menjadi 32 juta orang. Prediksi yang konservatif. Namun saya menduga, pencapaiannya akan lebih besar lagi seperti yang dialami tahun lalu. Tahun lalu diramalkan pengguna Internet naik 22%, nyatanya malah melejit hingga 39%. Alasan saya, operator seluler akan semakin gencar menawarkan akses Internet via seluler. Apalagi jika akses Internet via wimax bisa ditawarkan secara komersial tahun ini.
Yang menarik, Sylvia malah meramalkan, penggunaan (usage) Internet justru akan naik sebesar 40%. Apa artinya? Meski jumlah pengguna naik 25%, tetapi mereka akan lebih lama browsing dan memanfaatkan bandwidth. Hal ini karena dipicu oleh menurunnya harga bandwidth. Sejumlah penyedia bandwidth akan menurunkan harganya hingga 50% dari US$2.000 per Mbps menjadi sekitar US$1.000 per Mbps. Jika ini terwujud, bukan hanya pengguna Internet yang bersorak, pemilik content pun akan ikut bergembira.
Angka-angka di atas tentu saja menggembirakan bagi banyak pihak yang berkecimpung di bisnis Internet, terutama content provider. Namun, para pemasar pun boleh bergembira dengan data tersebut karena langkah mereka untuk masuk ke Internet dan memanfaatkannya sebagai medium komunikasi dan pemasaran memiliki justifikasi yang kuat.
Yang tak kalah penting mungkin justru USAGE. Dari 32 juta itu berapa rata-rata online per day? 10 menit, 1 jam atau 5 jam? Kalau makin tinggi, tentu makin bagus bagi content provide…:):)
Namun, mungkin 60- 70an persen menggunakan internet dari kantor (sambil curi waktu di-sela bekerja…). Nah, bagaimana kalau Asosiasi Manajer SDM se Indonesia membuat keputusan seragam : MELARANG online di jam kantor bagi seluruh karyawannya? (Meisia menulis topik ini dengan bagus di http://www.portalHR.com …sebab kalau larangan itu berlaku, PortalHR bisa kolaps….hehehehe).
Sejumlah riset di AS membuktikan betapa kemunculan Web 2.0 telah “MERAMPAS” begitu besar jam produktivitas karyawan di kantor mereka.
Mungkin kini perlu juga di-riset internet user behavior di negeri ini — terutama untuk para karyawan di kantor.
Iya nih, biaya akses internet makin murah aja. Bahkan agak terkesan banting-bantingan harga. Moga2 sih pelayanannya tetap dipertahankan walaupun harganya murah
(ah.. murah kok minta selamat dek!)
Hore harga BW diprediksi turun, dan memang sudah seharusnya turun :d
Cost terbesar saat ini bahkan mendekati 60% dari BOP saya adalah mahalnya harga BW. Jadi kalau memang benar prediksinya turun 50% maka pasti banyak yang nyanyi jingle iklan jadul “Senangnya hatiku, turun ongkos bisnisku, internet oh internet tambah seru”
Hore… alhamdulillah
jadi ikut seneng kalo pengguna dan penggunaan internet naik tajam di Indonesia. Artinya potensial bisnis saya makin gede, dan artiya saya harus kerja extra keras untuk berusaha menjangkau semua pengguna di indonesia
#3
emang gak bisa dihindarkan mungkin pak, lha internet sudah jadi bagian kehidupan sehar hari. seperti yang pernah pak Nuk tulis tentang karyawan yang menggunakan Y!M pas jam kerja.
Tapi bagaimanapun juga, karena saya adalah orang yang mementingkan hasil, selama karyawan memberikan hasil yang menjadi kewajibannya, saya izinkan saja mereka browsing sepuas-puasnya. ekstrimnya, gak masuk kantor gak masalah asal kerjaan beres ^^
karena tipe orang berbeda beda, ada yang bekerja berdasarkan jam kerja dan ada yang bekerja berdasarkan passion. Lah kalo orangnya bekerja berdasarkan jam kerja tapi ‘ngerampok’ jam kerja kantor, ya sudah saatnya diberi peringatan.
either way, seharusnya setiap perusahaan harus mampu memanage dan memanfaatkan budaya online para karyawannya menjadi sesuatu yang menunjang kinerja perusahaan.
Menggembirakan sekali pak…
saya pribadi malah berharap semua pihak aware tentang hal tersebut dan memanfaatkan media internet secara lebih lagi. Optimis, internet Indonesia semakin baik, at least bisa mengejar Thailand yang sudah 3x lebih maju.
“Andy OrangeMood is Online Advertising Consultant”
#3.
Betul mas Yodhia. Usage sama pentingnya dengan jumlah pengguna. Berapa lama mereka rata-rata menggunakan Internet setiap harinya? Perlu riset mengenai hal ini.
