Online Strategist, Creative Designers, Web Technologist MarComm Practitioners, E-Commerce and Education __________________________ under one roof.

Menerjunkan Gamification Ke Dalam Marketing

January 11, 2012
Oleh Andi Primaretha

Siapa yang tidak kenal dengan Angry Bird? Game yang sempat heboh pada tahun lalu itu berhasil menyita perhatian di setiap kalangan muda maupun tua. Semua suka Angry Bird, apapun platformnya, pada dasarnya semua suka dengan game. Oleh karena itu di kesempatan kali ini, saya ingin membahas tentang bagaimana game digunakan di dalam kampanye marketing atau yang umumnya dikenal dengan istilah Gamification. Apa itu gamification? Mudahnya, gamification adalah proses mengaplikasikan mekanisme atau aturan permainan yang ada di dalam game kepada aktifitas non-game untuk tujuan tertentu. Di dalam Whitepapernya, sebuah perusahaan konsultan dan penyedia platform gamification bernama Bunchball, menjelaskan dua elemen dasar yang harus dipenuhi ketika kita ingin menciptakan sebuah gamification kepada sebuah aktifitas atau kampanye marketing yang hendak kita jalankan. Dua elemen tersebut adalah Game Mechanics dan Game Dynamics. Keduanya harus dipenuhi ketika kita ingin benar-benar membuat sebuah gamification, berikut penjelasanya:

Game Mechanics adalah macam-macam aktifitas atau peraturan yang biasa diterapkan dalam sebuah game seperti poin, level, dan tantangan yang dikumpulkan menjadi satu sehingga menciptakan sebuah game experience.

Game Dynamics adalah rasa senang yang dihasilkan dari sebuah game experience sehingga membuat seseorang menjadi termotivasi dan semangat.

Game Mechanics dibuat untuk menciptakan Game Dynamics. Saya berikan contoh nyata bagaimana dua elemen dasar gamification ini bekerja melalui sebuah game yang belum lama ini kami rilis. Game tersebut bernama NutriSari Social Garden. NutriSari dan Virtual bersama-sama membuat game ini dengan tujuan untuk memunculkan kembali semangat berkebun kepada target audience. NutriSari Social Garden mencoba untuk “mem-gamification-kan” aktifitas berkebun menjadi sebuah game berbasis website yang menyenangkan. Game ini juga terhubung dengan akun social media dari masing-masing user sehingga aktifitas permainan bisa diketahui oleh teman-teman dari user tersebut. Kembali ke Game Mechanics dan Game Dynamics, berikut penjelasanya dengan contoh kasus NutriSari Social Garden:

1. Points as Reward

Poin adalah mekanisme atau lebih tepatnya “Khas” dari sebuah game. Kita melakukan beberapa aktifitas dan sebagai imbalanya kita diberikan poin sebagai imbalan atas aktifitas yang telah kita kerjakan. Di game Social Garden, pemain akan menghasilkan poin ketika berhasil menyiram, memupuk, membasmi hama, dan mencabut rumput. Poin yang dikumpulkan nantinya akan berguna sebagai salah satu syarat untuk memenangkan permainan itu sendiri atau sekedar untuk mencapai sebuah status.

2. Levels as Status


Kemudian ada level yang berfungsi untuk menunjukan status tertentu. Pemain akan merasa tertantang untuk mencapai status tertinggi untuk mendapatkan perasaan gengsi atau bangga. Ada 5 status di game Social Garden dan pemain yang memiliki poin tertinggi berhak menyandang status dengan nama Social Garden Master.

3. Challenges as Achievement

Sedikit mirip dengan level, salah satu Game Mechanics yg lain adalah Challenges. Biasanya para pemain ditantang untuk melakukan suatu tantangan yang spesifik. Sebagai contoh, di Social Garden ada 2 challenges yaitu orang yang paling sering berkebun di Social Garden akan  mendapatkan achievement sebagai Social Garden Fanatic. Jadi fokus dari challenges adalah mendapatkan sebuah achievement yang mungkin tidak bisa didapatkan oleh orang lain.

4. Virtual Goods and Spaces as Self-Expression

Seperti halnya video game, dimana kita bisa mengatur seperti apa penampilan dari orang yang kita mainkan dalam game tersebut maka game Social Garden juga memungkinkan para pemainya untuk mengedit seperti apakah Nutri Gardenernya. Tujuan dari adanya virtual goods adalah untuk mendapatkan kesenangan dari bentuk self-expression pemain dari game tersebut.

