Istilah Consumer Generated Media (CMG) kini sedang merebak di dunia Internet. Akhir Juli lalu koran The Wall Street Journal merilis istilah baru tersebut dalam sebuah ulasan panjang di sampul Marketplace. Istilah itu ditujukan bagi para marketer yang memanfaatkan blog untuk memahami lebih dalam para pelanggannya atau istilah kerennya: memahami consumer insight. Di dunia Internet, istilah tersebut sebenarnya tidak terlalu baru. Pakar pemasaran interaktif dan manajemen merek, yang sekaligus pendiri Word of Mouth Marketing Association Pete Blackshow sudah berusaha mempopulerkan istilah CMG sejak tiga tahun lalu.
Mahkluk apakah CMG itu?
Media yang paling cepat pertumbuhannya di mata para marketer adalah sebuah komunitas konsumen yang saling berkomunikasi satu sama lain yang saling mencurahkan pendapat dan cerita antar mereka. Komunitas ini saling mempercayai anggotanya sehingga setiap pendapat anggota akan didengarkan dan mempengaruhi yang lainnya. Lebih jauh lagi, pendapat komunitas ini dapat mempengaruhi pihak lain yang tak tergabung dalam komunitas. Memanfaatkan media komunitas semacam ini merupakan cara pintar bagi perusahaan untuk meningkatkan citra produk dan perusahaan.
Berbeda dengan media berbayar seperti teve, koran, pasar atau portal web, CMG ini dibuat, dibangun dan dikelola oleh konsumen. CMG seringkali terbentuk karena terinspirasi oleh produk atau jasa tertentu, yang arsipnya dapat diakses secara online oleh konsumen atau publik. Contoh CMG antara lain adalah blog, email feedback dari konsumen, message board, forum komentar, situs web personal serta email personal.
Perusahaan yang dikelola Pete Blackshow misalnya, kini memiliki arsip 1,4 miliar komentar CMG yang dapat diakses via web. “Setiap tahun, jumlah komentarnya naik 30%,” tulisnya di ClickZ. Data ini tak terlalu mengherankan karena menurut Pew Internet & American Life Project, sekitar 44 persen konsumen online membuat ‘konten’ online
CMG dapat dipengaruhi namun tak dapat dikontrol oleh marketer. Meski demikian, CMG akan memberikan dampak yang bagus terhadap klik iklan yang sesuai dengan komunitas CMG. Yang paling penting, CMG meninggalkan jejak digital, yang berarti gampang diukur sehingga memudahkan pemasang iklan mengukur keberhasilan/kegagalan mutu merek, reputasi dan pesan secara efektif dan seketika.
Pertanyaanya: siapkah marketer Indonesia memanfaatkan CMG ini secara tepat guna?
Contoh situs yg mengaplikasikan CMG apa pak Nuk..?
Salah satunya adalah Burger King. Coba baca tulisan saya terbaru berjudul “Lebih dari 4.1 Juta Download Film Panas berisi Icon Burger King”.
Great site with the add on of blogs facility. Not only educative but also interesting to be read in depth:-) , all the best boss
Satu lagi bentuk CGM yang efektif adalah komunitas Spymac yang difasilitasi oleh Apple.
Apple users (bahkan non-apple users) difasilitasi dalam bentuk fasilitas email, hosting gratis, photo gallery gratis, dan bahkan blog gratis.
Memang akhirnya langkah seperti ini diikuti oleh banyak sekali pesaing.
aku ingin tahu tentangf marketing di masa depan.seperti apakah marketing dimasa depan itu?
aku sangat senang sekali bisa bergabung dengan komunitas ini
Saya ingin bergabung dalam komunitas ini
minta contohnya donk, klo ada?
mohon info tentang seputar marketing forum
ingin tau bagaimana mengaplikasikan konsep marketing yang selama pernah tau melalui media internet, melihat media internet yang saat ini sebagai media yang paling ideal untuk untuk berpromosi. apa saja yang menjadi indikator untuk melakukan segmentasi, dan posisitioning terhadap brand..