Bagi pemasar, yang juga tidak kalah penting adalah user behavior. Apa saja yang dilakukan user ketika online? Kemana mereka menghabiskan waktu? Apa saja situs yang dikunjungi? Bagaimana interaksi mereka dengan situs dan membernya? Dst..
Pa dengan naiknya pengguna internet di Indonesia apa itu berarti sebuah indikasi kesejahteraan sudah meningkat? atau dengan kata lain apakah daya beli masyarakat sudah meningkat?
Semoga deh … abisnya biaya koneksi internet mungkin turun tapi harga keperluan pokok ko malah pada naik yah hehe
[...] Untuk trainer thanks berat to Pak Nukman, mas Wicak, bang Enda, isnaini, wawan, dexno, brokencode, ari dan thanks to all panitia yang mensupport sampai kegiatan ini yang tadinya hanya angan-angan dapat di selenggarakan besok. [...]
Selain mengetahui jumlah pengguna internet dan lama waktu terhubung dengan internet, kita perlu mengetahui profil pengguna internet. Siapakah mereka? Pekerjaan? Penghasilan? Latar belakang penddikan? Juga demografi pengguna internet di Indonesia? Jumlah menjadi relatif apabila profil pengguna internet tak tergambar dengan baik.
Tampaknya virtual.co.id perlu memulai riset untuk itu. Kapan dunk dimulai neh, Pak Nukman? Dan kapan konfirmasi ke Malang? Maret ya!
yang di riset baru kuantitasnya. soal kualitas gimana? apakah situs “gituan” masih dominan? atau sudah mulai banyak yg cari duitlewat internet?
soal harga bandwidth turun, berita bagus buat aku. yg notabene plg boros soal bandwidth. situsku sehari “makan” 200-300MB
hikz
[...] Untuk trainer thanks berat to Pak Nukman, mas Wicak, bang Enda, isnaini, wawan, dexno, brokencode, ari dan thanks to all panitia yang mensupport sampai kegiatan ini yang tadinya hanya angan-angan dapat di selenggarakan besok. [...]
iya tuh, semoga harga bandwith untuk aksess internet semakin murah… kan makin maju negara kita ini… BISA !!!
Smoga dengan makin banyak pengguna internet Indonesia tidak makin banya masuk daftar black list dari beberapa bisnis online dunia
alhamdulilah, semoga setiap tahun bertambah terusss…AMIN !
Terasa sekali mahalnya pakai internet di rumah maupun mobile saat ini. Mudah2an harga BW / koneksi internet semakin murah. Amin
[...] Internet memang masih jadi barang mahal di Indonesia, walaupun jumlah pengguna internet di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Banyak faktor, dari masalah regulasi pemerintah (salah satunya adalah pembahasan rancangan undang-undang ITE yang belum selesai) sampai masalah infrastruktur, yang mempengaruhi harga internet di Indonesia. [...]
Any way, ada yang tau “bank code” untuk BCA-Bank Central Asia ? (7 digit angka). Soalnya dah bisa withdraw dr paypal ke rekening bank di Indonesia nih, saya coba masukin code SWIFT BCA : CENAIDJA, salah…
Tks
emTwo
#17 Bingo !! sudah Ketemu, silahkan baca di http://www.cosaaranda.com/withdraw-paypal-ke-bank-indonesia.htm
Artinya apa…?
-Artinya menarik uang dari paypal lebih simple dan murah, langsung ke rekening bank di Indonesia,
-Lebih luas lagi akan mempermudah orang indonesia ikut berpartisipasi memperbutkan market internet global
Selamat berjuang
wah pak nukman bole gak nih share ilmu2 internet marketingnya nih hehehe…
[...] Indonesia dengan segala peluang dan tantangannya adalah pasar yang menarik menjanjikan. Tingkat pengguna internet terus meningkat setiap tahun. Tahun ini diperkirakan akan naik lagi 25% menurut Pak Nukman Luthfie<http://www.virtual.co.id/blog/?p=342> . [...]
Alhamdulillah…
25 juta orang, fantastis.
Mudah-mudahan sebagiannya menjadi customer saya. Tidak usah banyak-banyak, 1% saja sudah cukup ko.
Yups anda benar…..saya mengutip berita dari blog anda untuk artikel di blog saya. thanks ya.
Alhamdulillah Juga
35 juta orang, sangat fantastis.
Mudah-mudahan sebagiannya menjadi customer saya. Tidak usah banyak-banyak, 0.5% saja sudah cukup ko.
Punya data real untuk pelanggan internet tahun 2008 pak ?
Sekarang di desa-desa juga sudah ada warnet.
Wah pesat tenan dunia IT ya???