5. Leaderboard as Competition

Leaderboard adalah salah satu fitur terpenting di dalam game. Para pemain akan merasa tertantang karena merasa bersaing dengan pemain yang lainya. Di Social Garden ada kebun NutriSari Social Garden yang berisikan informasi tentang nama dan total poin yang telah dikumpulkan oleh para Nutri Gardener lain.

6. Gifts and Charity as Altruism

Dan yang terakhir adalah gifts and charity. Sebagai mahluk sosial tentu kita akan senang apabila kita bisa menyumbagkan sesuatu kepada orang di sekitar kita. Untuk itu elemen game mechanics yang terakhir ini tidak kalah penting dan juga kami aplikasikan di NutriSari Social Garden. Di akhir permainan, para pemain dapat menyumbankan secara nyata tanaman yang sudah mereka tanam secara virtual di game NutriSari Social Garden.

Sejauh pantauan saya sudah mulai banyak brand di tanah air yang sudah menerapkan teknik gamification pada campaign marketingnya di digital. Saya memprediksikan bahwa di tahun 2012 ini akan semakin banyak lagi bermunculan gamification lainnya. Masih banyak sebenarnya yang ingin saya sampaikan di dalam tema  gamification, namun tuk kali ini saya kira cukup untuk bisa memberikan pengantar tentang teknik gamification dalam sebuah kampanye marketing. Semoga bermanfaat.

3 Responses to “Menerjunkan Gamification Ke Dalam Marketing”

  1. Annisa says:

    Mau nanya, kalo gamification dengan advergames itu sama ga yah?
    Thanks before

  2. Andi Primaretha says:

    Hallo Annisa, saya jawab yah. Tentu ada perbedaan antara Gamification dan Advergames. Advergames adalah menaruh sebuah iklan di dalam sebuah game sedangkan gamification adalah membuat sesuatu yg tadinya bukan game menjadi game.Semoga membantu.

  3. Vania says:

    Hai.. mau tanya dong. Saya agak sedikit bingung. Pada saat membaca penjelasan mengenai Gamification di paragraf awal, yang saya tangkap adalah bahwa Gamification itu, intinya, adalah sebuah upaya membuat aktivitas non-game berdasarkan atau dengan mekanisme game. Kesimpulan itu semakin diperkuat dengan kalimat “gamification adalah proses mengaplikasikan mekanisme atau aturan permainan yang ada di dalam game kepada aktifitas non-game untuk tujuan tertentu’.
    Namun, begitu saya membaca contohnya di paragraf selanjutnya, yang saya tangkap adalah bahwa Gamification itu adalah upaya membuat kegiatan atau aktivitas non-game menjadi sebuah game.
    Jadi sebenarnya apakah memang Gamification itu sifatnya bisa 2 arah? Kalau kita melihat dari sisi definisi kata memang Gamification bisa (kasarnya) diartikan sebagai kegiatan meng-game-kan suatu aktivitas non-game.
    Mohon pencerahannya ya.
    Thanks before.

Leave a Reply



nukman @nukman
Online Strategist
tweet it
iimfahima @iimfahima
Online Marketing Communication Strategist
tweet it
adhitiasofyan @adhitiasofyan
Creative Director
tweet it
foto andi @primaretha
Social Media Head
tweet it
foto jayadi @jayadi72
Web Content Specialist
tweet it

Komentar Terakhir.

  • Wawan: - Social Media memang menjadi booming setelah tersedianya berbagai macam aplikasi social...

  • omel: - iya mas,, saya juga sekarang lg cari teori tentang gimana cara ngukur efektivitas...

  • Kinan: - Mas Andi, boleh minta referensi buku2 mengenai social media ga? Tentang bagaimana cara...

  • Andi Primaretha: - Betul Mas Hanif, idealnya seperti itu, followers banyak dan tingkat...

  • Hanif Mahaldi: - wah, akan lebih maksimal lagi kalau yg punya followers 5000 itu juga memakai...

  • Andi Primaretha: - Engagement bisa diukur berdasarkan berapa banyak total post yang kita publish...

Kategori


Email Subscription

Enter your email address:

Fan Box Virtual Consulting